Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Dukun Cabul Yang Mengaku Sebagai Supir
#1
[Gambar: fotopanastanteseksi3.jpg?w=1400]
marina-365.netKisah sex ini menceritakan tentang seorang wanita yang telah bersuami yang terkena guna-guna dari Dukun cabul yang berkedok menjadi supir pribadinya. Karena terkena guna-guna pada akhirnnya wanita itu. Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!

Nama saya Henita, dalam kehiduan sehari-hariku saya sering dipanggil dengan nama Nita. Disini saya akan mencurahkan rasa kesal dan aib skanda sexsku dengan seorang yang tidak pernah saya kenal maupun saya bayangkan. Di dalam kehidupan saya selama ini, saya tidak pernah ada masalah dalam hal rumah tangga ataupun dalam lingkungan kerja saya.

Saya mempunyai suami yang sangat pengertian. Suamiku pengertian dalam segala hal, baik itu dari segi materi maupun dari segi sexs. Saya terlahir dari keluarga yang selalu menjunjung tinggi norma agama dan adat istiadat jawa. Selain itu di kampun g halamanku, keluarga saya termasuk dari keluarga yang cukup berada dalam hal ekonomi.
Selama saya kuliah, saya mempunyai hubungan asmara dengan Mas Dendy, kami berpacaran cukup lama dan sudah saling cocok begitu juga dengan kedua irang tua kami. Singkat cerita setelah kami menyelesaikan study kami di salah satu Universitas ternama di Jakarta, kami-pu memutuskan untuk mematangkan hubungan kami kejejenjang yag lebih serius, yaitu menikah.
Walaupun setamat kuliah kami langsung menikah, kami tidak pernah mengkhawatirkan dalam hal ekonomi. Karena jujur saja, seperti yang saya katakan tadi, keluarga saya adalah keluarga yang cukup berada, begitu pula dengan keluarga Mas Dendy. Oh iya, setelah menikah orang tua kami dan orang tua mas Dendy-pun berpatungan untuk memberikan sebuah rumah di Solo.
Singkat cerita tidak terasa hubungan pernikahan kami-pun sudah berjalan selama 2 tahun. Selama hubungan pernikahan kami ini kami belum mempunyai keturunan, hal ini bukan karena salah satu dari kami mandul, hal ini disebabkan karena kami menunda untuk mempunyai Keturunan. Kami menunda untuk mempunyai keturunanan karena Mas Dendy ingin saya fokus kepada karir dulu.
Selain itu Mas Dendy juga masih ingin menikmati kehidupan berdua dulu tanpa di ganggu seorang anak dulu. Oh iya para pembaca saya lupa memberikan gambaran tentang saya. Usia saya saat ini 27 tahun, tinggi badan 160 cm, berat badan 57 kg. Kalau menurut teman-teman kuliah dulu, saya ini termasuk wanita yang berbadan sintal, berkulit putih dan menggemaskan.
Tidak jarang dulu sewaktu kuliah banyak cowok yang mencoba mendekat dan bermaksud menjadikan saya pacarnya. Walaupun banyak lelaki yang saat itu mendekati saya, entah mengapa hanya Mas Dendy-lah yang bisa meluluhkan hatiku.Kalau berbicara materi dan ketampanan, dulu banyak laki-laki yang mendekatiku yang lebih dari Mas Dendy.
Namun bukanlah materi dan ketampanan yang saya kejar, tapi sikapnya lah yang membuat saya lulu karan dia santun terhadap saya dan kedua orang tua saya. Saya kira cukup gambaran tentang saya dan Mas Dendy, sekarang kita lanjutkan ke alur cerita saya lagi. Dalam pola hidup kami adalah apola hidup sehat, begitu pula tentang pola sexs kami.
Intinya kami sama-sama tahu porsi dan selera saat kami berhungan sexs. Bahkan Mas Dendy mengerti dimana dan kapan kami haru berhubungan sex, dia tahu kapan saya mau berhubungan sex ataupun tidak. Saya juga tidak mau memaksakan kepada Mas Dendy untuk berhubungan sex ketika aku menginginkan tapi dia sedang capek. Di rumah, kami ditemani dengan 2 orang pembantu yang kebetulan meraka suami istri.
Asisten rumah tangga yang tinggal bersama kami itu telah lama ikut dengan orang tua Mas Dendy. Usia mereka kira-kira sekitar 60 tahun dan mereka bernama perempuan bernama Mbok Lastri dan Pak Wanto. Dalam kesMbakkan kami ketika kami bekerja merekalah yang kami percayai untuk menjaga rumah kami. Kami berdua sama-sama bekerja, saya kekantor diantar Mas Dendy dan kadang saya membawa mobil sendiri.
Pada hari itu ketika saya pulang dari kantor, secara tidak sengaja saya menyerempet sebuah sepeda yang dikemudikan oleh seorang pria separuh baya dann yang memboceng adalah seorang wanita separuh baya juga. Pria dan wanita itu sekilas terlihat terjatuh, karena pada saat itu saya panik, maka saya saat itu melarikan diri dan segera menancap gas mobil menjur kearah rumah.
Setalah sampai dirumah, saya langsung memarkirkan mobil dan beranjak kekamar merenungi kejadian tadi. Kejadian itu selalu terbayang olehku, Apalagi saat mereka terjatuh dan memanggil saya untuk berhenti, benar-benar orang yang tidak bertanggung jawab saya ini.
Sejak kejadian itu aku bersikap agak aneh, bahkan aku sering mendiamkan Mas Dendy. Semenjak itu bila aku berangkat kekantor aku selalu meminta Mas Dendy untuk mengantar saya. Hampir tiap saya dihantui oleh rasa bersalah, bahkan rasa bersalah itu terbawa sampai mimpi-mimpi saya. Karena sikap saya aneh, pada akhirnya Mas Dendy-pun menanyakan sebab perubahan sikapku itu.
Karena memang sikap saya saat itu berubah menjadi dingin dan selalu gelisah. Pada akhirnya saya-pun berterus terang dan Mas Dendy dan emnceritakan kejadian itu,seperti biasa Mas Dendy-pun memahaminya. Pada saat itu Mas Dendy-pun meyarankan saya untuk mencari seorang supir untuk mengantar saya agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan lagi.
Saya-pun setuju dengan ide Mas Dendy, sebab saya memang trauma sejak saat itu menyetir sendiri. Beberapa hari kemudian, datanglah supir pribadi yang dicarikan oleh Mas Dendy. Betapa terkejutnya saya saat itu, ternyata supir itu adalah lelaki yang saya tabrak saat itu. Namun saat itu saya berusaha menjaga sikap layaknya tidak pernah terjadi apa-apa dan saya juga berharap laki-laki itu tidak ingat dengan saya.
Walaupun saya agak ragu dengan pilihan Mas Dendi, pada akhirnya saya setuju dengan pilihan Mas Dendy itu, dan saya berfikir hitung-hitung ini untuk menebus jasa atas kesalahan saya saat itu. Selain itu alasan saya menerima supir itu, agar Mas Dendy tidak curiga dan tidak tahu kalau yang saya tabrak waktu itu adalah supir pribadi pilihan Mas Dendy.
Setelah aku menerima dia sebagai supir, saya baru tahu kalau namanya Pak Jamal. Pak Jamal ini berusia kira-kira sekitar 63 tahun, di usianya yang sudah tergolong tua namun dia masih terlihat Fit dan segar. Singkat cerita semenjak saat itu saya selalu diantar Pak Jamal kemana saja saya pergi, baik itu kekantor maupun belanja. Saya merasa nyaman sekali dengan adanya supir pribadi itu.
Ditambah lagi Pak Jamal selalu on time setiap pagi dia mencuci dan membersihkan mobilku. Hak itu selain aku nyaman Pak Jamal-pun makin akrab dengan aku dan Mas Dendy. Sampai pada suatu hari saat mengantar saya kekantor, didalam mobil kamipun mengobrol, dan tiba-tiba Pak Jamal berkata kepada saya,
“ Maaf sebelumnya yah Mbak… kalau tidak salah, dulu Mbak yang menaabrak saya dan istri saya dengan mobil ini kan ?, ” tanyanya.
Pertanyaan Pak rojak itu benar-benar mengejutkan saya. Saat itu saya sejenak terdiam dan Pak Jamalpun berkata lagi,
“ Kenapa Mbak diam saja, Benarkan Mbak yang menabrak saya dan istri saya ??? benar-benar kejam dan tidak bertanggung jawab kamu Mbak, ” ujarnya nampak marah dan kecewa sekali pada saya.
Karena sudah seperti itu akhirnya sayapun menjawab,
“ Iya benar Pak saya yang menabrak, Saya memang salah Pak mohon maafkan saya Pak, soalnya saat itu saya sedang tergesa gesa, ” jawab saya dengan sedikit alibi.
“ Bisa-bisanya Mbak segampang itu menjawab dengan tergesa-gesa, lalu bahgaiman a pertangungjawaban Mbak dengan Istri saya yang meninggal akibat Mbak, kalian orang kaya memang begitu, kalian selalu menganggap orang kecil seperti sampah, ” ujarnya menerangkan bahwa istrinya meninggal akibat kecelakaan itu.
Saat itu saya merasa bersalah sekali dan tidak bisa berkata apa-apa lagi, sesampainya dirumah saya hanya diam dikamar dan hanya termenung saja meratapi kesalahan. Semenjak saat itu aku-pun aku selalu merasa hiba dan memberi perhatian kepada pak Jamal Layaknya sperti orang tua saya. Namun sikap saya yang perhatian itu, nampaknya disalah artikan Oleh Pak Jamal.
Melihat sikap saya yang perhatian terhadapnya, sikap Pak Jamal jadi lain terhadapku. Namun setelah itu say-pun merasakan seperti adanya sensasi tersendiri dalam hatiku disaat saya berbincang dan saat menatap matanya. Saya merasa seakan-akan saya ingi selalu bersama Pak Jamal, bahkan aku selalu terbayang-bayang dengan wajah Pak Jamal ketika aku sedang bersama Mas Dendy pada malam hari.
Sungguh perasaan yang tidak wajar dan aneh menurut saya. Jika Pak Jamal pulang dari rumah saya pada sore hari, rasanya ada yang hilang dalam hidupku, dan juga pagi hari ketika dia datang untuk mengantarku, hidupku serasa lengkap dan bahagia. Ya bisa dikatakan saya seperti orang yang sedang jatuh cinta. Bahkan perasanku kepada Mas Dendy terkalahkan oleh rasa saya kepada Pak Jamal.
Pada hari itu ketika Jum’at sore saat Pak Jamal menjemput saya, entah kenapa saya minta Pak Jamal untuk mampir dulu untuk singgah di sebuah restoran. Disana saya memilih tempat yang lokasinya berda di sudut dan bersuasana romantis.
Kmeudian Pak Jamal saya ajak makan, dan kami-pun duduk berhadap-hadapan. Saat itu Pak Jamal memandangi mata saya dengan tajam, begitu pula sebaliknya saya-pun demikian seperti saya memandang Mas Dendy. Tanpa ada kata-kata lagi, Pak Jamal-pun mulai berani menggenggam jemari tangan saya. Sungguh aneh sekali saat itu saya tidak marah ataupun mengelak.
Bahkan saat itu saya merasa damai sekali layaknya seperti gadis remaja yang sedang kasmaran dengan pasangannya. Pak Jamal lalu meraih tanganku dan menciumnya. Baru kali ini, tanganku di pegang orang selain suamiku dan ada rasa hangat yang mengalir di sekujur tubuhku. Beberapa saat kami menikmati suasana yang tidak pernah saya sanggka itu akan terjadi.
Setelah selesai makan dan menikamti suasana romantis tadi, kami-pun keluar dari restoran itu dan menuju kemobil. Dalam mobil itu, saya terdiam dan bingung dengan kejadian barusan. Saya merasa otak sayatidak berjalan sebagai mana mestinya, soalnya saya bermesraan dengan supirku yang tidak sepadan denganku bahkan dengan bebasnya saya membirkan dia meraih dan menggenggam jemari saya.
Dalam mobil sebelum berjalan, Pak Jamal menoleh kearahku,dan kembali meraih jemariku dan lalu ia rengkuh tubuhku lalu ia kecup bibirku. saya kembali seperti orang linglung. Sesampai dirumah saya terus terbayang sensasi kejadian tadi sore itu. Alangkah kurang ajarnya supirku itu, bisik hatiku. Malam harinya, dengan separo hati, saya layani suamiku dengan apa adanya.
Tidak ada lagi rasa nikmat yang saya rasakan saat Mas Dendy mencumbuku dan mensebadaniku. Hatiku selalu terbayang wajah Pak Jamal. Kalau pikiranku sehat saat itu, saya berpikir apa istimewanya Pak Jamal ? rasanya tidak ada sama sekali. Nmaun entah mengapa saya selalu terbayang wajahnya, alhasil saat saya dan suamiku berhubungan sex serasa seperti Pak Jamal yang diatas tubuhku.
Namun untunglah saya masih bisa mengusai diri. Besoknya saya seperti biasa diantar olehnya, dan ia tambah berani dengan meraba paha dan payudara saya, saat itu tangannya saya tepiskan, namun dia hanya tersenyum saja. Hal itu terjadi pad setiap harinya, mata Pak Jamal tidak pernah luput memandang dari ujung rambut sampai kaki saya. Entah kenapa semakin hari dia makin berani saja, dia selalu yang memegang dari tubuhku, terkadang payudara saya, paha, bahkan dia sudah berani mencium bibir saya. Gila nih supir, batinku. Saya sungguh heran, mengapa saya tidak berontak ataupun marah dengan Pak Jamal atas kelakuannya yang tidak sopan pad saya.
Sampai pada suatu ketika pulang dari kantor, mobil saya yang dia kemudikan tidak dia arahkan kerumah saya, namun malah kerumahnya di kawasan Karanganyar. Disana, suasananya sepi dan jarang ada rumah penduduk. Entah kenapa akau, mau saja diajak turun dan amsuk kerumahnya, yang dikelilinggi pohon-pohon besar. Rumahnya terbuat dari kayu dan beratap genteng yang telah tua.
Dalam rumah itu hanya ada dipan kayu dengan beralaskan tikar dan sebuah bantal lusuh. kemudian Pak Jamal menutup pintu rumah itu dan mempersilahkan saya untuk duduk di pinggiran ranjang itu. Sekilas kalau dilihat rumah Pak Jamal nampak seperti rumah dukun, saat itu sempat aku lihat banyak bunga, menyan dan semacam itu intinya.
Saat itu sebenaranya saya sedikit merasa aneh, namun hal itu berlalu begitu saja. Kmeudian Pak Jamal pergi kebelakang dan tidak lama kemudian dia muncul lalu duduk di sampingku,
“ Mbak… yah beginilah Mbak keadaan rumah saya, ” katanya.
“ Sudah Pak, tidak papa baoak tidak usah malu dengan saya ?, ” ucap saya.
Entah mengapa tiba-tiba Pak Jamal melingkarkan tangannya di bahuku,
“ Mbak, semenjak saya menjadi supir pribadi Mbak, saya ingin sekali merasakan kehangatan tubuh Mbak, ” ucapnya mengejutkanku.
Lalu sambungnya lagi,
“ Andai dulu Mbak tidak menabrak istri saya, pasti saat itu saya masih bisa menolongnya, dan juga pasti hari ini saya masih bisa bersamanyaa. Namun sayang sekali, Mbak sudah membuat saya terlambat dan pada akhirnya istri saya-pun meninggal, ” ucapnya dengan raut wajah sedih.
Belum sempat saya menjawab dia-pun berkata lagi,
“ Sekarang Mbak harus bertanggung jawab menggantikan posisinya, dan juga mencukupi kebutuhan lahiriah saya, ” ucapnya.
Saat itu saya hanya bisa terdiam saja, saya begitu karena pikiranku sudah kosong dan dalam diriku ada semacam gairah sex yang mengharuskan untuk dituntaskan dan dilampiaskan. Setelah berkata begitu, satu persatu pakainan saya mulai terlepas dan jatuh kelantai. Setiap lekuk tubuh saya-pun mulai diraih dan jamah hingga oleh Pak Jamal hingga tubuh saya tidak tertutup sedikitpun oleh sehelai benag.
Tanpa ada kata-kata dan tanpa ada perawanan dari saya, saya-pun mulai dibaringkan di ranjang kayunya. Lalu secara berlahan Pak Jamal-pun mulai melucuti pakaiannya, kini kami-pun sama-sama telanjang bulat. Singkat cerita pada akhirnya Pak Jamal-pun mulai menunggangi tubuhku dan,
“ Zlebbbbbbbb…”, tertancaplah kejantan Pak jamal di liang senggama saya.
“ Sssssshhh… Ahhhhhhhhh…, ” desahku.
Setelah tertanam dalam liang senggam saya, Penis Pak Jamal-pun mulai dihujam dengan tusukan-tusukan kejantanan Pak Jamal yag liar itu.
“ Ouhhhh… Sssss… Ahhhhh, ” desahku lagi.
Hanya desahan-desahn itu yang keluar dari mulutku. Saat itu syaa hanya bisa menikmati dan menghela nafas kenikmatan saja. Tubuh mulusku dijamah jemari Pak Jamal dengan liarnya. Sungguh liar dan kasar permainan Pak jamal saat itu. Payudara say yang sintal tidak lepas dari kuluman dan sesekali Pak Jamal menggigit putiing saya,
“ Aouwww… Sssss… Sakit Pak… Ahhhh…, ” ucap saya mengeluh.
Namun keluhan itu tidak diperdulikan oleh pak jamal. Saat itu dia terus menghujam liang senggama saya dengan Penisnya sambil terus menijilat, mengkulum dan menggigit putting saya. Singkat cerita tidak terasa sudah 30 menit kami melakukan hubungan sex itu, dan tiba,
“ Crutttttt… Crutttttt… Crutttttt… Crutttttt…, ”
Akhirnya semburan air mani Pak Jamal-pun membanjiri liang senggam saya. Sat itu terasaada rasa hangat dan nikmat ketiak air maninya membanjiri kewaniaan saya.Tanpa kusadari saya ternyata juga sudah Orgasme 3 kali. Setelah itu tubuh saya-pun terbanjiri oleh keringat saya yang bercampur dengan keringat Pak Jamal. Saya mersakan perih dan ngilu pada selangkangan karena Penis Pak Jamal Big Size.
Setelah hu bungan sex itu seluruh kulit tubuhku merah-merah dan putingku serasa perih akibat gigitan Pak Jamal. Beberapa saat kemudian saya di suruh berpakaian dan berbenah seperti biasa lagi. Lalu saya pulang diantarkanya dengan mobilku. Dalam mobil saya merasa menyesal telah mengkhianati Mas Dendy. Namun apa daya saat itu saya tidak bisa berbuat aap-apa.
Pak Jamal saat itu telah menguasai pikiran dan tubuhku, hingga dia-pun mampu menyetubuhiku. Sejak saat itu, bila ada waktu saat saya pulang kantor, Pak Jamal selalu mengajak saya berhubungan Sex dirumahnya. Bahkan terkadang jika suamiku ke Jakarta, dia dengan seenaknya tidur di rumahku dan kamipun bersetubuh dengan di atas ranjang saya.
Setiap aku bersetubuh dengan Pak Jamal, aku selalu merasakan puas yang luar biasa melebihi apapun. Bahkan para pembantuku tidak pernah curiga atas hubungan skandal kami itu. Pak Jamal pun tampaknya bisa menutup mulut kepada 2 pembantuku itu. Hubungan kami berjalan kira-kira selama 4 bulan, dan saya telah menjadi pelampiasan nafsu liar Pak Jamal.
Namun yang membuat saya lebih tenang lagi, saya tidak pernah hamil karana saya saya sudah memasang KB spiral sebelumnya. Dan itu saya sadari, karena hampir setiap berhubungan sex dengan Pak Jamal, dia selalu mengeluarkan air maninya dalam rahimku. Memang saya sempat mencium bau tidak enak saat dia berada diatas tubuhku.
Sungguh luar biasa bau keringat Pak Jamal, bau keringatnya sampai menempel di sprei ranjangku. Karena hal itu saya selalu mengganti sprei ranjang setelah saya berhungan sex dengan Pak Jamal dan tidak lupa saya semprotkan dengan pengahrum ruangan agar tidak membekas baunya, karena kamar saya ruangan-nya ber AC. Sungguh hal yang menyebalkan namun aku senang.
Setelah hubungan skandal sexs kami berjalan lumayan lama, barulah saya mengetahui dari seorang teman bahwa Pak Jamal adalah seorang dukun cabul dan saya telah terkena guna- guna Pak Jamal. Atas saran dan bantuan rekan kerja sekantorku, saya disarankan untuk ke paranormal kenalan-nya untuk menghilangkan guna-guna itu. Alhasil paranormal dari rekan kerja saya itu-pun menyadarkan saya.
Guna-guna dari Pak Jamal-pun, kini telah hilang dan saya terbebas dari guna-guna jahat Pak Jamal itu. Setelah saya sadar dari segala hal yang tidak benar itu, saya-pun tanpa berfikir panjang lalu saya memecat Pak Jamal. Saat itu Pak Jamal sempat mengancam dia akan membongkar dan memeberitahukan hubungan skandal sexs-ku dengannya kepada suamiku. Namun hal itu bisa saya atasi, saat itu saya memberikan uang penutup mulut kepada Pak Jamal sebesar 25 juta tanpa sepengatuhan suamiku.
Dengan itu, untunglah Pak Jamal benar-benar menutup mulut dan entah dia sekarang kemana karena dia sudah tidak pernah muncul lagi untuk menerorku. Harapan saya semoga dia menghilang dari dunia ini, dan semoga dia mendapat karmanya atas perlsayaanya padsaya. Selesai.

Hello World!:

- aaaa


Menuju Forum: