Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pertama Kali Merasakan Ciuman serta Kenikmatan Sex Dengan Pacar
#1
[Gambar: DN394A7VoAAI6i7.jpg]

Pertama Kali Merasakan Ciuman serta Kenikmatan Sex Dengan Pacar - Namaku Panji serta pacarku bernama Keke. Kita satu sekolah di Jakarta serta kita resmi menjadi pacar di kelas 3 seusai kurang lebih setahun tak jarang pulang bareng sebab rumah kita searah.

Keke sendiri merupakan seorang gadis yang bertubuh mungil, tingginya mungkin tak lebih dari 155 cm serta bertubuh kurus, tetapi mempunyai ukuran payudara yang besar, mungkin seukuran dengan payudara Febby Febiola. Hingga-sampai kawan-kawanku tak jarang mengatakan kalau nafsu seksnya pun tentu besar. Tapi bukan itu yang sehingga penyebab aku mencintainya, sikap manja serta tawanya yang lepas membikinku bahagia bersama serta bercanda dengannya.   Agen Domino qq

Hubungan pacaran kita layaknya gaya pacaran remaja era 90-an, tak lebih dari nonton bioskop alias makan di restoran cepat saji. Tapi terbukti seusai pulang sekolah aku tak jarang mampir ke rumahnya untuk ngobrol alias mengerjakan tugas bareng. Biasanya ada ibunya serta adik laki-lakinya yang tetap smp.

Sehari menjelang agenda liburan perpisahan sekolah kami, semacam biasa aku mengantarnya pulang serta mampir ke rumahnya. Nyatanya hari itu ibunya sedang ke Kota Malang bersama adiknya untuk menjenguk kakaknya yang kuliah serta sedang sakit di sana. Sedangkan bapaknya terbukti biasa pulang malam. Jadilah kita hanya berdua di rumah tersebut.

“Mau nonton VCD ga? Aku punya VCD baru ni,” katanya semacam biasa dengan ceria. “Boleh,” sahutku. “Bentar ya, aku mo ganti baju dulu, bau,” katanya sambil beranjak ke kamarnya. Aku pun memasukkan keping VCD ke dalam VCD playernya sambil menantikannya ganti baju.

Tidak lama dirinya pun kembali ke ruang tengah dengan celana singkat kurang lebih 20 cm di atas lutut serta kaos ketat. Kita pun melihat film dengan duduk bersebelahan di sofanya. Film yang kita tonton merupakan film Captain America: Civil War.

Kugenggam tangannya serta luar biasanya menempelkan bahunya dengan bahuku, dirinya pun merapat serta lenganku pun saat ini berada di atas payudaranya yang kenyal. Dirinya telah terbiasa dengan faktor ini, toh biasanya pun semacam itu tiap kali nonton di bioskop alias di perjalanan.

Terus lama posisi duduknya makin bergeser serta saat ini dirinya tiduran dengan kepalanya berada di atas pahaku. “Cantiknya gadisku ini,” pikirku dalam hati. Tanganku pun kuletakkan di atas perutnya. Ketika adegan ada adegan panas di film, kurasakan nafasnya berubah. Terus terang aku pun merasa terangsang, pelan-pelan kugeser telapak tanganku ke atas payudaranya, tapi dirinya menolaknya.

Sebab terbawa suasana, kucium keningnya serta dirinya tersenyum kepadaku. Kulanjutkan dengan mengecup pipi serta bibirnya, lagi-lagi dirinya tersenyum. Itu merupakan ciuman pertama kami. Ciuman yang awalnya hanya menempel tak lebih dari sedetik, saat ini telah menjadi ciuman penuh nafsu. Lidah kita saling bermain serta tanganku pun telah meremas-remas payudaranya.

Tiba-tiba dirinya bangun serta duduk di sebelahku, “udah ya, kelak keterusan lagi”. “Sorry ya, abis kalian gemesin sih. Tau ngga, itu tadi ciuman pertamaku lho,” ujarku polos. “sama,” jawabnya lagi sambil menampilkan senyumnya yang bikin makin cinta itu. Kita pun meneruskan melihat film serta hanya melihat.

Seusai film berakhir, dirinya bangkit dari duduknya, “Mau ke mana?” tanyaku. “Mau selesaiin baju dulu buat besok,” jawabnya. Terbukti besok kita bakal berangkat ke luar kota bersama seluruh kawan satu sekolah.

“Mau dibantuin?” tanyaku. “Ayo,” jawabnya sambil berlangsung menuju kamarnya. Aku pun mengikutinya ke kamarnya serta inilah pertama kalinya aku masuk ke kamarnya. Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau dirinya tetap manja, dengan cat pink serta tumpukan boneka di atas ranjangnya.

Dia mulai mengeluarkan baju-bajunya. “Yang ini jangan dibawa, terlalu seksi,” kataku ketika dirinya mengeluarkan bajunya yang terbukti tipis serta berbelahan dada besar. “Jangan protes doang, nih selesaiin sekalian,” jawabnya seolah protes dengan memasang wajah ngambek, tapi lagi-lagi tetap terkesan manja.    Bandar Sakong

Aku pun mengambil alih lemarinya serta kupilih-pilih baju yang kupikir tepat untuk dibawanya. Tiba-tiba timbul ide isengku untuk memilihkan juga pakaian dalamnya. Kuambil satu yang berwarna krim, “ih jangan pegang-pegang yang itu” jerit manjanya sambil berusaha merebut dari tanganku. Aku pun berlari menghindar, “Wah ini toh bungkusnya, gede juga,” candaku.

Dia pun hebat tanganku serta memelukku untuk merebut bra dari tanganku yang lain. Segera saja kucium lagi bibirnya serta dirinya pun membalas ciumanku. “emmmh…emhhh,” suaranya mendesah sambil tangannya memegang tanganku.

Kudorong tubuhnya ke ranjang sambil terus berciuman. Saat ini posisiku ada di atasnya serta menempel di tubuhnya. Terasa betul payudara kenyalnya di dadaku. Kugeser tubuhku ke sampingnya supaya bisa meremas payudaranya. “emmmh…emhhhhh…emhhhh,” desahnya makin jelas serta saat ini tangannya telah menyentuh penisku dari luar celanaku. “Telah nafsu banget,” pikirku.

Perlahan-lahan kumasukkan tanganku ke dalam kaosnya serta meremas payudaranya langsung. Kuangkat ke atas kaosnya jadi saat ini terpampang payudaranya yang besar terbungkus bra krim. Segera kuciumi kedua payudaranya serta tak lama dirinya pun melepas sendiri bra tersebut. Sangatlah payudara yang besar serta indah, warnanya kecoklatan dengan puting yang lebih gelap.

Kumainkan kedua putingnya, kujilati bergantian. “emmmh….emhhhh…kamu juga buka dong,” pintanya sambil menahan desah. Segera kubuka baju seragam serta celana sekolahku sampai tinggal celana dalam, kulanjutkan dengan membuka celana pendeknya. “celana dalamnya jangan,” tolaknya ketika aku bakal hebat lepas celana dalam coklatnya.

Kulanjutkan jilatan-jilatanku di puting payudaranya, tangan kiriku memainkan puting yang satu lagi, sedangkan tangan kananku menggesek-gesek vaginanya dari luar celana dalam. “Enak?” tanyaku. Dirinya hanya mengangguk sambil meremas-remas penisku dari luar celana dalam. Tiba-tiba dirinya hebat keluar penisku. “dibuka aja ya?” tanyaku sambil kubuka celana dalamku.

Tangannya makin kuat meremas-remas penisku, sementara tangan kananku mulai memasuki vaginanya dari samping celana dalamnya. Kugesekkan jari telunjukku ke bibir vaginanya yang telah basah. Pelan-pelan kumasukkan jariku ke dalam vaginanya, kulihat kepalanya mendongak ke atas sambil terus mendesah.

“Boleh dimasukin ga?” tanyaku sambil menatap wajahnya yang kini menjadi begitu seksi. “Pelan-pelan ya,” jawabnya dengan nafas terengah-engah. Mendapat persetujuan, aku pun berdiri di bawah ranjangnya serta di antara kedua kakinya. Kutarik lepas celana dalamnya jadi saat ini untuk pertama kalinya aku menonton langsung vagina seorang gadis.

Vaginanya berwarna coklat serta kedua bibir vaginanya begitu rapat seolah tak ada celah di sana. Bulu-bulu kemaluannya yang tipis telah terkena lendir-lendir yang keluar dari vaginanya ketika kumasukkan jari telunjukku tadi. Kucium vagina tersebut, “iiiihh, apaan sih. Jangan dicium, jijik ah, “ tolaknya sambil kedua telapak tangannya menutup vaginanya.

“Abis imut sih,” kataku sambil tersenyum kepadanya. Kulepaskan kedua tangan yang menutupinya serta langsung kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Sesekali kujilat-jilat kedua putingnya. “ehmmm…ehhhhm….” lenguhnya makin tak jelas. “Ji, masukin ji, masukin….emmmhhhh,” pintanya.

Segera kudorong penisku memasuki celah vaginanya, begitu sempit tetapi sebab telah dipenuhi cairan-cairan, dampak rangsangan tadi, perlahan-lahan penisku kun menembus vaginanya. “Oooooooh…ohhhhhhh,” hari ini aku pun ikut mendesah keenakan.

Seusai penisku masuk seluruhnya, kurasakan denyutan-denyutan vaginanya menjepit kepala penisku, begitu nikmat. Kutatap wajahnya, mata kita pun berpandangan seolah membikin kesepakatan untuk mulai memompa.

Kutarik pelan-pelan penisku lalu kumasukkan kembali pelan-pelan. “Ji, enak banget ji. Aduh enak banget….emmmmhh,” teriaknya makin meracau. Terus lama kocokan penisku terus kencang. Kedua tanganku pun terus memainkan kedua puting payudaranya, sambil sesekali meremasnya serta menjilatnya.

Dia pun hebat tubuhku memeluknya. Saat ini tubuh kita serasa menempel, payudaranya menempel di dadaku yang sudah berkeringat. Bibir kita berpagutan serta lidah kita saling membelit. Nikmat sekali. Hanya penisku yang tetap dapat bergerak keluar masuk vaginanya.

“Ji…..ohhhhh…ohhhh….jiii ,” tiba-tiba tubuhnya menegang kemudian lemas sebentar. “Kamu keluar ya?” tanyaku sambil menghentikan kocokan penisku tetapi tetap terbenam di vaginanya.”Iya, enak banget, enak banget. Kalian belum ya?” jawabnya sambil kepalanya menggeleng-geleng pelan seolah baru merasakan sangat enak.

Tidak kujawab pertanyaannya tapi kembali kukocok penisku. “Jangan cepet-cepet, tetap geli,” pesannya. Sebab terbukti sebenarnya aku pun hampir ejakulasi, tak lama kemudian aku pun mengeluarkan maniku. “Ohhhhhh…ohhhhh…ke….keee ,” racauku sambil menyemprotkan maniku ke dalam vaginanya.    Bandar Q

Kucabut penisku serta tidur di sebelahnya. “Enak banget, makasih ya ke,” ucapku. Dirinya Cuma tersenyum serta memelukku dengan kepalanya bersandar di dadaku. Seusai itu kita pun mandi bersama. Besoknya di agenda liburan perpisahan sekolah, kita menjadi terus rapat semacam sepasang pengantin baru. Kita pun berbagai kali mengulangi aktivitas seks di rumahnya.

Hingga akhirnya kita berpisah jarak sebab wajib kuliah di kota yang tak sama serta berujung dengan putus sebab susah mempertahankan pacaran jarak jauh.

Hello World!:

- aaaa


Menuju Forum: