Rating Thread:
  • 0 Memberi Suara - 0 Rata-rata
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Menikmati tubuh Penari Bali
#1
[Gambar: c709cb42eb6e20456156fe4d2f5470c8.jpg]

Menikmati tubuh Penari Bali - Perkenalkan Namaku Agus seorang PNS di Bali, untuk kerahasiaan aku tidak bakal menuliskan tahun terjadinya momen ini serta nama asli. Tetapi cerita ini merupakan terbukti adanya.

Bulan November aku mengikuti prajabatan PNS, yah tidak ada yang kukenal di prajabatan ini, sebab itu aku berusaha untuk mencari kawan setidak sedikit-tidak sedikitnya. Pagi itu merupakan jam pertama, aku duduk di bangku kelas tahap tengah, kulirik kiri serta kanan. tidak ada yanmg kukenal, tetapi ada satu yang hebat perhatianku, seorang gadis cantik duduk tidak jauh dariku, dirinya nampak ramah serta rutin tersenyum, kulitnya sawo matang, tetapi bagiku dirinya terkesan yang paling cantik di kelas. Dirinya lalu menawarkan diri.   Agen Domino qq

"Nama saya Ni Ketut Dede Ariyani, aku guru tari Bali, nama kalian siapa? kok ngeliatin semakin sih?"
Aku sehingga salah tingkah, lalu aku menjawab,
"Maaf ya mbok tut, nama saya Agus, abis ga ada yang dikenal sih..."
"Sekarang kan udah kenal,emang umur kalian berapa? kok manggil mbok"
"25 mbok, emang kenapa?"
"oh, emang bener kalian manggil aku mbok, umur aku 28."
"Oh..."

Meskipun dirinya bilang umurnya 28 tapi dirinya tidak terkesan setua itu, perawakannya lebih singkat dari aku serta badannya sintal. Sejak perkenalan itu kami tidak jarang ngobrol berdua pada waktu prajabatan selagi 2 minggu itu, smsan serta telpon-telponan, dirinya juga tidak jarang ditengok sama cowok yang sama temen-temen aku dipanggil raksasa, Dede bilang sih itu tunangannya, aku kesel juga tapi apa daya aku cuma dapat senyum, tapi terbukti pada waktu itu aku belum merasakan apa-apa.
Pada waktu sehari sebelum penutupan dirinya bilang begini,
"Gus, kelak abis penutupan kami jalan-jalan yuk!?"
"ayuk", kataku dengan bahagia hati, "emang mau kemana mbok?"
"yah, ke bioskop alias kemana gitu."
"oke.."

saat itu tiba, aku dah siap-siap untuk penutupan serta tidak lupa aku mengangkat pakaian ganti, begitu berakhir penutupan kami berangkat ke bioskop, kami nonton serta sengaja memilih bangku paling pinggir, entah kenapa aku mulai berpikiran kotor, lalu aku memeluk dia, dirinya tidak menolak. Lalu aku beranikan diri untuk mencium dia, dirinya malah menyambut ciumanku dengan hangat. Kami berciuman lama sekali, aku melumat bibirnya dengan penuh nafsu, seusai berbagai menit dirinya mengatakan,
"nyatanya perasaan gak dapat bohong ya."
"iya..."

Aku tidak ragu lagi untuk memeluk serta menciumnya bahkan aku berani memegang payudaranya dari dalam bajunya sementara dirinya juga memegang dadaku, akhirnya kami berakhir nonton film lalu aku mengatakan,
"De..putusin cowok kalian ya, trus nikah ma aku."
"Ga dapat gus, aku ma dirinya dah lebih dari pacaran kami dah biasa begituan, tinggal dibantenin aja kami dah sehingga suami istri..."
Aku sedih serta marah tapi ga dapat apa-apa, akhirnya aku bilang,
"Terserah."

Aku tidak sempat ngehubungi dirinya selagi kemarin hari, akhirnya aku berpikir normal aku tidak mungkin masuk ke dalam kenasibannya, yah... aku akhirnya menghubungi dirinya lagi serta kami ngobrol semacam biasa tanpa ada persoalan lagi serta pada sebuahsaat dirinya mengundang aku makan di ayam wong Solo.
Aku sebagai orang yang lebih miskin dari dirinya jelas tidak menolak. Kami berangkat kesana semakin kami memesan meja di tempat leluasa rokok yang sepi serta tertutup.
Seusai berakhir makan, aku serta dirinya yang duduk bersebelahan menumpahkan rasa kangen. Kami saling mencium, saling melumat serta saling memegang. Aku mengatakan padanya,
"De, aku pingin buat cupang di leher kamu."
"Coba aja!"
Aku mencoba menghisap lehernya untuk membikin cupang tetapi gagal, dirinya lalu tertawa sambil mengatakan,
"He... he... he... bukan gitu caranya, nih aku contohin", dirinya mulai beraksi. Entah bagaimana caranya dirinya mengisap, yang jelas rasanya aku melayang-layang, aku cuma mendesah,
"Ah... ah..."
"Tuh kan, dah merah", kata dirinya sambil menunjuk leher aku.
"Dasar... De, kami pulang yuk."
"ayuk."
Dede lalu bayar makanan sementara aku langsung menuju mobilnya.

Sesampai di rumah, pikiranku kacau sebab cupang itu, aku langsung nge-sms dia,
"De... aku kepingin cupangnya bukan di leher, aku pingin di dada, aku juga pingin buat cupang di dada kamu."
Aku kira dirinya marah, tapi dirinya malah ngebalas,
"Gus, aku sayang ma kamu, kalau kalian buat cupang di dadaku boleh kok, tidak hanya itu sebagai tanda sayang aku, aku pingin 3d."
"Apaan tuh 3d?", balasku.
"Diputer, Dijilat trus Dicelupin."
"Hah!! Beneran? Alias becanda nih?"
"beneran, masak aku main-main."
"Kapan kalian mau? Tapi aku belum sempat lho sayang, apa mesti pake pengaman?"
"Aku pinginnya ga pake, tapi kalau kalian ragu lebih baik pake aja, waktunya kelak aja kalau ada peluang, gimana?"
"Oke deh, met istirahat ya sayang..."
"Istirahat apaan aku kan wajib nari di Hotel sayang, kelak kalau aku ga balas berarti aku tetap sibuk alias ada si dirinya sama aku."
"Ya deh, met kerja ya sayang."    Bandar Sakong

Yah, ini merupakan jadwal harian dia, dirinya merupakan seorang penari Bali serta kadang dirinya nari di hotel kadang malah hingga ke luar negeri.
Lama aku menantikan waktu itu, akhirnya aku mendapat peluang pelatihan 4 hari. Tetapi sebab kecerdikan panitia pelatihan itu hanya 3 hari. Berarti aku hanya punya waktu 1 hari. Aku langsung nge-sms dia,
"De... besok ga ngajarkan? Kami laksanakan rencana kami yuk?"
"ayuk, kelak aku jemput dimana?"
"Jemput aku ditempat pelatihan di Jalan Hayam wuruk."
"Oke!"

Besoknya aku telah menantikan dirinya di tempat pelatihan. Berbagai menit kemudian dirinya tiba. Aku langsung naik ke mobilnya serta ganti baju di dalamnya. Aku yang udah nafsu lalu bilang,
"Kita mau kemana? ayuk", Dede menggunakan baju yang agak ngepres di badannya, sementara di tahap bawah dirinya hanya mengenakan kain pantai, ketika aku lirik nyatanya dirinya tak mengunnakan apa-apa tidak hanya kain pantai serta pasti saja cd.
"Jangan gitu, kami makan dulu yuk..."
Kami lalu makan, selanjutnya kami menuju bungalow di Kuta, tetapi sebelumnya kami telah membeli makan siang terlebih dahulu.
Sesampainya di kamar bungalow, dirinya lalu menutup pintu, aku yang udah nafsu langsung menyerbunya. Dirinya lalu mengatakan,
"Ga jadi ah..."
"Trus kami ngapain kesini?"
"ngobrol sambil tiduran."
"Enak aja", aku langsung menyerbu dirinya berusaha melepas bajunya serta kain pantainya, lalu dirinya bilang,
"Sabar dong sayang."

Dede lalu mematikan lampu, lalu menutup korden yang tadi belum tertutup, aku terbukti udah nafsu liat kemolekan dirinya jadi ga memperhatikan itu. Akhirnya aku menyerbu dia, hari ini aku tak menemuka perlawanan berarti, dirinya udah siap. Aku mencium dirinya dengan nafsu, lalu melepas bajunya serta kain pantainya, tubuhnya saat ini hanya ditutupi BH serta CD. Dirinya lalu bilang,
"Gus... Aku sempat dioperasi di payudara dulu ada tonjolannya."
BHnya aku lepas lalu aku menciumi payudaranya dengan lembut,
"ehm... ehm..."
"Gus... ka... mu... be....bbener lembut... ah ah ahh.."
Desahannya membikin aku bernafsu, lalu aku melepas bajuku serta celana ku jadi aku telanjang di depan dia, CD diapun kulepas, dirinya lalu mengatakan,
"Gus... pake kondom dulu ya sayang..."
Dia lalu menggunakankan aku kondom, aku yang tetap awam langsung saja memasukkan punyaku ke dalam vaginanya. Berbagai menit kemudian aku udah keluar, yah sebab aku belum pengalaman, dirinya melepas kondomku serta mengatakan,
"Ga apa-apa kan baru pertama."
Belum berapa menit nafsuku naik lagi. Aku langsung menyentuh payudaranya, hari ini dirinya lebih pintar dirinya lalu mengatakan,
"Gus... kini kalian di bawah ya, aku yang di atas."
aku rebah di bawah, dirinya pelan-pelan memasukkan penisku ke vaginanya,
"uh... enak sekali...", aku mendesah.
Diapun mendesah,
"Ah... ah... nikmat sekali....ah... ah..."
Goyangannya betul-betul luar biasa, aku hingga merem melek, bodynya yang sintal bergoyang di atasku, aku memegang payudaranya sambil sesekali menciumnya,
"ah... nikmat sekali rasanya", ditengah-tengah kenikmatan itu tiba-tiba dirinya mengejang serta melepaskan vaginanya sambil terengah-engah.
"Aku belum keluar kok dah berakhir De?"
"Cape... serta kayanya dah keluar Gus."
Aku langsung menindihnya serta memasukkan penisku ke vaginanya serta mengocoknya dengan cepat sebab tanggung pkirku, akhirnya,
"ah..."
Spermaku tumpah, aku langsung hebat penis ku keluar serta langsung mengeluarka spermaku di perutnya. Dede lalu mengatakan,
"Sekarang gantian, aku yang belum keluar nih."
"Yah..."
Aku lalu memasukkan jariku ke vaginanya serta mengocoknya.
"ah..ah...ah...ah...", Dede mendesah keras.
"gimana De, enak kan?"
"enak banget... ah...ah... ah..."
Tiba-tiba dirinya memeluk aku erat sekali sambil mencium dada aku hingga cupang.
Kamipun tertidur, serta sorenya pulang.

Kami tetap kontak berbagai minggu, hingga ada satu kejadian jelek yang aku serta dirinya alami. Kami nonton di bioskop berdua serta disudut semacam biasa, selanjutnya kami berciuman, lalu tanganku bergerilya ke selangkangannya, tangan dirinya pun juga sama. Aku memasukkan tanganku ke vaginanya serta tangannya juga mulai mengocok penisku   Bandar Q
"Ah... ah... ah..." Desahan kami berdua berirama.
Akhirnya tanganku terasa basah serta dirinya mengejang... Aku sama sekali belum keluar tapi film keburu berakhir. Di perjalanan pulang akhirnya kami ribut, sebab dirinya ingin pisah dariku serta kembali ke tunangannya. Aku berusaha membela diri tapi dirinya telah berketetapan.
Akhirnya kami berpisah serta aku tak sempat berjumpa dengan dirinya hingga akhirnya dirinya menikah dengan tunangannya yang juga penari.

Hello World!:

- aaaa


Menuju Forum: