Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PEMBANTU PLUS – PLUS
#1
[Gambar: Cerita-Sex-Terbaru-Belajar-Ngentot-335x400.jpg]

PEMBANTU PLUS – PLUS - Namaku Yenni, umurku kini 28 tahun, aku telah menikah serta aku memiliki seorang anak. Aku menikah pada saat umurku yang tetap muda 23 tahun. Waktu itu ekonomi tetap sedang-sedang saja, belum sesusah sekarang. Sementara suamiku hanya bekerja disebuah bengkel motor yang tidak tentu penghasilannya, sementara keperluan terus lama terus tidak sedikit. Dengan penghasilan suamiku yang pas-pas an pastinya sangat tidak lebih untuk mencukupi keperluan nasib kami. Serta aku memutuskan untuk bekerja, tapi mau bekerja apa dengan tetap memiliki tanggungan anak kecil yang tidak bisa aku tinggalkan. Setiap malam aku rutin kepikiran dengan faktor itu, hingga membikinku tidak bisa tidur. Kemudian aku menuturkan persoalan ini dengan suamiku serta aku meminta ijin untuk bekerja serta suamiku pun mengijinkannya asalkan anakku tidak terlantar.

Suatu hari saat aku sedang pergi kepasar, aku bertanya pada kawan-kawanku yang ada dipasar, aku bertanya apakah ada sebuahpekerjaan untukku. Serta salah satu kawanku langsung mengatakan kemaren aku ditawari pekerjaan oleh seseorang tapi keliatannya kini orangnya tidak sedang disini, biasanya orang itu ada diwarung depan. Namanya mas Yudi, kalau gak salah dirinya tidak jarang dimintai orang-orang mencarikan pembantu, besokkalau orangnya datang kesini aku kasih tau kalian “kata temenku”. Ya gak papa deeh, besok kalau dirinya kesini kalian cepet hubungi aku ya “kataku”.
Keesokan harinya kurang lebih jam setengah 10 aku ditelpon kawanku mengadukan kalau mas Yudi telah ada diwarung serta aku disuruh untuk langsung menuju pasar. Tidak menggunakan lama aku langsung pergi kepasar, serta tidak lama ketika aku telah hingga aku langsung diantarkan oleh kawanku menemui mas Yudi serta “Mas yudi ini kawanku yang sedang mencari pekerjaan” kata kawanku. “Oowwhhh iya, nama kalian siapa neng??” tanya mas Yudi. “Yenni mas, ada pekerjaan untuk saya mas??” tanyaku. “begini saja, gak enak kalau ngomong disini, mending ngomong dirumahku saja, kalian bawa motor??” tanya mas Yudi. “Enggak mas, aku naek sepeda soalnya rumahku gak jauh dari sini mas” jawabku. “Yaudah kalian bonceng aku saja, rumahku juga gak terlalu jauh dari sini kok, paling Cuma 15 menit saja” ajak mas Yudi.
Langsung mas Yudi mengambil mengambil motornya serta aku juga langsung memboncengnya, serta kami langsung menuju rumah mas Yudi. Seusai benar 15 menit perjalanan hinggalah aku dirumah mas Yudi, terkesan rumahnya cukup besar, terkesan sangat keren dekorasinya. Kemudian aku disuruh masuk rumahnya, serta dipersilahkan duduk. “mbak mau minum apa??” tanya mas Yudi. “Apa saja mas, air putih juga gak papa kok mas” jawabku. Mas Yudi kemudian mengambilkan aku segelas air putih serta kami mulai mengobrol. “Emang mas mau memperkenalkan pekerjaan apa kepadaku mas??” tanyaku. “Kamu mau gak sehingga pembantuku, dirumahku ini telah gak ada pesuruh sehingga aku agak sulit mengurus rumah ini” “ kata mas Yudi. “Jam kerja nya mas??” tanyaku. “Ya biasa saja lah, mulai jam 8 serta kalian dapat pulang jam 5 sore, gimana??” tanya mas Yudi. “Tapi aku boleh bawa anak kan mas, soalnya anakku ini gak dapat ditinggal mas soalnya gak ada yang mengurusnya dirumah” tanyaku.

“Iyha gak papa kok, tapi kalau dapat kalau kalian bekerja ankmu ditidurkan saja biar gak mengganngu kerjamu” jawab mas Yudi. “Lha aku dapat mulai kerja kapan mas??” tanyaku. “besok kalian dapat langsung mulai kerja, kalian juga lihat kan, nie rumah telah acak-acakan serta kotor gak ada yang ngurus” jawab mas Yudi. “Iyha dapat mas, lha istri mas dimana??” tanyaku. “Aku telah bercerai dengan istipsu setahun yang lalu serta anakku ikut mamahnya semua, sehingga ya aku sendirian dirumah” jawab mas Yudi. “Ooowh begitu mas, maaf mas Yenni gaktau mas” ucapku. “Aaaahhh gak papa kok, santai aja kali” ujar mas Yudi. Akhirnya seusai kami sepakat aku meminta mas Yudi untuk mengantarku kembali kepasar sebab sepedaku tetap dipasar.
Sampai dirumah aku ngomong sama suamiku serta suamiku pun hanya mengangguk tanda dirinya menyetujui pekerjaanku. Serta keesokan harinya seusai aku masak untuk sarapan suamiku aku langsung pergi menuju rumah mas Yudi.sesampai dirumahnya mas Yudi sedang berda diteras rumahnya sambil minum secangkir kopi sambil merokok menyambutku, pagi itu aku pergi terlalu pagi, setengah 8 aku telah hingga rumah mas yudi. Serta “Kok pagi sekali kalian Yenn, ini kan juga belum jam 8” sambut mas Yudi. “Iyha gak papa pak, aku juga telah terbiasa bangun pagi” jawabku. “yaudah sana masuk aja, kerjakanlah apa yang wajib kalian kerjakan, tentunyakamu udah mengerti kan serta satu lagi, jangan panggil aku pak, panggil mas saja??” ujar Mas Yudi. “Iyha maaf mas” jawabku.Cerita Sex Terakhir    Agen Domino qq
Kemudian aku langsung masuk rumah mas Yudi serta langsung mengawali pekerjaanku. Seusai aku fikir matahari telah mulai keluar aku menonton mas Yudi masuk rumahnya, saat itu aku sedang ngepel lantai rumahnya serta anakku telah aku tinggal dikamar belakang sebab telah tidur. Ketika mas Yudi masuk rumah dirinya menghampiriku “Anakmu telah tidur ya Yenn??” tanyanya. “Iyha mas, aku tidurkan dikamar belakang” jawabku. Seusai mendengar jawabanku mas Yudi pergi meninggalkanku serta aku kembali melanjutkan perkerjaanku. Seminggu aku bekerja sikap mas Yudi tetap biasa-biasa saja, semacam apa adanya.

Hari senin waktu itu, ketika suamiku hendak pergi ke bengkel, dirinya pamit bakal pulang larut malam, sebab ada motor yang wajib dilemburnya sebab pemiliknya minta hari itu juga berakhir. Serta kemudian seusai pekerjaan rumah berakhir aku langsung pergi kerumah mas Yudi. Saat aku hingga dirumah mas Yudi serta masuk rumahnya aku dikagetkan dengan penglihatanku, aku menonton mas Yudi sedang duduk diruang tamu sedang menonton TV dengan tanpa kaos serta hanya memakai celana boxer saja. Terkesan sesuatu gundukan besar berada dibalik boxer mas Yudi, tapi aku membuarkannya saja serta langsung menuju dapur. Aku sempet kepikiran apakah gundukan besar itu mungkin Penis mas Yudi sebesar itu, ucapku dalam hati. Sambil aku mencuci piring serta kepikiran apa yang aku lihat tadi.
Seusai aku berakhir mencuci piring aku langsung menuju belaknag rumah untuk mencuci baju-baju mas Yudi. Tidak berapa lama saat aku mencuci aku dikagetkan dengan suara “Eheeem…kamu cantik juga ya Yenn, beruntung juga laki-laki yang melamar kamu” kata mas Yudi. “Aaaahhh…. Mas dapat aja” jawabku sambil tersipu. “Beneran kalian cantik serta seksi Yenn, anak kalian udah tidur kan??” tanya mas Yudi. “Sssss…uuu….Telah mas” jawabku pendek sebab pas aku jawab serta menengok kebelakang aku menonton tonjolan besar dari boxer mas Yudi. “Kenapa kaget gitu Yenn, kalian gak papa kan??” ujar mas Yudi. Sambil semakin menontonnya “Enggg…Nnngggak papa kok mas, Yenni baik-baik saja” Jawabku. Yaudah aku mau mandi dulu ya Yenn, kelak kalau aku memerlukanmu aku bakal terbuktigilmu” mas Yudi pamit serta langsung pergi menuju kamar mandi. Aku sejenak tertegun dengan apa yang kulihat tadi, sangat besar sekali, tidak sebesar punya suamiku.
Seusai tidak lebih lebih satu jam, kini mengepel suma lantai rumah mas Yudi, saat aku mengepel ruang depan rumah mas Yudi, suara tedengar begitu keras terbuktigilku dari kamar mas Yudi “Yeeeennnn…Yeeeennn….Yeeennnniiiii” panggil mas Yudi. Aku dengan segera melepaskan lap pel aku langsung menuju kamar mas Yudi “Iyha mas, ada yang dapat saya bantu mas” tanyaku dari pintu kamar. “Sini masuk, tolong oleskan minyak ini dipinggangku” pinta mas Yudi. Aku segera masuk kamarnya, tercium bau yang sangat harum sekali dikamarnya serta aku langsung mengambil minyak yang bakal aku oleskan. Ketika aku telah duduk di ranjang mas Yudi, mas Yudi malah berdiri serta “tunggu sebentar ya” mas yudi beranjak menuju pintu aku kira mau mengambil apa tapi nyatanya mas Yudi mengancing pintu kamarnya serta mengambil kuncinya.

“Mas mau ngapain aku, kok kamarnya dikunci begitu”tanyaku dengan sedikit takut
“Gak papa kok Yenn, aku Cuma ingin kalian puaskan saja kok, mumpung anakmu tidur” jawab mas Yudi sambil tersenyum penuh nafsu
“Jangan mas, jangan perbuat itu kepadaku mas” pintaku pada mas Yudi
Tanpa menjawab mas Yudi langsung menuju kearahku serta langsung hebat tanganku
“Ayooo Laaah Yeenn, sebentar saja, telah lama aku tidak dipuaskan oleh wanita Yenn” ucap mas Yudi
“Jaaaa…Ngggaaaaan mas” aku semakin berontak

Tapi dengan kekuatan mas Yudi mendekapku aku telah tidak dapat bergerak lagi, mas Yudi langsung menciumi bibirku dengan buasnya. Dengan wajahnya yang dipenuhi dengan hawa nafsu mas Yudi langsung meremas payudaraku serta tetap dengan menciumiku. Aku tetap saja berontak, tapi aku tetap saja tidak berdaya melawan kekuatan mas Yudi yang sangat kekar. Dengan liarnya mas Yudi langsung memasukkan tangannya didalam kaosku serta langsung meremas-remas toketku. Aku yang telah tidak berdaya akhirnya hanya menikmati saja perlakuan dari maapabilanku itu. Seusai mas Yudi mengenal kalau aku telah pasarah mas Yudi dengan buasnya langsung membuka kaosku sekalian membuka pengait BH ku serta kini aku telah telanjang dada.

Mas Yudi dengan lahapnya langsung melumat putting coklatku yang telah membesar “Aaaahhh….Aaaahhh….Maaasss” desahku saat mas Yudi melumat putingku. Mas Yudi menjilati semua badanku dengan lidahnya, sehinga aku sendiri lama-lama menjadi kebawa suasana dan aku juga telah menjadi birahi. Seusai puas dengan toketku kini tangan mas Yudi menuju vaginaku, dielus-elusnya vaginaku dari luar celana dalamku sambil terus menciumiku dan kadang meluat payudaraku. Saat tangannya menyentuh klitorisku “Ouuuhh…Maass” aku mendesah. Mas Yudi menjadi terus bersemangat jadi mas Yudi langsung melepas rok dan sekalian mecopot celana dalam yang aku pakai, jadi telanjanglah sudak aku sekarang.
Mas Yudi langsung turun menuju vaginaku, dan dirinya langsung menghisap klitorisku dan saat bibirnya menyentuh klitorisku aku pun langsung mengerang “Ooouuugghh….Aaaarrggghhh…Ooouughh…Maaaaasss”. Aku belum sempat memperoleh perlakuan yang semacam ini dari suamiku. Mas Yudi memainkan lidahnya di klitorisku sambil sesekali lidahnya masuk dalam memekku, dengan polah mas Yudi yang semacam aku tidak kuasa menahan desahan dan eranganku yang terus keluar dari mulutku “Ouuuugghh…Maaasss….Geelllliiii…Maaasss….Aaaarrrgghhh”. Tapi tanpa memperdulikan eranganku mas Yudi terus melanjutkan jilatannya, kini ditambah jilatan mas Yudi diirngi dengan jari mas Yudi yang masuk dalam memekku, aku terus tidak kuasa menahannya. Dan seusai tidak lebih lebih 15 menit mas Yudi memainkan memekku dengan lidah dan jarinya aku mengerang lagi “Aaaaggghhh…Maaasss….Yeennniii…Maaauuu….Keluaaarrr…” mas Yudi kemudian melepaskan vaginaku dari mulutnya dan sekejap cairan spermaku keluar mengucur dari memekku, aku orgasme utuk yang pertama kalinya.   Bandar Sakong

Aku pun terkulai lemas, tapi mas Yudi gak mau tahu dirinya langsung mebuka boxer serta celana dalamnyadan keluarlah Penis yang sangat besar sekali serta sangat panjang. Dirinya langsung mengarahkan Penisnya didepan mulutku serta meminta “Isep sebentar ya Yeeen, Gantian” ucap mas Yudi. Mas Yudi langsung memegang kepalaku serta langsung memasukkan penisnya dimulutku. Besar sekali penisnya, hingga memenuhi semua ruang mulutku. Dimaju-mundurkan penisnya dalam mulutku, aku yang tidak sempat meperbuat itu hanya terdiam dengan mengikuti permainan mas Yudi. Mas Yudi memintaku menjilati kepala penisnya, serta aku pun menuselaluya. “Aaaaahhhh….Niiiik..Maaattt….Baaangeeet Yeeen…” desah mas Yudi. Aku pun lalu kembali mengulum penisnya sembari sesaat menjilati penis mas Yudi.

Seusai tidak lebih lebih 10 menit aku menjilati Penis mas Yudi, mas Yudi hebat Penisnya dari mulutku serta mecium bibirku serta langsung mengrahkan Penisnya diliang Vaginaku. Mas Yudi menggesek-gesekan kepala penisnya di memekku, geli aku rasa tapi aku menikmatinya. masYudi dengan pelan-pelan mulai memasukkan Penisnya, terasa sangat besar sekali “Ouuuhhh….” Desahku. Mas Yudi memaju mundurkan kepala Penisnya dalam memkku, terus lama terus kedalam serta akhirnya “Bleeeeeesssssss….” Seluruh penis mas Yudi masuk dalam vaginaku serta aku iringi dengan desahanku “Oooouuggghhhh…..”. mas Yudi mulai memaju mundurkan Penisnya dengan pelan-pelan serta saking besarnya Penis mas yudi aku tidak henti terus mendesah kenikmatan.

Terus lama mas Yudi menyodok memekku terus kencang, “Oooouuuuhhh….Aaaggghhhh…Ooouuuggghhh…Aaaagghh…” aku terus mengerang saat sodokan mas Yudi terus keras. “Ploooookk…Ploook…Ploook….” Suara benturan tubuh kita yang telah basah sebab keringat. Kurang lebih 15 menit mas Yudi memompaku aku tidak kuasa menhannya serta akhirnya “Oooouugghhhh….Maaassss…” aku keluar untuk yang kedua kalinya, tapi dengan kuatnya mas Yudi belum kelihatan bakal orgasme.

Mas Yudi kemudian membalikkan tubuhku jadi kini aku dalam posisi nungging. Dengan segera mas Yudi memasukkan Penisnya serta langsung menyodokkan penisnya dengan keras tanpa mempedulikan aku yang lemas. “Aaaggghhh….Ouuugghhh…Aaagghhh…” aku terus mengerang menimati sodokan dari mas Yudi. Sambil meremas toketku mas yudi lebih bersemangat menyodoku, akupun dengan gairahku juga ikut mendorong memekku maju mundur. Serta seusai tidak lebih lebih 15 menit mas Yudi menyodokku dari belakang, mas Yudi mempercepat sodokannya serta “Aaaaggghhhh….Aaagghhhh…Ouuuggghhh…Ooouuugghhh….Yeeennniiiii…” mas Yudi mencabut penisnya dari memekku serta menghadapkan Penisnya di mukaku. Serta “Crroooot…Crooott…Crooot..” tidak sedikit sekali pejuh mas Yudi menghujam mukaku. Tidak terhingga pejuh mas Yudi menyemprot mukaku bahkan sebagian ada yang masuk dalam mulutku. Serta seusai mas Yudi keluar mas yudi terkulai lemas diranjang serta akupun mengikutinya dengan tidur disampingnya.

Seusai 5 menit beristirahat, mas Yudi menyuruhku untuk membersihkan sperma yang diwajahku. Aku oun bergegas ke kamar mandi serta membersihkan badanku dari sperma serta air ludah bercampur keringat ditubuhku. 10 menit aku mandi serta berakhir mas Yudi kembali terbuktigilku kembali “Yeeennn….Kesini Yeen…”. “Ada apa lagi mas??” tanyaku. Mas yudi menyodorkan suatu  amplop kepadaku serta “Ini untuk kalian Yeennn sebab kmau telah memuaskan aku kali ini, makasih ya Yeen” ucap mas Yudi. Dengan tanpa menjawab aku meraih amplop tersebut.

Seusai hari itu, seminggu sekali tentu aku serta mas Yudi meperbuat hubungan Sex, serta terus lama mas Yudi tidak memberbagi aku algi uang, tapi aku rutin melayaninya akrena aku sendiri juga merasa puas dengan permainan mas Yudi.-    Bandar Q


Hello World!:

- aaaa


Menuju Forum: