Selamat Datang, Tamu
Anda harus mendaftar sebelum Anda dapat melakukan posting pada situs kami.


  

Password
  





Cari Forum

(Pencarian Mahir)

Statistik Forum
» Anggota: 52
» Anggota terakhir: bandarmovie
» Thread forum: 1,917
» Posting Forum: 2,031

Statistik Lengkap

Pengguna Yang Online
Sedang ada 17 pengguna online.
» 0 Anggota | 17 Tamu(s)

Thread Terakhir
Obat Awet Muda Tante Erni
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: bandarqq365

» Balasan: 0
» Tampilan: 3
Cerita Dewasa Nikmatnya T...
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: suryaqq

» Balasan: 0
» Tampilan: 6
Prediksi Bola Terbaik 24-...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: masterseo
Kemarin, 02:58 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 2
Prediksi Skor Jitu 24-25 ...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: masterseo
Kemarin, 01:32 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 1
Prediksi & Bursa Bola 24-...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: masterseo
Kemarin, 12:41 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 1
Prediksi Bola Lengkap 24-...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: masterseo
Kemarin, 12:13 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 1
Jago di Liga Champions, M...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: im2bet
Kemarin, 11:39 AM
» Balasan: 0
» Tampilan: 3
Anak SMA ngeseks di kelas...
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: gemapoker
Kemarin, 11:38 AM
» Balasan: 0
» Tampilan: 4
Final Liga Champions 2018...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: klikbets
Kemarin, 11:22 AM
» Balasan: 0
» Tampilan: 5
Memek Bersih Sungguh Nikm...
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: incarqq
Kemarin, 10:59 AM
» Balasan: 0
» Tampilan: 21

 
  Ku Perkosa Baby Sisterku
Diposting oleh: bandarqq365 - 21-05-2018, 09:24 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: bandarqq365-header.gif]




[Gambar: 23170251302_177a56225c.jpg]


Peristiwa ini bermula pada saat beberapa rekanku datang ke rumahku, Dedi, Dika, Budi, serta Bobi punya niat main ke rumahku, untuk melihat kaset DVD bokep yang dibawa oleh Bobi. Kebetulan kakak Bobi memiliki usaha rental kaset DVD di tempat tinggalnya. Ketika itu bapak serta ibuku kebetulan tengah pergi dengan masalah mereka semasing. Bobi Saat itu membawa 3 kaset bokep serta kami memanglah telah merencanakan untuk melihat kaset bokep itu dirumahku.


Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby Sisterku. Ditengah asyiknya kami melihat Film Bokep, nyatanya Mba Marni mengintip kami yang tengah melihat Film bokep itu. Waktu itu Mba Ami mengintip dari celah pintu yang tdk tertutup rapat serta yang tahu mba Ami mengintip cuma saya. Oh iya saya hampitr lupa, Mba Ami ini jadi baby sisterku mulai sejak dia berusia 19 th. serta Umur Mba Marni saat itu 27 th. dengan status masih tetap singgle (belum juga menikah).

Karna dampak film Bokep itu, mendadak perasaan lelaki keluar demikian saja. Saya menginginkan sekali lakukan seks seperti yang berada di dalam kaset DVD bokep yang kutonton dengan beberapa rekanku barusan. Karna ketika itu wanita yang ada cuma Mba Ami, jadi saya punya niat menginginkan mepraktekanya dengan Mba Marni. Lalu saya mulai mencari argumen pada beberapa rekanku untuk menyusul Mba Ami,

“ Eh rekan-rekan, Maaf yah Gue tinggal sebentar, Gue ingin ke toilet dahulu, ” ucapku,
“ Oke Za … janganlah lupa pintunya ditutup yaaa!!! ”, jawab satu diantara rekanku.
“ Okey gan, tenang saja, ”, jawabku.

Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby SisterkuLalu saya bergegas untuk keluar dari kamarku, serta saat saya keluar Mba Ami yang saat itu Masih tetap ada di samping pintu kamarku kaget dengan keberadaanku dengan di temani nafasnya yang tdk teratur.
“ Hmm… ma… ma… ada Den Ginting nyatanya ”, ucap Mba Ami menyapaku sambil membetulkan tempat berdirinya.
“ Mbak ngapain di sini, pakai ngintip-ngintip sekali lagi? ” tanyaku dengan maksud memberinya teguran.

Ketika itu dalam hatiku berkata “ wah, peluang nih buat Gue praktekin hal yang di kaset DVD bokep barusan “.
Lalu dengan perlahan pintu kamarku saya kunci dari luar kamar serta saya berpura-pura geram pada Mba Ami.
“ Mbak, apa-apaan sich ngintip-ngintip semua. ”
“ Hmm… hmm, Mbak ingin kasih minum untuk rekan-rekan Den Reza ”, jawabnya.
“ Kelak saya bilangin bapak serta ibuloh, jika Mba Ami ngintipin Reza ”, ancamku, sambil saya pergi turun ke bawah serta untungnya kamarku ada di lantai atas

Mba Ami mengikutiku ke bawah, sesampainya dibawah,
“ Mba Ami, anda ngintipin saya serta rekan-rekan itu tujuannya apa? ” tanyaku.
“ Mbak, menginginkan kasih minum rekan-rekan Den Reza. ”
“ Kok, Mbak tidak membawa minuman ke atas ”, tanyaku serta memanglah Mba Ami ke atas tanpa ada membawa minuman.
“ Hmm… Hmm… ” ucap Mba Ami mencari argumen yang beda.

Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby Sisterku Dengan kebingungan Mba Ami mencari argumen yang beda serta tdk diakui olehnya, saya lihat serta memikirkan bentuk tubuh serta buah dada Mba Ami yang ranum serta seksi sekali. Serta saya membulatkan tekad untuk lakukan permainan yang sudah kutonton barusan.
“ Ke sini deh Mbak!!! ” ucapku,
Lantas diapun mendekat,
“ Lebih dekat sekali lagi dong mbak!!! ” suruhku sekali lagi,
Karna memanglah Mba Ami mendekat de ngan sedikit malu-malu serta Masih tetap jagalah jarak, akupun menyuruhnya untuk lebih dekat sekali lagi,
“ Cepetan Mba lebih dekat sekali lagi!!! gitu saja lama banget sich, ”

Mba Ami ikuti perintahku serta dianya telah dekat sekali denganku, merasa buah dadanya yang ranum sudah menyentuh dadaku yang naik turun oleh deruan nafsu. Saya duduk di meja makan hingga Mba Ami ada di selangkanganku.

Den Reza ingin apa ”, tanyanya.
“ Den, ingin diapain Mbak ”, tanyanya, saat saya memegang bahunya untuk didekatkan ke selangkanganku.
“ Telah, janganlah banyak bertanya ”, jawabku sambil saya memutari kakiku ke pinggulnya yang seksi.
“ Janganlah Den… janganlah Den Reza”, pintanya untuk menghentikanku buka kancing pakaian baby sisterku.
“ Janganlah Den Ton, jangan… jangan… ” tolaknya tanpa ada menolak tanganku yang buka satu persatu kancing pakaiannya.

Telah empat kancing kubuka serta saya lihat bukit kembar dihadapanku, putih mulus serta mancung terbungkus oleh BH yang berenda. Tanpa ada kuberi peluang sekali lagi untuk menghindar, kupegang buah dada Mba Ami dengan ke-2 tanganku serta kupermainkan puting susunya yang berwarna coklat muda serta kemerah-merahan.

“ Jangan… janganlah Den Reza”
“ Akh… akh… janganlah, janganlah Den”
“ Akh… akh… akh ”
“ Jangan… Den Reza”

Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby Sisterku. Saya mendengar Mba Ami mendesah-desah, saya segera mengulum puting susunya yang belum juga sempat dipegang serta di kulum oleh seseorang pria juga. Saya memasukan semua buah dadanya yang ranum kedalam mulutku hingga merasa sesak serta penuh mulutku.
“ Ohhh… ahhhh… Den… Den Reza… tangan ber… ” tanpa ada dengarkan lanjutan dari desahan itu kumainkan puting susunya dengan gigiku, kugigit bebrapa perlahan.

“ Ouh… ouhh… Ahhh… ” desahan nafas Mba Ami seperti lari 10 km.
Kupegang tangan Mba Ami untuk buka celana dalamku serta memegang kemaluanku. Tanpa ada di beri aba-aba, Mba Ami memegang kemaluanku serta lakukan pergerakan mengocok dari ujung kemaluanku hingga pangkal kemaluan.
“ Oouhhh…ssss… ahhh… Mba… Mba ”
“ Teruss… Ahhh… Mba ”
“ Ton… Ton… Reza, saya tdk kuat sekali lagi ”

Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby Sisterku Mendengar itu lantas saya turun dari meja makan serta kubawa Mba Ami tiduran dibawah meja makan. Mba Ami kemampuanng di lantai dengan buah dada yang menantang, tanpa ada kusia-siakan sekali lagi kuberanikan untuk meraba selangkangan Mba Ami.
Saya singkapkan bajunya ke atas serta kuraba-raba, saya rasakan kalau celana dalamnya telah basah. Tanganku mulai kumasukan kedalam celana dalam-nya serta saya rasakan ada bulu-bulu halus yang basah oleh cairan liang Vaginanya.

“ Mbak, di buka yah celananya. ” Mba Ami cuma mengangguk 2 x.
Sebelumnya kubuka, saya coba memasukantelunjukku kedalam liang Vaginanya. Jari telunjukku sudah masuk separuhnya serta kugerakkan telunjukku seperti saya menyebut anjingku.
“ Ssss… ahhhh… euhhhh ”
“ Cepat di buka ”, pinta Mba Ami.

Kubuka celananya serta kulempar ke atas kursi makan, saya lihat kemaluannya yang Masih tetap original serta belum juga terjamah dan bulu-bulu yang teratur rapi. Saya mulai teringat juga akan film DVD bokep yang kutonton serta kudekatkan mulutku ke liang Vaginanya.
Perlahan kumainkan lidahnku di sekitaran liang surganya, ada rasa asem-asem gurih di lidahku serta kuberanikan lidahku untuk memainkan sisi dalam liang Vaginanya. Kutemukan ada daging tumbuh seperti kutil didalam liang kenikmatannya, kumainkan daging itu dengan lidahku.

“ Ahhhh… Ton… ”
“ Mbak ingin kelluaar… ”
Saya tdk tahu apa yang disebut dengan “ keluar ”, namun saya makin giat memainkan daging tumbuh itu, tanpa ada kusadari ada cairan yang keluar dari liang Vaginanya yang kurasakan di lidahku, kulihat liang Vagina Mba Ami sudah basah dengan kombinasi air liurku serta cairan liang Vaginanya.

Lantas saya mengubah tempatku dengan berlutut serta kuarahkan batang kemaluanku ke lubang senggamanya, karna mulai sejak barusan kemaluanku tegang.
“ Zlebb…. Zlebbb… ” Saya rasakan kehangatan mengagumkan di kepala kemaluanku.
“ Ton… Ton pellann dongg… ” Kutekan sekali lagi kemaluanku kedalam liang surganya.
“ Zlebb… Zlebb ” serta,
“ Eghhh… eghhh… ”, nada Mba Marni tertahan waktu kemaluanku Masuk semuanya kedalam liang Vaginanya.
“ Ton… Ton… pelaan… ” Nafsu birahiku sudah tiba ke ubun-ubun serta saya tdk mendengar ucapan Mba Marni.
Jadi kupercepat pergerakanku.
“ Eghhh… eghhh… eghhh… tolong… tolong Ton bebrapa perlahan ”
tdk lama lalu,
“ Den Reza, Mba keluaar laagi ”

Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby Sisterku. Berbarengan dengan itu kurasakan tekanan yang hebat dalam kepala kemaluanku yang sudah disemprot oleh cairan Vagina Mba Marni. Jadi kutekan sekuat-kuatnya kemaluanku untuk Masuk semuanya kedalam liang Vagina Mba Marni. Kudekap erat tubuh Mba Marni hingga agak tersengal-sengal, tdk lama lalu,

“ Croot… croot… crottt ” air maniku Masuk kedalam liang Vagina Mba Ami.
Sesudah Mba Ami 3 kali keluar serta saya telah keluar, Mba Ami lemas di sampingku. Dalam kondisi lemas saya naik ke dadanya serta saya minta untuk dibikin bersih kemaluanku dengan mulutnya. Dengan sigap Mba Ami menuruti permintaanku. Sisa air maniku disedot oleh Mba Ami hingga habis kedalam mulutnya. Kami lakukan kurang lebih sepanjang 3 jam, tanpa ada kusadari beberapa rekanku teriak-teriak karna kunci pintu kamarku pada saat saya keluar barusan.

“ Reza… tolong bukain dong, pintunya ”teriak mereka,
Jadi cepat-cepat kuminta Mba Ami menuju ke kamarnya untuk berpura-pura tidur serta saya naik ke atas membukakan pintu kamarku. Bertepatan dengan saya ke atas Ibuku pulang naik Taxi.
Serta kuminta beberapa rekanku untuk makan oleh-oleh Ibuku lantas kusuruh pulang. Sesudah semua rekanku pulang serta Ibuku istirahat di kamar menanti ayah pulang. Saya ke kamar Mba Ami untuk mohon maaf, atas perlakuanku yang sudah merenggut keperawanannya.

“ Mbak, maafin Reza yah! ”
“ Tidak apa-apa Den Reza, Mbak juga ikhlas kok ”
“ Keperawanan Mbak tambah baik di ambil sama anda daripada sama supir tetangga ”, jawab Mba Ami.
Dengan kerelaannya itu jadi, kelakuanku semakin hari semakin manja pada baby sitterku yang merawatku sejak usiaku sembilan th.. Mulai sejak peristiwa itu kuminta Mba Ami main berdiri, main di taman, main di tangga serta mandi dengan, Mba Ami bersedia mengerjakannya.

Cerita Bokep – Ku Perkosa Baby Sisterku Sampai satu waktu berlangsung, kalau Mba Ami memiliki kandungan karena perbuatanku serta saya ingat saat itu saya kelas dua SMA Ayah serta Ibuku memarahiku, karna hubunganku dengan Mba Ami yang cantik berwajah serta putih kulitnya. Saya dipisahkan dengan Mba Ami, Mba Ami dicarikan suami untuk jadi ayah dari anakku itu.

Saat ini saya merindukan kebersamaanku dengan Mba Ami, karna saya belum juga memperoleh wanita yang pas untukku. Tersebut kisahku beberapa pembaca, saat ini saya telah bekerja di perusahaan ayahku jadi satu diantara pimpinan serta saya tengah mencari tahu ke mana Mba Ami, baby sitterku tersayang serta bagaimana berita Reza Juniorku.


[Gambar: bandarqq365-header.gif]

Cetak item ini

  Conte: Saya Seorang Juara Berantai
Diposting oleh: im2bet - 20-05-2018, 11:32 AM - Prediksi Bola Terlengkap - Tidak Ada Balasan

[Gambar: pizap.com15267825312021.jpg]
BOLAHARIAN - Antonio Conte menegaskan komitmennya kepada Chelsea. Conte juga mengingatkan Chelsea bahwa dirinya adalah seorang juara berantai.

Chelsea keluar sebagai juara Piala FA 2017/2018 setelah mengalahkan Manchester United 1-0 di Wembley pada Sabtu (19/5/2018) malam. Gol tunggal The Blues dicetak lewat penalti Eden Hazard di babak pertama.

Itu merupakan gelar kedua Conte bersama Chelsea selama dua musim menjadi manajer. Di musim pertama, Conte mengantarkan Chelsea menjuarai Premier League.

“Ketika Anda terbiasa juara setiap musim, musim seperti ini dapat menciptakan beberapa masalah dalam diri Anda. Tapi saya juga berpikir di musim yang sulit seperti ini, saya membuktikan bahwa saya seorang juara berantai. Juara dengan cara seperti di musim ini memberi saya kepuasan lebih daripada kemenangan saya di masa lalu,” kata Conte seperti dikutip dari The Guardian.

Masa depan Conte di Stamford Bridge dispekulasikan menyusul kegagalan Chelsea finis di zona Liga Champions. Chelsea disebut-sebut akan mencari manajer baru.

Namun Conte menegaskan bahwa dirinya masih terikat kontrak dengan Chelsea. Conte juga ‘mengingatkan’ Chelsea akan kemampuannya memberi gelar juara meski melewati musim yang sulit.

“Setelah dua tahun, klub sangat mengenal saya. Jika mereka ingin terus bekerja dengan saya, mereka mengenal saya. Saya tidak bisa berubah. Saya seperti ini dan masa lalu saya mengatakannya dengan sangat jelas, sebagai pemain dan sebagai seorang manajer,” sambungnya.

“Saya seorang juara berantai. Saya membuktikannya di Inggris di saat yang sulit bagi klub setelah finis di posisi ke-10 (pada 2015/2016). Dalam dua musim, saya membawa dua piala untuk klub ini.”

“Saya masih ada kontrak dan saya berkomitmen kepada klub ini. Seperti yang Anda ketahui, pekerjaan kami tidak sederhana. Saya memahami bahwa klub dapat membuat keputusan, keputusan positif, atau keputusan negatif. Saya orang pertama yang akan mengerti,” tegasnya.




[Gambar: im2bet-960x120-NEW.gif]

Cetak item ini

  Kalah di Final FA Cup, MU Harus Lebih Kuat Musim Depan
Diposting oleh: klikbets - 20-05-2018, 10:35 AM - Prediksi Bola Terlengkap - Tidak Ada Balasan

[Gambar: pizap.com15267823982671.jpg]



TopPrediksi - Kegagalan Manchester United menjuarai FA Cup berarti tidak ada satu pun trofi yang mengisi lemari juara MU musim ini. Sabtu (19/5) malam WIB, MU harus mengakui keunggulan Chelsea dengan skor tipis 0-1 dan merelakan gelar juara.

Meskipun demikian, bek MU, Ashley Young menjanjikan timnya akan lebih kuat musim depan. Dia percaya MU akan belajar dari kesalahan musim ini dan meningkatkan kemampuan musim depan untuk bersaing memperebutkan trofi.

"(Kekalahan) ini harus membuat kami kembali lebih kuat. Kami ingin bersaing di depan, sekarang kami memiliki musim panas dan pramusim sebelum melanjutkan musim depan," ungkap Young kepada Manchester Evening News.

"Kami ingin memenangkan banyak hal dan gelar juara tapi memang ini (FA Cup) tidak ditakdirkan untuk kami. Kami sekarang harus bersiap untuk musim depan."

Namun sebelum itu, Young menyebut bahwa saat ini skuatnya harus menghapus rasa kecewa ini terlebih dahulu. Setelah itu baru mengambil waktu secukupnya untuk mempersiapkan diri.

"Sebelumnya ada hasrat di sana tapi rasa kecewa yang saya miliki sekarang akan sulit dihilangkan," tutup dia. (men/dre)



[Gambar: header.gif]

Cetak item ini

  Menikmati Susu Idolaku Saat SMK
Diposting oleh: bandarqq365 - 20-05-2018, 10:05 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: bandarqq365-header.gif]




[Gambar: download.jpg]


Sampai satu waktu pada bulan september saya berjumpa dengan rekan lama di smk serta satu kuliahan dengan saya. Sebut saja namanya intan. Waktu smk intan termasuk juga anak yang paling cantik di sekolah. Satu kebanggaan untuk golongan pria bila berhasil berteman terlebih jadi pacarnya. Namun cuma beberapa orang spesifik saja yang dapat jadi rekannya. Dalam berteman ia senantiasa memilih-milih, terlebih dalam jadi pacar. Waktu itu juga saya gagal jadi rekannya.

intan yaitu cewek pujaan disekolah kami. Nyaris semuanya anak dari kelas 1-3 mengetahui dia. Dia termasuk juga anak orang kaya serta pandai. Bila disebut ukuran badannya nyaris mendekati prima ditambah dengan terdapatnya tahi lalat dibawah bibir. Bibirnya tidak tebal serta ukuran dadanya juga ditaksir kurang lebih 34B. ditambah dengan tubuhnya yang baik serta kulitnya yang kuning bersih.

Peristiwa ini berlangsung pada awal september, waktu saya dengan Ina akan makan siang di belakang universitas. Tidak berniat kami berdua berpapasan dengan intan. Kami juga senyum duluan serta setelah itu dibalas dengan senyuman serta ucapan oleh intan. “Masih awet yah dari smk”? tuturnya. Kami cuma membalas ucapan dia dengan senyuman saja. Lihat body nya yang aduhai buat saya menginginkan mempunyai dia, namun tidak mungkin fikir ku.

Cerita Bokep-Menikmati Susu Idolaku Saat SMK. Esok harinya saya terlambat kuliah serta tidak diperbolehkan masuk oleh dosen, karna saya terlambar lebih dari 15 menit. Dengan jengkel saya memaki-maki dosen dalam hati, karna jarak dari tempat tinggal ke kuliahan cukup jauh. Tidak berniat saat turun dari tangga saya lihat intan tengah duduk di teras sendirian. Waktu itu saya membulatkan tekad untuk menegur dia, mumpung tidak ada Ina. Saya segera duduk disamping intan serta berkata, “ga ada kuliah tan”? tanyaku. Novi segera menjawab “ga ada dosen tuh”? “kamu sendirian, mana Ina”? bertanya dia. “ga ada, saya sendirian”. Waktu itu gak berniat saya ngelihat ke sisi dadanya sebentar. Ya ampun, pada kancing atas serta bawahnya sedikit kebuka serta terlihat bentuk dadanya yang kuning bersih. Waktu itu saya segera lihat mukanya sekali lagi sembari jantung ini berdetak lebih keras, serta kamipun meneruskan perbincangan kurang lebih 1/2 jam lamanya.

Kemudian saya masuk kuliah jam 09. 30. Didalam kelas saya tidak dapat kosentrasi belajar, fikiran senantiasa tertuju pada muka serta dada intan yang kenyal. Dalam hati ku berpikir, bagaimana langkahnya tuk dapatin intan serta bodinya. Sepanjang 1 jam saya berpikir selalu, serta saya mulai bisa inspirasi tuk deketin dia. Kemudian kususun gagasan serapi mungkin saja supaya tidak terlihat jika semuanya telah saya atur.

Pulang kuliah tidak berniat saya ketemu dengan intan. Dia tengah lihat papan pengumuman. Saya diam sebentar karna ku akui saya juga grogi 1/2 mati. Sesudah agak tenang sedikit saya mulai mendekati dia. “Hei, sekali lagi ngapain? ” tanyaku. “hei, ketemu sekali lagi, sekali lagi simak pengumuman nih. ” Jawab dia. “eh tan, tau tidak jalan pasir pogor di mana? ” tanyaku. Sesungguhnya saya sudah mengetahui di mana jalan pogor itu. Berniat saya tentukan jalan itu karna jalan pasir pogor melalui tempat tinggalnya dahulu.

“Kalo gak salah di deket Ciwastra deh? Memang mo ngapain ke sana? ” jawab dia. Wah terkena juga nih, fikir ku. “mo ketemu teman saya disana, Hanya gak tau jalannya kemana. Jika gak salah tempat tinggal anda di daerah Ciwastra kan? ” pancing saya. “iya, memang mengapa? ” “Anterin donk ke sana, nanti saya anter balik dech ke tempat tinggal kamu”. “gimana yah, soalnya temanku ada yang mo nganterin balik, namun ya telah dech saya ngomong bentar ama teman saya, anda tunggulah saja di kopma yah? ” jawab dia. Wuihh, gagasan ku berhasil nih.

Cerita Bokep-Menikmati Susu Idolaku Saat SMK. Tidaklah sampai 10 menit intan hampiri ku yang tengah duduk dengan temanku. “ayo, ingin balik saat ini? ” dengan gesit saya berdiri serta pergi dengannya. Rekanku cuma bengong, karna tidak menganggap saya juga akan jalan bareng ama intan. Kami pergi menuju tempat parkir mobil, karna saya waktu itu menggunakan mobil Feroza.

Di dalam perjalanan kami cuma bicara tentang masa sma serta tentang ina. Namun tiap-tiap perbincangan menghadap pada Ina, saya senantiasa katakan jika saya telah putus dari Ina. Serta saya katakan ama Novi agar janganlah ungkit-ungkit problem Ina sekali lagi. Mobil berniat kuperlambat agar saya bisa bicara lebih lama dengan dia. Serta waktu itu, kancing pakaian atasnya terbuka serta dia duduk sembari miring ke pintu mobil. Hingga kelihatanlah BH nya yang berwarna hitam. Aduh ma, ucapku. Ngga merasa kontolku telah mengeras. Ku cobalah diam sesaat, karna bila salah sedikit sikapku jadi tidak berhasil juga tuk dapetin bodinya.

Sesudah ditunjukin jalan pasir pogor, saya juga mengantarnya balik. Sesampai nya dimuka pintu tempat tinggal yang lumayan elegan, ia berkata sembari tersenyum. “makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dahulu gak ke tempat tinggal? ” wah peluang nih fikirku. Namun gagasan sich mesti tetaplah kujalanin. “ga deh tan, terima kasih. Lain waktu saja yah, saya harus ke pasir pogor sekali lagi nih. Oh ya, besok balik jam berapakah? Bareng yuk? ” pancing saya. “Besok saya balik jam 9. 30, ya telah jika ingin nganterin tungguin di papan pengumuman besok yah? ” wah, gagasan pertama saya berhasil nih. Tinggal jalanin gagasan ke 2.

Cerita Bokep-Menikmati Susu Idolaku Saat SMK. Besoknya saya telah stand by di papan pengumuman. Serta selang beberapa saat intan datang menghampiriku. “mo nganterin sekali lagi nih, jika ingin saat ini aja”, tanyanya. “ayo dech saat ini aja”. Jawabku. Dalam hati ini deg-degan banget. Bukanlah karna ingin jalan ama intan, namun takut ketahuan ama Ina. Wah dapat berabe nih masalah jika ketahuan. Pada akhirnya kamipun pulang samaan. Di dalam perjalanan pulang kami bercakap hingga terbahak-bahak. Memanglah saya pandai untuk buat orang yang lain ketawa, serta kuakui tersebut keunggulan ku dalam menaklukan hati wanita. Ditengah tawa kami akupun mulai ajukan pertanyaan kegemaran dia? Waktu itu terpikir oleh ku untuk mengajak dia berenang, karna dengan berenanglah saya bisa lihat bodinya dengan segera. Memanglah Novi sepanjang di smu tidak sempat 1 kali juga turut pelajaran berenang, tak tahu mengapa? “mau kemana sekali lagi nanti habis nganterin saya? ” “Aku ingin berenang nih tan, anda dapat berenang tidak? ” pancing saya. “gak dapat nih” jawab dia.

“Ya telah, anda ingin berenang samaan gak ama saya, nanti saya ajarin dech” jawab saya. “tapi saya tidak miliki pakaian renang, soalnya saya tidak sukai renang sih”! Tuturnya. “yah anda mencari dahulu donk, nanti jika tak ada kan lain masalahnya sekali lagi, jadi besok jam 2 sore yah? ” tanyaku. “iya deh jam 2 sore jemput saya dirumah yah” jawabnya. Setelah itu saya anterin dia balik kerumahnya. Setelah itu saya cuma tertawa kecil serta menggumam, “udah terkena perangkap saya nih, tinggal gagasan ke 3 nih besok. Wah, telah kebayang bentuk dadanya, pahanya serta sentuhan tangannya waktu saya ajarin dia berenang besok, terutama tangannya di tumbuhin bulu-bulu halus”.

Besoknya kamipun pergi berenang samaan ke pemandian Cipaku. Waktu ganti pakaian saya telah memikirkan bentuk dadanya, pahanya yang putih serta lain-lainlah fikiran ku waktu itu. Waktu ketemu hati ku segera berdetak lebih kencang, karna intan yang berada di depanku saat ini tengah menggunakan pakaian renang. Serta dadanya mulai terlihat sedikit menyembul ditambah dengan pahanya yang indah banget. Suerr, kontolku waktu itu segera tegang terutama dia menggandeng tanganku menuju area untuk menyimpan tas di samping kolam renang


[Gambar: bandarqq365-header.gif]

Cetak item ini

  Semoknya body tante Marry
Diposting oleh: incarqq - 20-05-2018, 09:46 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: 80.jpg]
Sejak kecil aku tinggal bersama nenekku, dan bersama nenekku tinggal om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Omku yang ketiga menikah dengan seorang wanita yang bernama Merry yang kupanggil dengan sebutan Tante Merry. Tante Merry orangnya cantik, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, terutama denganku.

Oh ya, namaku adalah Dharma, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku tersebut tinggal bersama kami, dan aku yang saat itu sedang menikmati masa remaja kira-kira umur 16 tahun sering melihat Tante Merry sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Merry mengusap penis omku, sebut saja Om Chandra. Batang kemaluanku yang saat itu sedang remaja-remajanya langsung menjadi tegang, dan setelah itu aku melakukan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Merry.

Setelah mereka menikah 1 tahun, akhirnya mereka pindah dari tempat nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Merry hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari aku dipanggil oleh Tante Merry untuk menjaga rumahnya.

Ketika aku datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Dharma, masuk ke kamar..!” teriaknya.
“Ya Tante..” jawabku.
Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, aku disuruh mengaitkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran aku mengaitkan BH-nya. Rupanya Tante Merry tahu aku gemetaran.
Dia bertanya, “Kenapa Dharma gemetaran..?”
“Enggak Tante,” jawabku.
Tapi tante cepat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Dharma, Tante ada perlu mau pergi dulu, ini Tante kasih pendahuluan dulu, nanti kalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.”
“Ya Tante.” jawabku.

Kepalaku terasa pusing, baru pertama kali aku menyentuh bibir seorang wanita, apalagi wanita cantik seperti Tante Merry. Lalu aku ke kamar mandi melakukan onani sambil membayangkan tubuh Tante Merry.

Kira-kita jam 3 sore, tante pulang dan aku menyambutnya dengan penuh harap. Tante Merry langsung masuk kamar, sedangkan aku menunggu di ruang tamu, kira-kira 10 menit kemudian, dia memanggil pembantunya untuk disuruh ke supermarket untuk membeli sesuatu, jadi tinggallah di rumah aku dan Tante Merry saja.

Setelah pembantunya pergi, Tante Merry menutup pintu dan menggandengku untuk masuk ke kamarnya.
Lalu Tante Merry berkata, “Dharma, seperti yang kujanjikan, aku akan meneruskan pendahuluan tadi.”
Aku diam saja, gemetar menahan nafsu.
Tiba-tiba Tante Merry mencium bibirku, dan berkata, “Balaslah Dharma, hisap bibirku..!”
Aku menghisapnya, dan terasa bibirnya sangat enak dan bau tubuhnya wangi, karena dia memakai parfum Avon yang merangsang, aku menjadi salah tingkah.

Tiba-tiba dia memegang batang kemaluanku, aku sangat kaget.
“Wah punyamu sudah tegang dan besar Dharma,” sahut Tante Merry.
Lalu Tante Merry berkata lagi, “Apakah kamu pernah berhubungan sex dengan wanita?”
Aku menjawab sambil gemetar, “Jangankan berhubungan sex, mencium wanita saja baru kali ini.”
Tante Merry tersenyum dan berkata, “Hari ini Tante akan ajarkan cara berhubungan sex dengan seorang wanita.”
Lalu Tante Merry membuka bajunya sehingga telanjang bulat, lalu dipegangnya tanganku dan dibawanya ke buah dadanya yang cukup besar.

Sambil gemetaran aku memegang buah dadanya dan memegang putingnya.
Tante Merry mendesis merasakan kenikmatan usapanku dan berkata, “Terus Dharma.., terus..!”
Lalu dengan memberanikan diri aku mencium putingnya, dan Tante Merry bertambah mendesis. Dibukanya celana pendekku dan CD-ku, sehingga aku juga menjadi telanjang bulat sepertinya. Penisku dielus-elusnya sambil berkata, “Dharma, punyamu besar amat, lebih besar dari punya Om Chandra.”

Setelah puas menghisap puting buah dada tante, aku mencium pusarnya, dan akhirnya sampai di vaginanya.
“Ayo Dharma, cepat hisap punyaku..!”
Aku memberanikan diri mencium kemaluannya dan menjilat-jilat dalamnya, sedangkan tante tambah mendesis.
Tante berkata, “Sabar Dharma, Tante kepingin mencium punya Dharma dulu.”
Lalu dia membaringkanku di tempat tidur dan mulai mencium biji kemaluanku dan menghisap penisku perlahan-lahan. Serasa dunia ini melayang, alangkah nikmatnya, baru pertama kali batang kemaluanku dihisap oleh seorang wanita cantik, apalagi oleh Tante Merry yang sangat cantik.

Penisku semakin membesar, dan rasanya seperti mau kencing, tetapi rasanya sangat nikmat, ada yang mau keluar dari kemaluanku.
Aku menjerit, “Tante, Tante.., lepas dulu, aku mau kencing dulu.”
Tetapi rupanya tante sudah tahu apa yang mau keluar dari kemaluanku, malah dia semakin kuat menghisap penisku. Akhirnya meletuslah dan keluarlah air maniku, dengan mesranya Tante Merry menghisap air maniku dan menjilat-jilat penisku sampai bersih air maniku.

Batang kemaluanku terkulai lemah, tetapi nafsuku masih terasa di kepalaku.
Lalu tante berkata, “Tenang Dharma, ini baru tahap awal, istirahat dahulu.”
Aku diberi minum coca-cola, setelah itu kami berciuman kembali sambil tiduran. Tanpa kusadari kemaluanku sudah membesar lagi dan kembali aku menghisap buah dadanya.
“Tante.., aku sayang Tante.”
Lalu tante berkata, “Ya Dharma, Tante juga sayang Dharma.”
Lalu aku menjilat vagina tante sampai ke dalam-dalamnya dan tante menjerit kemanjaan.
“Ayo Dharma.., kita mulai pelajaran sex-nya..!”
Penisku yang sudah tegang dimasukkan ke dalam liang kemaluan Tante Merry yang sudah licin karena air vaginanya.

Perlahan-lahan batang kemaluanku amblas ke dalam lubang kemaluan tante, dan tante mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Aduh terasa nikmatnya, dan kembali kami berciuman dengan mesranya.
Lalu aku berkata kepada Tante Merry, “Tante.., kalau tahu begini nikmatnya kenapa enggak dulu-dulu Tante ajak Dharma bersetubuh dengan Tante..?”
Tante hanya tersenyum manis. Terasa penisku semakin mengembang di dalam vagina Tante Merry, tante semakin mendesis.
Tante mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berkata, “Dharma.., Tante kepengen keluar nih..!”
Kujawab, “Keluarin saja Tante, biar Tante merasa nikmat..!”

Tidak lama kemudian tante menjerit histeris karena orgasme dan mengeluarkan air kemaluannya, penisku masih tegang rasanya.
Dengan lembut aku mencium tante dan berkata, “Tante sabar ya, Dharma masih enak nih..,”
Kemudian aku semakin memperkuat tekanan batangku ke liang tante, sehingga tidak lama setelah itu aku memuncratkan air maniku di dalam vagina Tante Merry bersamaan dengan keluarnya cairan tante untuk kedua kalinya. Terasa tubuh ini menjadi lemas, kami tetap berpelukan dan berciuman. Setelah istirahat sebentar, kami mandi bersama saling menyabuni tubuh kami masing-masing, dan kami berjani untuk melakukannya lagi dilain waktu.

Setelah peristiwa itu, setiap malam aku selalu terkenang akan vagina Tante Merry, sehingga rasanya aku ingin tidur bersama Tante Merry, tetapi bagaimana dengan Om Chandra. Rupanya nasib baik masih menemaniku, tiba-tiba saja Om Chandra dipindahkan tugasnya ke Bandung, dan untuk sementara Tante Merry tidak dapat ikut karena Om Chandra tidurnya di mess. Sambil mencari kontrakan rumah, Tante Merry tinggal di Jakarta, tetapi setiap Sabtu malam Om Chandra pulang ke Jakarta.

Atas permintaan Tante Merry, setiap malam aku menemaninya, aku harus sudah ada di rumah Tante Merry jam 8 malam. Untuk tidur malam, aku disiapkan sebuah kamar kosong, tapi untuk kamuflase saja, sebab setelah pembantunya tidur aku pindah ke kamar Tante Merry. Tentunya Tante Merry sudah siap menyambutku dengan pelukan mesranya, dan kami bercumbu sepanjang malam dengan nikmatnya dan mesranya. Kalau waktu pertama kali aku hanya menghisap kemaluannya, sekarang kami sudah saling menghisap atau gaya 69. Lubang kemaluan Tante Merry sudah puas kuciumi, bahkan sekarang bukan saja lubang vagina, tetapi juga lubang anus, rasanya nikmat menghisapi lubang-lubang tante. Penisku juga dihisap tante dengan ketatnya dan terasa ngilu ketika lubang kencingku dihisap Tante Merry, tapi nikmat.

Setelah kami saling menghisap, akhirnya barulah kami saling memasukkan kemaluan kami, dan kali ini tante berada di atasku. Batang kemaluanku yang sudah tegang dan berdiri tegak dimasukkan ke kemaluan tante, aduh nikmatnya. Lalu aku menghisap buah dada tante sambil menggoyang-goyangkan pantatku. Kira-kira sepuluh menit, tante mengeluarkan air maninya sambil menjerit nikmat, namun aku belum mengeluarkan air maniku. Lalu aku bertukar posisi, sekarang tante di bawah, aku yang di atas. Karena tante sudah keluar, terasa mudah memasukkan kemaluanku ke dalam vagina tante, dan kembali kami berpacu dalam nafsu.

Sambil mencium bibir Tante Merry, aku berkata, “Tante… Tante.., kenapa sih lubang Tante enak banget, punyaku terasa dijepit-jepit lubang Tante yang lembut.”
Sambil tersenyum tante menjawab, “Dharma.., batang kamu juga enak, kalau dengan Om Chandra Tante hanya bisa orgasme sekali, tetapi dengan kamu bisa berkali-kali.”
Kembali aku menekan batang penisku erat-erat ke liang kemaluan tante sambil mengoyang-goyangkan pantatku, dan akhirnya aku menjerit, “Tante.., Tante.., aku keluar..!”
Alangkah nikmat rasanya.

Perlahan-lahan aku mengeluarkan batang kemaluanku dari liang senggama tante. Setelah itu kembali kami berciuman dan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Ketika bagun pagi-pagi aku kaget, karena aku tahu di sampingku ada Tante Merry yang tidak memakai apa-apa, nafsuku timbul kembali. Kubangunkan Tante Merry dan kembali kami bersetubuh dengan nikmatnya, dan akhirnya kami mandi bersama-sama.

Selama hampir 1 bulan lamanya kami seperti sepasang suami istri yang sedang berbulan madu, kecuali hari Sabtu dan Minggu dimana Om Chandra pulang. Pengalaman ini tidak akan terlupakan seumur hidupku, walaupun sekarang aku sudah beristri dan mempunyai 2 orang anak. Kadang-kadang Tante Merry masih mengajak aku bersetubuh di hotel. Tetapi sejak aku beristri, perhatianku kepadanya agak berkurang, lagipula usia Tante Merry sudah bertambah tua.

Cetak item ini

  Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Basah Mamam Tiri
Diposting oleh: suryaqq - 20-05-2018, 09:05 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan


[Gambar: Nikmatnya-Memek-Basah-Mamam-Tiri-300x300.jpg]

Sejak kedua orang tuaku bercerai dan aku tinggal dengan papaku sedangkan kakak perempuanku tinggal dengan mama. Kini mereka hidup di luar kota karena itu kami jarang sekali bertemu, sebagai anak cowok yang masih duduk di bangku SMA. Akupun lebih sering gaul dengan teman-temanku tidak jarang aku tidak pulang ke rumah paling menginap di rumah teman.

Bisa di bilang aku menjadi broken home apalagi papa memang tidak lagi memperhatikanku, dan sebagai anak gaul akupun tidak jarang melakukan hubungan intim dengan banyak cewek layaknya dalam adegan cerita sex. Sudah banyak cewek yang aku ajak begituan, dan hal ini memang sudah terbiasa kami lakukan karena bukan hanya aku saja teman-temanku yang lain juga begitu.

Cerita dewasa seperti halnya cerita sex sudah menjadi suguhan setiap hari, di tambah aku mendengar papa akan menikah lagi, setelah beberapa kali dia menghubungiku akhirnya aku pulang dan di rumah aku sudah melihat wanita yang lebih pantas menjadi kakakku “Kenalkan ini mama baru kamu Bagas.. panggil dia mama Maya..” Aku tersenyum setelah melihatnya tersenyum padaku.

Karena permintaan papa akupun jarang menginap di rumah temen lagi, dan lebih memilih tinggal di rumah. Namun tidak jarang aku mengajak teman-temanku untuk ngumpul bareng di rumahku “Bagas.. mama baru kamu seksi banget.. kenalin dong..” Kata Dika salah satu temanku “Wajahnya juga masih muda..gua mau jadi gigolonya..” Timpal Andri sambil tertawa.

Kamipun bercanda dan mama baruku menjadi topik yang hangat bagi mereka. Kalau di lihat tante Maya memang masih terlihat begitu muda malah aku pikir dia masih seumuran denganku jika tanpa memakai make up, dan terlihat lebih dewasa dengan memakai make up. Dan aku tahu mungkin dia ingin terlihat lebih dewasa karena berdampingan dengan seorang pria dewasa seperti papaku.

Namun meskipun dia terlihat masih muda tapi tante Maya tidak seperti mama tiri yang sering aku dengar. Dia begitu baik padaku malah dia begitu perhatian padaku melebihi mamaku sendiri, hingga akhirnya aku menjadi dekat dengannya dan tidak jarang juga aku menemaninya ketika dia belanja “Bagas kamu pilih mau beli apa…” Katanya dengan lembut padaku.

Sewaktu membayar di kasir aku terkejut dengan perkataan kasir di supermarket itu ” Kalian pasangan serasi..” Dan saat itu juga aku melihat raut muka tante Maya begitu tersipu malu, di dalam mobil aku menggodanya “Apa bener kita seperti pasangan ya tan..” Dia langsung menjawab “Dia cuma bercanda aja Bagas…” Tapi aku tahu tante Maya tersipu waktu itu.

Sampai di rumah kami kembali dengan kegiatan kami sendiri, tante Maya ke dapur sedangkan aku masuk ke dalam kamar. Dan seperti biasa membuka situs cerita dewasa dan akupun membacanya hingga aku merasakan kontolku menegang ikut terangsang dengan cerita yang baru saja aku baca. Dan saat itu juga aku begitu ingin melakukan adegan seperti dalam cerita sex itu.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka “Ini Tante bawakan makanan ringan buat kamu..” Tante Maya nyelonong masuk, saat dia melihat tangaku sedang main di dalam celanaku. Tante tersipu dia meliriknya karena kontolku juga begitu membesar, saat mata kami beradu dengan perlahan tante Maya mendekat dan akupun tidak membuang kesempatan ini untuk langsung meraih tubuhnya.

Lalu aku kulum bibirnya sambil terus mendekap tubuhnya “Ooouuuggggggghhhh… ooouugggghhh.. Baaagaaaasss…. aaaaggggghhh….. aaaagggghhhh…” DEsah tante Maya begitu aku raba teteknya yang begitu sintal dan montok, dapat aku nikmati juga aroma tubuhnya begitu wangi sekali. Sambil terus meraba dan menciumnya akupun sambil melepas pakaiannya.

Hingga diapun telanjang tanpa memakai pakaian sehelaipun “Tante.. tidaak maraah kalau Bagas lakukan ini..” Kataku pura-pura meminta persetujuannnya, padahal aku tahu dia sudah sange oleh kenakalan tanganku “Heeeeegggghh.. ayooo.. Bagaaas.. lakukaaan… aaaggggggghhh…. aaaaaggggghh…” Katanya sambil memejamkan mata dan menarik tubuhku untuk lebih erat lagi dia dekap.

Akuun segera menancapkan kontolku kedalam kemaluannya apalagi hal ini bukan pertama kalinya. Aku melakukan adegan seperti dalam cerita sex, begitu kontolku masuk akupun menggerakan tubuhku perlahan pada awalanya “OOouuugggggghhhh… ooouuuggggghhh… ooouuuggggghh… teruuuuus… sayaaaang….. aaaaaagggggghhh… aaaagggghhh… aaaaaaggggghhhh…”.

Kini bukan lagi tante Maya yang mendesah tapi aku juga sama, menikmati adegan cerita dewasa ini dengan cara bergerak dan terus bergerak di atas tubuh tante Maya “OOoouuuuuggggghhhhh….. aaaaggggghhhh…. aaaggggggghhh…. aaaaaaaggggghhhh… aaaaagggghhh… aaaaagggghhh…” Semakin lama aku semakin cepat bergerak dan tante Maya ikutan bergoyang di bawah tubuhku.

Hingga akhirnya kami merasakan getaran hebat secara bersamaan “Aaaaagggghh… Baaaagaaas… taaante… aaagggggghhh… aaaaggggghh… aaaggghh..” Desah tante Maya panjang. dan akupun tidak ketinggalan mengerang dengan kerasnya “OOouuuugggghh… taaantee… aaaggggghh… aaaaaggghhh….. aaaagggghhh… aaaggggghhh… aaaggghhh…” Muncrat sperma kentalku dalam kemaluannya.

Nikmat sekali aku rasakan kemaluan tante Maya, beda dengan gadis-gadis yang selama ini main adegan cerita dewasa juga denganku. Tubuhku terkulai di atas tubuhnya dan dengan lembut dia membelai tubuhku “Terima kasih sayang…” Katanya penuh kelembutan berbisik di telingaku, akupun menatap wajahnya lalu aku kembali melumat bibirnya seakan tidak mau melepas dekapan tante Maya.

[Gambar: Surya-960-X-160.gif]

Cetak item ini

  Cerita Dewasa Nikmatnya Memek Basah Mamam Tiri
Diposting oleh: suryaqq - 20-05-2018, 09:01 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan


[Gambar: Nikmatnya-Memek-Basah-Mamam-Tiri-300x300.jpg]

Sejak kedua orang tuaku bercerai dan aku tinggal dengan papaku sedangkan kakak perempuanku tinggal dengan mama. Kini mereka hidup di luar kota karena itu kami jarang sekali bertemu, sebagai anak cowok yang masih duduk di bangku SMA. Akupun lebih sering gaul dengan teman-temanku tidak jarang aku tidak pulang ke rumah paling menginap di rumah teman.

Bisa di bilang aku menjadi broken home apalagi papa memang tidak lagi memperhatikanku, dan sebagai anak gaul akupun tidak jarang melakukan hubungan intim dengan banyak cewek layaknya dalam adegan cerita sex. Sudah banyak cewek yang aku ajak begituan, dan hal ini memang sudah terbiasa kami lakukan karena bukan hanya aku saja teman-temanku yang lain juga begitu.

Cerita dewasa seperti halnya cerita sex sudah menjadi suguhan setiap hari, di tambah aku mendengar papa akan menikah lagi, setelah beberapa kali dia menghubungiku akhirnya aku pulang dan di rumah aku sudah melihat wanita yang lebih pantas menjadi kakakku “Kenalkan ini mama baru kamu Bagas.. panggil dia mama Maya..” Aku tersenyum setelah melihatnya tersenyum padaku.

Karena permintaan papa akupun jarang menginap di rumah temen lagi, dan lebih memilih tinggal di rumah. Namun tidak jarang aku mengajak teman-temanku untuk ngumpul bareng di rumahku “Bagas.. mama baru kamu seksi banget.. kenalin dong..” Kata Dika salah satu temanku “Wajahnya juga masih muda..gua mau jadi gigolonya..” Timpal Andri sambil tertawa.

Kamipun bercanda dan mama baruku menjadi topik yang hangat bagi mereka. Kalau di lihat tante Maya memang masih terlihat begitu muda malah aku pikir dia masih seumuran denganku jika tanpa memakai make up, dan terlihat lebih dewasa dengan memakai make up. Dan aku tahu mungkin dia ingin terlihat lebih dewasa karena berdampingan dengan seorang pria dewasa seperti papaku.

Namun meskipun dia terlihat masih muda tapi tante Maya tidak seperti mama tiri yang sering aku dengar. Dia begitu baik padaku malah dia begitu perhatian padaku melebihi mamaku sendiri, hingga akhirnya aku menjadi dekat dengannya dan tidak jarang juga aku menemaninya ketika dia belanja “Bagas kamu pilih mau beli apa…” Katanya dengan lembut padaku.

Sewaktu membayar di kasir aku terkejut dengan perkataan kasir di supermarket itu ” Kalian pasangan serasi..” Dan saat itu juga aku melihat raut muka tante Maya begitu tersipu malu, di dalam mobil aku menggodanya “Apa bener kita seperti pasangan ya tan..” Dia langsung menjawab “Dia cuma bercanda aja Bagas…” Tapi aku tahu tante Maya tersipu waktu itu.

Sampai di rumah kami kembali dengan kegiatan kami sendiri, tante Maya ke dapur sedangkan aku masuk ke dalam kamar. Dan seperti biasa membuka situs cerita dewasa dan akupun membacanya hingga aku merasakan kontolku menegang ikut terangsang dengan cerita yang baru saja aku baca. Dan saat itu juga aku begitu ingin melakukan adegan seperti dalam cerita sex itu.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka “Ini Tante bawakan makanan ringan buat kamu..” Tante Maya nyelonong masuk, saat dia melihat tangaku sedang main di dalam celanaku. Tante tersipu dia meliriknya karena kontolku juga begitu membesar, saat mata kami beradu dengan perlahan tante Maya mendekat dan akupun tidak membuang kesempatan ini untuk langsung meraih tubuhnya.

Lalu aku kulum bibirnya sambil terus mendekap tubuhnya “Ooouuuggggggghhhh… ooouugggghhh.. Baaagaaaasss…. aaaaggggghhh….. aaaagggghhhh…” DEsah tante Maya begitu aku raba teteknya yang begitu sintal dan montok, dapat aku nikmati juga aroma tubuhnya begitu wangi sekali. Sambil terus meraba dan menciumnya akupun sambil melepas pakaiannya.

Hingga diapun telanjang tanpa memakai pakaian sehelaipun “Tante.. tidaak maraah kalau Bagas lakukan ini..” Kataku pura-pura meminta persetujuannnya, padahal aku tahu dia sudah sange oleh kenakalan tanganku “Heeeeegggghh.. ayooo.. Bagaaas.. lakukaaan… aaaggggggghhh…. aaaaaggggghh…” Katanya sambil memejamkan mata dan menarik tubuhku untuk lebih erat lagi dia dekap.

Akuun segera menancapkan kontolku kedalam kemaluannya apalagi hal ini bukan pertama kalinya. Aku melakukan adegan seperti dalam cerita sex, begitu kontolku masuk akupun menggerakan tubuhku perlahan pada awalanya “OOouuugggggghhhh… ooouuuggggghhh… ooouuuggggghh… teruuuuus… sayaaaang….. aaaaaagggggghhh… aaaagggghhh… aaaaaaggggghhhh…”.

Kini bukan lagi tante Maya yang mendesah tapi aku juga sama, menikmati adegan cerita dewasa ini dengan cara bergerak dan terus bergerak di atas tubuh tante Maya “OOoouuuuuggggghhhhh….. aaaaggggghhhh…. aaaggggggghhh…. aaaaaaaggggghhhh… aaaaagggghhh… aaaaagggghhh…” Semakin lama aku semakin cepat bergerak dan tante Maya ikutan bergoyang di bawah tubuhku.

Hingga akhirnya kami merasakan getaran hebat secara bersamaan “Aaaaagggghh… Baaaagaaas… taaante… aaagggggghhh… aaaaggggghh… aaaggghh..” Desah tante Maya panjang. dan akupun tidak ketinggalan mengerang dengan kerasnya “OOouuuugggghh… taaantee… aaaggggghh… aaaaaggghhh….. aaaagggghhh… aaaggggghhh… aaaggghhh…” Muncrat sperma kentalku dalam kemaluannya.

Nikmat sekali aku rasakan kemaluan tante Maya, beda dengan gadis-gadis yang selama ini main adegan cerita dewasa juga denganku. Tubuhku terkulai di atas tubuhnya dan dengan lembut dia membelai tubuhku “Terima kasih sayang…” Katanya penuh kelembutan berbisik di telingaku, akupun menatap wajahnya lalu aku kembali melumat bibirnya seakan tidak mau melepas dekapan tante Maya.

[Gambar: Surya-960-X-160.gif]

Cetak item ini

  Selingkuhanku Adalah Mertuaku
Diposting oleh: marina365 - 20-05-2018, 09:01 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: 84.jpg]
marina-365.netMertuaku adalah seorang janda dengan kulit yang putih, cantik, lembut, dan berwajah keibu ibuan, dia selalu mengenakan kebaya jika keluar rumah. Dan mengenakan daster panjang bila didalam rumah, dan rambutnya dikonde keatas sehingga menampakkan kulit lehernya yang putih jenjang.

Sebenarnya semenjak aku masih pacaran dengan anaknya, aku sudah jatuh cinta padanya Aku sering bercengkerama dengannya walaupun aku tahu hari itu pacarku kuliah. Diapun sangat baik padaku, dan aku diperlakukan sama dengan anak anaknya yang lain. Bahkan tidak jarang bila aku kecapaian, dia memijat punggungku.

Setelah aku kawin dengan anaknya dan memboyong istriku kerumah kontrakanku, mertuaku rajin menengokku dan tidak jarang pula menginap satu atau dua malam. Karena rumahku hanya mempunyai satu kamar tidur, maka jika mertuaku menginap, kami terpaksa tidur bertiga dalam satu ranjang. Biasanya Ibu mertua tidur dekat tembok, kemudian istri ditengah dan aku dipinggir. Sambil tiduran kami biasanya ngobrol sampai tengah malam, dan tidak jarang pula ketika ngobrol tanganku bergerilya ketubuh istriku dari bawah selimut, dan istriku selalu mendiamkannya.

Bahkan pernah suatu kali ketika kuperkirakan mertuaku sudah tidur, kami diam diam melakukan persetubuhan dengan istriku membelakangiku dengan posisi agak miring, kami melakukankannya dengan sangat hati hati dan suasana tegang. Beberapa kali aku tepaksa menghentikan kocokanku karena takut membangunkan mertuaku. Tapi akhirnya kami dapat mengakhirinya dengan baik aku dan istriku terpuaskan walaupun tanpa rintihan dan desahan istriku.

Suatu malam meruaku kembali menginap dirumahku, seperti biasa jam 21.00 kami sudah dikamar tidur bertiga, sambil menonton TV yang kami taruh didepan tempat tidur. Yang tidak biasa adalah istriku minta ia diposisi pinggir, dengan alasan dia masih mondar mandir kedapur. Sehingga terpaksa aku menggeser ke ditengah walaupun sebenarnya aku risih, tetapi karena mungkin telalu capai, aku segera tidur terlebih dahulu.

Aku terjaga pukul 2.00 malam, layar TV sudah mati. ditengah samar samar lampu tidur kulihat istriku tidur dengan pulasnya membelakangiku, sedangkan disebelah kiri mertuaku mendengkur halus membelakangiku pula. Hatiku berdesir ketika kulihat leher putih mulus mertuaku hanya beberapa senti didepan bibirku, makin lama tatapan mataku mejelajahi tubuhnya, birahiku merayap melihat wanita berumur yang lembut tergolek tanpa daya disebelahku..

Dengan berdebar debar kugeser tubuhku kearahnya sehingga lenganku menempel pada punggungnya sedangkan telapak tanganku menempel di bokong, kudiamkan sejenak sambil menunggu reaksinya. Tidak ada reaksi, dengkur halusnya masih teratur, keberanikan diriku bertindak lebih jauh, kuelus bokong yang masih tertutup daster, perlahan sekali, kurasakan birahiku meningkat cepat. Penisku mulai berdiri dan hati hati kumiringkan tubuhku menghadap mertuaku.

Kutarik daster dengan perlahan lahan keatas sehingga pahanya yang putih mulus dapat kusentuh langsung dengan telapak tanganku. Tanganku mengelus perlahan kulit yang mulus dan licin, pahanya keatas lagi pinggulnya, kemudian kembali kepahanya lagi, kunikmati sentuhan jariku inci demi inci, bahkan aku sudah berani meremas bokongnya yang sudah agak kendor dan masih terbungkus CD.

Tiba tiba aku dikejutkan oleh gerakan mengedut pada bokongnya sekali, dan pada saat yang sama dengkurnya berhenti.
Aku ketakutan, kutarik tanganku, dan aku pura pura tidur, kulirik mertuaku tidak merubah posisi tidurnya dan kelihatannya dia masih tidur. Kulirik istriku, dia masih membelakangiku, Penisku sudah sangat tegang dan nafsu birahiku sudah tinggi sekali, dan itu mengurangi akal sehatku dan pada saat yang sama meningkatkan keberanianku.

Setelah satu menit berlalu situasi kembali normal, kuangkat sarungku sehingga burungku yang berdiri tegak dan mengkilat menjadi bebas, kurapatkan tubuh bagian bawahku kebokong mertuaku sehingga ujung penisku menempel pada pangkal pahanya yang tertutup CD. Kenikmatan mulai menjalar dalam penisku, aku makin berani, kuselipkan ujung penisku di jepitan pangkal pahanya sambil kudorong sedikit sedikit, sehingga kepala penisku kini terjepit penuh dipangkal pahanya, rasa penisku enak sekali, apalagi ketika mertuaku mengeser kakinya sedikit, entah disengaja entah tidak.

Tanpa meninggalkan kewaspadaan mengamati gerak gerik istri, kurangkul tubuh mertuaku dan kuselipkan tanganku untuk meremas buah dadanya dari luar daster tanpa BH. Cukup lama aku melakukan remasan remasan lembut dan menggesekan gesekkan penisku dijepitan paha belakangnya. Aku tidak tahu pasti apakah mertuaku masih terlelap tidur atau tidak tapi yang pasti kurasakan puting dibalik dasternya terasa mengeras. Dan kini kusadari bahwa dengkur halus dari mertuaku sudah hilang.., kalau begitu..pasti ibuku mertuaku sudah terjaga..? Kenapa diam saja? kenapa dia tidak memukul atau menendangku, atau dia kasihan kepadaku? atau dia menikmati..? Oh.. aku makin terangsang.

Tak puas dengan buah dadanya, tanganku mulai pindah keperutnya dan turun keselangkangannya, tetapi posisinya yang menyebabkan tangan kananku tak bisa menjangkau daerah sensitifnya. Tiba tiba ia bergerak, tangannya memegang tanganku, kembali aku pura pura tidur tanpa merrubah posisiku sambil berdebar debar menanti reaksinya. Dari sudut mataku kulihat dia menoleh kepadaku, diangkatnya tanganku dengan lembut dan disingkirkannya dari tubuhnya, dan ketika itupun dia sudah mengetahui bahwa dasternya sudah tersingkap sementara ujung penisku yang sudah mengeras terjepit diantara pahanya.
Jantungku rasanya berhenti menunggu reaksinya lebih jauh. Dia melihatku sekali lagi, terlihat samar samar tidak tampak kemarahan dalam wajahnya, dan ini sangat melegakanku .

Dan yang lebih mengejutkanku adalah dia tidak menggeser bokongnya menjauhi tubuhku, tidak menyingkirkan penisku dari jepitan pahanya dan apalagi membetulkan dasternya. Dia kembali memunggungiku meneruskan tidurnya, aku makin yakin bahwa sebelumnya mertuaku menikmati remasanku di payudaranya, hal ini menyebabkan aku berani untuk mengulang perbuatanku untuk memeluk dan meremas buah dadanya. Tidak ada penolakan ketika tanganku menyelusup dan memutar mutar secara lembut langsung keputing teteknya melalui kancing depan dasternya yang telah kulepas. Walaupun mertuaku berpura pura tidur dan bersikap pasif, tapi aku dengar nafasnya sudah memburu.

Cukup lama kumainkan susunya sambil kusodokkan kemaluanku diantara jepitan pahanya pelan pelan, namun karena pahanya kering, aku tidak mendapat kenikmatan yang memadai, Kuangkat pelan pelan pahanya dengan tanganku, agar aku penisku terjepit dalam pahanya dengan lebih sempurna, namun dia justru membalikkan badannya menjadi terlentang, sehingga tangannya yang berada disebelah tangannya hampir menyetuh penisku, bersamaan dengan itu tangan kirinya mencari selimutnya menutupi tubuhnya. Kutengok istri yang berada dibelakangku, dia terlihat masih nyenyak tidurnya dan tidak menyadari bahwa sesuatu sedang terjadi diranjangnya.
Kusingkap dasternya yang berada dibawah selimut, dan tanganku merayap kebawah CDnya. Dan kurasakan vaginanya yang hangat dan berbulu halus itu sudah basah. Jari tanganku mulai mengelus, mengocok dan meremas kemaluan mertuaku. Nafasnya makin memburu sementara dia terlihat berusaha untuk menahan gerakan pinggulnya, yang kadang kadang terangkat, kadang mengeser kekiri kanan sedikit. Kunikmati wajahnya yang tegang sambil sekali kali menggigit bibirnya. Hampir saja aku tak bisa menahan nafsu untuk mencium bibirnya, tapi aku segera sadar bahwa itu akan menimbulkan gerakan yang dapat membangunkan istriku.

Setelah beberapa saat tangan kanannya masih pasif, maka kubimbing tangannya untuk mengelus elus penisku, walaupun agak alot akhirnya dia mau mengelus penisku, meremas bahkan mengocoknya. Agak lama kami saling meremas, mengelus, mengocok dan makin lama cepat, sampai kurasakan dia sudah mendekati puncaknya, mertuakan membuka matanya, dipandanginya wajahku erat erat, kerut dahinya menegang dan beberapa detik kemudian dia menghentakkan kepalanya menengadah kebelakang. Tangan kirinya mencengkeram dan menekan tanganku yang sedang mengocok lobang kemaluannya. Kurasakan semprotan cairan di pangkal telapak tanganku. Mertuaku mencapai puncak kenikmatan, dia telah orgasme. Dan pada waktu hampir yang bersamaan air maniku menyemprot kepahanya dan membasahi telapak tangannya. Kenikmatan yang luar biasa kudapatkan malam ini, kejadianya begitu saja terjadi tanpa rencana bahkan sebelumnya membayangkanpun aku tidak berani.

Sejak kejadian itu, sudah sebulan lebih mertuaku tidak pernah menginap dirumahku, walaupun komunikasi dengan istriku masih lancar melalui telpon. Istriku tidak curiga apa apa tetapi aku sendiri merasa rindu, aku terobsesi untuk melakukannya lebih jauh lagi. Kucoba beberapa kali kutelepon, tetapi selalu tidak mau menerima. Akhirnya setelah kupertimbangkan maka kuputuskan aku harus menemuinya.

Hari itu aku sengaja masuk kantor separo hari, dan aku berniat menemuinya dirumahnya, sesampai dirumahnya kulihat tokonya sepi pengunjung, hanya dua orang penjaga tokonya terlihar asik sedang ngobrol. Tokonya terletak beberapa meter dari rumah induk yang cukup besar dan luas. Aku langsung masuk kerumah mertuaku setelah basa basi dengan penjaga tokonya yang kukenal dengan baik. Aku disambut dengan ramah oleh mertuaku, seolah olah tidak pernah terjadi sesuatu apa apa, antara kami berdua, padahal sikapku sangat kikuk dan salah tingkah.

“Tumben tumbenan mampir kesini pada jam kantor?”
“Ya Bu, soalnya Ibu nggak pernah kesana lagi sih”
Mertuaku hanya tertawa mendengarkan jawabanku
“Ton. Ibu takut ah.. wong kamu kalau tidur tangannya kemana mana.., Untung istrimu nggak lihat, kalau dia lihat.. wah.. bisa berabe semua nantinya..”
“Kalau nggak ada Sri gimana Bu..?” tanyaku lebih berani.
“Ah kamu ada ada saja, Memangnya Sri masih kurang ngasinya, koq masih minta nambah sama ibunya.”
“Soalnya ibunya sama cantiknya dengan anaknya” gombalku.
“Sudahlah, kamu makan saja dulu nanti kalau mau istirahat, kamar depan bisa dipakai, kebetulan tadi masak pepes” selesai berkata ibuku masuk ke kamarnya.

Aku bimbang, makan dulu atau menyusul mertua kekamar. Ternyata nafsuku mengalahkan rasa lapar, aku langsung menyusul masuk kekamar, tetapi bukan dikamar depan seperti perintahnya melainkan kekamar tidur mertuaku. Pelan pelan kubuka pintu kamarnya yang tidak terkunci, kulihat dia baru saja merebahkan badannya dikasur, dan matanya menatapku, tidak mengundangku tapi juga tidak ada penolakan dari tatapannya. Aku segera naik keranjang dan perlahan lahan kupeluk tubuhnya yang gemulai, dan kutempelkan bibirku penuh kelembutan. Mertuaku menatapku sejenak sebelum akhirnya memejamkan matanya menikmati ciuman lembutku. Kami berciuman cukup lama, dan saling meraba dan dalam sekejap kami sudah tidak berpakaian, dan nafas kami saling memburu. Sejauh ini mertuaku hanya mengelus punggung dan kepalaku saja, sementara tanganku sudah mengelus paha bagian dalam. Ketika jariku mulai menyentuh vaginanya yang tipis dan berbulu halus, dia sengaja membuka pahanya lebar lebar, hanya sebentar jariku meraba kemaluanya yang sudah sangat basah itu, segera kulepas ciumanku dan kuarahkan mulutku ke vagina merona basah itu.

Pada awalnya dia menolak dan menutup pahanya erat erat.
“Emoh.. Ah nganggo tangan wae, saru ah.. risih..” namun aku tak menghiraukan kata katanya dan aku setengah memaksa, akhirnya dia mengalah dan membiarkan aku menikmati sajian yang sangat mempesona itu, kadang kadang kujilati klitorisnya, kadang kusedot sedot, bahkan kujepit itil mertuaku dengan bibirku lalu kutarik tarik keluar.
“Terus nak Ton.., Enak banget.. oh.. Ibu wis suwe ora ngrasakke penak koyo ngene sstt”
Mertuaku sudah merintih rintih dengan suara halus, sementara sambil membuka lebar pahanya, pinggulnya sering diangkat dan diputar putar halus. Tangan kiriku yang meremas remas buah dadanya, kini jariku sudah masuk kedalam mulutnya untuk disedot sedot.

Ketika kulihat mertuaku sudah mendekati klimax, maka kuhentikan jilatanku dimemeknya, kusodorkan kontolku kemulutnya, tapi dia membuang muka kekiri dan kekanan, mati matian tidak mau mengisap penisku. Dan akupun tidak mau memaksakan kehendak, kembali kucium bibirnya, kutindih tubuhnya dan kudekap erat erat, kubuka leber lebar pahanya dan kuarahkan ujung penisku yang mengkilat dibibr vaginanya.

Mertuaku sudah tanpa daya dalam pelukanku, kumainkan penisku dibibir kemaluannya yang sudah basah, kumasukkan kepala penis, kukocok kocok sedikt, kemudian kutarik lagi beberapa kali kulakukan.
“Enak Bu?”
“He eh, dikocok koyo ngono tempikku keri, wis cukup Ton, manukmu blesekno sin jero..”
“Sekedap malih Bu, taksih eco ngaten, keri sekedik sekedik”
“Wis wis, aku wis ora tahan meneh, blesekno sih jero meneh Ton oohh.. ssttss.. Ibu wis ora tahan meneh, aduh enak banget tempikku” sambil berkata begitu diangkatnya tinggi tinggi bokongnya, bersamaan dengan itu kumasukkan kontolku makin kedalam memeknya sampai kepangkalnya, kutekan kontolku dalam dalam, sementara Ibu mertuaku berusaha memutar mutar pinggulnya, kukocokkan penisku dengan irama yang tetap, sementara tubuhnya rapat kudekap, bibirku menempel dipipinya, kadang kujilat lehernya, ekspresi wajahnya berganti ganti. Rupanya Ibu anak sama saja, jika sedang menikmati sex mulutnya tidak bisa diam, dari kata jorok sampai rintihan bahkan mendekati tangisan.

Ketika rintihannya mulai mengeras dan wajahnya sudah diangkat keatas aku segera tahu bahwa mertua akan segera orgasme, kukocok kontolku makin cepat.
“Ton..aduh aduh.. Tempikku senut senut, ssttss.. Heeh kontolmu gede, enak banget.. Ton aku meh metu.. oohh.. Aku wis metu..oohh.”

Mertuaku menjerit cukup keras dan bersamaan dengan itu aku merasakan semprotan cairan dalam vaginanya. Tubuhnya lemas dalam dekapanku, kubiarkan beberapa menit untuk menikmati sisa sisa orgasmenya sementara aku sendiri dalam posisi nanggung.
Kucabut penisku yang basah kuyup oleh lendirnya memekknya, dan kusodorkan ke mulutnya, tapi dia tetap menolak namun dia menggegam penisku untuk dikocok didepan wajahnya. Ketika kocokkannya makin cepat, aku tidak tahan lagi dan muncratlah lahar maniku kewajahnya.

Siang itu aku sangat puas demikian juga mertuaku, bahkan sebelum pulang aku sempat melakukannya lagi, ronde kedua ini mertuaku bisa mengimbangi permainanku, dan kami bermain cukup lama dan kami bisa sampai mencapai orgasme pada saat yang sama.

[Gambar: 960x120-marina365.gif]

Cetak item ini

  JANGAN DIBUKA KALO BELOM SIAP BASAH
Diposting oleh: sponsorqq - 20-05-2018, 08:44 AM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: 13.jpg]

Cetak item ini

  Gadis Seksi Cantik Lihai Ngeseks
Diposting oleh: sponsorqq - 20-05-2018, 08:40 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan



Gadis Seksi Cantik Lihai Ngeseks - Selesai ku antarkan Pak Alvin yang setengah mabuk karena bersenang-senang di klub malam, ku pacu kendaraan dengan kecepatan sedang menuju tol dari arah Pondok Indah. Waktu sudah menunjukan pukul 02:30 pagi, jalan begitu sepi karena malam dan hujan yang tak kunjung berhenti.

“Besok Jakarta pasti banjir nih, hujan seharian gini…” gumamku dalam hati.

Sekitar 100 meter setelah melewati Pondok Indah Plaza, aku melihat sebuah sedan menepi dengan kap mesin yang terbuka. Aku pun tanpa pikir panjang segera berhenti di belakang mobil tersebut, berniat untuk membantu. “Mana mungkin ada orang jahat pura-pura minta tolong jam segini ditengah hujan deras, dengan mobil yang lebih mahal dari mobil yang ku bawa malah…” Pikirku dalam hati.

Segera ku ambil payung di bagian belakang mobil, dan menghampiri si pemilik mobil yang sedang berdiri sambil memegangi payung di depan kap mobil tersebut.

“Kenapa mobilnya, pak? Ada yang bisa saya bantu?” Tanyaku ramah sambil mengerenyitkan dahi, cahaya yang redup dan hujan yang cukup deras, membuatku kesulitan melihat si pemilik mobil yang sedikit tertutup payung.

“Ini, Mas. Mogok, gak tau kenapa…” Jawabnya pelan. Aku pun kaget karena ternyata ia seorang perempuan, dari suaranya terdengar belum terlalu tua. Mungkin sekitar 30 tahunan.

“Oh, maaf mbak gak liat, kirain cowok, hehehe…” Balasku untuk memecah kekakuan. “Coba sebentar saya liat, kebetulan saya ngerti mesin kok…”

Wanita tersebut memersilahkan aku untuk menangani mobilnya. Aku pun sibuk memerhatikan dan mencari tahu masalah sampai mobil tersebut tidak mau menyala.

“Kenapa tidak telepon asuransi atau tukang derek aja, mbak?” Kataku sambil tetap berfokus pada mesin mobilnya.

“Maunya sih gitu, tapi handphone saya mati semua, Mas. Batrenya abis…” Jawabnya memelas. Suaranya sudah parau, sepertinya ia baru saja menangis.

“Kalau saya cek sih, gak ada masalah apa-apa, mbak. Saya bingung juga kalau liatnya ditempat gelap dan hujan deras gini…” Jelasku singkat. “Saya pinjamkan handphone untuk menelpon asuransi atau tukang derek saja ya, mbak. Bagaimana?” Tawarku padanya. Ia hanya mengangguk pelan.

“Makasih ya, Mas…” Ujarnya saat ku berlalu menuju mobil untuk mengambil handphone ku.

“Ini Mbak…” Kataku sambil menyerahkan handphone bututku yang bahkan tidak memiliki kamera tersebut.

Wanita tersebut meraih ponselku dan mengambil sepucuk kartu nama dari dompetnya. Aku sedikit menjauhkan diri saat ia sedang menelpon setelah aku tutup kembali kap mesinnya.

Tidak lama kemudian, “Ini mass… Terima kasih banyak ya. Aku sudah menelpon tukang derek supaya mobilku bisa diangkut ke bengkel…”

“Iya, mbak sama-sama. Mbak mau pulang kemana emangnya?”

“Ke Pondok Labu, Mas…” Jawabnya singkat. Awalnya aku ingin menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, tapi langsung ku urungkan niat tersebut karena yakin ia akan menolak, mungkin ia takut akan ku perkosa.

“Saya temani disini ya mbak sampai tukang dereknya datang. Daripada sendirian, kalau ada orang jahat, bisa repot…” Tawarku.

“Gak usah repot-repot, mas. Sudah dipinjamkan handphone saja sudah cukup kok.”

“Gapapa kok, mbak. Saya juga bawa mobil, tau lah rasanya gimana kayak mbak gini.” Balasku tenang. “Ini, ini KTP saya, kalau-kalau mbak takut saya berbuat jahat, paling gak mbak tau identitas saya…” Ujarku sambil menyodorkan KTP dari dalam dompetku.

Ia pun tersenyum, “Tidak perlu, mas. Saya tau kok mas orang baik dan tidak ada niat jahat.”

“Ya sudah kalau begitu saya temani ya.”

Wanita tersebut pun mengangguk.

“Mbak lebih baik duduk di dalam mobil, daripada kebasahan kena hujan gini…” Saranku padanya. “Saya temani disini saja.”

“Ya enggak dong, mas. Masa saya di mobil, mas di luar.”

“Kalau begitu, tunggu di mobil saya saja mbak. Biar saya hidupkan mesinnya, jadi ada AC dan lampunya. Bagaimana?”

Ia pun menyetujui ideku.

Kami berdua pun masuk ke dalam mobil. Ia duduk di kursi depan, dan aku duduk disampingnya di kursi pengemudi. Setelah lampu dalam mobil ku hidupkan, barulah ku bisa melihat dengan jelas wanita cantik yang sedang duduk disebelahku ini.

Tubuhnya cukup proporsional, dengan rambut hitam panjang sepunggung, celana jeans hitam ketat dan kaos putih yang ditutupi jaket coklat terlihat serasi dengan wajah manisnya. Hidung mancung, kulit putih dan bibir tipisnya menambah kecantikannya, apalagi saat ia sedang tersenyum.

“Mbak siapa namanya?” Tanyaku.

“Gisella, mas. Kalau mas?”

“Aku Shandy, mbak…”

“Gak usah pake mbak, Gisell aja mas..”

“Jangan pakai mas juga kalau gitu, Shandy saja…”

Ia pun tertawa kecil mendengar jawabanku.

“Kamu seperti habis menangis, kenapa sell?” Tanyaku.

Gisell terdiam sambil memandangi kaca depan mobil.

“Maaf kalau aku lancang, hanya bertanya…” Tambahku khawatir ia tersinggung dengan pertanyaanku barusan.

“Enggak kok, Shan. Aku capek aja, lagi banyak masalah, pas mau pulang eh mobil malah mogok. Bikin perasaan makin gak karuan…” Jelasnya.

“Banyak bersabar kalau gitu, mungkin emang lagi banyak cobaannya. Siapa tau besok malah banyak rejekinya.” Hiburku seadanya. Gisell pun sedikit tersenyum.

Obrolan pun mengalir, tanpa diminta Gisell pun menceritakan masalah yang sedang dihadapinya. Orang tuanya sedang dalam proses bercerai, pacarnya pergi meninggalkannya karena ia terlalu sibuk bekerja dan mengurus masalah ke dua orang tuanya. Gisell sendiri seorang karyawan di perusahaan tambang yang kantornya terletak di bilangan Pondok Indah. Lulusan universitas jurusan hukum.

Tidak terasa, hampir satu jam kami ngobrol kesana kemari, sampai akhirnya mobil derek datang. Gisell pun segera mengisi formulir yang diberikan, lalu masuk kembali ke dalam mobilku.

“Terima kasih banyak ya Shan sudah membantu…” Ucapnya begitu masuk ke dalam mobilku.

“Iya sama-sama, Sell. Aku antar ke rumah ya, gimana?”

“Kamu emang pulang kemana? Jangan deh, takut ngerepotin…”

“Enggak kok, kebetulan rumah ku di Cinere. Jadi searah kan sama rumahmu?”

“Oh ya? Iya deh kalau gitu, sekali lagi makasih ya. Udah ditolongin pinjem handphone, sekarang ditolongin sampe dianterin…”

“Udah, tenang aja…” Balasku.

Hari sudah semakin pagi, hujan sudah selesai berganti kabut tipis yang menutupi jalan. Tidak sampai setengah jam perjalanan, kami sudah mendekati tujuan.

“Rumah kamu dimana, Sell?” Tanyaku.

Gisell pun menunjukan arah ke rumahnya. Aku dengan teliti menyetir, selain karena mata yang sudah letih juga rasa kantuk yang semakin datang.

Tidak terlalu sulit mencari rumahnya karena terletak di pinggir jalan. Rumah besar yang mewah tersebut terlihat gelap tanpa cahaya sama sekali di dalamnya.

“Sepi banget, kamu tinggal sendiri?”

“Iya, sudah lama aku tinggal sendiri di sini. Orang tuaku tinggal di rumah yang di Kelapa Gading. Itu pun gak tau masih serumah atau udah pisah…” Jawabnya sedikit kesal.

Aku pun tidak berani untuk banyak bertanya.

Setelah pintu gerbang yang bisa dibuka otomatis dengan remote dari dalam tas Gisell terbuka, mobilku pun ku masukan lalu parkir di depan pintu masuk rumahnya.

Rumah bergaya minimalis, dua lantai dengan cat berwarna putih terlihat suram tanpa penghuni, kebun kecil di depannya pun kurang terawat karena banyak tanaman yang mati dan layu.

“Akhirnya sampai…” Ucapku sambil menarik rem mobilku.

“Iya nih. Shan, udah hampir pagi. Kamu gak mau tidur dulu aja di rumahku? Besok pagi baru pulang. Daripada kenapa-kenapa di jalan karena ngantuk…” Tanya Gisell.

“Enggak apa apa kok, udah biasa banget nyetir jam segini, namanya juga supir hehehe…” jawabku santai. Padahal dalam hati ingin sekali aku numpang tidur di rumahnya. Sayangnya aku merasa tidak enak hati untuk menerima tawarannya.

Namun berbeda dengan Gisell, ia memaksa diriku untuk menginap. “Anggap aja aku bayar utang budi karena kamu sudah membantu aku….” Begitu kata-katanya untuk membujukku.

Aku pun luluh dan menerima tawarannya.

Gisell memersilahkan aku masuk ke dalam rumahnya. Aku merasa canggung masuk ke rumah wanita muda cantik yang baru ku kenal beberapa jam yang lalu di pinggir jalan. Namun Gisell terlihat santai dengan kehadiranku.

Gisell pun menawarkan beberapa pakaian dan celana pendek untuk ku gunakan tidur, beberapa milik Ayahnya yang ukurannya tidak jauh berbeda denganku. Gisell juga mengantarkanku ke kamar tamu yang bisa kugunakan untuk beristirahat sampai matahari terbit beberapa jam lagi.

Segera saja ku baringkan tubuhku yang aktif dari pagi kemarin. Pukul 4 pagi, ku lihat di jam dinding yang ada di atas jendela kamar. Ku coba memejamkan mataku.

Belum sempat terlelap, pintuku diketuk pelan.

Aku pun bangkit dari kasur, menuju pintu dan membukanya. Gisell berdiri di depan kamarku, mengenakan piyama tipis dengan rambut yang terikat.

“Aku gak bisa tidur…” Ucapnya manja.

“Yah, terus gimana? Mau aku temenin dulu?” Tanyaku setengah mengantuk. Gisell mengangguk sambil berjalan masuk ke dalam kamarku tanpa ku minta. Ya memang ini rumahnya, namun aku semakin canggung harus bagaimana bila ia masuk ke kamarku tanpa diminta.

Gisell pun duduk di pinggir kasurku sambil melihatku yang berjalan mendekat. Ia pun memberikan isyarat dengan lambaian tangan agar aku mendekat.

“Kenapa Sell?” Tanyaku yang masih berdiri di hadapannya.

“Aku mau kasih sesuatu…” Dengan cepat Gisell menarik turun celanaku. Aku kaget bukan kepalang.

Tangan Gisell langsung meraih penisku, dan memasukannya ke dalam mulut.

Rasa kantuk ku pun hilang, ingin ku tolak perlakuan Gisell namun aku terlanjur menikmatinya. Aku hanya bisa merintih keenakan saat lidah Gisell menyapu batang penisku dan memaksa penisku untuk berdiri tegak.

“Ahhh Selll, kamu ini ahhhh…” Rintihku sambil meremas rambutnya. Hisapan Gisell di penisku semakin kuat.

Lahap sekali Gisell menikmati penisku. Tidak ada sedikitpun bagian yang terlewat dari hisapan dan jilatan lidahnya. Memberikan sensasi kenikmatan tersendiri bagiku yang sudah lama tidak menyentuh wanita ini.

Setelah beberapa menit, Gisell melepaskan penisku dan berdiri menghadapku. Tanpa basa basi segera ku lumat bibir tipisnya yang sudah menggodaku dari awal bertemu. Lidah kami saling berpagutan, dera nafas Gisell semakin berat saat tanganku menelusup masuk ke dalam pakaiannya, berusaha mencari dan meremas payudaranya yang lembut dan kenyal.

“Uhhh, Shandy….” Desisnya saat ku arahkan kecupanku ke lehernya. Ku jilati tiap senti kulitnya yang putih dan halus tersebut. Tubuhnya bergetar,

keringat mulai keluar meski udara begitu dingin karena hujan dan pendingin ruangan. Tangannya bergantian meremas rambut dan mencengkram punggungku.

Ku dorong tubuh Gisell agar terbaring di kasur. Ku tarik celana panjangnya sehingga terlihat celana dalamnya yang berwarna hitam. Kakinya begitu jenjang dan indah, suka sekali aku menatapnya berlama-lama.

Ku usapkan tanganku dari betis hingga ke pahanya, mengirimkan rasa geli ke seluruh tubuhnya yang semakin menegang. Rintihan-rintihan kecil menghidupkan kamar yang biasanya sepi tersebut.

Perlahan ku tarik celana dalam Gisell, kali ini terpampang jelas vagina cantik dengan bulu kemaluan yang dicukur rapih dibagian atasnya. Bibir vaginanya sudah merekah basah, klitorisnya sedikit menyumbul keluar, tanda ia sudah tidak sabar untuk dinikmati olehku.

Ku dekatkan kepalaku ke arah vaginanya. Dengan kedua jari, ku buka bibir vaginanya dan ku sapu lembut dengan lidahku. Gisell menggelinjang, tangannya menarik seprei, rintihannya berubah menjadi teriakan menahan hasrat yang begitu menggairahkan.

“Arrrgghhhh, Shandyyyyy! Terus Shannnn!”

Aku pun tidak memedulikan teriakannya. Rumahnya yang besar, hujan deras yang kembali turun, sudah pasti tidak akan ada tetangga yang mendengar teriakan nikmat Gisell. Hal itu justru semakin meningkatkan gairahku untuk menyetubuhinya.

Kali ini ku masukan kedua jariku, perlahan ku mainkan lubang kenikmatan Gisell. Tentu saja ia semakin menggelinjang dan menikmati perlakuanku. Gisell pun tidak bisa menahan lagi, ia orgasme dan mengeluarkan cairan kenikmatan dari dalam vaginanya.

“Argghh ohhhhhhh, Shandyyy aku keluarrrrr…..” Teriaknya sambil menarik rambutku.

Ku biarkan cairannya yang berwarna putih bening mengalir keluar dari dalam vaginanya, lalu ku hisap dan ku jilat habis, hanya menyisakan kenikmatan disekujur tubuh Gisell.

Aku pun bangkit dan mendekap tubuhnya yang hangat. Gisel mengulurkan tangannya ke dalam saku piyamanya. Ternyata Gisell menyiapkan kondom untuk pertempurannya denganku. Tidak bisa kulihat jelas kondom berwarna hitam tersebut karena lampu kamar yang mati, hanya diterangi temaram lampu meja berwarna kuning.

“Sini, kupakein dulu…” Pinta Gisell, aku pun menggeser pinggulku agar penisku mendekat ke arahnya. Gisell memasangkan kondom di penisku, lalu ia mengubah posisi diatasku. Digenggamnya lembut penisku yang sudah tegang dari awal hisapan mulutnya tadi, diarahkannya ke lubang vaginanya yang masih merekah merah.

Aku hanya bisa menyaksikan sambil berusaha membuka kancing piyama Gisell satu persatu, lalu ku buka bra berwarna hitam yang menutupi payudaranya. Samar terlihat putingnya berwarna pink yang menegang kencang dan membesar.

Ku remas pelan payudaranya saat penisku merengsek masuk ke dalam vagina Gisell. Terasa hangat, licin dan kuat menghisap penisku. Begitu penisku masuk seluruhnya, Gisell mendiamkannya sesaat agar vaginanya terbiasa. Penisku memang terbilang besar dan panjang, Gisell pun merintih kecil saat mendapatkan itu di dalam vaginanya untuk pertama kali.

Selang beberapa detik, Gisell menggerakan pinggulnya ke depan dan belakang. Tangannya mencengkram perutku, kepalanya mengadah ke atas dengan mulut terbuka lebar seakan udara tak mampu mengisi otaknya yang saat ini sedang diburu nafsu birahi.

“Arrrgghhhh, enak banget sih kontol kamu, Shan. Suka bangetttt….” Desis Gisell ditengah goyangan pinggulnya.

Aku yang sibuk meremas payudaranya hanya bisa tersenyum sambil memilin kecil putingnya.

Gisell pun merubah goyangan pinggulnya, kali ini naik turun dengan frekuensi yang tidak terlalu cepat. Setiap hentakan yang mengantarkan penisku ke ujung vaginanya, menambah volume suara Gisell yang sedang dirundung nafsu.

“Arghhh, arghhhh ssssshhhhhhhh…..” Rintih Gisell.

Aku yang puas meremas payudara Gisell, memindahkan tanganku untuk meremas pantatnya yang kencang. Ku bantu mengangkat pantatnya agar genjotannya semakin cepat. Gisell mengerang kencang saat mencapai puncak kenikmatan yang kedua kalinya.

“Arrrghh, Shandyyyyyyy aku keluarrrr Shanddddd!!!” Crot crot crot. Vagina Gisell terasa menjepit penisku semakin kuat. Gisell ambruk diatas tubuhku. Aku pun mendekapnya dengan penuh kelembutan.

Perlahan aku bangkit masih dengan mendekap Gisell. Ku rubah posisi agar aku yang diatas tanpa mencabut penisku dari dalam vaginanya.

Ku genjot lagi vagina Gisell yang hangat, dengan tanganku yang meremas payudaranya gemas.

“Aarrgggh, Shannn. Kamu kuat banget sihhh….”

“Kamu juga kenapa enak banget sih?” balasku sambil mengusap perut dan pinggangnya. Gisell memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.

Hampir lima menit aku berada di posisi tersebut. Gisell mencapai klimaks untuk yang ketiga kalinya. Sedangkan aku? Aku pun bingung kenapa penisku ini begitu kuat menggarap vagina Gisell. Mungkin karena kemolekan tubuhnya yang membuatku bersemangat, atau kondom yang diberikan Gisell mengandung cairan pelumas yang membuatku bisa kuat bertahan selama ini? Aku tidak tahu, dan tidak ingin memikirkannya, saat ini aku hanya ingin membuat Gisell lemas tak berdaya karena nikmat yang aku berikan.

Aku memberikan sedikit waktu untuk Gisell mengumpulkan nafas dan tenaganya setelah orgasmenya yang ketiga tersebut. Ku perhatikan sejenak wanita yang terbaring tanpa busana dibawah tubuhku ini. Entah mimpi apa aku semalam bisa menikmatinya, bahkan aku belum pernah memiliki pacar secantik Gisell. Ia sendiri wanita cantik, pintar dan kaya raya yang selevel dengan putri bossku. Bisa dibilang, ia termasuk wanita yang awalnya aku kira tidak akan pernah bisa aku tiduri.

Aku meminta Gisell untuk berdiri, ku tarik tangannya perlahan, mengarahkannya ke luar kamar. Aku menuju sofa di ruang TV rumahnya. Sofa empuk berbalut kulit coklat dengan ukuran yang cukup besar untuk permainan liar kita berdua.

Aku duduk dan mengisyaratkan Gisell untuk duduk di atasku. Kali ini posisinya memunggungi diriku. Aku begitu menyukai posisi tersebut karena bisa dengan leluasa meremas pantatnya dan menyaksikan bagaimana penisku terlahap vaginanya dengan rakus.

Dengan tenaga yang tersisa, Gisell menggenjot penisku sekali lagi. Tubuhnya terlihat sangat indah saat menyatu dengan tubuhku. Ringkuhan tubuh Gisell saat menahan kenikmatan membuatku gairahku tak kunjung padam.

“Shandyyyy, enak bangetttt. Kamu kok kuat bangettt… Ohhh ssshhhhh gak keluar keluar sshhhhhh dari tadiiii…” Racau Gisell.

Aku pun membiarkan Gisell mempermainkan penisku di dalam vaginanya. Terasa kedutan kencang di dalam vaginanya yang menambah kenikmatan di penisku.

“Urrghhh, Shannnn….” Desis Gisell.

Semakin lama, penisku terasa semakin sesak karena dorongan sperma yang sudah tidak sabar untuk keluar bebas. Ku pegangi pantat Gisell dan ku kendalikan genjotannya agar semakin cepat.

Hisapan kuat vaginanya membuatku tak kuasa menahan lebih lama.
“Aku mau keluar, Selll….” Ucapku berbisik pelan.

Dan benar saja, beberapa detik kemudian penisku memuntahkan sperma berkali-kali. Membuatku lemas tak berdaya saat itu juga.

“Arrggghhh, sellll!!!” Teriakku saat orgasme sambil menarik tubuhnya dan meremas payudaranya. Rupanya Gisell pun orgasme, empat kali ia mencapai puncak, ku yakin sudah tak berdaya lagi tubuhnya.

Gisell pun menjatuhkan dirinya ke sampingku. Ku lihat kondom yang menancap di penisku sedikit menggembung karena banyaknya sperma yang keluar. Dengan perlahan ku tarik kondom agar tidak ada cairan kenikmatanku yang tumpah.

“Kamu gila…” Bisik Gisell. Kepalanya menghadap ke jendela, matanya terpejam, namun kata-kata tersebut tidak bisa ia tahan untuk tidak diutarakan.

“Baru kali ini aku main selama ini, dan seenak ini. Ganti ganti gaya pula. OK banget lah kamu…” Puji Gisell lagi. Aku hanya menoleh sebentar dan tersenyum.

Ku angkat tubuh Gisell yang lemas tak berdaya itu ke kamar ku lagi. Ku baringkan dan ku selimuti, lalu aku ikut berbaring di sampingnya.

Hari sudah terang karena matahari yang terjaga dari tidur lelapnya. Kali ini giliran kami beristirahat sambil menikmati sisa sisa kenikmatan duniawi yang baru saja kami dapatkan bertubi-tubi.

Ku dekap tubuh Gisell, ku kecup lehernya dari belakang. Kami pun terlelap.

Cetak item ini