Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PERAWAN DESA
#1
[Gambar: Cerita-Sex-Terbaru-ABG-Dan-Pembantu-Yang...35x425.jpg]

PERAWAN DESA - Pergaulan dikota yang membikinku menjadi liar hingga hingga-sampai aku dapat mengetahui yang
namanya berhubungan Sex. Berawal dari kawan-kawanku yang cerita mengenai alangkah nikmatnya
meperbuat hubungan Sex dengan seorang wanita, nikmatnya mencium memek perawan, nikmatnya
penis dikulum hingga ngecrot, serta lain-lain tetap tak sedikit lagi kawan-kawanku bercerita
kepadaku. tetapi selagi ini aku hanya dapat menonton video porno saja serta melampiaskannya
saja dikamar sambil mengocok penisku sendiri.

Hingga akhirnya aku bisa merasakan benar apa yang dikatakan kawan-kawanku, kalau ngentot seorang gadis perawan itu sangat nikmat  Agen Domino qq
sekali.Sebut saja bi minah, pesuruh yang telah tua dan telah lama bekerja sebagai
pembantu dirumahku. Bahkan bapak dan ibuku telah menganggapnya semacam keluarga sendiri.
Suatu ketika bi minah minta ijin terhadap bapak dan ibuku untuk untuk pulang kedesanya,
sebab adiknya yang didesa sedang sakit dan bi minah wajib memeliharanya, sehingga dirinya wajib
pulang. Tetapi bi minah tak pulang begitu saja, sebelum bi minah pulang, bi minah
menyuruh anak perempuannya untuk datang kerumahku untuk menggantikan pekerjaannya selagi
bi minah pulang.
Anak bi minah ini tetap sangat muda sekali, umurnya tetap belasan tahun. Sebut saja
namanya aryani, panggilannya yani. Meskipun dirinya berasal dari desa, tetapi dirinya mempunyai
kulitan semacam orang kota yang perawatan. Dirinya mempunyai kulit putih bersih, dan badannya
langsing keren, aku bisa menontonnya kemolekan tubuh aryani dibalik baju desa yang
digunakannya. Seusai seminggu aryani tinggal dirumahku, aku terus bersahabat dengannya sebab
pada saat itu aku sedang liburan sekolah, makanya aku tak jarang dirumah, toh juga ada
pemandangan yang enak dirumah. Kalau pekerjaan aryani telah berakhir semua kita tak jarang
ngobrol tak sedikit ngalor ngidul kayak telah kenal lama.
Hingga akhirnya sebuahpagi bapak dan ibuku bilang kepadaku untuk jaga rumah sebab bapak
dan ibuku ingin berangkat ketempat saudara dan pulangnya larut malam. Bapak dan ibuku juga
berpesan terhadap aryani untuk melayani semua yang aku inginkan sebab kebiasaanku pada
ibunya aryani juga begitu, aryani pun mengangguk ketika mendengar pesan dari ibuku. Aku
pun sangat bahagia sekali, sebab dengan aryani melayaniku aku bakal bisa menggodanya dengan
bebas, dan aku bakal berusaha membuktikan apa benar yang dikatakan kawan-kawanku mengenai
nikmatnya berhubungan Sex.
Seusai ibuku pergi, aku langsung terbuktigil aryani.
“Yani, sini temenin aku ngobrol sambil aku makan, ” kataku ketika menonton Aryani
melintas. “Kamu sekolah kelas berapa Yan ?

“SMP kelas 3, mas. Tapi tak tahu tahun depan apa bisa melanjutkan ke SMA, ” katanya
polos.

“Di kampung telah punya pacar apa belum ? Alias apa malah telah dilamar ? ” tanyaku lagi.

“Belum mas, sungguh !” jawab Aryani. “Kalau mas sendiri, tentu telah punya pacar ya ?”

“Gadis kota mana mau sama aku, Ya ? ” kataku mulai mengeluarkan rayuan gombal. “Lagipula
aku sukanya gadis yang tetap polos semacam kamu.

“Ah mas, bisa saja, ” katanya malu-malu, “Aku kan cuma anak seorang pembantu. “

“Yan, aku telah berakhir makan. Kelak seusai selesai-selesai kalian temenin aku ke ruang atas
ya. Soalnya aku kesepian, bapak dan bunda baru pulang malam hari, ” kataku sambil bergegas
naik ke lantai atas sambil mikir gimana ya bisa ngadalin si Aryani.
Kutunggu-tunggu Aryani tidak naik-naik ke lantai atas. Akhirnya dirinya datang juga, rupanya
habis mandi, sebab tercium wangi sabun luks. Segera kusuruh ia duduk menemaniku nonton
VCD. Sengaja kuputar film pinjeman kawanku yang biasanya kuputar kalau bapak/ bunda tidak di
rumah. Kupilih yang tidak terlalu vulgar, agar Aryani jangan hingga kaget menontonnya.
Adegan yang ada paling cuma percintaan hingga di ranjang tanpa menunjukan dengan
detail.
Rupanya adegan-adegan itu membikin Aryani terpengaruh juga, duduknya jadi tidak bisa diam.
“Mas. telah ya nontonnya, aku mau ke bawah, ” katanya.
“Tunggu dulu, Yan, aku mau ngomong, ” kataku yang telah bisa ide untuk menjeratnya, “Kamu
takut tidak bisa melanjutkan sekolah apa sebab anggaran ? Kalau cuma itu, soal sepele, aku
akan menolongmu, asal …”

“Asal apa mas, ” katanya bersemangat.

“Asal kalian mau menolong aku juga, ” kataku sambil pindah ke dekatnya. Segera kuraih
tangannya, kupeluk dan kucium bibirnya. Aryani sangat kaget dan segera bentrok sambil
menangis.

“Yani, kalian pikir aku bakal memperkosamu ? ” kataku lembut. “Aku cuma mau agar kamu
bersedia menjadi pacarku. “
Ia membelalak tidak percaya. Sebelum ia sempat mngucapkan apa-apa kuserbu lagi, tapi kali
dengan lebih lembut kukecup keningnya, lalu bibirnya. Kugigit telinganya, dan kuciumi
lehernya. Aryani terengah-engah terbawa kenikmatan yang belum sempat dialami sebelumnya.
Ingin rasanya segera kurebahkan dan kutiduri, tapi akal sehatku mengatakan jangan
terburu-buru. Menikmati kopi panas wajib ditiup-tiup dulu sebelum direguk. Kalau langsung
bisa lidah terbakar dan akhirnya malah tidak bisa apa-apa.
Perlahan-lahan dari menciumi lehernya aku turun ke tahap atas dadanya, dan kubuka kancing
dasternya dari belakang tanpa setahunya. Namun ketika bakal kuturnkan dasternya ia
tersadar dan mau protes. Segera kubuka baju kaos t-shirt ku sambil mengatakan udara sangat
panas. Ia tersipu menonton dadaku yang bidang, hasil rajin fitness.
“Yan kalian curang telah lihat dadaku, kini biar impas aku juga mau lihat kalian punya
dong. “  Bandar Sakong

“Ah jangan mas, malu, ” katanya sambil memegang erat tahap depan dasternya.
“Bajunya doang yang dibuka, Yan. kalau malu behanya nggak usah, ” kataku sambil
menyerbunya lagi dengan ciuman. Yani tergagap dan tidak lebih siap dengan serbuanku sehingga
aku sukses membuka dasternya. Segera kuciumi tahap seputar payudaranya yang masih
tertutup beha berwarna hitam.
“Aduh mas, mhm, enak sekali, ” katanya sambil menggelinjang. Tanganku pun bergerilya
membuka pengait behanya.

Namun ketika kulepaskan ciumanku sebab hendak membuka behanya ia kembali terbangun dan
protes.
“lho mas janjinya behanya tidak dibuka”
Tanpa menjawab segera kuserbu payudaranya yang tidak besar namun sangat indah bentuknya,
dengan puting yang kecil berwarna coklat muda. Kukulum payudara kanannya sambil kuemut-
emut. Ia tidak bisa mengatakan-kata namun menjerit-jerit keenakan. Terdengar alunan suara
erangan yang indah, ” mph, ehm, ahhh, ‘ dari bibirnya yang mungil. Jemariku segera mulai
menjelajah selangkangannya yang tetap tertutup celana dalam yang juga berwarna hitam.
Rupanya luar biasa sekali rangsangan demi rangsangan yang Ayryani terima jadi mulai keluar
cairan dari Memeknya yang membasahi celana dalamnya.
“Oh mas, oh mas, eemmmph, enak sekali, ” lenguhnya. Tanpa disadarinya jariku telah
menyelinap ke balik celana dalamnya dan mulai menari-nari di lubang kewanitaannya. Jariku
sukses menyentuh klitorisnya dan semakin kuputar-putar, membikinnya badannya gemetaran
merasakan kenikmatan yang amat sangat. Sengaja tidak kucolok, sebab itu bukan tahap
jariku namun adik kecilku nanti.

“Ahhh !” jerit Aryani, dibarengi tubuhnya yang mengejang. Rupanya ia telah mencapai
klimaksnya. Tidak lama tubuhnya melemas, seusai mengalami kenikmatan pertama kali dalam
nasibnya. Ia terbaring di sofa dengan setengah telanjang, hanya suatu  celana dalam yang
menutupi tubuhnya.
Segera aku berdiri dan melepaskan celana panjang dan celana dalamku, pikirku ia masih
lemas, tentu tidak bakal tidak sedikit protes.

“Lho mas, kok mas telanjang. Jangan mas, jangan hingga terlalu jauh, ” katanya sambil
berusaha untuk duduk. “

“Yan, kalian itu curang sekali. Kalian telah merasakan kenikmatan, aku belum. kalian telah
menonton seluruh tubuhku, aku cuma tahap atas saja, ” kataku sambil secepat kilat luar biasa
celana dalamnya.

“Mas, jangan ! ” protesnya sambil mau memertahankan celana dalamnya, namun nyatanya kalah
tangkas dengan kecepatan tanganku yang sukses melolosi celana dalamnya dari kedua
kakinya. Terkesanlah pemandangan indah yang baru pertama kali kulihat langsung. Memeknya
masih terkatup, serta baru ditumbuhi sedikit bulu-bulu jarang. Adik kecilku langsung
membesar serta mengeras.
Segera kuciumi bibirnya kembali serta kulumat payudaranya. Aryani kembali terangsang. Lalu
sambil kuciumi lehernya Kunaiki tubuhnya. Kubuka kedua kakinya dengan kedua kakiku, “mas,
jangan, oh !” katanya. Namun tanpa memperdulikan protesnya kulumat bibirnya supaya tidak
dapat bersuara. Perlahan-lahan torpedoku mulai mencari sasarannya. Ah, nyatanya sulit
sekali memasukkan burung peliaraanku ke sangkarnya yang baru. Bolak-balik meleset dari
sasarannya. Aku tak tahu tentu di mana letaknya sang lubang kenikmatan.
“Mas, jangan, aku tetap perawan, ” protes Aryani ketika sukses melepaskan bibirnya dari
ciumanku.

“Jangan takut sayang, aku cuma gesek-gesek di luar saja, ” kataku ngegombal sambil
memegang torpedo serta mengarahkannya ke lubang yang sangat sempit.
Ketika cocok di depan gua kewanitaannya, kutempelkan serta kusegesk-gesek sambil juga
kuputar-putar di dinding luar Memeknya. “Mas, mas, mphm, oh, uenak sekali, ” katanya penuh
kenikmatan. Kurasakan cairan pelumasnya mulai keluar kembali serta membasahi helmku.
Lalu mulai kepala helmku sedikit demi sedikit kumasukkan ke dalam Memeknya dengan
menyodoknya perlahan-lahan, “Aw mas, sakit ! Tadi katanya tak bakal dimasukkan, ” protes
Aryani, ketika kepala helmku mulai agak masuk. “Nggak kok, ini tetap di luar. Udah nggak
usah protes, nikmatin aja, Yan !” kataku setengah berbohong sambil semakin bekerja.

Sempit sekali celahnya si Yani, jadi sulit bagiku untuk memasukkan torpoedoku
seluruhnya. Wah kalau begini terus, jangan-jangan si otong telah muntah duluan di luar,
pikirku. Sambil sedikit demi sedikit memaju-mundurkan torpedoku, kugigiti telinganya
dengan gigitan kecil-kecil. Tiba-tiba kugigit telinganya agak keras, Yani terpekik, “Aw !”
Saat itu dengan sekuat tenagaku kusodok torpedoku yang sukses tenggelam semuanya di
Memeknya Aryani.
Gerakan pantatku terus menggila memaju-mundurkan torpedoku di dalam Memek Aryani. Namun
tidak kutarik hingga kelaut, takut sulit lagi memasukkannya. Rupanya rasa sakit yang
dialami Aryani tergantikan dengan rasa nikmat. Yang keluar dari bibir mungilnya hanyalah
suara ah, uh, ah, uh setiap kali ku maju mundurkan torpedoku, menandakan ia sangat
menikmati pengalaman baru ini.  Bandar Q

Torpedoku terus menegang. Keringat bercucuran dari tubuhku, Akupun melngalami kenikmatan
yang selagi ini hanya kuimpikan. Kurang lebih selangkanganku terasa ngilu. Rupanya aku telah
mendekati klimaks. Gerakan pantatku terus cepat, terasa jepitan Memek perawan desa ini
terus kencang juga. Empuk sekali rasanya setiap kali torpedoku terbenam di dalamnya.
Terasa hampir meledak torpedoku, siap memuntahkan lahar panasnya ke dalam surga kenikmatan
Aryani. Dengan sekut tenaga kubenamkan torpedoku sedalam-dalamnya serta croooot, croooot,
crooot ! Air maniku muncrat ke dalam rahim Aryani, Terdengar lenguhan panjang dari bibir
mungil Aryani. Rupanya kita mencapai orgasme bersamaan. Tubuhkupun jatuh terbaring di atas
tubuhnya penuh dengan kenikmatan. Kita berdua terbaring tidak berdaya. Tubuh lemas, namun
masih terasa kenikmatan yang hingga ke ubun-bubun.-

Hello World!:

- aaaa


Menuju Forum: