Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Cerita Sex Hot Keponakanku
#1
Cerita Sex Hot Keponakanku 

[Gambar: Cerita-Sex-Terbaru-Keponakanku.jpg]

Majalah Bokep - Aditya adalah keponakanku yang sudah kira-kira 8 bulan tinggal dirumahku. Orang tuanya

menitipkan kepadaku dan suamiku untuk bisa tinggal dirumah kami karena tempat kerjanya

lebih dekat dari rumahku dibandingkan dengan rumahnya sendiri. Lalu aku dan suamiku pun

menyetujuinya karena masih ada kamar kosong dirumah kami. Aditya ini umurnya masih sangat

muda baru sekiar 27 tahun, hanya terpaut 6 tahun denganku. aditya juga mempunyai wajah

ganteng dan tubuh yang atletis untuk seorang cowok.



Sedangkan umurku sendiri sat ini baru 33 tahun, dan aku juga baru mempunyai seorang anak

yang juga sudah besar. Aku memiliki tubuh yang sangat seksi dengan dua buah dadaku yang

montok dan juga pantatku yang bulat, sementara suamiku sekarang umurnya sudah 45 tahun.

Umur kita terpaut lumayan lama, sehingga nafsu kita bisa dibilang sangat berbeda. Diumurku

yang segitu, aku merasa kalau aku membutuhkan kepuasan Sex dalam batinku. Sementara

suamiku saat ini sudah mulai loyo dengan tidak pernah membuatku merasa puas ketika sedang

melakukan hubungan Sex. Hal itu lah yang membuatku melirik Aditya yang dimana adalah

keponakanku sendiri.

Ketika dirumah aku selalu menggunakan akaian super seksi, dengan maksud untuk menarik

perhatian aditya. Namun suamiku yang malah senang dengan penampilanku, sementara aditya

sendiri hanya sesekali melirik ku. Mungkin aditya memendam hasratnya karna takut dengan

suamiku. setiap pagi setelah bangun tidur aku mempunyai kebiasaan selalu merasa horni dan

ingin melakukan hubungan Sex. Suamiku pun melayani kebiasaanku namun baru sebentar kita

berhubungan Sex suamiku udah ngecrot dan loyo, sehingga aku tak bisa mendapatkan kepuasan

yang aku inginkan.

Pakaianku semakin hari semakin bertambah seksi, apalagi ketika suamiku udah berangkat

kerja dan anakku Leni sudah berangkat sekolah, aku berani memakai pakaian yang sangat

menerawang sekali agar aditya bisa melihatku dan bernafsu dengan kemolekan tubuhku. Namun

untuk saat itu aku belum bisa mendapatkan perhatian aditya meskipun terkadang aditya

melirik ku. Dan aku mempunyai keyakinan kalau suatu hari aku pasti bisa dipuaskan oleh

darah muda Aditya, hingga akhirnya keyakinanku benar terjadi.

Suamiku dan Leni sudah pergi, dan tinggal Aditya yang ada di bawah. Aku masih belum

bangkit dari tempat tidurku, masih malas-malasan untuk bangun. Tiba-tiba aku tersentak

karena merasa darahku mengalir dengan cepat. Ini memang kebiasaanku saat bangun pagi,

nafsu Sex ku muncul. Sebisanya kutahan-tahan, tapi selangkanganku sudah basah kuyup.

Aku pun segera melorotkan celana dalamku lalu BH didadaku sehingga susu montok besar

mancung itu leluasa muntah keluar dan langsung aku menyusupkan 2 jari tangan kananku ke

lubang vaginaku. vaginaku yang merekah kemerahan ditumbuhi rambut kemaluan yang hitam

sangat lebat mulai dari bawah pusar sampai pada vaginaku yang seret ini membentuk segitiga

hitam agak keriting.

Aku mendesis pelan saat kedua jari itu masuk, terus kukeluar-masukkan dengan pelan tapi

pasti. Aku masih asyik bermasturbasi, tanpa menyadari ada sesosok tubuh yang sedang

memperhatikan kelakuanku dari pintu kamar yang terbuka lebar. Dan saat mukaku menghadap ke

pintu aku terkejut melihat Aditya, anak kakak sulungku, sedang memperhatikanku

bermasturbasi.



Tapi anehnya aku tidak kelihatan marah sama sekali, tangan kanan masih terus memainkan

kemaluanku, dan aku malah mendesah keras sambil mengeluarkan lidahku. Dan Aditya tampak

tenang-tenang saja melihat kelakuanku. Aku jadi salah tingkah, tapi merasakan liang vagina

yang makin basah saja, aku turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah Aditya.

Tubuh bongsorku yang sintal berjalan dengan buah dada menari-nari ke kanan ke kiri

mengikuti langkahku, dengan sesekali kebelai bulu kemaluan vaginaku menambah rangsangan

pada Aditya kemenakanku itu. Anak kakak sulungku itu masih tenang-tenang saja, padahal

saat turun dari tempat tidur aku sudah melepas pakaian dan kini telanjang bulat. Aku yang

sudah terbuai oleh nafsu seks tak mempedulikan statusku lagi sebagai tantenya. Saat kami

berhadapan tangan kanan langsung meraba selangkangan anak itu.

“Bercintalah dengan Tante, Aditya!” pintaku sambil mengelus-elus selangkangannya yang

sudah tegang.



“Aditya tersenyum”

“Tante tahu, sejak Aditya tinggal disini 6 bulan lalu, Aditya sudah sering membayangkan

bagaimana nikmatnya kalo Aditya bercinta dengan Tante..” Aku terperangah mendengar

omongannya.

“Dan sering kalo Tante tidur, Aditya telanjangin bagian bawah Tante serta menjilatin

kemaluan Tante.” Aku tak percaya mendengar perkataan kopanakanku ini.

“Dan kini dengan senang hati Aditya akan ‘kerjai’ Tante sampai Tante puas!”.



Aditya langsung memegang daguku dan mencium bibirku dan melumatnya dengan penuh nafsu.

Lidahnya menyelusuri rongga mulutku dengan ganas. Sementara kedua tangannya bergerilya ke

mana-mana, tangan kiri meremas-remas payudaraku dengan lembut sementara tangan kanannya

mengelus permukaan kemaluanku. Aku langsung pasrah diperlakukan sedemikian rupa, hanya

sanggup mendesahdan menjerit kecil.



Puas berciuman, Aditya melanjutkan sasarannya ke kedua payudaraku. Kedua puting susuku

yang besar coklat kehitaman, dihisap anak itu dengan lembut. Kedua permukaan payudaraku

dijilati sampai mengkilat, dan aku sedikit menjerit kecil saat putingku digigitnya pelan

namun mesra. Aduh, tak henti-hentinya aku mendesah akibat perlakuan Aditya. Ciuman Aditya

berlanjut ke perut, dan diapun berjongkok sementara aku tetap berdiri. Aku tahu apa yang

akan Aditya lakukan dan ini adalah bagian di mana aku sering orgasme. Yah, aku paling tak

tahan kalau kemaluanku di oral seks.

Aditya tersenyum sebentar ke arahku, sebelum mulutnya mencium permukaan lubang vaginaku

yang rimbun tertutup bulu kemaluan yang sangat lebat. Lidahnya pun menari-nari di liang

vagina, membuatku melonjak bagai tersetrum. Kedua tanganku terus memegangi kepalanya yang

tenggelam di selangkanganku, saat lidahnya menjilati klitorisku dengan lembut. Dan benar

saja, tak lama kemudian tubuhku mengejang dengan hebatnya dan desahanku semakin keras

terdengar. Aditya tak peduli, anak itu terus menjilati kemaluanku yang memuncratkan

cairan-cairan kental saat aku berorgasme tadi.



Aku yang kelelahan langsung menuju tempat tidur dan tidur telentang. Aditya tersenyum

lagi. Dia kini melucuti pakaiannya sendiri dan siap untuk menyetubuhi Tantenya dengan

penisnya yang telah tegang.



“Aaahh besar banget penismu, keras berotot panjang lagi, tante suka penis yang begini “

sahutku takjub keheranan dan gembira karena sebentar lagi vaginaku akan dikocok penis yang

gede dan panjang, kira-kira ukurannya panjang 20 cm diameter 4 cm coba bayangin hebat kan.

Aditya bersiap memasukkan penisnya ke lubang vaginaku, dan aku menahannya,

“Tunggu sayang, biar Tante kulum penismu itu sebentar.” Aditya menurut, di sodorkannya

penis yang besar dan keras itu ke arah mulutku yang langsung mengulumnya dengan penuh

semangat.

Penis itu kini kumasukkan seluruhnya ke dalam mulutku sementara dia membelai rambutku

dengan rasa sayang. Batangnya yang keras kujilati hingga mengkilap.



“Sekarang kau boleh kocok dan genjot vagina Tante, Adit..” kataku setelah puas mengulum

penisnya. Diapun mengangguk, penisnya segera dibimbing menuju lubang vagina yang kemerahan

merekah siap menerima tusukan penis besar nikmat itu.

Vaginaku yang basah kuyup memudahkan penis Aditya untuk masuk ke dalam dengan mulus.

“Ahh.. Adit!” aku mendesah saat penis Aditya amblas dalam kemaluanku.



Aditya lalu langsung menggenjot tubuhnya dengan cepat, lalu berubah lambat tapi pasti.

Diperlakukan begitu kepalaku berputar-putar saking nikmatnya. Apalagi Aditya seringkali

membiarkan kepala penisnya menggesek-gesek permukaan kemaluanku sehingga aku kegelian.

Berbagai macam posisi diperagakan oleh Aditya, mulai dari gaya anjing sampai tradisional

membuatku orgasme berkali-kali. Tapi dia belum juga ejakulasi membuatku penasaran dan

bangga. Ini baru anak yang perkasa. Dan baru saat aku berada di atas tubuhnya, Aditya

mulai kewalahan. Goyangan pinggulku langsung memacunya untuk mencapai puncak kenikmatan.

Dan saat Aditya memeluk dengan erat, saat itu pula air mani membasahi kemaluanku dengan

derasnya, membuatku kembali orgasme untuk yang kesekian kalinya.



Selangkanganku kini sudah banjir tidak karuan bercampur aduk antara mani Aditya dengan

cairanku sendiri. Aditya masih memelukku dan mencium bibirku dengan lembut. Dan kami terus

bermain cinta sampai siang dan baru berhenti saat Leni pulang dari sekolah. Sejak saat itu

aku tak lagi stress karena sudah mendapat pelampiasan dari keponakanku. Setiap saat aku

selalu dapat memuaskan nafsuku yang begitu besar. Dan tidak seorang pun mengetahui kecuali

kami berdua.-





Terimakasih Atas Kunjungan Anda.Jangan Lupa Selalu Berkunjung Kembali

supaya tidak ketinggalan Cerita cerita Dewasa Terbaru.



Jika Kamu Menyukai Postingan Ini, Share Ke Teman-Temanmu Di Facebook ya Pulsker!




CERITA SEX DEWASA | CERITA SEX TERBARU | CERITA SEX HOT | NONTON BOKEP

Hello World!:

- aaaa


Menuju Forum: