Selamat Datang, Tamu
Anda harus mendaftar sebelum Anda dapat melakukan posting pada situs kami.


  

Password
  





Cari Forum

(Pencarian Mahir)

Statistik Forum
» Anggota: 38
» Anggota terakhir: jaguarqq
» Thread forum: 1,137
» Posting Forum: 1,541

Statistik Lengkap

Pengguna Yang Online
Sedang ada 14 pengguna online.
» 0 Anggota | 14 Tamu(s)

Thread Terakhir
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Video Bokep xXx
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 17
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Foto Bokep xXx
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 15
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Jual Beli Alat Sex xXx
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 14
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 32
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Poker | Domino 99 | Sakong | Adu Q | Capsa Susun | Bandar Q | Bandar Poker
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 17
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Betting Bola Online | Betting Togel | Tangkas
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 18
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Live Casino Online | Baccarat Online | Slots | Roulette Uang Asli
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 23
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Prediksi Togel Lengkap
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 19
JAGUARQQ AGEN BANDARQ AGE...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: jaguarqq

» Balasan: 5
» Tampilan: 16
Perselingkuhan Dengan Man...
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: gemapoker

» Balasan: 0
» Tampilan: 266

 
  Prediksi Real Sociedad vs Barcelona 15 Januari 2018
Diposting oleh: klikbets - 14-01-2018, 01:54 PM - Prediksi Bola Terlengkap - Tidak Ada Balasan

[Gambar: pizap7.jpg]


TopPrediksi -  Pemimpin klasemen Barcelona akan bertandang ke markas Real Sociedad pada jornada 19 La Liga 2017/18, Senin (15/1). Sang raksasa Catalan datang ke Anoeta dengan mengusung sebuah misi penaklukan.

Dalam tujuh laga tandang terakhirnya melawan Sociedad di La Liga, Barcelona tak sekalipun sanggup meraih kemenangan. Sejak Sociedad kembali ke divisi tertinggi pada musim 2010/11, setelah tiga musim berkubang di Segunda, mereka unbeaten melawan Barcelona di Anoeta.

Terakhir kali Barcelona memenangi pertandingan La Liga di Anoeta adalah dengan skor 2-0 pada musim 2006/07 silam. Waktu itu, Barcelona yang dilatih Frank Rijkard menang lewat gol-gol Andres Iniesta dan Samuel Eto'o. Dua gol tersebut semuanya lahir dari assist Ronaldinho.

Namun dalam tujuh lawatan terakhir ke markas Sociedad, Barcelona hanya mampu meraih dua hasil imbang dan dipaksa menelan lima kekalahan. Barcelona bertekad memutus tren buruk itu.

Pasukan Ernesto Valverde diyakini punya kans bagus untuk melakukannya.

Spirit Barcelona sedang berada di titik optimal. Mereka baru saja menghabisi Celta Vigo 5-0 di babak 16 besar Copa del Rey dan lolos ke perempat final dengan agregat 6-1. Dua gol Lionel Messi serta masing-masing satu gol dari Jordi Alba, Luis Suarez dan Ivan Rakitic ke gawang Celta memperpanjang catatan unbeaten Barcelona musim ini jadi 28.

Sociedad sebaliknya. Performa pasukan Eusebio Sacristan jauh dari kata meyakinkan. Terakhir, Sociedad kalah 0-1 melawan Leganes. Kekalahan itu membuat mereka sekarang terdampar di peringkat 12 klasemen sementara, 25 poin di belakang Barcelona.

Rekor bagus Sociead melawan Barcelona di Anoeta berada dalam ancaman serius.

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
Di kubu Sociedad, pelatih Eusebio kehilangan Inigo Martinez yang cedera. Di lini serang, Eusebio bakal berharap banyak pada trio Willian Jose, Mikel Oyarzabal dan Adnan Januzaj.

Sementara itu, Barcelona belum bisa diperkuat Samuel Umtiti, Paco Alcacer dan rekrutan baru Philippe Coutinho yang masih cedera. Ousmane Dembele diragukan bakal jadi starter.

Sociedad (4-3-3): Rulli; Odriozola, Diego Llorente, Raul Navas, Kevin; Illaramendi, Xabi Prieto, Zurutuza; Oyarzabal, Willian Jose, Januzaj.
Barcelona (4-4-2): Ter Stegen; Sergi Roberto, Pique, Vermaelen, Jordi Alba; Iniesta, Busquets, Paulinho, Rakitic; Messi, Luis Suarez.

HEAD TO HEAD (6 PERTEMUAN TERAKHIR)
16-04-2017 Barcelona 3-2 Sociedad (La Liga)
27-01-2017 Barcelona 5-2 Sociedad (Copa del Rey)
20-01-2017 Sociedad 0-1 Barcelona (Copa del Rey)
28-11-2016 Sociedad 1-1 Barcelona (La Liga)
10-04-2016 Sociedad 1-0 Barcelona (La Liga)
28-11-2015 Barcelona 4-0 Sociedad (La Liga).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR SOCIEDAD
08-12-2017 Sociedad 1-3 Zenit (UEL)
10-12-2017 Sociedad 0-2 Malaga (La Liga)
16-12-2017 Bilbao 0-0 Sociedad (La Liga)
21-12-2017 Sociedad 3-1 Sevilla (La Liga)
07-01-2018 Leganes 1-0 Sociedad (La Liga).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR BARCELONA
18-12-2017 Barcelona 4-0 Deportivo (La Liga)
23-12-2017 Madrid 0-3 Barcelona (La Liga)
05-01-2018 Celta 1-1 Barcelona (Copa del Rey)
07-01-2018 Barcelona 3-0 Levante (La Liga)
12-01-2018 Barcelona 5-0 Celta (Copa del Rey).

PREDIKSI SKOR
Sociedad hanya menang sekali dalam lima laga kandang terakhirnya di semua kompetisi (M1 S1 K3). Sementara itu, Barcelona tak terkalahkan dalam 14 laga tandang terakhirnya di La Liga (M9 S5).

Barcelona juga selalu menang tanpa kebobolan dalam dua laga tandang terakhirnya di La Liga, yakni 2-0 lawan Villarreal dan 3-0 lawan Real Madrid.


Prediksi skor akhir: Real Sociedad 0-2 Barcelona. (bola/gia)





[Gambar: slideshow_728x90.gif]

Cetak item ini

  Selingkuh Bercinta Dengan Mertua Hingga Lemas
Diposting oleh: suryaqq - 14-01-2018, 01:41 PM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Freeshipping-Sexy-Bra-sets-Popular-Ladie...40x640.jpg]

Selingkuh Bercinta Dengan Mertua Hingga Lemas - Namaku Novianti. Usiaku telah menginjak kepala tiga. Telah menikah setahun lebih serta baru memiliki seorang bayi laki-laki. Suamiku berumur hanya lebih tua satu tahun dariku. Kenasiban kita bisa dikatakan sangat tersanjung. Terbukti kita berdua kawin dalam umur agak telat telah diatas 30 tahun.

Selewat 40 hari dari melahirkan, suamiku tetap takut untuk berhubungan seks. Mungkin dirinya tetap teringat pada waktu aku menjerit-jerit pada saat melahirkan, terbukti dirinya juga turut masuk ke ruang persalinan mengantarkan saya waktu melahirkan.

Di samping itu aku terbukti juga sibuk benar dengan si kecil, baik siang maupun malam hari. Si kecil tak jarang bangun malam-malam, nangis serta aku wajib menyusuinya hingga dirinya tidur kembali. Sementara suamiku terus sibuk saja di kantor, maklum dirinya bekerja di sebuah kantor Bank Pemerintah di tahap Teknologi, jadi pulangnya tak jarang telat.

Kondisi ini berjalan dari hari ke hari, hingga sebuahsaat terjadi faktor baru yang mewarnai kenasiban kami, terutama kenasiban pribadiku sendiri. Ketika itu kami mendapat berita bahwa ayah mertuaku yang berada di Amerika bermaksud datang ke tempat kami.

Cerita Sex Terakhir – Terbukti selagi ini kedua mertuaku tinggal di Amerika bersama dengan anak perempuan mereka yang menikah dengan orang sana. Dirinya datang hari ini ke Indonesia sendiri untuk menyelesaikan sesuatu urusan. Bunda mertua nggak dapat ikut sebab katanya kakinya sakit.

Ketika hingga waktu kedatangannya, kami menjemput di airport, suamiku langsung mencari-cari ayahnya. Suamiku langsung berteriak gembira ketika menemukan sosok seorang pria yang tengah duduk sendiri di ruang tunggu. Orang itu langsung berdiri serta menghampiri kami. Ia lalu berpelukan dengan suamiku. Saling melepas rindu. Aku memperhatikan mereka.

Ayah mertuaku tetap nampak muda diumurnya menjelang akhir 50-an, walau kulihat ada berbagai helai uban di rambutnya. Tubuhnya yang tinggi besar, dengan kulit gelap tetap tegap serta berotot. Kelihatannya ia tak sempat meninggalkan kebiasaannya berolah raga sejak dulu. Beliau berasal dari belahan Indonesia Timur serta sebelum pensiun ayah mertua merupakan seorang perwira.

“Hei nak Novi. Apa khabar…!”, sapa ayah mertua padaku ketika berakhir berpelukan dengan suamiku.
“Ayah, apa berita? Sehat-sehat saja kan? Bagaimana keadaan Bunda di Amerika..?” balasku.
“Oh…Ibu baik-baik saja. Beliau nggak dapat ikut, sebab kakinya agak sakit, mungkin keseleo….”
“Ayo kami ke rumah”, kata suamiku kemudian.

Sejak adanya ayah di rumah, ada perubahan yang lumayan berarti dalam kenasiban kami. Kini suasana di rumah lebih hangat, penuh canda serta gelak tawa. Ayah mertuaku orangnya terbukti pandai mengangkat diri, pandai mengambil hati orang. Dengan adanya ayah mertua, suamiku jadi lebih betah di rumah. Ngobrol bersama, jalan-jalan bersama.    Agen Domino qq

Akan namun pada hari-hari tertentu, tetap saja pekerjaan kantornya menyita waktunya hingga malam, jadi dirinya baru hingga kerumah di atas jam 10 malam. Faktor ini biasanya pada hari-hari Senin setiap minggu. Hingga terjadilah momen ini pada hari Senin ketiga sejak kedatangan ayah mertua dari Amerika.

Sore itu aku habis senam semacam biasanya. Terbukti sejak sebulan seusai melahirkan, aku mulai giat lagi bersenam kembali, sebab terbukti sebelum hamil aku tergolong salah seorang yang amat giat meperbuat senam serta itu biasanya kuperbuat pada sore hari.

Seusai merasa lumayan kuat lagi, kini aku mulai bersenam lagi, disamping untuk melemaskan tubuh, juga kuharapkan tubuhku dapat cepat kembali ke bentuk semula yang langsing, sebab terbukti postur tubuhku tergolong tinggi kurus bakal namun padat.

Seusai mandi aku langsung makan dan kemudian meneteki si kecil di kamar. Mungkin sebab badan terasa penat dan pegal sehabis senam, aku sehingga mengantuk dan seusai si kecil kenyang dan tidur, aku menidurkan si kecil di box tempat tidurnya. Kemudian aku berbaring di tempat tidur. Saking telah sangat mengantuk, tanpa terasa aku langsung tertidur. Bahkan aku pun lupa mengunci pintu kamar.

Setengah bermimpi, aku merasakan tubuhku begitu enjoy. Rasa penat dan pegal-pegal tadi semacam berangsur hilang… Bahkan aku merasakan tubuhku bereaksi aneh. Rasa enjoy sedikit demi sedikit berubah menjadi sesuatu yang membikinku melayang-layang. Aku semacam dibuai oleh hembusan angin semilir yang menerpa tahap-bagian peka di tubuhku.

Tanpa sadar aku menggeliat merasakan semua ini sambil melenguh perlahan. Dalam tidurku, aku bermimpi suamiku sedang membelai-belai tubuhku dan bagusa terbukti telah lumayan lama kita tidak berhubungan badan, sejak kandunganku berusia 8 bulan, yang berarti telah hampir 3 bulan lamanya, maka terasa suamiku sangat agresif menjelajahi tahap-bagian sensitif dari aspek tubuhku.

Tiba-tiba aku sadar dari tidurku… tapi kayaknya mimpiku tetap terus berlanjut. Malah belaian, sentuhan dan remasan suamiku ke tubuhku makin terasa nyata. Kemudian aku mengira ini lakukanan suamiku yang telah kembali dari kantor. Ketika aku membuka mataku, terkesan cahaya terang tetap memancar masuk dari lobang angin dikamarku, yang berarti hari tetap sore. Lagian ini kan hari Senin, sewajibnya dirinya baru pulang agak malam, sehingga siapa ini yang sedang mencumbuku…

Aku segera tersadar dan membuka mataku lebar-lebar. Hampir saja aku menjerit sekuat tenaga begitu menonton orang yang sedang menggeluti tubuhku. Nyatanya… dirinya merupakan mertuaku sendiri. Menonton aku terbangun, mertuaku sambil tersenyum, terus saja melanjutkan kegiatannya menciumi betisku. Sementara dasterku telah terangkat tinggi-tinggi sampai menunjukan seluruh pahaku yang putih mulus.

“Yah…!! Stop….jangan…. Yaaahhhh…!!?” jeritku dengan suara tertahan sebab takut terdengar oleh Si Inah pembantuku.

“Nov, maafkan Bapak…. Kalian jangan marah semacam itu dong, sayang….!!” Ia malah mengatakan semacam itu, bukannya malu didamprat olehku.

“Ayah nggak boleh begitu, cepat keluar, saya mohon….!!”, pintaku menghiba, sebab kulihat tatapan mata mertuaku demikian liar sambil tangannya tidak berhenti menggerayang ke sekujur tubuhku.

Aku mencoba menggeliat bangun dan buru-buru menurunkan daster untuk menutupi pahaku dan beringsut-ingsut menjauhinya dan mepet ke ujung ranjang. Bakal namun mertuaku makin mendesak maju menghampiriku dan duduk persis di sampingku. Tubuhnya mepet kepadaku. Aku terus ketakutan.

“Nov… Kalian nggak kasihan menonton Bapak semacam ini? Ayolah, Bapak kan telah lama merindukan untuk dapat bercinta dan menikmati badan Novi yang langsing padat ini….!!!!”, desaknya.

“Jangan berkata begitu. Ingat Yah… aku kan menantumu…. istri Toni anakmu?”, jawabku mencoba menyadarinya.

“Jangan menyebut-nyebut si Toni saat ini, Bapak tahu Toni belum lagi menggauli nak Novi, sejak nak Novi habis melahirkan… Sangatlah keterlaluan tu anak….!!, lanjutnya.

Rupanya entah dengan tutorial bagaimana dirinya dapat memancing hubungan kami suami istri dari Toni. Ooooh…. sangatlah bego si Toni, batinku, nggak tahu kelakuan Bapaknya. Mertuaku sambil semakin mendesakku mengatakan bahwa ia telah bercinta dengan tidak sedikit wanita lain tidak hanya bunda mertua serta dirinya tidak sempat memperoleh wanita yang memiliki tubuh yang seluar biasa semacam tubuhku ini. Aku setengah tidak percaya mendengar omongannya. Ia hanya mencoba merayuku dengan rayuan terjangkauan serta berpendapat aku bakal merasa senang sebab ingin bercinta.

Aku mencoba menghindar… tapi telah tidak ada lagi ruang gerak bagiku di aspek tempat tidur. Ketika kutatap wajahnya, aku menonton mimik mukanya yang nampaknya makin hitam sebab telah dipenuhi nafsu birahi. Aku mulai berpikir bagaimana caranya untuk menurunkan hasrat birahi mertuaku yang kelihatan telah menggebu-gebu.

Menonton caranya, aku sadar mertuaku bakal berbuat apa pun supaya maksudnya bercinta kesampaian. Kemudian terlintas dalam pikiranku untuk mengocok kemaluannya saja, jadi nafsunya dapat tersalurkan tanpa wajib memperkosa aku. Akhirnya dengan hati-hati kutawarkan faktor itu kepadanya.

“Yahh… biar Novi mengocok Ayah saja ya… sebab Novi nggak mau ayah bercinta dengan Novi… Gimana…?”

Mertuaku diam serta tampak berpikir sejenak. Raut mukanya kelihatan sedikit sedih tetapi bercampur sedikit lega sebab aku tetap mau bernegosiasi.

“Baiklah..”, kata mertuaku seakan tidak punya opsi lain sebab aku ngotot tidak bakal memberbagi apa yang dimintanya.

Mungkin inilah kesalahanku. Aku terlalu yakin bahwa jalan keluar ini bakal meredam rasa ingin bercinta nya. Kupikir biasanya lelaki kalau telah tersalurkan tentu bakal surut nafsunya untuk kemudian tertidur. Aku lalu hebat celana pendeknya.

Ugh! Sialan, nyatanya dirinya telah tidak menggunakan celana dalam lagi. Begitu celananya kutarik, batangnya langsung melonjak berdiri semacam ada pernya. Aku sangat kaget serta terkesima menonton batang kemaluan mertuaku itu….

Oooohhhh…… sangatlah panjang serta besar. Jauh lebih besar daripada punya Toni suamiku. Mana hitam lagi, dengan kepalanya yang mengkilap bulat besar sangat tegang berdiri dengan gagah perkasa, padahal usianya telah tidak muda lagi.

Tanganku bergerak canggung. Bagaimananpun baru hari ini aku memegang kontol orang tidak hanya milik suamiku, mana sangat besar lagi jadi hampir tidak dapat muat dalam tanganku. Perlahan-lahan tanganku menggenggam batangnya. Kudengar lenguhan nikmat keluar dari mulutnya seraya menyebut namaku.

“Ooooohhh…..sssshhhh…..Noviii…eee..eeenaaak… betulll..!!!” Aku mendongak melirik kepadanya. Nampak wajah mertuaku meringis menahan remasan lembut tanganku pada batangnya.

Aku mulai bergerak turun naik menyusuri batangnya yang besar panjang serta teramat keras itu. Sekali-sekali ujung telunjukku mengusap moncongnya yang telah licin oleh cairan yang meleleh dari liangnya. Kudengar mertuaku kembali melenguh merasakan ngilu dampak usapanku. Aku tahu dirinya telah sangat bernafsu sekali serta mungkin dalam berbagai kali kocokan ia bakal menyemburkan air maninya. Sebentar lagi pasti bakal segera berakhir telah, pikirku mulai tenang.

Dua menit, tiga… hingga lima menit berikutnya mertuaku tetap bersi kukuh walau kocokanku telah terus cepat. Kurasakan tangan mertuaku menggerayangi ke arah dadaku. Aku kembali mengingatkan supaya jangan berbuat macam-macam.

“Nggak apa-apa …..biar cepet keluar..”, kata mertuaku memberi alasan.

Aku tidak mengiyakan serta juga tidak menepisnya sebab kupikir ada benarnya juga. Biar cepat berakhir, kataku dalam hati. Mertuaku tersenyum menontonku tidak melarangnya lagi. Ia dengan lembut serta hati-hati mulai meremas-remas kedua payudara di balik dasterku.

Aku terbukti tidak mengenakan kutang bagusa habis menyusui si kecil tadi. Jadi remasan tangan mertua langsung terasa sebab kain daster itu sangat tipis. Sebagai wanita normal, aku merasakan kenikmatan juga atas remasan ini.

Apalagi tanganku tetap menggenggam batangnya dengan erat, setidaknya aku mulai terpengaruh oleh keadaan ini. Walau dalam hati aku telah bertekad untuk menahan diri serta melakukan semua ini demi kebaikan diriku juga. Sebab pastinya seusai ini berakhir dirinya tidak bakal berbuat lebih jauh lagi padaku.

“Novi sayang.., buka ya? Sedikit aja..”, pinta mertuaku kemudian.
“Jangan Yah. Tadi kan telah janji nggak bakal macam-macam..”, ujarku mengingatkan.

“Sedikit aja. Ya?” desaknya lagi seraya menggeser tali daster dari pundakku jadi tahap atas tubuhku terbuka. Aku jadi gamang serta serba salah. Sementara tahap dada hingga ke pinggang telah telanjang. Nafas mertuaku terus memburu kencang menontonku setengah telanjang.

“Oh.., Novii kalian sangatlah cantik sekali….!!!”, pujinya sambil memilin-milin dengan hati-hati puting susuku, yang mulai basah dengan air susu. Aku terperangah. Situasi telah mulai mengarah pada faktor yang tidak kuinginkan.

Aku wajib bertindak cepat. Tanpa pikir panjang, langsung kumasukkan batang kemaluan mertuaku ke dalam mulutku serta mengulumnya sebisa mungkin supaya ia cepat-cepat berakhir serta tidak berlanjut lebih jauh lagi. Aku telah tidak mempedulikan lakukanan mertuaku pada tubuhku.

Aku biarkan tangannya dengan bebas menggerayang ke sekujur tubuhku, bahkan ketika kurasakan tangannya mulai mengelus-elus tahap kemaluanku pun aku tidak berusaha mencegahnya. Aku lebih berkonsentrasi untuk segera menyelesaikan semua ini secepatnya. Jilatan serta kulumanku pada batang kontolnya terus mengganas hingga-sampai mertuaku terengah-engah merasakan kelihaian permainan mulutku.

Aku tambah bersemangat serta terus yakin dengan performaku untuk membikinnya segera berakhir. Keyakinanku ini nyatanya berdampak fatal bagiku. Telah hampir setengah jam, aku belum menonton tanda-tanda apapun dari mertuaku. Aku jadi penasaran, sekaligus merasa tertantang. Suamiku pun yang telah terbiasa denganku, bila telah kukeluarkan performa semacam ini pasti takkan berawet. Tapi kenapa dengan mertuaku ini? Apa ia menggunakan obat kuat untuk bercinta ?

Saking penasarannya, aku jadi tidak lebih memperhatikan lakukanan mertuaku padaku. Entah sejak kapan daster tidurku telah terlepas dari tubuhku. Aku baru sadar ketika mertuaku berusaha hebat celana dalamku serta itu pun telat!

Begitu menengok ke bawah, celana itu baru saja terlepas dari ujung kakiku. Aku telah telanjang bulat! Ya ampun, kenapa kubiarkan semua ini terjadi. Aku rugi kenapa mengawalinya. Nyatanya kejadiannya tidak semacam yang kurencanakan. Aku terlalu arogan dengan keyakinanku. Saat ini semuanya telah telat. Acak-acakan semuanya! Pekikku dalam hati penuh penyesalan. Situasi terus tidak terkendali. Lagi-lagi aku kecolongan.

Mertuaku dengan lihainya serta tanpa kusadari telah membalikkan tubuhku hingga berlawanan dengan posisi tubuhnya. Kepalaku berada di bawahnya sementara kepalanya berada di bawahku. Kita telah berada dalam posisi enam sembilan! Tidak lama kemudian kurasakan sentuhan lembut di seputar selangkanganku. Tubuhku langsung bereaksi serta tanpa sadar aku menjerit lirih.

Suka tidak suka, mau tidak mau, kurasakan kenikmatan cumbuan mertuaku di kurang lebih itu. Akh menarik! Aku menjerit dalam hati sambil rugii diri. Aku marah pada diriku sendiri, khususnya pada tubuhku sendiri yang telah tidak mau mengikuti perintah pikiran sehatku.

Tubuhku meliuk-liuk mengikuti irama permainan lidah mertuaku. Kedua pahaku mengempit kepalanya seolah ingin membenamkan wajah itu ke dalam selangkanganku. Kuakui ia terbukti pandai membikin birahiku memuncak. Saat ini aku telah lupa dengan siasat semula. Aku telah terbawa arus bercinta.

Aku malah ingin mengimbangi permainan bercinta nya. Mulutku bermain dengan lincah. Batangnya kukempit dengan buah dadaku yang membusung penuh serta kenyal. Maklum, tetap menyusui. Sementara kontol itu bergerak di antara buah dadaku, mulutku tidak sempat lepas mengulumnya.

Tanpa kusadari kita saling mencumbu tahap vital masing-masing selagi lima belas menit. Aku terus yakin kalau mertuaku menggunakan obat kuat. Ia sama sekali belum menunjukan tanda-tanda bakal keluar, sementara aku telah mulai merasakan desiran-desiran kuat bergerak cepat ke arah pusat kewanitaanku.

Jilatan serta hisapan mulut mertuaku sangatlah membikinku tidak berdaya. Aku terus tidak terkendali. Pinggulku meliuk-liuk liar. Tubuhku mengejang, seluruh ajaran darah serasa terhenti serta aku tidak kuasa untuk menahan desakan kuat gelombang lahar panas yang mengalir begitu cepat.

“Oooohhhhh…….aaaa….aaaaa……aaauugghhhhhhhhh..!!!!!” aku menjerit lirih begitu ajaran itu mendobrak pertahananku. Kurasakan cairan kewanitaanku menyembur tidak tertahankan. Tubuhku menggelepar semacam ikan terlempar ke darat merasakan kenikmatan ini. Aku terkulai lemas sementara batang kontol mertuaku tetap berada dalam genggamanku serta tetap mengacung dengan gagahnya, bahkan terasa makin kencang saja.

Aku mengeluh sebab tidak punya opsi lain. Telah kepalang basah. Aku telah tidak memiliki lumayan tenaga lagi untuk mempertahankan kehormatanku, aku hanya tergolek lemah tidak berdaya saat mertuaku mulai menindih tubuhku. Dengan lembut ia mengusap wajahku serta mengatakan alangkah cantiknya aku kini ini.

“Noviii…..kau sungguh cantik. Tubuhmu indah serta langsing tapi padat berisi.., mmpphh..!!!”, katanya sambil menciumi bibirku, mencoba membuka bibirku dengan lidahnya.

Aku seakan terpesona oleh pujiannya. Cumbu rayunya begitu menggairahkanku. Aku diperperbuat bagaikan suatu  porselen yang mudah pecah. Begitu lembut serta hati-hati. Hatiku entah mengapa terus melambung tinggi mendengar semua kekagumannya kepada tubuhku.

Wajahku yang cantik, tubuhku yang indah serta berisi. Payudaraku yang membusung penuh serta menggantung indah di dada. Permukaan agak menggembung, pinggul yang membulat padat berisi menyambung dengan buah pantatku yang `bahenol’.   Bandar Sakong

Diwajah mertuaku kulihat menunjukan ekspresi kekaguman yang tidak terhingga saat matanya menatap nanar ke arah lembah bukit di kurang lebih selangkanganku yang baru numbuh bulu-bulu hitam pendek, dengan warna kultiku yang putih mulus. Kurasakan tangannya mengelus paha tahap dalam. Aku mendesis serta tanpa sadar membuka kedua kakiku yang tadinya merapat.

Mertuaku menempatkan diri di antara kedua kakiku yang terbuka lebar. Kurasakan kepala kontolnya yang besar ditempelkan pada bibir kemaluanku. Digesek-gesek, mulai dari atas hingga ke bawah. Naik turun. Aku merasa ngilu bercampur geli serta nikmat. Cairan yang tetap tersisa di kurang lebih itu membikin gesekannya terus lancar sebab licin.

Aku terengah-engah merasakannya. Kelihatannya ia sengaja meperbuat itu. Apalagi saat moncong kontolnya itu menggesek-gesek kelentitku yang telah menegang. Mertuaku menatap tajam menonton reaksiku. Aku balas menatap seolah memintanya untuk segera memasuki diriku secepatnya.

Ia tahu persis apa yang kurasakan saat itu. Tetapi kelihatannya ia ingin menontonku menderita oleh siksaan nafsuku sendiri. Kuakui terbukti aku telah tidak tahan untuk segera menikmati batang kontolnya dalam memekku. Aku ingin segera membikinnya `KO’ dalam bercinta. Terus terang aku sangat penasaran dengan keperkasaannya dalam bercinta. Kuingin buktikan bahwa aku dapat membikinnya cepat-cepat mencapai puncak kenikmatan.

“Yah..?” panggilku menghiba.
“Apa sayang…”, jawabnya seraya tersenyum menontonku tersiksa.
“Cepetan..yaaahhhhh…….!!!”
“Sabar sayang. Kalian ingin Bapak berbuat apa…….?” tanyanya pura-pura tidak mengerti.

Aku tidak menjawab. Pasti saja aku malu mengatakannya dengan cara terbuka apa keinginanku saat itu. Tetapi mertuaku semacamnya ingin mendengarnya langsung dari bibirku. Ia sengaja mengulur-ulur dengan hanya menggesek-gesekan kontolnya. Sementara aku sangatlah telah tidak tahan lagi mengekang birahiku.

“Novii….iiii… iiiingiiinnnn aaa…aaayahhhh….se….se.. seeegeeeraaaa ma… masukin..!!!”, kataku terbata-bata dengan terpaksa.

Aku sebetulnya sangat malu mengatakan ini. Aku yang tadi begitu ngotot tidak bakal memberbagi tubuhku padanya, saat ini malah meminta bercinta. Perempuan macam apa aku ini!?

“Apanya yang dimasukin…….!!”, tanyanya lagi semacam mengejek.
“Aaaaaaggggkkkkkhhhhh…..ya…yaaaahhhh. Ja…..ja….Jaaangan siksa Noviiii..!!!”
“Bapak tidak bermaksud menyiksa kalian sayang……!!”
“Oooooohhhhhh.., Yaaaahhhh… Noviii ingin dimasukin kontol ayah ke dalam memek Novi…… uugghhhh..!!!”

Aku hari ini telah tidak malu-malu lagi berkatanya dengan vulgar saking tidak tahannya menanggung gelombang birahi yang menggebu-gebu. Aku merasa semacam wanita jalang yang haus seks. Aku hampir tidak percaya mendengar ucapan itu keluar dari bibirku sendiri. Tapi apa mau dikata, terbukti aku sangat mengharapkan bercinta segera.

“Baiklah sayang. Tapi pelan-pelan ya”, kata mertuaku dengan penuh kemenangan telah sukses menaklukan diriku.

“Uugghh..”, aku melenguh merasakan desakan batang kontolnya yang besar itu. Aku menantikan lumayan lama gerakan kontol mertuaku memasuki diriku. Serasa tidak hingga-sampai. Tidak hanya besar, kontol mertuaku sangat panjang juga. Aku hingga menahan nafas saat batangnya terasa mentok di dalam. Rasanya hingga ke ulu hati. Aku baru bernafas lega ketika seluruh batangnya hanyut di dalam.

Mertuaku mulai menggerakkan pinggulnya perlahan-lahan. Satu, dua serta tiga tusukan mulai berlangsung lancar. Terus membanjirnya cairan dalam liang memekku membikin kontol mertuaku keluar masuk dengan lancarnya. Aku mengimbangi dengan gerakan pinggulku. Meliuk perlahan. Naik turun mengikuti irama tusukannya.

Gerakan kami terus lama terus meningkat cepat serta bertambah liar. Gerakanku telah tidak beraturan sebab yang penting bagiku tusukan itu mencapai tahap-bagian peka di dalam relung kewanitaanku. Dirinya tahu persis apa yang kuinginkan.

Ia bisa mengarahkan batangnya dengan cocok ke sasaran. Aku bagai berada di awang-awang merasakan kenikmatan yang hebat ini. Batang mertuaku menjejal penuh seluruh isi liangku, tidak ada sedikitpun ruang yang tersisa hingga gesekan batang itu sangat terasa di seluruh dinding vaginaku.

“Aduuhh.. auuffhh.., nngghh..!!!”, aku merintih, melenguh serta mengerang merasakan semua kenikmatan ini.

Kembali aku mengakui keperkasaan serta kelihaian mertuaku di atas ranjang. Ia begitu hebat, jantan serta entah apalagi sebutan yang layak kuberbagi padanya. Toni suamiku tidak ada apa-apanya dibandingkan ayahnya yang bobrok ini.

Yang tentu aku merasakan kepuasan tidak terhingga bercinta dengannya walau kusadari lakukanan ini sangat terlarang serta bakal mengdampakkan perpersoalanan besar nantinya. Namun saat itu aku telah tidak perduli serta takkan rugii kenikmatan yang kualami.

Mertuaku bergerak terus cepat. Kontolnya bertubi-tubi menusuk daerah-daerah sensitive. Aku meregang tidak kuasa menahan desiran-desiran yang mulai berdatangan semacam gelombang mendobrak pertahananku. Sementara mertuaku dengan gagahnya tetap melambaikan pinggulnya naik turun, ke kiri serta ke kanan. Eranganku terus keras terdengar seiring dengan gelombang dahsyat yang terus mendekati puncaknya.

Menonton reaksiku, mertuaku mempercepat gerakannya. Batang kontolnya yang besar serta panjang itu keluar masuk dengan cepatnya seakan tidak memperdulikan liangku yang sempit itu bakal terkoyak dampaknya. Kulihat tubuh mertuaku telah basah bermandikan keringat. Aku pun demikian. Tubuhku yang berkeringat nampak mengkilat terkena sinar lampu kamar.

Aku mencoba meraih tubuh mertuaku untuk mendekapnya. Serta disaat-saat kritis, aku sukses memeluknya dengan erat. Kurengkuh seluruh tubuhnya jadi menindih tubuhku dengan erat. Kurasakan tonjolan otot-ototnya yang tetap keras serta pejal di sekujur tubuhku. Kubenamkan wajahku di samping bahunya. Pinggul kuangkat tinggi-tinggi sementara kedua tanganku menggapai buah pantatnya serta hebat kuat-kuat.

Kurasakan semburan demi semburan memancar kencang dari dalam diriku. Aku meregang semacam ayam yang baru dipotong. Tubuhku mengejang-ngejang di atas puncak kenikmatan yang kualami untuk kedua kalinya saat itu.

“Yaaaah.., ooooohhhhhhh.., Yaaaahhhhh..eeee…eeennnaaaakkkkkkkk…!!!”

Hanya itu yang bisa keluar dari mulutku saking dahsyatnya kenikmatan yang kualami bersamanya.

“Sayang nikmatilah semua ini. Bapak ingin kalian bisa merasakan kepuasan yang sesungguhnya belum sempat kalian alami….”, bisik ayah dengan mesranya.

“Bapak sayang padamu, Bapak cinta padamu…. Bapak ingin melampiaskan kerinduan yang menyesak selagi ini..”, lanjutnya tidak henti-henti membisikan untaian kata-kata indah yang terdengar begitu romantis.

Aku mendengarnya dengan perasaan tidak menentu. Kenapa ini datangnya dari lelaki yang bukan semestinya kusayangi. Mengapa kenikmatan ini kualami bersama mertuaku sendiri, bukan dari anaknya yang menjadi suamiku…????. Tanpa terasa air mata menitik jatuh ke pipi. Mertuaku terkejut menonton ini. Ia nampak begitu khawatir menontonku menangis.

“Novi sayang, kenapa menangis?” bisiknya buru-buru.

“Maafkan Bapak kalau telah membikinmu menderita..”, lanjutnya seraya memeluk serta mengelus-elus rambutku dengan penuh kasih sayang. Aku terus kecewa merasakan ini. Namun ini bukan hanya salahnya. Aku pun berandil besar dalam kesalahan ini. Aku tidak bisa menyalahkannya saja. Aku wajib jujur serta adil menyikapinya.

“Bapak tidak salah. Novi yang salah..”, kataku kemudian.
“Tidak sayang. Bapak yang salah…”, katanya besikeras.
“Kita, Yah. Kami sama-sama salah”, kataku sekaligus memintanya untuk tidak memperdebatkan persoalan ini lagi.
“Terima kasih sayang”, kata mertuaku seraya menciumi wajah serta bibirku.

Kurasakan ciumannya di bibirku sukses membangkitkan kembali gairahku. Aku tetap penasaran dengannya. Hingga sekarang mertuaku belum juga mencapai puncaknya. Aku semacam memiliki utang yang belum terbayar. Hari ini aku bertekad keras untuk membikinnya mengalami kenikmatan semacam apa yang telah ia berbagi kepadaku.

Aku tidak sadar kenapa diriku jadi begitu antusias untuk meperbuatnya dengan sepenuh hati. Biarlah terjadi semacam ini, toh mertuaku tidak bakal selamanya berada di sini. Ia wajib pulang ke Amerika. Aku berjanji pada diriku sendiri, ini adalah yang terbaru kalinya.

Timbulnya pikiran ini membikinku terus bergairah. Apalagi sejak tadi mertuaku terus-terusan menggerakan kontolnya di dalam memekku. Tiba-tiba saja aku jadi beringas. Kudorong tubuh mertuaku hingga terlentang.

Aku langsung menindihnya dan menicumi wajah, bibir dan sekujur tubuhnya. Kembali kuselomoti batang kontolnya yang tegak bagaikan tiang pancang beton itu. Lidahku menjilat-jilat, mulutku mengemut-emut. Tanganku mengocok-ngocok batangnya.

Kulirik kewajah mertuaku kelihatannya menyukai perubahanku ini. Belum pernah ia bakal mengucapkan sesuatu, aku langsung berjongkok dengan kedua kaki bertumpu pada lutut dan masing-masing berada di samping kiri dan kanan tubuh mertuaku. Selangkanganku berada persis di atas batangnya.

“Akh sayang!” pekik mertuaku tertahan ketika batangnya kubimbing memasuki liang memekku. Tubuhku turun perlahan-lahan, menelan habis seluruh batangnya. Selanjutnya aku bergerak semacam sedang menunggang kuda. Tubuhku melonjak-lonjak semacam kuda binal yang sedang birahi.

Aku tidak ubahnya semacam pelacur yang sedang memberbagi kepuasan terhadap hidung belang. Namun aku tidak perduli. Aku terus berpacu. Pinggulku bergerak turun naik, sambil sekali-sekali meliuk semacam ular. Gerakan pinggulku persis semacam penyanyi dangdut dengan gaya ngebor, ngecor, patah-patah, bergetar dan entah gaya apalagi. Pokoknya malam itu aku mengeluarkan semua jurus yang kumiliki dan khusus kupersembahkan terhadap ayah mertuaku sendiri!

“Ooohh… oohhhh… oooouugghh.. Noviiiii.., menarik…..!!!” jerit mertuaku merasakan hebatnya permainanku.

Pinggulku mengaduk-aduk lincah, mengulek liar tanpa henti. Tangan mertuaku mencengkeram kedua buah dadaku, diremas dan dipilin-pilin, jadi air susuku keluar jatuh membasahi dadanya. Ia lalu bangkit setengah duduk. Wajahnya dibenamkan ke atas dadaku.

Menjilat-jilat seluruh permukaan dadaku yang berlumuran air susuku dan akhirnya menciumi putting susuku. Menghisapnya kuat-kuat sambil meremas-remas menyedot air susuku setidak sedikit-tidak sedikitnya. Kita berdua saling berlomba memberi kepuasan. Kita tidak lagi merasakan dinginnya udara walau kamarku memakai AC.

Tubuh kita bersimbah peluh, membikin tubuh kita jadi lengket satu sama lain. Aku berkutat mengaduk-aduk pinggulku. Mertuaku menggoyangkan pantatnya. Kurasakan tusukan kontolnya terus cepat seiring dengan liukan pinggulku yang tidak kalah cepatnya. Permain kita terus meningkat dahsyat.

Sprei ranjangku telah tidak karuan bentuknya, selimut dan bantal dan guling terlempar berserakan di lantai dampak pergulatan kita yang bertambah liar dan tidak terkendali. Kurasakan mertuaku mulai menunjukan tanda-tanda.

Aku terus bersemangat memacu pinggulku untuk bergoyang. Mungkin goyangan pinggulku bakal membikin iri para penyanyi dangdut saat ini. Tidak selang berbagai detik kemudian, aku pun merasakan desakan yang sama. Aku tidak ingin terkalahkan hari ini. Kuingin ia pun merasakannya. Tekadku terus kuat.

Aku terus memacu sambil menjerit-jerit histeris. Aku telah tidak perduli suaraku bakal terdengar kemana-mana. Hari ini aku wajib menang! Upayaku nyatanya tidak percuma. Kurasakan tubuh mertuaku mulai mengejang-ngejang. Ia mengerang panjang. Menggeram semacam harimau terluka. Aku pun merintih persis kuda betina binal yang sedang birahi.

“Eerrgghh.. ooooo….ooooooo…..oooooouugghhhhhh..!!!!” mertuaku berteriak panjang.

Tubuhnya menghentak-hentak liar. Tubuhku terbawa goncangannya. Aku memeluknya erat-erat supaya jangan hingga terpental oleh goncangannya. Mendadak aku merasakan semburan dahsyat menyirami seluruh relung vaginaku.

Semprotannya begitu kuat dan tidak sedikit membanjiri liangku. Akupun rasanya tidak kuat lagi menahan desakan dalam diriku. Sambil mendesakan pinggulku kuat-kuat, aku berteriak panjang saat mencapai puncak kenikmatan berbarengan dengan ayah mertuaku.

Tubuh kita bergulingan di atas ranjang sambil berpelukan erat. Saking dahsyatnya, tubuh kita terjatuh dari ranjang. Untunglah ranjang itu tidak terlalu tinggi dan permukaan lantainya tertutup permadani tebal yang empuk jadi kita tidak hingga terkilir alias terluka.

“Oooooogggghhhhhhh.. yaahh..,nik….nikkkk nikmaatthh…. yaaahhhh..!!!!” jeritku tidak tertahankan.

Tulang-tulangku serasa lolos dari persendiannya. Tubuhku lunglai, lemas tidak bertenaga terkuras habis dalam pergulatan yang nyatanya memakan waktu lebih dari 2 jam! Gila! Jeritku dalam hati. Belum sempat rasanya aku bercinta hingga sedemikian lamanya. Aku hanya dapat memeluknya menikmati sisa-sisa kepuasan. Perasaanku tiba-tiba semakinik.   Bandar Q

Semacamnya aku mendengar sesuatu dari luar pintu kamar, kayaknya si Inah…. Sebab mendengar suara ribut-ribut dari kamar, rupanya ia datang untuk mengintip…. tapi aku telah terlalu lelah untuk memperhatikannya serta akhirnya tertidur dalam pelukan mertuaku, melupakan semua konsekuensi dari momen di sore ini di kemudian hari…

Cetak item ini

  Mourinho Nyatakan Siapapun Bisa Digadaikan, Termasuk Mkhitaryan
Diposting oleh: im2bet - 14-01-2018, 01:31 PM - Prediksi Bola Terlengkap - Tidak Ada Balasan

[Gambar: pizap.com15159067238331.jpg]
BOLAHARIAN - Manajer Manchester United Jose Mourinho menyatakan bahwa setiap pemain punya harganya tersendiri dan bisa saja dijual ke klub manapun yang meminatinya, termasuk Henrikh Mkhitaryan.

Masa depan gelandang serang asal Armenia tersebut di Old Trafford saat ini memang tidak jelas. Sebab Mourinho kerap menepikannya, apalagi setelah muncul kabar bahwa ia dan sang manajer sempat berseteru.

Mkhitarnya sendiri kemudian sempat dikait-kaitkan dengan sejumlah klub. Di antaranya Inter Milan dan mantan klubnya, Borussia Dortmund.

Yang terbaru, ia juga dikait-kaitkan dengan Arsenal. Ia disebut bisa jadi alat tukar bagi MU untuk mendapatkan Alexis Sanchez.

Mourinho lantas ditanya soal masa depan gelandang 28 tahun tersebut. Pria Portugal ini pun menyatakan ia bisa saja melepas Mkhitaryan, asalkan harganya cocok.

“Pendekatan saya adalah bahwa setiap pemain memiliki harga dan saya bukan tipe manajer buta. Buta dalam arti bahwa pemain ini tak tersentuh, yang satu ini tidak pernah bisa dijual,” tegasnya.

“Saya pikir setiap pemain memiliki harganya sendiri. Jadi, saat jendela transfer terbuka maka itu juga terbuka untuk klub mana saja yang tertarik dengan pemain kami. Maka terserah kami untuk membuat keputusan ya atau tidak. Terserah kami untuk membuat harga yang tepat,” serunya.

Mourinho lantas mencoba mempromosikan Mkhitaryan. Ia mengaku meski siap melepasnya, namun yang bersangkutan sebenarnya merupakan pemain yang berkualitas.

“Mkhitaryan memainkan pertandingan terakhir di Piala FA melawan Derby. Ia kemungkinan akan memainkan pertandingan berikutnya melawan Stoke. Ia adalah pemain kami dan pemain yang sangat bagus,” tandas Mourinho.

[Gambar: IM2BET-960X120.gif]

Cetak item ini

  Ku Rasakan Keperawanan Keponakanku Yang Genit
Diposting oleh: gemapoker - 14-01-2018, 11:01 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: foto-bugil-abg-cantik-memek-longgar-03.jpg]

http://www.gemarqq.com - Kisah Sex ini bermula dari perkenalanku dengan seorang gadis anak ABG di lingkungan rumah tempat tinggal kostku, yang belakangan ini aku ketahui bernama Shintia.

Shintia adalah seorang cewek ABG, tingginya kira kira 150 cm dengan body yang menurutku gak bohay dan gak montok dengan toket gak besar2 amat, ya pas lah untuk ukuran tubuhnya yang masih seumuran abg meranjak dewasa. http://www.gemarqq.com

Semakin lama aku kenal dia akhirnya kita semakin dekat, kadang2 dia maen ke tempat kostku yang bebas dimana cewek seenaknya bisa keluar masuk kedalam kamar kostku.

Dia sering curhat ama aku, tentang keluarganya dan tentang kerjaannya. perlu diketahui si Shintia ini putus sekolah karena ortunya tidak mampu bayarin doi sekolah…walhasil dia harus bekerja buat ngebantuin ortunya.

Sanking seringnya dia maen kekostanku kadang2 dia pernah ketiduran dikamar kostku…aku sih ga keberatan klo dia mo tidur2an tapi imron ane ini ga bisa dipungkiri udh gedek2 aje ngeliat tubuh Shintia yang lagi tiduran dikasur…bawaannye mo nidurin aje.

Sering juga waktu aku pergi Shintia maen kekamar kostku, aku emank sengaja ngasih duplikat kuncinya ama dia… kali2 aja dia mo maen2!! http://www.gemarqq.com

Sampai suatu hari aku dengan tergesa2 pulang dari tempat kerjaku, karena ada sesuatu yang ketinggalan dikamar kostku. Segera aku buka pintu kamarku…tiba2 ada yang aneh nih, aku rasakan kandung kemihku penuh sekali.

Aku kebelet pipis. Benar-benar kebelet pipis, sudah di ujung lah. Cepat-cepat aku bergegas kekamar mandi yang kebetulan berada didalam kamarku. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci. http://www.gemarqq.com

“Hey..! Siapa di dalam..? Buka dong..! Udah nggak tahan..!” aku berteriak sambil menggedor-gedor pintu.
“Akuu..! Tunggu sebentar..!” ternyata terdengar suara dari dalam yang aku yakin suara si Shintia.
“Kreekk..!” terbuka sedikit pintu kamar mandi, kepala Shintia muncul dari celahnya.
“Ada apa mas..?” katanya. http://www.gemarqq.com

Tanpa menjawab pertanyaannya, aku langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung aku kubuka reselting celanaku dan membuka celana dalamku.

“Serrrr…” keluar air seni dari penisku.

Kulihat Shintia yang berdiri di belakangku, badannya masih berdiri terpaku melihat aku yang dengan cueknya mengeluarkan kejantananku. Akhirnya aku tersadar dan segera memasukkan penisku kedalam sangkarnya. sambil gugup aku membalikkan badanku dan memandang Shintia yang masih berdiri tetegun dengan tingkahku barusan.

” eh….sorri ya Shin, aku lupa kamu ad disini…”
” E e e…nggak koq mas, nggak pa pa…” suara Shintia terdengar gugup bercampur malu.
” Anu anu mas itu….” sambil tangannya menunjuk pada penisku.
” kenapa Shin?? ada apa dengan anuku…??”
” Celananya belum dikancingin mas…” katanya terbata2.

Aku semakin malu jadinya salah tingkah aku didepan Shintia… http://www.gemarqq.com
” Eh ya ……”
” Tadi kamu lihat semuanya ya Shin??” tanyaku sembari menggodanya.
” Iya mas dikit…”
” MAsa cuma dikit??” kataku menggoda Shintia.
” Iya beneran ….ih mas genit ah…” sambil mencubit pinggangku dia mengerling kearahku.
Amboiiii…..matanya dan bibirnya itu loh…bikin aku gak kuat…

Kami berdua berbincang-bincang beberapa saat dan kemudian aku mengajaknya ke pinggiran kasur untuk duduk dan ngobrol. Disana aku bertanya kepadanya, ” Kamu tadi suka nggak liatin punya aku Shin…??”

Shintia sedikit kaget dengan pertanyanku…. dengan malu2 dia menjawab

” ya…. mas “. http://www.gemarqq.com

Betapa senangnya hatiku timbul pikiran jorok dalam otakku, aku ingin menidurinya saat ini, aku udh lupa dengan kerjaan yang tadi ketinggalan dikamar untuk aku bawa kembali kekantor. Di otakku cuma ada satu pikiran gimana caranya meniduri Shintia.

Secara spontan aku merangkul dan mencium kening Shintia. Dia diam saja, sehingga membuatku semakin penasaran. Lalu kupeluk pinggangnya dan kucium telinga serta lehernya, sehingga aku mulai merasa Shintia terhanyut oleh permainanku. Setelah itu aku melakukan sedikit permainan padanya, dan nampaknya Shintia benar-benar terbawa nafsu, aku bertanya kepadanya.

“Shin, aku boleh nggak membelai tubuhmu?” kataku sambil berusaha melepaskan kancing bajunya.

Ternyata Shintia melakukan perlawanan, sehingga aku memegang kedua tangannya dengan tangan kiriku, serta terus membuka bajunya secara paksa. Shintia kemudian berhenti melawan. Seluruh kancing bajunya akhirnya berhasil kubuka, namun bajunya tidak kutanggalkan.

Dia nampak seksi meskipun toketnya tidak terlalu besar.Langkah pertama, aku mencium rambutnya sambil mengenggam tangannya, sementara tanganku yang lain memeluk pinggangnya. Aku senang karena ternyata Shintia memberikan respon. Aku membimbingnya ke atas kasur. Kemudian aku membuka baju dan celanaku, sehingga aku tinggal memakai celana dalamku. - http://www.gemarqq.com

Kupeluk dia dan kucium bibirnya. Kumainkan lidahku di dalam mulutnya, dan Shintia membalas permainanku. Hebat juga, ternyata dia sangat pandai berciuman dengan lidah. Shintia membuka celana dan bajunya, sehingga dia hanya memakai pakaian dalamnya saja. Mataku tidak lepas memandang belahan payudaranya yang terlihat jelas.

“Shin, buka dong..!” kataku meminta.

Shintia menurut saja. Dia membuka celana dalamnya terlebih dahulu, sehingga aku dapat melihat vaginanya yang mempunyai bulu2 halus dan jarang….sangat indah dipandang dengan belahan yang berwarna merah muda dihiasi oleh lendir2 yang meleleh dari dalam vaginanya yang diakibatkan oleh rangsanganku tadi. - http://www.gemarqq.com

Cetak item ini

  Ceita Sex Dewasa Istri Tetangga Yang Hyper
Diposting oleh: sponsorqq - 14-01-2018, 10:30 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

Ceita Sex Dewasa Istri Tetangga Yang Hyper

[Gambar: Cerita-Sex-Terbaru-Istri-Tetangga-Yang-Ganas.jpg]

[b]Majalah Bokep - Susi adalah seorang tetangga ramah, dalam cerita seks ini Susi digambarkan sebagai sosok ibu muda yang baik, sopan dan ramah, tapi siapa sangka nafsu besar yang dimiliki Susi ternyata tertutup oleh keramahannya. Setelah sebelumnya cerita tentang istriku tukang selingkuh, berikut tentang perselingkuhan seorang ibu muda.
[/b]


Kejadian ini terjadi sekitar satu bulan yang lalu. Waktu itu saya beserta dua orang teman kantor sedang makan siang di sebuah restoran di bilangan Kemang. Ketika saya hendak membayar makanan, saya mengantri di belakang seorang wanita cantik yang sedang menggendong anak kecil. Karena agak lama, saya menegurnya. Ketika ia menengok ke arah saya, saya sangat kaget, ternyata ia adalah Susi.

Nah, Susi ini adalah istri tetangga saya di komplek rumah saya. “Eh, Mas Vito. Lagi ngapain Mas..?” tanyanya. “Anu, saya sedang makan siang. Kamu sama siapa Mir..? Andre ndak ikut..?” “Enggak Mas, dia lagi tugas luar kota. Saya lagi beli makanan, sekalian buat nanti malam. Soalnya si Ijah lagi pulang kampung juga. Ya sudah, saya keluar aja bareng Vina (anaknya-pen).” “Kamu bawa mobil..?” tanya saya. “Enggak tuh Mas, mobilnya dibawa Mas Andre ke Lampung.” “Oo, mau pulang bareng..? Kebetulan saya juga mau langsung pulang, tadi habis tugas lapangan.” “Ya sudah nggak apa-apa.” Singkat cerita, saya dan kedua teman saya langsung pulang ke rumah masing-masing. Sementara saya, Susi dan Vina pulang bersama di mobil saya. Sesampainya di rumah Susi yang hanya berjarak 4 rumah dari saya, Susi mengajak mampir, tapi saya bilang mau pulang dulu, ganti baju dan menaruh mobil. Karena Jenny, istri saya, sedang pergi ke rumah orangtuanya, saya langsung saja pergi ke rumah Susi dengan memakai celana pendek dan kaos. Ternyata, rumah Susi tertata cukup apik. Ketika saya masuk, si Susi hanya memakai piyama mandi. “Saya ganti baju dulu ya Mas, gerah nih,” katanya sambil tersenyum. “Oo.., iya, si Vina mana..?” tanya saya sambil terpesona melihat kecantikan dan kemulusan body si Susi. “Anu Mas, dia langsung tidur pas sampai di rumah tadi, kasihan dia capek, saya ke kamar dulu ya Mas..!” “Eh, iya, jangan lama-lama ya,” kata saya.

Ketika Susi masuk ke dalam kamar, dia (entah sengaja atau tidak) tidak rapat menutup pintu kamarnya. Merasa ada kesempatan, saya mencoba mengintip. Memang lagi mujur, ternyata di lurusan celah pintu itu, ada kaca lemari riasnya. Wow, untuk ukuran wanita yang telah mempunyai anak berumur 3 tahun, si Susi ini masih punya bentuk tubuh yang bagus dan indah. Dengan ukuran 34B dan selangkangan yang dicukur, dia langsung membuat “adik kecil” saya berontak dan bangun. Dan yang menambah kaget saya, sebelum memakai daster yang hanya selutut, ia hanya memakai celana dalam jenis G-string dan tidak mengenakan BH. Sebelum ia berjalan ke luar kamar, saya langsung lari ke sofa dan pura-pura membaca koran. “Eh, maaf ya Mas kelamaan.” kata Susi sambil duduk setelah sepertinya berusaha untuk membetulkan letak tali celana dalamnya yang menyempil. “Ndak apa-apa kok, saya juga lagi baca koran. Memangnya Andre berapa hari tugas luar kota..?” tanya saya yang juga ‘sibuk’ membetulkan letak si ‘kecil’ yang salah orbit. Sambil tersenyum penuh arti, Susi menjawab, “3 hari Mas, baru berangkat tadi pagi. Ngomong-ngomong saya juga sudah 2 hari ini nggak liat Mbak Jenny, kemana ya Mas..?” “Dia ke rumah orangtuanya. Seminggu. Bapaknya sakit.” jawab saya. “Wah, kesepian dong..?” tanya Susi menggoda saya.



Merasa hal ini harus saya manfaatkan, saya jawab saja sekenanya, “Iya nih, mana seminggu lagi, ndak ada yang nemenin. Kamu mau nemenin saya emangnya..?” “Wah tawaran yang menarik tuh..,” jawab Susi sambil tersenyum lagi, “Emangnya Mas mau saya temenin..? Saya kan ada si Vina, nanti ganggu Mas lagi. Mas Vito kan belum punya anak, jadinya santai.” “Ndak apa-apa, eh iya, saya mau tanya, kamu ini umur berapa sih? Kok keliatannya masih muda ya..?” sambil menggeser posisi duduk saya supaya lebih dekat ke Susi. “Saya baru 27 kok Mas, saya married waktu 23, pas baru lulus kuliah. Saya diajak married Mas Andre itu pas dia sudah bekerja 3 tahun. Gitu Mas, memang kenapa sih..?” “Ndak, saya kok penasaran ya. Kamu sudah punya anak umur 3 tahun, tapi kok badan kamu masih bagus banget, kayak anak umur 20-an gitu.” kata saya. “Yah, saya berusaha jaga badan aja Mas. Biar laki-laki yang ngeliat saya pada ngiler,” katanya sambil tersenyum. “Wah, kamu ini bisa saja, tapi memang iya sih ya, saya kok juga jadi mau ngiler nih.” “Nah kan, mulai macem-macem ya, nanti saya jewer lho..!” “Kalo saya macem-macem beneran, emangnya kamu mau jewer apa saya..?” tanya saya sambil terus melakukan penetrasi dari sayap kanan Susi.

Merasa saya melakukan pendekatan, Susi kok ya mengerti. Sambil menghadap ke wajah saya, dia bilang, “Wah, kalo beneran, saya mau jewer ‘burungnya’-nya Mas Vito, biar putus sekalian.” “Memangnya kamu berani..?” tanya saya, “Dan lagi saya juga bisa mbales,” “Saya berani lho Mas..!” sambil beneran memegang ‘burung’ saya yang memang sudah minta dipegang, “Terus Mas Vito mbalesnya gimana..?” “Nanti saya remes-remes lho toketmu..!” jawab saya sambil beneran juga melakukan serangan pada bagian dada. Karena merasa masing-masing sudah memegang ‘barang’, kami tidak bicara banyak lagi. Saya langsung mengulum bibir Susi yang memang lembut sekali dan basah serta penuh gairah. Dan tampaknya, Susi yang sudah setengah jalan, langsung memasukkan tangannya ke dalam celana saya, tepat memegang ‘burung’ saya yang maha besar itu (kata istri saya sih). “Mas Vito, kon**lnya gede banget.” kata Susi sambil terengah-engah. “Sudah, nikmati aja. Kalo mau diisep juga boleh..!” kata saya.

Dan tanpa banyak bicara, Susi langsung membuka 2 pertahanan bawah saya. Dengan seenaknya ia melempar celana pendek dan celana dalam saya, dan langsung menghisap batang kemaluan saya. Ternyata, hisapannya top banget. Tanpa tanggung-tanggung, setengah penis saya yang 18 cm itu dimasukkan semuanya. Dalam hati saya berpikir, “Maruk juga nih perempuan..!” Setelah hampir 5 menit, Susi saya suruh berdiri di depan saya sambil saya lucuti pakaiannya. Tanpa di komando, Susi melepas celana dalamnya yang mini itu, dan menjejalkan kemaluannya yang tanpa bulu ke mulut saya. Ya sudah, namanya juga dikasih, langsung saja saya ciumi dan saya jilat-jilat. “Mas, geli Mas,” kata Susi sambil terus menggoyang-goyangkan pantatnya. “Tadi ngasih, sekarang komentar..!” kata saya sambil memasukkan dua jari tangan saya ke dalam vaginanya yang (ya ampun) peret banget, kayak kemaluan perawan. Masih dalam posisi duduk, saya membimbing pantat dan vagina Susi ke arah batang kemaluan saya yang makin lama makin keras. Perlahan-lahan, Susi memasukkan kejantanan saya ke dalam vaginanya yang mulai agak-agak basah. “Pelan-pelan ya Mir..! Nanti memekmu sobek,” kata saya sambil tersenyum. Susi malah menjawab saya dengan serangan yang benar-benar membuat saya kaget. Dengan tiba-tiba dia langsung menekan batang kejantanan saya dan mulai bergoyang-goyang.

Gerakannya yang halus dan lembut saya imbangi dengan tusukan-tusukan tajam menyakitkan yang hanya dapat dijawab Susi dengan erangan dan desahan. Setelah posisi duduk, Susi mengajak untuk berposisi Dog Style. Susi langsung nungging di lantai di atas karpet. Sambil membuka jalan masuk untuk kemaluan saya di vaginanya, Susi berkata, “Mas jangan di lubang pantat ya, di memek aja..!” Seperti anak kecil yang penurut, saya langsung menghujamkan batang kejantanan saya ke dalam liang senggama Susi yang sudah mulai agak terbiasa dengan ukuran kemaluan saya. Gerakan pantat Susi yang maju mundur, benar-benar hebat.

Pertandingan antar jenis kelamin itu, mulai menghebat tatkala Susi ‘jebol’ untuk yang pertama kali. “Mas, aku basah..,” katanya dengan hampir tidak memperlambat goyangannya. Mendengar hal itu, saya malah langsung masuk ke gigi 4, cepat banget, sampai-sampai dengkul saya terasa mau copot. Kemaluan Susi yang basah dan lengket itu, membuat si ‘Vladimir’ tambah kencang larinya. “Mir, aku mau keluar, di dalam apa di luar nih buangnya..?” tanya saya. Eh Susi malah menjawab, “Di dalam aja Mas, kayaknya aku juga mau keluar lagi, barengin ya..?” Sekitar 3 menit kemudian, saya sudah benar-benar mau keluar, dan sepertinya Susi juga. Sambil memberi aba-aba, saya bilang, “Mir, sudah waktunya nih, keluarin bareng ya, 1 2 3..!” Saya memuntahkan air mani saya ke dalam liang vagina Susi yang pada saat bersamaan juga mengeluarkan cairan kenikmatannya.



Setelah itu saya mengeluarkan batang kejantanan saya dan menyuruh Susi menghisap dan menjilatinya sekali lagi. Si Susi menurut saja, sambil ngos-ngosan, Susi menjilati penis saya. Ketika Susi sedang sibuk dengan batang kejantanan saya, Vina bangun tidur dan langsung menghampiri kami sambil bertanya, “Mami lagi ngapain..? Kok Om Vito digigit..?” Susi yang tampaknya tidak kaget, malah menyuruh Vina mendekat dan berkata, “Vina, Mami nggak gigit Om Vito. Mami lagi makan ‘permen kojek’-nya Om Vito, rasanya enak banget deh, asin-asin..” “Mami, emangnya permennya enak..? Vina boleh nggak ikut makan..?” tanya Vina. Sambil mengocok-ngocok penis saya, Susi berkata, “Vina nggak boleh, nanti diomelin sama Om Vito, mendingan Vina duduk di bangku ya, ngeliat Mami sama Om Vito main dokter-dokteran.” Saya yang dari tadi diam saja, mulai angkat bicara, “Iya, Vina nonton aja ya, tapi jangan bilang-bilang ke Papi Vina, soalnya kasian Mami nanti. Ini Mami kan lagi sakit, jadinya Om kasih permen terus disuntik.” Sambil terus memegang penis saya yang mulai kembali mengeras, Susi berkata pada Vina, “Nanti kalo’ Vina nggak bilang ke papi, Vina Mami beliin baju baru lagi deh, ya? Tuh liat, suntikannya Om Vito mulai keras. Vina diam aja ya, Mami mau disuntik dulu nih..!” Merasa ada tantangan lagi, saya langsung mencium Susi dengan lembut di bibirnya yang masih beraroma sperma, sambil meremas buah dadanya yang kembali mengeras. Susi langsung melakukan gerakan berputar dan langsung telentang sambil tertawa dan berteriak tertahan, “Babak kedua dimulai, teng..!” Sementara Vina hanya diam melihat maminya dan saya ‘acak-acak’, walaupun terkadang dia membantu mengelap keringat maminya dan saya.



Itulah pengalaman saya dan Susi yang masih berlanjut untuk hari-hari berikutnya. Kadang-kadang di rumah saya, dan tidak jarang pula di rumahnya. Kami melakukan berbagai macam gaya, dan di segala ruangan dan kondisi. Pernah kami melakukan di kamar mandi, masih dengan Vina yang ikut nimbrung ‘nonton’ pertandingan saya vs maminya. Dan Vina juga diam dan tidak bicara apa-apa ketika papinya pulang dari Lampung. Hal itu malah makin mempermudah saya dan Susi yang masih sering bersenggama di rumah saya ketika saya pulang kantor, dan ketika istri saya belum pulang dari rumah orangtuanya. Dan saya akan masih terus akan menceritakan pengalaman saya dengan Susi. Dan nanti akan saya ceritakan pengalaman saya dengan adik Susi, Rere.-





Terimakasih Atas Kunjungan Anda.Jangan Lupa Selalu Berkunjung Kembali

supaya tidak ketinggalan Cerita cerita Dewasa Terbaru.



Jika Kamu Menyukai Postingan Ini, Share Ke Teman-Temanmu Di Facebook ya Pulsker!




[b]CERITA SEX DEWASA | CERITA SEX TERBARU | CERITA SEX HOT | NONTON BOKEP[/b]

Cetak item ini

  WANITA BUGIL TERANGSANG
Diposting oleh: bandarqq365 - 14-01-2018, 10:13 AM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: 0000002436.jpg]
 
[Gambar: 0000002592.jpg]
 
[Gambar: 0000002737.jpg]
 
[Gambar: girls-in-pics-feelings-10226.jpg]
 
[Gambar: hot-naked-girls-pics-10846.jpg]
 
[Gambar: myhotgirls.us_3072.jpg]
 
[Gambar: myhotgirls.us_3077.jpg]
 
[Gambar: nude-girls-pictures-100487.jpg]
 
[Gambar: nude-girls-pictures-100507.jpg]
 
[Gambar: nude-girls-pictures-100523.jpg]

Cetak item ini

  Bermula Dari Nonton BF Bareng Teman Kost Cewek
Diposting oleh: incarqq - 14-01-2018, 09:44 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: A0UyOld.jpg]

Pada awalnya aku tidak pernah menyangka akan ML untuk pertama kali, Waktu itu aku baru masuk kuliah dan dapat tempat kost di daerah Jimb. Lingkungan kostku juga cukup enak dan tenang, apalagi aku tinggal sendiri di kostku itu. Cuma ada 4 kamar yang terisi pada saat itu. Satu keluarga muda, mungkin baru berumur 30-an, Seorang pria setengah baya, dan 2 wanita muda yang cantik dan seksi, umurnya sekitar 22-27 (mereka tinggal satu kamar) dan aku. Kebetulan mereka berdua tinggal di sebelah kamarku. Sebut saja mereka Evi dan Silvi.

Evi yang lebih muda selalu ada di rumah sore hari, jadi aku sering mengobrol dengannya. Seminggu setelah aku tinggal di tempat kost itu barulah mulai petualangan seksku.

Siang itu seperti biasa aku pulang kuliah dan tiba di tempat kostku. Tidak sengaja aku melihat ke dalam kamar Evi, Evi sedang tidur siang. Mungkin karena udara di tempat kostku cukup panas dia tidak menutup jendela dan hanya mengunakan kaos tipis dan celana pendek, dan saat itu kaosnya sedikit tersingkap dan terlihat payudaranya (Evi tidur tanpa menggunakan bra).

Saat itu juga darahku terasa naik dan penisku mengeras. Jujur saja, aku belum pernah melihat pemandangan seindah itu. Tapi saat itu aku cuma bisa mengagumi dengan melihatnya saja. Setelah puas akupun masuk ke kamarku dan mengkhayal bila aku bisa meraba payudara dan paha mulusnya.

Sekitar jam 3 sore aku keluar kamar, kulihat Evi sudah bangun dan sedang duduk di depan kamarnya dan memang seperti biasa kost tempatku itu sedang sepi. Masih dengan pakaian yang tadi, akupun keluar dan mengobrol dengan Evi dan sekali lagi aku cuma bisa memandangnya. Kamar kost Evi isinya cukup lengkap, TV, VCD dan bahkan kulkas. Dengan dalih mau nonton TV aku ajak Evi untuk ngobrol di dalam saja.

Walaupun ngobrol, mataku sekali-kali melirik ke badannya dan mangagumi tubuhnya. Penisku mengeras melihat itu dan akupun semakin gelisah. Melihat aku gelisah Evi tersenyum.

“Kenapa Re?, Gak enak yah duduk dibawah?”, Tanya Evi sambil senyum.
“Ah gak kok cuma kesemutan” jawabku sekenanya sambil melirik ke arahnya.
“Panas ya udaranya. Lihat, bajuku aja sampe basah sama keringat”, katanya sambil menarik-narik bajunya.
“Aku mandi dulu yah, kamu mau ikut gak mandi bareng aku?”, sambil tertawa dan menyubit pinggangku.
“Bener nih”, tantangku.

Evi cuma tertawa dan berlalu ke kamar mandi. Kamar kost kami masing-masing ada kamar mandinya dan juga ada di belakangku. Entah kenapa tiba-tiba VCD-nya menyala sendiri (ternyata remotenya kedudukan olehku) dan ternyata ada film di VCD-nya, dan itu film porno. Aku tonton film itu dan tanpa sepengetahuanku ternyata Evi sudah selesai mandi dan telah berdiri di belakangku.

“Hayo nonton BF ya”, katanya tiba-tiba membuatku kaget.

Aku menoleh dan oh god, Evi cuma menggunakan handuk saja. Tingginya yang 165 cm berkulit putih hanya menggunakan handuk sebatas dada dengan payudaranya yabg sedikit terlihat dan bawahnya beberapa centi saja dari lekuk pantatnya yang bulat.

“Eh sorry vi, gak sengaja. VCD nya nyala sendiri” kataku sambil mematikan VCD.
“Kok dimatiin, abis ini adegannya seru loh..?” katanya sambil duduk di sebelahku dan menyalakan VCD lagi.

Penisku yang sudah sejak siang tadi sudah menegang jadi semakin tegang sekarang apalagi noton VCD itu ditemani seorang Evi yang cantik di sebelahku dengan hanya menggunakan handuk.

“Tuh kan adegannya seru” katanya. Saat itu di VCD tampak sang bintang wanita sedang merintih karena vaginanya dijilati.
“Kalo dijilat gitu rasanya enak gak?” tanyaku.
Evi tersenyum saja menjawabnya, “Dah, liat dulu aja”

Sekarang aku semakin gelisah dan penisku semakin menegang. Evi tampak menikmati film itu dan nafasnya pun semakin berat mungkin karena gairahnya yang mulai timbul sama dengan gairahku yang sudah timbul sejak siang tadi. Pelan-pelan aku mencium aroma wangi dari tubuh Evi yang segar setelah ia mandi. Dan aku pun mencium lehernya. Evi pun melengos.

“Kenapa Ren?, Kamu mau cium aku ya?”
“Aku dah gak kuat Vi, boleh yah aku cium Vi?”
“Kamu dah konak ya dari tadi”, katanya sambil meraba penisku dari luar. Saat itu aku pakai celana pendek Hawaii.

Aku diam saja dan terus mencium lehernya. Pelan-pelan tanganku menarik handuknya turun sehingga terlihat payudaranya yang putih dan indah. Putingnya yang agak kecoklatan naik ketika kuraba lembut. Akupun segera melumat bibirnya sambil tanganku meraba payudaranya. Evi pun membalas ciumanku dengan hangatnya.

“Hhh”, terdengar desisnya ketika mulutku meluncur turun dan mulai menciumi payudaranya yang kira-kira berukuran 36B.

Tanganku pun makin sibuk melepas seluruh handuknya sehingga membuat jariku dapat dengan mudah menyelusup ke liang kewanitaannya.

“Ssshhh terus Ren”, desisnya semakin menjadi ketika tanganku mengelus klitorisnya.

Mulutku pun sibuk menciumi-kedua bukit kembarnya. Tangan Evi yang semula di samping perlahan naik ke kepalaku dan meremas rambutku. Genggamannya makin kuat seiring gerakan tanganku di vaginanya yang sudah mulai basah. Pelan-pelan mulutku mulai turun menciumi perutnya dan akhirnya sampai di liang kewanitaannya.

“Aaahhh Ren, enak Ren” Evi menggelinjang hebat ketika lidahku menyapu habis klitorisnya.

Vaginanya yang sudah basah dengan lendirnya semakin basah oleh sapuan lidahku. Tangannya yang sudah bebas bergerak ke penisku dan mengocok penisku.

“Enak Vi” erangku menerima kocokan di penisku. Penisku semakin tegang dan mulai basah.
“Besar juga punyamu Ren” kata Evi di tengah racauannya.

Lidahku pun jadi semakin giat melumat habis klitorisnya. Dan akhirnya kulihat lubang kewanitaannya dan kumasukan lidahku ke dalamnya.

“Ren, kamu nakal Ren” racaunya dan badannya pun menggeliat hebat, kocokannya pun pada penisku semakin cepat membuatku terengah-engah.

Setelah 15 menit lidahku mengobok-obok vagina dan lubang kewanitaannya, tubuh Evi pun menegang disertai desahan kepuasannya. Evi orgasme dengan menjepit kepalaku di antara kedua paha putih mulusnya. Kocokan pada penisku pun melemah padahal aku sedang merasakan nikmatnya.

Celanaku yang masih terpakai aku lepas dan kuarahkan batang kemaluanku ke mulut Evi. Evi pun menarik penisku dan memasukkannya ke dalam mulutnya dan menjilati kepala penisku. Tubuhkupun direbahkannya sambil terus mengulum penisku. Makin lama kuluman Evi bertambah cepat membuatku merasakan nikmat yang belum kurasakannya sebelumnya. Sambil menikmati kuluman Evi, aku melihat ke arahnya. Rambut hitamnya yang lebat menutupi sebagian besar wajahnya. Matanya sesekali terpejam dan melirik nakal ke arahku sambil mengulum penisku dengan cepatnya.

Akupun mengubah posisiku dan kembali menciumi bagian kewanitaannya dan melumat habis kllitorisnya lagi. Evi pun mendesah dan makin cepat mengulum penisku sambil sesekali tangannya memainkan buah zakarku. Cukup lama juga posisi 69 itu kulakukan sebab kenikmatan sama-sama kami rasakan. Hingga akhirnya Evi mengalami orgasme yang kedua kalinya dengan desahan puas yang cukup panjang dan melepas kulumannya.

“Ren, Masukin penismu dong Ren, jangan buat aku tersiksa” racau Evi di antara desahannya.

Akupun mengatur posisiku. Evi yang masih tidur telentang dengan kaki menekuk membuka pahanya sehingga aku dapat melihat vagina indahnya. Kuarahkan batang kemaluanku yang sudah membesar dan menegang ke lubang kewanitaannya. Pelan-pelan kumasukkan kepala penisku, kulihat Evi menggigit bibirnya ketika penisku masuk ke dalam vaginanya yang sempit. Akupun merasakan kenikmatan yang baru kali itu kurasakan ketika seluruh batang kemaluanku tertanam di lubang kemaluannya, terjepit dan seperti dipijat.

Akupun mengerakkan pantatku maju mundur sambil kulihat Evi memejamkan mata dan mendesah. Tak lama Evi pun mengimbagi gerakanku dengan sesekali menggoyangkan pinggulnya.

“Lebih cepat sedikit Ren, ahhh, enak sekali”.

Akupun mempercepat gerakanku. Evi pun melenguh dan mendesah, dan pinggulnya pun makin cepat bergerak.

“Terus Ren”, katanya.

Desahannya membuatku semakin bernafsu dan akupun mencium bibirnya, lehernya dan belakang telingnya. Desahan dan nafasnya semakin tak beraturan.

“Terus Ren, aku sebentar lagi sampai”.

Akupun mempercepat gerakanku dan tak lama Kaki Evi yang melingkar di pinggangku menguat begitu juga pelukannya. Evi telah orgasme lagi. Lenguhannya yang panjang membuatku semakin terangsang. Tetapi Evi mendorong tubuhku karena badannya cukup lelah.

“Kamu masih belum keluar ya Ren? Tanya Evi.

Dia pun menarik penisku sambil dan kembali mengulumnya. Kulumannya kali ini pun cukup lama sambil tanganku memainkan klitorisnya. Setelah agak lama, Evi pun mengatur posisinya dan memeragakan gaya woman on top. Dia duduk di atas perutku sambil menggoyangkan pinggulnya dan sesekali memutarnya. Akupun mencoba bangkit karena aku tak tahan melihat payudaranya yang putih. Aku ingin sekali mencium dan melumat payudara putih dan kenyalnya.

Kucium payudaranya dan perlahan naik ke lehernya dan belakang telinganya. Aku suka sekali mencium belakang telinganya karena Evi selalu mendesah hebat kalau dibegitukan. Seiring dengan desahan dan gerakan tubuhnya yang semakin cepat akupun merasa aku akan mencapai puncak kenikmatanku. Desahan dan gerakannya makin cepat, akhirnya melemah diiringi desahannya yang panjang.

Akupun mencapai puncak kenikmatanku saat itu. Sambil mendesah Evi pun membaringkan tubuhnya ke kasur dengan posisi penisku masih ada di dalamnya. Akupun perlahan mencabut batang kemaluaku yang telah basah oleh cairannya dan cairanku sendiri. Kucium lagi bibirnya sambil kuucapkan terima kasih padanya.

“Makasih ya Vi, Ini pengalaman pertamaku, tapi aku puas dengan dirimu”.
“Aku juga puas dengan kamu Ren. Kamu hebat Ren”.
“Aku juga Vi”, kataku sambil mencium bibirnya lagi.

Aku pun berdiri dan mengenakan bajuku lagi. Evi pun memperhatikan penisku ketika aku mengenakan baju. Dia duduk dan kembali mengulum penisku. Tapi itu tidak berlangsung lama padahal penisku sudah siap dan tegang lagi.

“Di simpan buat lain kali aja ya Ren”, katanya ketika nafasku mulai kembali tidak beraturan.
Aku hanya tersenyum, “Masih ada lain kali ya Vi”.

Evi hanya tertawa dan kembali ke kamar mandi. Ternyata ‘lain kali’ itu adalah keesokan harinya dan berlanjut terus setiap kali ada kesempatan kami untuk ngentot.

Cetak item ini

  Ngentot Dengan Anak Sekolah SMP
Diposting oleh: bandarqq365 - 14-01-2018, 09:11 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan



Ngentot Dengan Anak Sekolah SMP - Aku seorang laki-laki, masih bujangan, usiaku sudah menginjak 35 Tahun, tinggi badan cuma 160 cm, badanku kurus kerempeng, kulit sawo matang, entah kenapa ga bisa gemuk, padahal nafsu makanku ga pernah bermasalah, aku tinggal di sebuah komplek perumahan dengan jarak masing-masih rumah yang lumayan rapat, sehingga kadang suara suara kencang tetangga sebelah kanan dan kiri yang sedang bertengkar atau berbicara kencang bisa sayup sayup kedengaran.

Cerita berawal ketika pagi2 aku sedang duduk duduk di depan rumah, anak perempuan tetangga depan rumahku sedang bersiap-siap berangkat sekolah, namanya yeni, baru kelas 3 smp umurnya sekitar 14 tahun, kulit putih bersih, dengan wajah ke orientalan, posturnya masih terlihat kurus kerempeng dengan baju smpnya, tanpa sengaja aku melirik ke arahnya, dia baru keluar rumah, hendak memakai sepatu. Dengan santainya dia jongkok ketika hendak memakai sepatu, tidak sadar kedua kakinya seenaknya ngangkang sehingga memperlihatkan celana dalamnya yang berwarna pink dan kedua pahanya yang putih mulus, karena jarak rumah kami yang berhadapan hanya dipisahkan jalan perumahan kecil selebar 2 meter saja, maka terlihat jelas pemandangan itu, sampai2 ketika kuperhatikan dengan seksama, celana dalam yang dia pakai ternyata agak transparan, sehingga belahan vaginanya terpeta jelas dan samar2 terlihat, aku perhatikan tanpa berkedip sampai dia selesai memakai sepatu dan siap-siap keluar rumah. dia hanya tersenyum ketika melihat aku dan aku sapa basa-basi.

"berangkat sekolah dik ?".
wajahnya aku perhatikan dari dekat, ternyata cantik juga ini anak.
"ya Om, ini buru-buru takut telat ke sekolah" jawabnya.
dengan senyum polos dia ngeloyor pergi dengan sepeda kayuhnya.

Selagi deg-degan membayangkan kejadian tadi melintas tetangga sebelah kamarku, namanya ani, umur sekitar 27 tahun, sudah menikah tapi belum ada anak, suaminya sopir bus antar kota, pulang kerja 3 hari sekali, jadi sering ditinggal keluar kota oleh suaminya. setiap kali si ani lewat aku ga pernah melewatkan sekalipun untuk nongkrong di depan rumah untuk menyapanya.

"kemana mbak ? belanja ?" sapaku
"iya mas, beli sayur saja kok" balasnya ani setiap kali keluar hendak belanja ke warung, sering cuma pakai daster tipis, dan selalu tidak memakai BH, sehingga payudaranya terlihat jelas dibalik dasternya, dan tidak ketinggalan putingnya yang masih rata samar2 dibalik dasternya, itulah kenapa aku tidak pernah melewatkan duduk2 di depan rumah ketika pagi ( dapat pemandangan indah dari 2 orang wanita sekaligus ).

Suatu sore ketika aku habis mandi dan duduk di teras rumah, kulihat Yeni sedang duduk diteras rumahnya, dengan menggunakan celana pendek, pendek sekali malah sehingga hampir seluruh pahanya terlihat, begitu mulus, dia hanya memakai kaos tipis tanpa lengan, dia asik sedang mengutak atik laptopnya, sekali sekali mengeluh sambil memainkan keyboard laptopnya berulang ulang, mungkin sedang ada masalah dengan laptopnya.

aku samperin yeni yang sepertinya sebal karena laptopnya sedang hang.
“kenapa yen, laptopnya ?” sapaku.
“ini om laptop yeni kok layarnya diem aja ga bisa diapa apain sejak dinyalain tadi”
“o mungkin kena virus” tambahku
“iya nih mungkin, tadi abis pinjem flashdisk temen mindahin lagu, habis itu kok jadi gini” katanya
“mau om benerin ? om kan kerja di tempat servis komputer” tawarku
“tapi kan ongkos servisnya mahal ya om ?” tanya dia
“kalo sama yeni ga usah bayar lah, kan sama tetangga sendiri” jawabku “tapi laptopnya om bawa dulu ke rumah buat di benerinya, mau ?”
“mau om kalo begitu, eh boleh ga yeni ikut ngeliat om nyervis laptopnya ? kalo boleh, yeni ijin mama dulu,”
“boleh saja” kesempatan nih, sambil benerin laptop bisa dapet ngecengin anak seksi ini pikirku

Laptop dia aku bawa ke rumah untuk diservis, sesampai dirumah aku cek langsung laptopnya, ternyata bener, osnya eror kena virus, lumayan agak lama nih scan virusnya.
“om gimana laptopnya ?” tiba2 yeni sudah nongol di belakangku, berani juga nih anak nylonong langsung masuk rumah.

“kena virus, aga lama benerinya” jawabku
Yeni langsung duduk disampingku, ikut ngeliat laptopnya, dengan cueknya mepet ke badanku karena kursi cuma ada 1, wangi badannya terasa segar disebelahku, tanpa sadar pula dia menempelkan payudaranya ke lenganku, terasa lembut walaupun kulihat belum terlalu besar.
lama dia duduk rapat di deketku hingga lama2 aku jadi deg2an dan tidak terasa kelaminku tegang karena terangsang, saat aku lirik dia ternyata wajahnya sangat dekat di sebelahku, cantik sekali ternyata dari dekat, aku memutar otak bagaimana caranya bisa menikmati tubuhnya.
“om numpang ke kamar mandi ya, mau pipis nih, tolong dianterin dong, takut” tiba tiba dia nanya.
“itu lurus saja” kataku

“ ga mau, dianterin, takut” pintanya manja
akhirnya aku anter yeni kebelakang, dia buru buru masuk ke kamar mandi, tanpa menutup pintu, langsung dia buka celana pendeknya dan jongkok langsung pipis. mungkin karena kebelet dia ga sempet tutup pintunya, aku hanya melihat melongo saja, entah dari mana datengnya niat jahatku, aku langsung susul masuk ke kamar mandi, dan segera mengunci pintu dari dalam.
“om, kok masuk aja, yeni kan lagi pipis... malu tau !!!!” Cerita 17 Tahun
“om kebelet pipis juga nih, lagian yeni juga ga nutup pintu” balasku
setelah yeni selesai pipis dan membersihkan bekasnya, belum sempat dia memakai celana pendek dan cdnya langsung kutarik dia kepelukanku, dan kupeluk erat, bibirnya langsung kucium, awalnya dia berontak, mau teriak, tapi pelukan eratku buat dia merasa lemas sehingga dia hanya diam saja ketika kuciumi bibir, wajahnya dengan beringas.
“om sayang yeni, om cinta sama yeni, om akan lakuin apa saja untuk memikili yeni” rayuku
“om … ahhh” yeni akhirnya pasrah ketika kucumbu seluruh wajahnya, tanganku diam2 masuk ke sela2 bajunya dan meremas2 payudaranya yang masih dibalik bh, dengan sigap kulepas bhnya dengan satu tangan sambil terus kucumbu dia, tak tahu mengapa, yeni hanya diam saja ketika aku melakukan semua itu, sesekali mendesah pas kuciumin bibirnya.

Sekarang Yeni hanya memakai kaos tanpa lengan saja, bhnya sudah kulepas, celana pendek dan cd masih melorot, tanganku bergerak kebawah ke arah kemaluannya yang sudah terbuka, masih basah, dan belum berbulu, desahannya semakin kencang ketika ujung jariku mulai mengelus pinggir vaginanya, dan mulai mengelus lembut klitorisnya yang masih kecil. kemaluanku sudah tegang dari tadi, aku lepas celanaku, hingga tampak “pedang” yang menjulang, walau aku kurus kecil tapi anuku tetep besar, haha.

Yeni semakin pasrah saat melihat anuku, dia semakin memejamkan mata, mungkin karena risih, takut dan malu jadi satu.
“Yeni jangan takut, ya. ga sakit kok, malah enak banget, kaya digelitikin saja kok rasanya” rayuku
“yeni takut om, takut sakit, yeni takut dimarahin mama,” Cerita Panas
“ gpp, kok, om sayang sama yeni, om udah ga tahan dengan perasaan om, om pengen memiliki yeni,” rayuku lagi
karena Yeni merengek2 terus, tanpa babibu aku sikat saja sekalian, posisi kami masih berdiri, kurenggangkan kakinya, dah langsung kutusukkan pedangku yang sudah siap sejak tadi, dengan kerja keras kubongkar juga keperawanannya, aku bekap mulutnya saat selaput daranya kurobek, karena takut teriakanya terdengar sampe keluar, setelah beberapa kali keluar masuk vaginanya, aku mulai bisa menikmati vaginanya yang masih peret.
Yeni hanya menangis tersedu saat keperawanannya kurengut, “sakit om” ratapnya
Aku tidak perduli, masih terus saja ku goyang anuku keluar masuk vaginanya, lama lama dia merasa keenakan juga, sekali sekali meleguh ketika aku percepat goyanganku. “ ah....uh...ah...” desahnya, tangannya mulai memelukku, kakinya mulai menggelantung dipahaku, setelah 5 menit aku goyang dia, tiba2 dia mencakar punggungku dan badannya mengejang, sambil meleguh panjang “ahhhhhh uhhhhhhh, om, yeni pipis” . “gapa yen pipis saja” balasku sambil terus menggoyang pinggulku, tidak berapa lama aku juga merasakan sperti hendak ejakulasi, kugoyang semakin kencang, pas saat air maniku hendak keluar, kucabut dari vaginanya, kuturunkan dia sampai terduduk, dan kuarahkan pedangku ke wajahnya, “ahhhhhh....ah.....ah......ah........” desahku sambil mengarahkan sperma yang keluar ke wajahnya. Aku terduduk lemas di depannya setelah itu.
“Sakit Om, kemaluanku berdarah hiks...” lirih desahnya.
“ maaf ya Yeni, om akan bertanggungjawab jika terjadi apa apa, tapi yeni jangan bilang siapa siapa ya, om sayang yeni, sambil kucium dahinya”
setelah membersihkan diri masing2 aku rencananya hendak melanjutkan kembali memperbaiki laptopnya, Yeni pamit pulang tak lama setalah itu. sebelum pulang kucium dahi nya dan kuyakinkan kalau aku bner bener mencintainya. Yeni hanya mengangguk dan bilang “Om harus janji, om tetep sayang Yeni, Pintanya lirih” aku yakinkan kembali dia dan kuantar sampai depan pintu rumahku.
Setelah Yeni pulang, aku lembur melanjutkan memperbaiki os laptopnya yang eror sampe selesai.
malamnya saat aku hendak tidur terdengar desahan dari sebelah rumahku, sepertinya si ani, tapi kok desah2 gitu, aku coba tengok lewat belakang rumah, rumah kami memang masih ada sediki halaman yang tidak berpagar sehingga aku bisa mengintip lewat jendela dapurnya, kulihat dari sela korden, ani sedang duduk di meja dapur, tidak berpakaian sama sekali, tangan kanan sedang meremas payudaranya yang berukuran sedang dan tangan kirinya sedang mencolok2 vaginanya, sepertinya dia sedang bergairah dan mencoba memuaskan diri sendiri.

Pura pura tidak tahu aku ketuk pintu dapurnya “mbak ani, barusan saya denger ada ribut2 di dalam, mbak tidak apa apa ?” tanyaku

“eh anu, gapapa mas cuma kucing saja kok” jawabnya, sambil panik sepertinya
“o saya cuma memastikan saja mbak, boleh saja masuk mbak ?”
“eh sebentar” katanya ani bukain pintu, dia ternyata sudah memakai rok tipis, “cepet juga pake bajunya” pikirku terkekeh.

“suami mbak kapan pulang ?” tanyaku
“paling 2 hari lagi baru pulang mas, jadi sendiri, untungnya ada mas di sebelah jd ga terlalu takut karena sendirian” katanya
“mau ditemenin mbak, biar ga sepi” godaku sambil terkekeh
“ah mas ini”

“bener mbak, kan suami mbak juga ga ada, pasti kesepian kan” sambil berkata begitu diam2 aku tutup pintu dapur dan menguncinya,
“ya sih, tapi....”

tanpa ba bibu aku segera peluk dia, kuciumi dia, ternyata ani juga membalas ciumanku, dengan bernafsu malah, langsung kubopong saja dia ke ruang tengah, kurebahkan di sofa, kucumbu “mbak, kalo suami mbak ga ada, saya bersedia nemenin hari hari sepi mbak, kataku bernafsu” “ah.... ah....” dia hanya mendesah saat ku emut putingnya setelah sebelumnya kutarik lepas daster tipisnya, dia ternyata tidak sempat memakai apa apa selain daster, jadi tambah ringan kerjaanku hehehe.

Aku langsung lepaskan juga seluruh pakainku, dan tanpa malu malu, ani langsung mencengkeram pedangku yang sudah tegang dari tadi “anumu besar sekali ya mas” aku hanya nyengir, ani mulai mengocok anuku dan mengemutnya, aku hanya meremas2 payudaranya yang kencang dan putih, dengan puting coklat muda, setelah aga lama, dia sudah tidak tahan, akhirnya aku disuruh telentang di bawah, dan dia mulan pelan2 memasukkan anuku ke vaginanya, ternyata vaginanya masih seret, sangat nikmat, ani mulai menggoyang maju mundur sambil meremas2 payudaranya, aku hanya pasrah dibawah tubuhnya, “ah ….....ah.....ah...ah...ough..... aku mau keluar mas !!!!” tak berapa lama dia sudah ejakukasi, ternyata cepet banget dia ejakulasi, aku jadi tertawa dalam hati

Malam itu aku buat dia 4 kali puas sebelum akhirnya aku mengeluarkan sperma di dalam vaginanya.
Hari yang melelahkan buatku hehehe

Cetak item ini

  NGENTOTIN MEMEK CEWEK YANG BEGITU LEGIT
Diposting oleh: bandarqq365 - 13-01-2018, 06:07 PM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Ngentot%2BTante%2BBerjilbab%2B%25284%2529.jpg]
 
[Gambar: Ngentot%2BTante%2BBerjilbab%2B%25285%2529.jpg]
 
[Gambar: Ngentot%2BTante%2BBerjilbab%2B%25286%2529.jpg]
 
[Gambar: Ngentot%2BTante%2BBerjilbab%2B%25287%2529.jpg]
 
[Gambar: Ngentot%2BTante%2BBerjilbab%2B%25288%2529.jpg]
 
[Gambar: Ngentot%2BTante%2BBerjilbab%2B%25289%2529.jpg]

Cetak item ini

  KONTEL GEDE MASUK LUBANG MEMEK CEWEK SAMPAI MERINTIH
Diposting oleh: klikbets - 13-01-2018, 01:46 PM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Kontol-Gede-Masuk-Memek-678x381.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-7.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-9.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-11.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-12.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-13.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-17.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-18.jpg]

[Gambar: Foto-Kontol-Gede-Masuk-Lubang-Memek-19.jpg]

Cetak item ini