Selamat Datang, Tamu
Anda harus mendaftar sebelum Anda dapat melakukan posting pada situs kami.


  

Password
  





Cari Forum

(Pencarian Mahir)

Statistik Forum
» Anggota: 159
» Anggota terakhir: sagyta9
» Thread forum: 3,509
» Posting Forum: 16,180

Statistik Lengkap

Pengguna Yang Online
Sedang ada 57 pengguna online.
» 0 Anggota | 57 Tamu(s)

Thread Terakhir
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 447
» Tampilan: 20,399
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Prediksi Togel Lengkap
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 453
» Tampilan: 20,243
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Live Casino Online | Baccarat Online | Slots | Roulette Uang Asli
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 453
» Tampilan: 16,880
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Betting Bola Online | Betting Togel | Tangkas
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 454
» Tampilan: 18,143
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Poker | Domino 99 | Sakong | Adu Q | Capsa Susun | Bandar Q | Bandar Poker
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 453
» Tampilan: 17,279
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Cerita Esek-Esek
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 453
» Tampilan: 18,467
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Jual Beli Alat Sex xXx
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 451
» Tampilan: 14,744
HondaQQ.Com Agen Domino 9...
Foto Bokep xXx
Posting Terakhir Oleh: hondaqq

» Balasan: 445
» Tampilan: 12,476
REAL TEENs - Twitter Kitt...
Bokep Barat
Posting Terakhir Oleh: dronnxxx

» Balasan: 165
» Tampilan: 3,167
IndoPK Agen Poker Online ...
Betting Bola Online | Betting Togel | Tangkas
Posting Terakhir Oleh: ipk77

» Balasan: 202
» Tampilan: 8,872

 
  Dipaksa Tapi Nikmat Sekali
Diposting oleh: sponsorqq - 15-10-2017, 10:14 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Cerita-Sex-Dipaksa-Tapi-Nikmat-Sekali.jpg]
Dipaksa Tapi Nikmat Sekali - Aq pulang kampung dari majikanku di kota, hampir 8 bln aq menganggur di kampung, dan aq hanya bisa membantu ibuku masak dan pergi keladang, aq juga disuruh untuk segera menikah, tapi laki-laki yg ada dikampungku nggak begitu menarik hati, kalau terpaksa menikah dengan laki-laki yg ada dikampungku, sama saja tak jauh beda dengan ibuku nasibku.
Maka aq segera mencari lowongan kerja di koran. Namun dengan ijazahku yg hanya SMP lowongan yg susai hanya PRT. Setelah pamit dan berbekal tekad yg menggebu-gebu aq pun menuju ke alamat salah satu pemasang iklan yg tinggalnya di kota terdekat dengan desaku.
Rumah itu besar dan mewah. Kutekan bel di pintu gerbang dan keluarlah seorang perempuan 40 tahunan. Yg membuatku terkejut, ternyata ia berwajah seperti artis india yg sering kulihat di TV. Ada tanda titik di dahinya.
“Apakah benar di sini mencari pembantu rumah tangga, bu?” tanyaku.
“Iya benar, dik”
“Saya mau melamar, bu” sambungku. Ia menamatiku sebentar.
“Mari masuk dulu, dik” ajaknya. -cerita sex pembanmtu-
“Nama kamu siapa? Dan kamu dari mana, dik?” tanyanya.
Aq pun menjelaskan diriku apa adanya, kecuali tentu saja pengalamanku 3 thn menjadi PRT pak N.
“Baiklah, kamu saya terima bekerja di sini, Nis. Dengan gaji 450 ribu sebulan, tapi kamu harus menjalani percobaan selama 1 bln. Kalau tdk ada masalah akan saya pakai terus. Bagaimana>” katanya.
Aq pun langsung mengangguk, soalnya gaji 450 ribu buat seorang pembantu sangat tinggi menurutku.
Dulu pak N pun aq hanya di gaji 300 ribu, tentu saja di luar ‘tips (baik berupa uang maupun barang)’ yg kuterima karena pelayan sex ku.
Kamarku di bagian belakang. Setelah istirahat sejenak, akupun mulai membantu pekerjaan ibu tadi yg namanya ternyata Hesti, seorang keturunan India. Menurutnya ia tinggal di situ bersama suami dan 2 anak laki-lakinya yg buka toko konveksi.
Seminggu bekerja di situ, aku mulai mengenal anggota keluarganya. Suami Bu Hesti bernama Pak Ranu, dan dua anaknya laki-laki Zaki dan Arga. Kalau melihat mereka sekilas aku jadi ingat artis Syahrukh Khan.
Ganteng dengan tubuh tinggi tegap atletis dengan bulu-bulu di dadanya. Orang India memang terkenal cantik dan ganteng. Akupun semakin suka pada keluarga itu karena mereka ternyata ramah. Bahkan tak jarang aku diajaknya makan malam bersama semeja.
“Minumlah ini madu India, supaya kamu gak gampang cape,” ajak Bu Hesti pada suatu acara makan malam bersama sambil memberiku segelas minuman berwarna kuning emas. Aku ragu-ragu menerimanya. Sementara anggota keluarga lain sudah mengambil segelas masing-masing.
“Ini memang minuman simpanan kami, Nis. Tdk boleh terlalu sering diminum, malah tdk baik. Dua minggu sekali cukuplah soalnya pengaruhnya luar biasa.. ha.. ha.. ha..!” Sahut Pak Ranu disambut tawa Zaki dan Arga.
“Kamu akan rasakan khasiatnya nanti malam, Nis,” sambung Zaki tanpa kuketahui maksudnya. Lagi-lagi disambut tawa mereka sambil masing-masing mulai minum, kecuali Bu Hesti. Akupun pelan-pelan mencicipnya.
Ada rasa manis dan masamnya. Memang seperti madu, tapi setelah minum beberapa teguk aku juga merasakan badanku hangat malah agak panas. Semua menghabiskan minumannya, maka akupun juga berbuat demikian. Baru setelah itu kami makan malam.
“Tidurlah kalau kau cape, Nis,” perintah Bu Hesti setelah kami selesai cuci piring jam 8 malam. Tdk biasanya aku tidur sepagi itu, tapi entah kenapa aku merasa mataku berat dan perutku panas. Aku masuk kamar dan rebahkan diri.
Tapi rasa panas di perutku ternyata malah menjadi-jadi dan menjalar ke seluruh tubuhku. Aku tak tahan untuk tdk meremas toketku mengurangi rasa panas itu. Kemudian juga meremas-remas seluruh tubuh sampai seputar bawah pusar dan pahaku. Ingatanku segera melayang pada remasan-remasan Pak N.
Sudah cukup lama aku tak bersetubuh dengan laki-laki itu, apakah sekarang ini tubuhku sedang menuntut? Gawat, pikirku, kalau benar itu terjadi. Selama ini aku hanya melakukan hubungan seks aman dengan Pak N. Belum pernah dengan pria lain. Belum habis pikiranku berkecamuk mendadak pintu kamarku terbuka dan masuklah Pak Ranu. Buru-buru aku menghentikan kegiatan tanganku.
“Kamu kelihatan sakit, Nis?” tanyanya sambil duduk di tepi ranjangku.
“Eng.. eng.. tdk, pak,” sahutku pelan. Tapi Pak Ranu segera tempelkan telapak tangan di dahiku.
“Benar, Nis, tubuhmu panas sekali. Kamu harus segera diobati. Cepat telungkup, biar kupijat sebentar untuk menurunkan panasmu.
Jelek-jelek begini aku pintar mijat lo..” perintahnya. Dan, mungkin karena aku merasa perlakuannya seperti ortu pada anaknya maka aku menurut. Aku tengkurap dan sebentar kemudian kurasakan pantatku dinaikinya dan punggungku mulai dipijat-pijatnya.
Tdk sebatas punggung, tapi tangannya juga ke arah pundak, leher, pinggang malah bergeser-geser ke kiri-kanan hingga kadang menyenggol sisi luar toketku. Aku diam saja, namun setelah aku merasa pantatku juga ditekan-tekan oleh pantatnya, mulailah aku tak tenang.
Pengalaman seksku dengan Pak N membuatku dapat merasakan manakala pria sedang naik nafsu syahwatnya. Demikian pula Pak Ranu saat itu. Pijatannya tambah berani. Dia mulai meremasi tetekku dan pantatnya menekanku keras-keras. Aku berontak namun tak berdaya.
“Pak! Jangan, pak!” seruku sambil berupaya menyingkirkan tubuhnya. Tapi mana mampu aku melawan tubuh besar kekar itu. Selain itu entah kenapa aku malah mulai ikut terangsang. Di antara perlakukan Pak Ranu sekilas-sekilas aku juga ingat perlakukan seks Pak N padaku. Uugghh.. aakk.. aakkuu.. malah jadi terangsang.
Aku tak berontak lagi ketika dasterku ditariknya ke atas hingga tinggal beha dan celana dalamku. Aku ditelentangkannya dengan posisi dia tetap mengangkangiku. Dibukanya t-shirt yg dipakainya juga piyama tidurnya.
Dan.. gila aku melihat tonjolan besar di balik celana dalam nya dan sejurus kemudian nampaklah si tongkat penggadanya yg panjang besar sekitar 20 cm dengan diameter 4 cm! Behaku direnggutnya kasar demikian pula celana dalamku. Tubuhku tak melakukan perlawanan apapun ketika ia menggumuliku habis-habisan.
Dan.. bless langsung aku disodok dan digenjotnya. Aku ingat pengalamanku dengan Pak N. Ingat bagaimana dia memerawaniku. Persis sama perlakuannya dengan Pak Ranu. Aku tak habis pikir sewaktu pahaku malah menjepit paha Pak Ranu dan.. menyambut gejokannya dengan putaran pinggulku. Syahwatku ikut terbakar!
Entah berapa lama Pak Ranu terus menggenjotku keluar masuk naik turun sambil mulutnya mengenyut-ngenyut tetekku. Aku hanya bisa menggeleng-geleng kenikmatan dan kelojotan merasai badai hempasannya sampai aku tak tahan lagi untuk menahan orgasme. Aku merinding lalu.. Cruut.. suur.. suur.. tubuhku berkejat-kejat menumpahkan mani.
Pak Ranu menggasakku lebih keras, tak peduli cairanku memperlicin jalannya. Mungkin hampir tak terasa karena besar dan panjangnya tetap mampu memenuhi liang V-ku. Sleebb slebb jlebb jleebb.. bunyi tusukan-tusukannya.
Mungkin sekitar 30 menit telah berlalu ketika aku orgasme yg kedua kali.. seerr.. seerr.. serr.. klenyer.. kembali aku terkejat-kejat sampai belasan kali. Sejurus kemudian hentakan Pak Ranu sedemikian keras menekanku. Dalam-dalam gadanya dibenamkan di V-ku lalu pantatnya berkejut-kejut sampai belasan detik. Lalu diam terbenam. Dia ejakulasi. Nafas kami tersengal-sengal.
“Kamu hebat, Nis,” bisiknya sambil mencium bibirku,
“Nanti lagi, ya,” katanya tak kumengerti.
Ia bangkit, mengenakan pakaiannya lalu keluar membiarkanku telentang telanjang di ranjang. Belum habis capeku digenjot Pak Ranu, masuklah Zaki ke kamarku.
“Permainanmu hebat banget, Nis. Aku juga mau dong..” katanya sambil mulai melepasi pakaiannya sampai bugil. Aku segera menutup tubuhku dengan selimut, tapi tak berguna karena sesaat kemudian ia sudah menarik selimutku juga tubuhku ke pelukannya.
“Jangan, Mas Zaki,” protesku tak berdaya.
“Tak apa, Nis. Papa bilang kamu sudah tak perawan lagi kan? He he he..”
“Jangan, mas..” tapi suaraku hilang ditelan bibirnya yg melumat ganas bibirku. Tangannya liar merayapiku sambil mendorongku kembali terjelepak di ranjang. Ciumannya menjalar menjulur dari bibir semakin turun.
Ke tetekku, putingku, perut, pusar, pubis sampai akhirnya sampai di V-ku. Menelusup lincah memasuki gua garbaku. Mengobok-obok dalamnya. Aku kembali teringat permainan Pak N. Namun yg ini lebih gila lagi.
Syahwatku jadi menggelegak mengikuti irama lidah Zaki. Dia memutar tubuh sampai kami 69, mengangsurkan zakarnya ke mulutku. Gila! Lebih panjang dan besar dibanding bapaknya. Tanganku tak mampu menggenggamnya dan mulutku tak mampu menampung seluruhnya. Paling hanya separuh yg masuk.
Maka perlombaan menjilat dan menghisap pun dimulai. Kami saling memuasi. Rasanya sampai berjam-jam waktu aku merasa harus menumpahkan maniku dan dijilatinya sampai tandas tuntas. Sementara milik Zaki masih tegar tegang meski licin oleh ludahku.
Kemudian ia memutar tubuhnya lagi dan menusukkan pentungannya ke memekku yg sudah agak kering. Preett..
“Iiih sakit, mas..,” desisku menggigit bibir dan memeluk punggungnya karena terasa batang penisnya masuk begitu dalam sampai aku kesakitan.
“Sabar, Nis. Sebentar lagi juga nikmat,” bisiknya.
Kupeluk punggungnya erat-erat ketika tubuhku terangkat karena sodokannya. Shlleeb shleeb shleebb.. batang penis besar itu menumbukku bagaikan alu menumbuk lesung.
Keluar masuk, naik turun, sampai cairan nikmatku mengalir lagi sehingga rasa sakit pun berkurang. Dan kenikmatanku bertambah manakala bulu dadanya menggesek-gesek putingku. Pahaku semakin menganga lebar. Mataku terpejam-pejam menikmati remasan dan belaian tangan kekarnya di sekujur tubuh.
“Akh.. akhu mau keluar, Nis..” Lalu jreet.. jreet.. jroot.. jrot.. jrut.. pantatnya menyentak-nyentak. Tubuhnya kaku menegang ketika spermanya menyemprot rahimku sampai basah kuyup. Semprotannya kuat sekali.
“Akk.. aku bisa hamil, mas,” desisku puas karena aku juga orgasme lagi.
“Jangan kuatir, Nis, kami punya obat pencegah hamil,” jawabnya sambil menggulirkan tubuhnya ke sisi. Dan.. belum Zaki turun dari ranjang, si Arga sudah ganti menaikiku. Tubuhnya sama atletis dengan Zaki. Tapi gayanya lebih liar.
Begitu Zaki keluar kamar, akupun diangkatnya supaya menduduki batang penisnya lalu disuruh menungganginya kencang-kencang. Tangannya ikut memegangi pinggangku dan melontarkanku naik turun. Zakarnya juga menyodok ke atas setiap pantatku turun.
Gila! Tubuhku seperti mainan. Tangannya berpindah ke tetekku dan meremasinya sampai aku mendesis-desis, antara sakit dan nikmat. Hancur rasanya memekku digempur bapak dan dua anaknya yg batang penisnya berukuran luar biasa. Dan.. aku kembali orgasme justru saat tubuhku dilontar ke atas, sehingga punggungku agak meliuk ke bawah merasakan tersalurnya syahwatku untuk kesekian kali.
“Sudah, mas, cukup..” pintaku karena kelelahan. Namun Arga tak menggubris.
“Aku belum cukup, Nis. Kau harus bisa mengeluarkan spermaku baru aku puas..” Dan lemparannya masih terus berlangsung hingga setengah jam lagi.
Sampai akhirnya dia berhenti lalu tangannya menekan pinggangku lekat-lekat ke zakarnya, kemudian terasa pantatnya melonjak-lonjak menyemburkan cairan hangat. Lagi-lagi rahimku disemprot sperma hasil ejakulasi. Tak terasa sperma bapak dan dua anaknya memenuhi lubang memekku.
Pintu kamarku terbuka dan masuklah Pak Ranu dan Zaki sambil membawa segelas minuman. Keduanya telanjang.
“Minumlah ini, Nis, biar kamu nggak hamil,” Pak Ranu menyerahkan gelasnya padaku. Akupun meminumnya tanpa pikir panjang, karena aku benar-benar takut hamil dan haus sekali setelah melayani tiga majikan ini berjam-jam.
Rasanya seperti minuman kuning yg tadi kuminum. Badanku jadi hangat lagi dan.. gairahku bangkit lagi. Aku jadi sadar pasti minuman ini dibubuhi obat perangsang. Tapi kesadaranku segera hilang ketika merasa tubuhku ditunggingkan oleh Zaki. Kemudian..
Ya, malam itu secara brutal ketiga orang itu mengerjaiku semalam suntuk tanpa istirahat sejenakpun. Mereka bergantian menyemprotkan sperma di rahimku, di perut, wajah, mulut sampai telinga dan rambutku juga. Aku mandi sperma.
Dan entah berapa kali akupun mengalami orgasme yg selalu mereka telan bergantian. Tak jarang ketiga lubangku mereka masuki bersama-sama. Lubang mulut, memek dan anusku. Tubuhku jadi ajang pesta mereka hampir 10 jam lamanya, toh selama itu aku tak merasa capai. Mungkin gara-gara minuman berkhasiat itu?
Pagi hari Bu Hesti datang dan menyeka tubuhku yg lemas lunglai tak mampu bangun.
“Maaf, Nis. Aku sudah tak mampu melayani suamiku yg hiperseks sehingga aku mencari orang pengganti,” ceritanya.
Mataku masih terkantuk-kantuk karena pengaruh obat perangsang. “Moga-moga kamu betah disini, dan kami akan bayar berapapun yg kamu minta..” lanjutnya.
“Aa.. apa sudah pernah ada pembantu yg dibeginikan, bu?” tanyaku lirih.
“Sudah, Nis. Tapi kebanyakan hanya bertahan dua hari.. lalu minta pulang. Aku harap kamu kuat, Y Nis. Aku akan sediakan obat-obatan untukmu.. Ini minumlah obat untuk menguatkan dan membersihkan rahimmu,” dia mengangsurkan sebotol obat yg namanya tak kumengerti karena berbahasa asing.
“Hari ini kamu boleh istirahat seharian,” lalu dia keluar kamar.
Aku pun tertidur lelap. Baru siang hari bangun untuk mandi dan makan. Bu Hesti melayaniku seperti anaknya sendiri.
Kami tak banyak berbicara. Selesai makan aku kembali ke kamar. Membersihkan ranjang, mengganti sepreinya yg penuh bercak sperma dan mani. Lalu aku tidur lagi. Sampai jam makan malam tiba dan aku diundang untuk makan bersama lagi, dan minum cairan kuning emas itu lagi. Dan..
“Nis, kamu sudah kuat untuk melayani kami lagi nanti malam kan?” Tanya Pak Ranu sambil senyum kepadaku. Aku bingung dan memilih diam.
“Kamu jangan kuatir hamil, Nis. Obat kami sangat mujarab,” lanjut Zaki.
“Pokoknya selama di sini, kita mencari kenikmatan bersama Nis,” sambung Arga sambil menyeringai nakal.
Jadilah, akhirnya hampir setiap malam sampai pagi aku melayani ketiga ayah beranak yg gila seks itu. Untung staminaku, dibantu obat-obatan pemberian Bu Hesti, cukup kuat untuk menanggung kenikmatan demi kenikmatan itu.
Hingga dua bulan lamanya aku “dikontrak” mereka, sampai akhirnya mereka mulai bosan dan ingin mencari wanita lain. Aku diberi banyak uang ketika meninggalkan rumah mereka.

Cetak item ini

  Kisah Seks Perjakaku Di Renggut Tukang Pijit
Diposting oleh: gemapoker - 14-10-2017, 06:10 PM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: kisah-seks-perjakaku-renggut-tukang-pijit.jpg]                                                  sebagai seorang konsultan aku sering pergi keluar kota dan menginap di hotel bisa sampai berbulan-bulan
lamanya. seringnya menginap sekamar bareng dengan anggota tim lainnya namun kadang juga menginap sendirian.
pekerjaanku yang bersifat projek jelas sering menuntut waktu ekstra dan kerja keras sehingga membuatku mengalami keletihan baik sifat dan mental. kalau sudah begitu aku segera mencari tukang pijat untuk mengedorkan urat saraf yang telah amat tegangnya.

giliranku kali ini menerima projek di kota B yang berhawa sejuk dan merupakan kota idolaku. dulu aku sempat lama berdiam di kota ini ketika kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di negeri ini. sebagaimana projek-projek lain yang sering kukerjakan maka tdak ada perkecualian projek ini juga menuntut energi dan pikiran ekstra keras karena ketatnya jadwal. salah satu hal yang menyebalkan di kota ini adalah masalah taxiyang buruk kondisinya dan lagi jarang mau menggunakan argo sehingga harus selalu mau melakukan negosiasi terlebih dahalu. oleh sebab itu sering aku mencari hotel terdekat dengan lokasi projek sehingga untuk dcapai dengan jalan kaki hanya beberapa menit.

minggu ini adalah puncak-puncaknya pekerjaan sehingga keletihan amat sangat terasa. hal ini menyebabkan aku malas pulang week end ke kota J di mana aku tinggal. kurencanakan sabtu pagi besok saja untuk pulang menggunakan kereta api. karena anggota tim lain selalu pulang ke J (semuanya berkondisi di J) di akhir minggu maka kini tinggal aku sendirian.

setelah makan mala di restoran hotel aku masuk kekamar sambil nonton acara-acara TV. berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV-nya pun terbatas, untuk mengerit ongkos operasional kali. setekah satu jam aku mulai dihingga kejenuhan. mau tidur masih amat susah karena malam begitu larut, baru kam 8an, dan badan yang amat letih ternyata malah membuat sulit untuk segera beristirahat tidur. tiba-tiba aku teringat biasanya hotel ada layanan pijat. kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. tanpa kurang akal kutelepon operator untuk menanyakan apakah di hotel ini bisadi carikan tukang pijat. ah lega rasanya ketika dijawab bisa dan akan segera diantar.

sambil menunggu kedatangan tukang pijat aku mulai mencoba kembali menikmati cara-acara di layar TV. tapi ternyata pikiranku sudah mulai melantur membayangkan nikmatnya ketika badan yagn pegal hebat ini akan mendapatkan terapi pijat yang pasti memanjakan urat dan sraf-saraf yang telah mulai menuntut untuk dirilekskan sejak beberpa hari ini. ah beginilah nilmatnya masih bujangan (sebagai lelaki berusia 35 aku jelas termasuk telat menikah, hehe biarin masih enak sendiri kok), waktu masih bisa diatur sesuka hati. caba berkeluarga bagaimana kawan-kawanku itu, pasti mereka harus buru-buru  pulang sementara masih bisa berjuang untuk mendapatkan tiket kereta karena penuhnya calon penumpang di akhir minggu.

sejam kemudian ada suara ketukan pintu, ah sudah datang, batinku dengan girang. ketika kubuka agak sedikit heran karena tukang pijatnya ibu-ibu berumur 45-an lebih kira-kira. tinggi tubuh sekitar 155 cm, berkulit kuning bersih, wajah sudah menunjukan usianya yang memang sudah matang. dengan mengenakan jaket kain dan bercelan jean yang agak ketat. dengan santunnya dia permisi untuk masuk. kupersilakan dia masuk sementara pengantarnya yang adalah bell boy kemudian pergi meninggalkannya.

setelah di dalam kamar kupersilakan duduk dulu di kursi pojok kamar. aku izin sebentar ke toilet untuk pipis karena aku memang termasuk yang nggak tahan dingin (sudah di kota yang dingin ber-AC pula) sehingga sering pipis. daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. kan nggak nyaman pas lagi merem-melek di pijat eh kebelet pipis, pasti aku merepotkan.

setelah selesai dari toilet kulepas kaos dan celana pendekku sehingga tinggal CD saja. lalu kulihat ibu itu membuka jaketnya sehingga hanya memakai kaos ketat hitam saja. wah ternyata si ibu ini  masih bagus juga badannya, kelihatan perut masih kencang. tanpa banyak buang waktu langsung  aku tengkurap di atas ranjang. ibu tukang pijat mendekat dan mengatakan maaf serta mohon ijin untuk memulai pemijatan. pertama yang dipijat adalah telapak kaki. ah nyamannya. telapak kakiku yang telah kaku-kaku ditekan-tekan dan kemudian di urut.

aku tak mao banyak bicara agar si ibu lebih fokus pada pekerjaannya dan aku konsentrasi agar kenikmatan yang kuraih dari pijatan-pijatan  maksimal. setelah selesai dari telapak kaki mulailah naik menuju ke betisku yang tak kalah kakunya. rupanya betis kaku ckalau dipijat menimbulakan rasa nyeri sehingga  aku sedikit meringis. rupanya si ibu tahu kesakitanku lalu sedikit dikurangi tekanannya. selesai ditekan-tekan kemudian diurut-urut. untuk urut dipakailah cream agar licin.

begitu sampai menujau paha tiba-tiba kudengar suaranya..

den, maaf CD-nya dilepas saja biar nggak kotor kena minyak. maaf ya.''

karena logis alasannya ya kulepas saja meskipun membuatku kikuk (aku sering dipijat tetapi biasanya pria tuna netra). aku lepas CD-ku dengan hanya mengangkat pantat terus kuperosotkan keluar dari kaki. menurutku si ibu nggak dapat melihat ''adikku'', lalu aku mapan lagi agar pijatan dapat teruskan. mulanya paha luar yang medapatkan giliran. setelah kedua sisi paha  luar selesai baru dilanjutkan dengan paha dalam. dengan mengurut dari arah bawah menuju atas, stop press!! bisakah anda bayangkan?

jari-jarinya, kayaknya ibu jarinya (aku nggak bisa lihat sih) secara halus menyenggol kantong-kantong kejantananku. serr. kudiamkan. kemudian pantatku mulai dijamahnya dengan cara melingkar dari bawah ke atas luar terus turun masuk ke dalam dan berakhie di.. ujung selengkangan persisnya tengah-tengah antar kedua kantong kejantananku. serr. serr. uenak sekali. aku heran agak lama juga dia ini bermain di wilayah sensitif ini. tapi biarlah, enank ini. hehe. eh ketika sedang enak-enaknya menikmati jari-jari lihainya yang baru pertama kali kunikmati sensasi kenikmatan tiada tara ini berlangsung tiba mulai naik ke arah pinggang. agak kecewa juga, tapi kutahan biarlah dia menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan prosedur standar pemijatan yang dia praktekkan.

begitu selesai dengan leher belakang sebagai bagian teratas yang dirambahnya, tiba-tiba dengan''cool-nya memerintahkan untuk telentang. wah kacau ini. bisa ketahuan nih kalau adikku ternyata telah terjaga. tapi ya sudahlah biarkan segalanya berlalu dengan alamiah. yang sudah terlanjur tegak biarlah begitu.hehe.

mulai lagi si ibu dari bawah yaitu bagian depan telapak kaki. mulai saat ini sudah tidak mampu lagi kunikmatin pijatan dari detik ke detik dan setiap inchi anggota tubuhku. aku hanya memikirkan apa yang akan dia lakukan ketika sudah merembet ke arah paha. gara-gara pikiranku sudah terpandu okeh kerja hormon testosteronku maka jelas sudah, adikku semakin percaya diri untuk mengeras sebelum sentuhan terjadi.

akhirnya tiba juga saat-saat yang kunantikan. rupanya teknik yang dia lakukan  di bagian pantatku tadi dipraktekkan juga di bagian depan. aduh mami, enaknya minta ampun, eh nambah. sempat kutatp wajahnya, kulihat sekilas-sekilas dia melirik adikku. hmm rupanya dia ingin tahu efek pijatannya apakah membuahkan hasil atau tidak. dan tidak salah dia. sukses besar. bahkan si adik telah sedikit menitikan cairan.

ketika itu dia mencuri pandang ke aku. aku menangkapnya. mulai kuamati wajahnya untuk melihat lebih jelas seperti apa sebenarnya tampang ibu ini. biasa aja. tidak menarik bahkan sudah ada beberapa kerutan. sedikit. tidak terlalu muluslah wajahnya. tapi tidak berpengaruhlah itu karena nyatanya adikku tetap saja berdiri kayak tonggak, sedikit miring karena gravitasi.

lagi asyik-asyik melayang-layang imajiku akibat aksi pijatan-pijatan yang berbentuk lingkaran-lingkaran itu tiba-tibarambahannya sudah menuju perut. ah. sedikit down. sedikit kecewa. tunggu dulu,rupanya ketika di perut masih ada harapan untuk mendapatkan sentuhan-sentuhan dahsyat itu. ketika gerak maju-mundur di perut untuk informasi melingkar luar-dalam juga, ternyata setiap mundur gerakannya dibablaskan sehingga sih adik tetap bisa menikmatin sentuhan-sentuhan. bedanya sekarang yang mendapatkan anugerah adalah bagian kepala adik. sip. sip benar ini. kok ya ada tukang pijat sehebat ini. apakah karena sudah ibu-ibu maka pengalamannya memijat bertahun-tahun yang membuatnya menjadi piawai begini? mustinya iya.

lalu, akhirnya pijatan di akhir bagian dada. begitu selesai..

mau diapain lagi den?''
maksud ibu?'' tukasku.

tersenyum simpul dia dan.. tahu-tahu tangannya pura-pura pijat-pijat lagi di selangkangan tetapi dengan titik kontak gesekan ke ''adik'' semakin besar dan lama.

oh tahu aku maksudnya', pikirku.

tanpa kujawab mulai kuelus punggungnya (dia duduk di pinggir ranjang dengan membelakangi). dia diam dan mulai berani hanya mengelus khusus adikku saja. tidak lagi pura-pura menyentuh bagian lain. kusingkap pelan kaosnya. astaga, rupanya kondisi dalamnya terawat mulus. tak kusangka padahal sudah seumur itu. menggelegaklah kelelakianku. tanpa terkontrol lagi aku yang tadinya telentang bangkit duduk sehingga punggungnya berhadapan dengan tubuh depanku dan tanganku yang kini menyingkap kaosnya lebih ke atas lagi sementara yagn kanan ke depan menjamah sang.. tetek.

dia sengaja mencondongkan dirinya kearahku agar lebih mepet. kulepas kaosnya  dan dibantu dia sehingga sekarang setengah telanjang dia. eits! bulu keteknya nggak dicukur. gairahku malah semakin meledak, kubalikkan badannya agar menghadapku. dia menunduk mungkin dia malu atau minder karena umur atau ketidak cantikkannya, entahlah, yang pasti dia telah dengan alihnya melepaskan nafsuku dari kandangnya.  kurebahkan dia dengan masih tetap pakai BH karena aku lebih suka menjamah teteknya  dengan cara menyelinapkan tangan.

kuserbu keteknya yang berbulu agak lebat itu (kering tanpa burket, kalaupun burket toh nafsuku belum tentu turun) sambil terus meremas tetek. kutindih dia. celana jeans masih belum dilepas. kususupkan tangan kananku ke dalamnya. menyentuh veginnya. basah. kupindahkan serangan ciumanku ke lehernya. mendesah. lalu mengerang-mengerang lembut dia. kehabisan nafsu aku, ketika kutarik kepalaku naik untuk mengambil udara ditarik lagi kepalaku. ah rupanya G-Spot''nya ada di leher belakang telingan sebelah kanan. kuhajar lama dengan dengusan napas hidungku di wilayahitu. semakin liar polahnya. tangan kananku semakin dibasahi dengan banyak cairan. kulepas tanganku dan kusuruh dia bangkit.

lepaskan BH dan celana ya''.

tanpa tunggu lama wajahnya yang sudah merah merona itu mengangguk dan cepat-cepat smua yang kuingin lepas dilepasnya. kupandangi sebentar teteknya, masih lumaya bulat, kupandangi veginya, wow alangkah lebatnya. kurebahkan lagi dengan segera. kutindih lagi dia. mengerang hebat. nafsuku memburu berat. kukangkangkan pahaku. dan bless.. kuseret pahaku kepinggir ranjang, dengan berdiri kuangkat kakinya menumpang di pundakku, kuarahkan kembali rudalku munuju di veginya yang lenyap ditelan jembut. kusibakkan terlebih dahulu, lalu bless.. bless.

argh..argh.. yang cepat denn arghh.. kencangin laggih denn.. auhh.. ahh..''

menjelang 10 menit mulai terasa hangat adikku.

akkhu.. sudahh mau.. kelluaar.. bikk.. ahh.. ahh..''
akkh.. bibikh.. jugah.. denn. ahh.. argh''.

dan tanpa dapat dibendung lagi jebollah lahar panas dari rudalku menyemburi lembahnya yang rimbun itu. pada saat yang bersamaan. sensasi kimiawi dari surga telah mengurasku menuju keletihan. entah kenapa badanku yang sebelumnya sudah letih bangat ternyata  masih mampu mengeluarkan tenaga sebesar ini. ibu ini memang lihai. luar biasa kuakui.

setelah berbaring-baring sekitar 15 menit si ibu minta ijin ke toilet untuk bersih-bersih diri . kusiapkan amplop untuk memberinya kompensasi atas jasa kenikmatan luar biasa yang baru sekali ini ku rasakan seumur hidupku. tanpa dibukanya amplop itu  sambil mengucapkan terima kasih dengan sopan, dia keluar kamar setelah mengenakan jaketnya kembali.

sejak mengenal kenikmatan pijat hotel itu, aku melalui sering mencaba-coba. di kota B banyak sekali panti-panti yang berkedok pijat namun sesungguhnya yang ditawarkan adalah lebih dari sekedar pijat. awalnya kucoba yang muda-muda dan cantik, akhirnya aku kembali mencari yang telah senior karena yang masih muda kuanggap blum banyak pengalaman dan tidak bnyak kenikmatan yang kuraih. di samping itu lebih aman secara kesehatan dengan yang tua karena jarang dipakai, sementara yang muda dan cantik laris diantri banyak pria dari sebagai lapisan dan dengan kondisi kesehatan yang sulit terkontrol pula.

Cetak item ini

  CERITA MEMUASKAN MAJIKAN DENGAN GOYANGANKU
Diposting oleh: cs.judi13 - 14-10-2017, 06:07 PM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

arenacapsa.com - hingga kini, kisah ini masih sering telintas dalam benak dan pikiranku. entah suatu keberuntunganka atau kepedihan bagi si pelaku. yang jelas dia sudah mendapatkan pengalaman berharga dari ap yang dialaminya. sebut saja nama si jo. berasal dari kampung yang sebenarnya tidak jauh-jauh sekali dari kota y. di kota y inilah dia numpang hidup pada seorang keluarga kaya. suami istri berkecukupan dengan seorang lagi pembantu wanita lnah, dengan usia kurang lebih di atas jo 2-3 tahun. jo sendiri berumur 15 tahun jalan


[Gambar: cerita-memuaskan-majikan-goyanganku.jpg]

suatu hari nyonya majikannya yang masih mudah, ibu rhieny atau biasa mereka memanggil bu rhien, mendekati mereka berdua yang tengah sibuk di dapur yang terletak di halaman belakang, di depan kamar si jo.
inah...,besok lusa bapak hendak ke kalimantan lagi. tolong siapkan pakaian secukupnya jangan lupa sampai ke kaos kakinya segala.." perintahnya.
"kira-kira berapa hari bu..? tanya inah hormat.
"cukup lama..mungkin hampir satu bulan.
"baiklah bu.. tukas inah mahfum.

bu rhien segera berlalu melewati jo yang tengah membersihkan tanaman di pekaranggan belakang tersebut dia mengangguk ketika jo membungkuk hormat padanya.

ibu rhien majikannya itu masih mudah, paling tua mungkin sekitar 30 tahuanan, begitu inah pernah cerita kepadanya. mereka menikah belum lama dan termasuk lambat karena keduanya sibuk di study dan pekerjaan. namun setelah menikah, bu rhien nampaknya lebih banyak di rumah. ealaupun sifatnya hanya sementara, sekedar untuk jeda istirahat saja.

dengan perawakan langsing, dada tidak begitu besar, hidung mancung, bibir tipis dan berkaca mata serta kaki yang lenjang, bu rhien terkesan angkuh dengan wibawa intelektulitas yang tinggi. namun kelihatan kalau dia seorang yang baik hati dan dapat mengerti kesulitan hidup orang lain meski dalam pro[orsi yang sewajarnya dengan kedua pembantunya pun tidak begitu sering berbicara hanya sesekali bila perlu cakap di dapur atau di ruang tengah bila waktunya senggang

beberapa hari kepergian bapak ke kalimantan, jo tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua wanita tersebut itulah na..kadang kadang belajar perlu juga suara bu rhien terdengar agak geli di kampung memang terus terang saya pernah bu inah nampak agak bebas menjawab "ooo ya,,,,?
iya...kami....sst..pss...dan seterusnya jo tidak lagi menangkap isi pembicaraan tersebut hanya kemudian terdengar tawa berderai mereka berdua 

jo mulai lupa percakapan yang menimbulkan tanda tanya tersebut karena kesibukkannya setiap hari membersihkan halaman. merawat tanaman memperbaiki kondisi rumah,,pagar dan sebagainya yang dianggap perlu ditangani hari demi hari berlalu begitu saja hingga suatu sore jo agak terkejut ketika dia tengah beritirahat sebentar di kamarnya. tiba-tiba pintu terbuka kriieet..blegh... pintu itu segera menutup lagi dihadapannya kini bu rhien majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti.

jo suaranya agak serak.
jangan kaget ...nggak ada apa-apa ibu hanya ada perlu sebentar..
maaf bu,,, jo cepat-cepat mengenakan kaosnya barusan dia haya bercelana pendek bu rhien diam dan memberi kesempatan jo mengenakan kaosnya hingga selesai nampaknya bu rhien sudah dapat menguasai diri lagi dengan mimik biasa dia segera menyampaikan maksud kedatangnnya

hmm...dia melirik ke pitu
ibu minta kamu nggak usah cerita ke siapa-siapa ibu hana perlu meminjam sesuatu darimu.. kemudian dia segera melemparkan sebuah majalah lihat dan cepatlah ikuti perintah ibu suara bu rhien agak menekan agak gelegapan jo membuka majalah tersebut dan terperangah mendapati berbagai gambar yang menyebabkan nafasnya langsung memburu meski orang kampung dia mengerti apa arti semua ini apalagi jujur dia memang tengah mengijak usua yang sering kali membuatnya terbagun di tengah malam karena bayangan dan hawa yang menyesakkak dada bila baru nonton tv atau membaca artikel yang sedikit nyerempet ke arah itu

sejurus diamatinya bu rhien yang tengah bergerah menuju pintu beliau mengenakan kaos hijau ketat sementara bawahannya berupa rok yang agak longgar warna hitam agak berkilat entah apa kemudian berbaringlah jo dan lepaskan celanamu agak ragu jo mulai membuka dalemannya juga agak jengah bu rhien mengucapkan itu dengan sangat malu jo melepaskan cd-nya sejenak kemudian terpampanglah alat pribadinya ke atas.

lain dari pikiran jo, ternyata bu rhien tidak segera ikut membuka pakaiannya dengan wajah menunduk tanpa mau melihat ke wajahnya dia segera bergerak naik ke atas tubuhnya jo merasakan desiran hebat ketika betis mereka bersentuhan.naik lagi kini jo bisa merasakan halusnya paha majikannya itu bersentuhan dengan paha atasnya .naik lagi ..dan jo merasakan seluruh tulang belulangnya kena setrum ribuan watt ketika ujung alat pribadinya menyentuh bagian lunak empuk dan basah di pangkal paha bu rhien .

tanpa memperlihatkan sedikitpun bagian tubuhnya bu rhien nampaknya hendak melakukan persetubuhan dengannya jo mengbela nafas dan menelan ludah ketika tangan lembut itu memegang alatnya dan bleesshh ///dengan badan bergetar antara lemas dan kaku jo sendikit mengerang menahan geli dan kenikmatan ketika barangnya dilumut oleh daging hangat nan empuk itu.

dengan masih menunduk bu rhien mulai menggoyangkan pantatnya tangannya menepis tangan jo yang secara naluriah hendak merengkuhnya 
"hhh...ehh..sshh..."kelihatan bu rhien menahan nafasnya
"aakh..bu..saya..saya nggak tahan ...jo mulai mengeluh.
"tahan sebentar..sebentar saja... bu rhien nampak agak marah mengucapkan itu,keringatnya mulai bemunculan di kening dan hidungnya

sekuat tenaga jo menahan aliran yang hendak meledak di unjung perlatannya di atasnya bu rhien terus berpacau.. bergerak semakin liar hingga dipan tempat nereka berada ikut berderit-derit makin lama semakin cepat dan akhirnya nampak bu rhien mengejang kepalanya ditengadahkan ke atas memperlihatkan lehernya yang putih berkeringat aaaahhhhkkkkkhhhh......
sejurua kemudian dia berhenti bergoyang lemes terkulai namun tetap pada posisi duduk di atas tubuh jo yang masih bergetar menahan rasa nafasnya masih memburu

beberapa saat kemudian pleph.. tiba-tiba bu rhien mencabut pantatnya dari tubuh jo dia segera berdiri merapihkan rambutnya dan roknya yang tersingkap sebentar kemudian jangan cerita kepada siapapun tandasnya dan bila kamu belum selesai kamu bisa puaskan ke inah ibu sudah bicara dengannya dan dia bersedia tukasnya cepat dan segera berjalan ke pintu lalu keluar 

jo terhenyak di atas kasurnya sejenak dia berusaha menahan degup jantungnya diambilnya nafasdalam-dalam sambil sekuat tenaga meredam denyutan di ujung penisnya yang terasa mau menyembur cepat itu setelah bisa tenang dia segera bangkit, mengenakan pakaiannya kemudian berbaring nafasnya masih menyisakan birahi yang tinggi namun kesadarannya cepat menjalar di kepalanya dia sdar, tak mungkin dia menuntut apapun pada majikan yang memberinya hidup itu namun sungguh luar biasa pengalamannya tersebut tak sedikitpun bu rhien yang begitu berwibawa itu melakukan perbuatan seperti ini

dada jo agak berdesir teringat ucapan bu rhien tentang inah terbayang raut wajah ini yang dalam benaknya lugu tetapi kenapa mau disuruh melayaninya jo menggelengkan kepala tidak biarlah perbuatan bejat ini antara aku bu rhien tak ingin dia melibatkan orang lain lagi perlahan tapi pasti jo mampu mengendapkan segala pikiran dan gejolak perasaannya beberapa menit kemudian dia terlelap hanyut dalam kenyamanan yang tanggung dan mengganjal dalam tidurnya

perlakuan bu rhien berlanjut tiap kali suaminya tidak ada di rumah selalu dan selalu dia meninggalkan jo dalam keadaan menahan gejolak yang menggelegak tanpa penyelesaian yang layak beberapa kali jo hendak meneruskan hasratnya ke inah tetapi selalu diurungkan karena dia ragu-ragu apakah semuanya benar-benar sudah diatur oleh majikan atae hanyalah alasan bu rhien untuk tidak memberikan alasan pelayaan kepadanya 

hingga akhirnya pada suatu malam yang dingin di luar gerimis dan terdengar suara-suara katak bersahutan di sungai kecil belakang rumah dengan rythme-nya yang khas dan dihalal betul oleh jo. dia agak terganggu ketika mendengar daun pintu kamarnya terbuka
"kriieet..ternyata bu rhien
nampak segara melangkah masuk kamar malam ini beliau mengenakan daster merah jambu bergambar bunga atau daun-daun apa jo tidak jelas mengamatinya karena segara dirasakannya nafasnya memburu kerongkongannya tercetakat dan ludahnya terasa asin wajahnya terasa tebal tak merasakan apa-apa

agak terburu-buru bu rhien segera menutup pintu tanpa bicara sedikitpun dia menganggukkan kepalanya jo segera paham dia segera menarik tali saklar di kamarnya dan sejenak ruangannya mejadi remang-remang oleh lampu 5 watt warna kehijauan sementara menunggu jo melepas celananya bu rhien nampak menyapukan pandangannya ke seantero kamar 
"hmm. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya pikirnya
tapi segera terhenti ketika dilihatnya alat pemuasnya itu sudah siap
dan..kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya setelah selesai bu rhien segera berdiri dan merapihkan pakaiannya dia hendak beranjak ketika tiba-tiba teringat sesuatu

oh ibu lupa terhenti sejenak ucapannya 
jo berpikir keras kurang apa lagi?jujur dia mulai tidak tahan mengatasi nafsunya tiap kali ditinggal begitu saja ingin sekali dia meraih pinggang sexy itu tiap kali hendak keluar dari pintu  lanjutnya hmm inah pulang kampung pagi tadi dengan wajah agak masam bu rhien segera mengurungkan langkahnya 
jo hampir keceplosan bahwa selama ini dia tidak pernah melanjutkan dengan inah tapi mulutnya segera mengurungkan langkahnya rasanya tidak adil kalau hanya ibu yang dapat sementara kamu tertinggal begitu saja mulutnya segera dikuncinya kuat-kuat dia merasa bu rhien akan memberinya sesuatu teryata benar perempuan itu segera menyuruhnya berdiri 

terpaksa ibu melayani kamu malam ini tapi ingat...jangan sentuh apapun kamu hanya boleh melakukannya sesuai dengan yang ibu lakukan kepadamu
kemudian bu rhien segara duduk di tepi ranjang dirainya bantal untuk ganjal kepalanya sejuruskemudian dia membuka pahanya matanya segera menatap jo dan memberinya isyarat
".." jo tergagap tak mengira akan diberi kesempatan seperti itu 
dalam cahaya kamar yang minim itu dadanya berdesir hebar melihat sepasang paha mulus teletang di sebelah atas sana nampak dua bukit membuncah di balik bh warna krem yang muncul sedikit di leher daster dengan pelan dia mendekat kemudian dengan agak ragu selangngannya diarahkan ke tengah diantara dua belah paha mulus itu nampak bu rhien memalingkan wajah ke samping jauh-jauhnya

degh....degh...jo agak kesulitan memasukkan alatnya karena selama ini dia memang pasif sehingga tidak ada pengalaman memasukkan sama sekali karena selama ini dia memang pasif sehingga tidak ada pengalaman memasukkan sama sekali tapi dia merasakan nikma yang luar biasa ketika kepala penisnya menyentuh daging lunak dan bergesekan dengan rambut kemaluan bu rhien yang tebal itu hhh nikmat sekali bu rhie menggigit bibir ingin rasanya menendang bocah kurang ajar ini tapi dia segera menyadari ini semua dia yang memulai badannya menggelinjang menahan geli ketika dengan agak paksa namun tetap pelan jo berhasil memasukkan penisnya (yang memang keras dan lumyan itu) ke peralatan rahasianya.

beberapa saat kemudian jo secara nalurih mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur clep..clep...clep... bunyi penisnya beradu dengan vagina bu shien yang basah belum di cuci setelah persetubuhan pertama tadi
plak....plak....plak....kadang jo terlalu kuat menekan sehingga pahanya beradu dengan paha putih mulus itu 
ohh..enak sekali....pikir jo
dia merasakan kenikmatan yang lebih lagi dengan posisi dia yang aktif ini 
ehh....shh...okh...jo benar-benar tak kuasa lagi menutupi rasa nikmatnya

hampir beberapa menit lamanya keadaan berlangsung seperti itu sementara jo selintas melirik betapa wajah bu rhien mulai memerah matanya terpejam dan dia melengos ke kiri kadang ke kanan.
hkkkhh....bu rhien berusaha menahan nafas.
mulanya dia berfikir pelanyannnya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung konak-nya tapi teryata, huoohh,,bu rhien merasakan otot-otot kewanitaannya tegang lagi menerima gesekan-gesekan kasar dari jo dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak terbangkitkan nafsunya

jo terus bergoyanng berputar menyeruduk menekan dan mendorong sekuat tenaga dia benar-benar sudah lupa siapa wanita yang dihadapannya ini yang terfikir adalah keinginan untuk cepat mengeluarkan sesuatu yang terasa deras mengalir dipembuluh darahnya dan ingi segeradikeluarkannnya ...ehh......bu rhien tak mampu lagi membendung nafsunya daster yang tadinya di pegangi agar tubuhnya tidak banyak tersingkap itu terlepas dari tangannya sehingga kini tersingkap jauh sampai ke atas pinggangg melihat pemandangan ini jo semakin  terangsang dia menunduk mengamati alatnya yang serba hitam kontras dengan tubuh putih mulu di depannya yang mulai menggeliat-liat,sehingga menyebabkan batang kemaluannya semakin teremas-renas


ohh....aduh...bu...jo mengerang pelan penuh kenikmatan 
yang jelas bu rhien tak akan mendengarnya karena beliau sendiri tengah berjuang melawan  rangsangan yang semakin dekat ke puncaknya
okh...hekkhh....bu rhien meneganng sekuat tenanga dia menahan diri tapi sodokan itubenar-benar kuat dan tahan
diam-diam dia kagum dengan stamina anak ini

akhirnya karena sudah tidak mampu lagi menahan bu rhien segara mengapitkan kedua pahanya tangannya meraik sprei meremasnya dan aaakkhh dia mengerang nikmat orgasmenya yang kedua dari si jo malam ini sementara si jo pun sudah tak  tahan lagi saat paha mulus itu menjepit pinggangnya dan kemudian pantat wanita itu diangkat penisnyabenar-benar seperti dipelintir hingga "cruuth... crut..crut memancar suatu cairan kental dari sana jo merasakan nikma yg luar biasa seperti kencing namun terasa enak campur gatal-gatal gimana ohk..ehh...hh jo terkulai tubuhnya bergetar dan dia segera mundur dan mencabut penisnya kemudian terhenyak duduk di kursi sebelah meja di kamarnya wajahnya menengadah sementara secara alamiah tangannya terus meremas-remas penisnya menghabiskan sisa cairan yang ada disana.ooooohhhhenak sekali

di ranjang bu rhien telentang lemes benar-benar nikma persetubuhan yang kedua ini berapa saat dia terkulai seakan tak sadar dengan keadaannya bongkahan pantatnya yang mengkal dan mulus itu ter-expose dengan bebas rasanya batang kenyal nan keras itu masih menyumpal celah vaginanya memberinya sengatan dan sodokan-sodokan yang nikmat jo menatap tubuh indah itu dengan penuh rasa tak percaya barusan dia mentubuhinya sampai dia juga mendapatkan kepuasan benarkah...

sementara itu setelah sadar bu rhien segera bangkait dia membenahi pakaiannya terlintas sesuatu yang agak aneh dengan anak ini tapi dia merasa betapa panas pancaran sperma yang disemburkannya seperti air mani laki lakin  yang baru pernah bersetubuh

berapa jam biasanya kamu melakukan ini dengan inah jo..? tanya bu rhien menyilidik
jo terdiam apakah berliau tidak akan marah kalau dia berterus terang ..?
kenapa diam.....?
jo menghela nafas maaf bu belum pernah.
ha,,, jadi selama ini kamu...?
iya bu saya hanya diam saja setelah ibu pergi 
oo....bu rhien melongo
sungguh tidak diduga sama sekali kalau itu yang selama ini terjadi alangkah tersiksanya selama ini kalau begitu aku teryata egois juga tapi masa aku harus melayaninya apapun dia kan hanya pembantu dia hanya butuh batang muda-nya saja untuk memenuhi hasrat sex-nya yang menggebu-gebu terus itu selama ini bahkan suami dan pacar-pacarnya dulu tak pernah mengetahuinya ini rahasia yang tersimpan rapat

"hmm..baiklah ibu minta kamu jangan ceritakan ke siapapun sebenarnya ibu sudah bicara sama inah mengenai masalah ini tapi rupanya kalian tidak nyambung ya sudah yang penting sekali lagi pegang rahasia ini erat-erat mengerti kembali suaranya berwibawa dan bikin segan megerti bu j menjawab penuh rasa rikuh akhirnya bu bu rhien keluar kamar dan jo segera melemparkan badannya ke kasur penat lelah namunnikmat dan terasa legaa..sekali..

Cetak item ini

  Tips meraih bonus permainan dari agen domino
Diposting oleh: bandarqq365 - 14-10-2017, 04:23 PM - Poker | Domino 99 | Sakong | Adu Q | Capsa Susun | Bandar Q | Bandar Poker - Tidak Ada Balasan

[Gambar: domino%2Bonline.jpg]


Untuk dapat meriah bonus yang besar dari agen domino, Anda membutuhkan beberapa tips yang akan diberikan berikut ini. Pemain yang sudah mendaftarkan dirinya pasti akan senang saat membaca promo mengenai bonus. Sebagai seorang makhluk ekonomis, sudah pasti manusia akan memikirkan segala cara untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin. Untuk para pemain judi online, keuntungan tersebut dapat juga berupa bonus yang rutin diberikan oleh agen daftar domino yang benar di seluru dunia. Jika ada pemain yang belum dapat meraih bonus tersebut, ia perlu membaca tulisan menarik di bawah ini. Dengan tulisan ini, dijamin semua pemain akan mengetahui trik-trik cerdas untuk meraih bonus dengan bermain domino online.


Meraih bonus dari agen domino bukan lagi impian. Mungkin Anda merasakan iri hati dan cemburu melihat para pemain yang sepertinya sangat mudah memperoleh bonus besar dari agen judi online. Apalagi jika sebenarnya pemain tersebut sering kalah dalam permainan, namun saldo rekeningnya dari agen domino lebih banyak daripada Anda yang sering menang. Tentunya para pemain tersebut mempunyai tips tersendiri yang membuat mereka lebih mudah dalam meraih bonus dalam permainan domino online tersebut. Bagaimana cara untuk meraih bonus yang besar sedangkan Anda memiliki modal yang kecil? Simak tulisan di bawah ini:


Jika Anda perhatikan baik-baik, para pemain domino yang sering meriah bonus tersebut sangat aktif di media sosial manapun. Mereka juga tidak hanya sembarangan aktif tetapi melakukan aktivitas yang lebih bermakna dan berguna untuk keberhasilan mereka di dunia poker dan domino online. Mereka sering sekali membagikan undangan kepada semua teman mereka di dunia maya untuk bergabung dengan agen judi online tempat mereka bernaung. Anda juga bisa melakukan cara ini hanya dengan lebih aktif di media sosial. Semakin banyak teman dunia mayamu yang menerima undangan, semakin baik.


Tidak hanya pemain yang aktif di media sosial, para agen domino juga tidak mau kalah. Mereka juga senang menyapa para pemain dan penggemar lewat Facebook maupun blog. Kalau sudah begini, Anda dapat mengikuti agen judi online-mu maupun berteman dengan mereka. Pastikan bahwa setiap post yang dibagikan oleh agen domino online-mu tersebut selalu bertengger di urutan pertama di linimasa media sosialmu. Dengan begitu, Anda tidak akan ketinggalan berita terbaru satu pun. Biasakan untuk memberikan tanda suka maupun membagikan posting dari agen domino tersebut.

Agen domino juga kerapkali mengadakan event pertandingan khusus dengan hadiah berupa bonus yang besar jumlahnya. Even ini biasanya diadakan untuk memperingati hari spesial seperti ulang tahun. Jadi, Anda harus mengingat-ingat kapan agen judi domino online-mu itu berulang tahun.

Cetak item ini

  Olahraga Nikmat
Diposting oleh: sponsorqq - 14-10-2017, 12:09 PM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: cerita-sex-olahraga-nikmat.jpg]
Ririn anaknya tergolong imut dan manis untuk gadis seumuranya. Entah mengapa, aku ingin sekali ngentot denganya, aku ingin menikmati lubang meqi Ririn, yg kubayangkan pastilah masih sangat sempit. Ooohhh… gairahku kian bergelora karena memikirkan hal itu, Aku mencoba cari cara, bagaimana caranya keperawanan Ririn bisa aku dapatkan dan kurasakan. Kutunggu saja waktu tepatnya dengan sabar. Tak terasa, selesailah film xxx yg sedang kami lihat. Suara Ririn akhirnya memecahkan keheningan.
“Oom, tuh Burungnya berdiri lagi.” kata Ririn sambil menunjuk ke arah batang penisku yg memang sedang tegang.
“Iya nih Ririn, tp biarin saja deh, gimana dengan filmnya?” jawabku santai.
“Bagus kok Oom, persis seperti apa yg papa dan mama lakukan, dan Ririn ada beberapa pertanyaan buat Oom nih.” Ririn sepertinya ingin menanyakan sesuatu.
“Pertanyaannya apa?” tanyaku.
“Kenapa sih, kalo olahraga gituan harus masukin Burung ke… apa tuh, Ririn ngga ngerti?” tanya Ririn.
“Oh itu.., itu namanya Burung dimasukkan ke lubang kencing atau disebut juga lubang meqi, pasti papa Ririn juga melakukan hal itu ke mama kan?” jawabku menerangkan.
“Iya benar Oom, papa pasti masukin Burungnya ke lubang yg ada pada meqi mama.” Ririn membenarkan jawabanku.
“Itulah seninya olahraga beginian Ririn, bisa dilakukan sendiri, bisa juga dilakukan berdua, olahraga ini khusus untuk dewasa.” kataku memberi penjelasan ke Ririn.
“Ririn sudah boleh ngga Oom.. melakukan olahraga seperti itu?” tanya Ririn lagi.
Ouw.. inilah yg aku tunggu.. dasar rejeki.. selalu saja datang sendiri.
“Boleh sih, dengan satu syarat jangan bilang sama mama dan papa.” jelasku.
Terang saja aku membolehkan, sebab itulah yg kuharapkan.
“Ririn harus tahu, jika Ririn melakukan olahraga beginian akan merasa lelah sekali tetapi juga akan merasakan nikmat.” tambahku.
“Masa sih Oom? Tp kayaknya ada benarnya juga sih, Ririn lihat sendiri mama juga sepertinya merasa lelah tp juga merasa kenikmatan, sampai menjerit-jerit lho Oom, malahan kadang seperti mau nangis.” Ririn yg polos rupanya sudah mulai tertarik dan sepertinya ingin tahu bagaimana rasanya.
“Emang gitu kok. Ee…, mumpung masih siang nich, mama Ririn juga masih lama pulangnya, kalo Ririn memang ingin olahraga beginian, sekarang saja gimana?” aku sudah tdk sabar ingin melihat pesona kemaluannya Ririn, pastilah luar biasa.
“Ayolah!” Ririn mengiyakan.
Memang rasa ingin tahu anak gadis seusia Ririn sangatlah besar. Ini adalah hal baru bagi Ririn. Segera saja kusiapkan segala sesuatunya di otakku. Aku ingin Ririn merasakan apa yg belum pernah dirasakan sebelumnya. Kaos singlet yg menempel di tubuhku telah kulepas. Aku sudah telanjang bulat dengan batang kejantananku mengacung-ngacung keras dan tegang. Baru pernah seumur hidupku, aku telanjang di hadapan seorang gadis beRirin berumur 12 tahun. Ririn hanya tersenyum-senyum memandangi batang penisku yg berdiri dengan megahnya. Mungkin karena kebiasaan melihat papa dan mamanya telanjang bulat, sehingga melihatku telanjang bulat merupakan hal yg tdk aneh lagi bagi Ririn.
Kusuruh Ririn untuk membuka seluruh pakaiannya. Awalnya Ririn protes, tetapi setelah kuberitahu dan kucontohkan kenapa mama Ririn telanjang bulat, dan kenapa ceweknya Tarzan juga telanjang bulat, sebab memang sudah begitu seharusnya. Akhirnya Ririn mau melepas pakaiannya satu persatu. Aku melihat Ririn melepaskan pakaiannya dengan mata tdk berkedip. Pertama sekali, lepaslah pakaian sekolah yg dikenakannya, lalu rok biru dilepaskan juga. Sekarang Ririn tinggal mengenakan kaos dalam dan celana dalam saja.
Di balik kaos dalamnya yg cukup tebal itu, aku sudah melihat dua benjolan kecil yg mencuat, pastilah puting susunya Ririn yg baru tumbuh. Baru saja aku berpikiran seperti itu, Ririn sudah membuka kaos dalamnya itu dan seperti apa yg kubayangkan, puting susu Ririn yg masih kuncup, membenjol terlihat dengan jelas di kedua mataku. Puting susu itu begitu indahnya. Lain sekali dengan yg biasa kulihat dan kurasakan dari wanita malam langgananku, rata-rata puting susu mereka sudah merekah dan matang, sedangkan ini, aku hanya bisa menelan ludah.
Toket Ririn memang belum nampak, sebab karena faktor usia. Akan tetapi puting susunya sudah mulai menampakkan hasilnya. Membenjol cukup besar dan mencuat menantang untuk dinikmati. Warna puting susu Ririn coklat kemerahan, aku melihat puting susu itu menegang tanpa Ririn menyadarinya. Lalu Ririn melepaskan juga celana dalamnya. Kembali aku dibuatnya sangat bernafsu, meqi Ririn masih berupa garis lurus, seperti kebanyakan milik anak-anak gadis yg sering kulihat mandi di sungai. Vagina yg belum ditumbuhi bulu rambut satu pun, masih gundul. Aku sungguh-sungguh melihat pemandangan yg menakjubkan ini. Terbengong-bengong aku dibuatnya.
“Oom, udah semua nih, udah siap nih Oom.”
Aku tersentak dari lamunan begitu mendengar Ririn berbicara.
“Oke, sekarang dimulai yaaa…?”
Kuberi tanda ke Ririn supaya tiduran di sofa. Pertama sekali aku meminta ijin ke Ririn untuk menciuminya, Ririn mengijinkan, rupanya karena sangat ingin atau karena Ririn memang sudah mulai menuruti nafsunya sendiri, aku kurang tahu. Yg penting bagiku, aku merasakan Ririnng perawannya dan menyetubuhinya siang ini.
Aku ciumi kening, pipi, hidung, bibir dan lehernya. Kupagut dengan mesra sekali. Kubuat seromantis mungkin. Ririn hanya diam seribu bahasa, menikmati sekali apa yg kulakukan kepadanya.
Setelah puas aku menciuminya, “Ririn, boleh ngga Oom netek ke Ririn?” tanyaku meminta.
“Tp Oom, tetek Ririn kan belon sebesar seperti punya mama.” kata Ririn sedikit protes.
“Ngga apa-apa kok Ririn, tetek segini malahan lebih nikmat.” kilahku meyakinkan Ririn.
“Ya deh, terserah Oom saja, asalkan ngga sakit aja.” jawab Ririn akhirnya memperbolehkan.
“Dijamin deh ngga sakit, malahan Ririn akan merasakan enak dan nikmat yg tiada tara.” jawabku lagi.
Segera saja kuciumi puting susu Ririn yg kiri, Ririn merasa geli dan menggelinjang-gelinjang keenakan, aku merasakan puting susu Ririn mulai mengalami penegangan total. Selanjutnya, aku hisap kedua puting susu tersebut bergantian. Ririn melenguh menahan geli dan nikmat, aku terus menyusu dengan rakusnya, kusedot sekuat-kuatnya, kutarik-tarik, sedangkan puting susu yg satunya lagi kupelintir-pelintir.
“Oom, kok nikmat banget nihhh… oohhh… nikmaattt…” desah Ririn kenikmatan.
Ririn terus merancau kenikmatan , aku sangat senang sekali. Setelah sekian lama aku menyusu, aku lepaskan puting susu tersebut. Puting susu itu sudah memerah dan sangat tegangnya. Ririn sudah merasa mabuk oleh kenikmatan. Aku bimbing tangannya ke batang penisku.
“Ririn, kocok dong Burungnya Oom Agus.” aku meminta Ririn untuk mengocok batang penisku.
Ririn mematuhi apa yg kuminta, mengocok-ngocok dengan tdk beraturan. Aku memakluminya, karena Ririn masih amatir, sampai akhirnya aku justru merasa sakit sendiri dengan kocokan Ririn tersebut, maka kuminta Ririn untuk menghentikannya. Selanjutnya, kuminta Ririn untuk mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, tanpa bertanya Ririn langsung saja mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, aku terpana sesaat melihat vagina Ririn yg merekah. Tadinya kemaluan itu hanya semacam garis lurus, sekarang di hadapanku terlihat dengan jelas, buah klitoris kecil Ririn yg sebesar kacang kedelai, vaginanya merah tanpa ditumbuhi rambut sedikit pun, dan yg terutama, lubang meqi Ririn yg masih sangat sempitnya. Jika kuukur, hanya seukuran jari kelingking lubang meqi nya.
Aku lakukan sex dengan mulut, kuciumi dan hisap meqi Ririn dengan lembut, Ririn kembali melenguh. Lenguhan yg sangat erotis. Meram melek kulihat mata Ririn menahan nikmatnya hisapanku di meqinya. Kusedot klitorisnya. Ririn menjerit kecil kenikmatan, sampai tdk berapa lama.
“Oom, nikmat banget sih, Ririn senang sekali, terussinnn…” pinta Ririn.
Aku meneruskan menghisap-hisap vagina Ririn, dan Ririn semakin mendesah tdk karuan. Aku yakin Ririn hampir mencapai puncak orgasme pertamanya selama hidup.
“Oommm… ssshhh… Ririn mau pipis nich..”
Ririn merasakan ada sesuatu yg mendesak ingin keluar, seperti ingin kencing.
“Tahan dikit Ririn… tahan yaaa…” sambil aku terus menjilati, dan menghisap-hisap meqi nya.
“Udah ngga tahan nich Oommm… aahhh…”
Tubuh Ririn mengejang, tangan Ririn berpegangan ke sofa dengan erat sekali, kakinya menjepit kepalaku yg masih berada di antara selangkangannya.
Ririn ternyata sudah sampai pada klimaks orgasme pertamanya. Aku senang sekali, kulihat dari bibir lubang perawannya merembes keluar cairan cukup banyak. Itulah cairan mani nikmatnya Ririn.
“Oohhh… Oom Agus… Ririn merasa lemes dan nikmat sekali… apa sih yg barusan Ririn alami, Oom…?” tanya Ririn antara sadar dan tdk.
“Itulah puncaknya Ririn.., Ririn telah mencapainya, pingin lagi ngga?” tanyaku.
“Iya.. iya.. pingin Oom…” jawabnya langsung.
Aku merasakan kalau Ririn ingin merasakannya lagi. Aku tdk langsung mengiyakan, kusuruh Ririn istirahat sebentar, kuambilkan semacam obat dari dompetku, obat dopping dan kusuruh Ririn untuk meminumnya. Karena sebentar lagi, aku akan menembus lubang perwannya yg sempit itu, jadi aku ingin Ririn dalam keadaan segar bugar.
Tdk berapa lama, Ririn kulihat telah kembali fit.
“Ririn… tadi Ririn sudah mencapai puncak pertama, dan masih ada satu puncak lagi, Ririn ingin mencapainya lagi kan..?” bujukku.
“Iya Oom, mau dong…” Ririn mengiyakan sambil manggut-manggut.
“Ini nanti bukan puncak Ririn saja, tetapi juga puncak Oom Agus, ini finalnya Ririn” kataku lagi menjelaskan.
“Final?” Ririn mengernyitkan dahinya karena tdk paham maksudku.
“Iya, final.., Oom ingin memasukan Burung Oom ke lubang meqi Ririn, Oom jamin Ririn akan merasakan sesuatu yg lebih nikmat lagi dibandingkan yg tadi.” akhirnya aku katakan final yg aku maksudkan.
“Ooh ya, tp.. Oom.. apa Burung Oom bisa masuk tuh? Lubang meqi Ririn kan sempit begini sedangkan Burungnya Oom.. gede banget gitu…” Ririn sambil menunjuk lubang nikmatnya.
“Pelan-pelan dong, ntar pasti bisa masuk kok.. cobain ya..?” pintaku lagi.
“Iya deh Oom…” Ririn secara otomatis telah mengangkangkan kakinya selebar-lebarnya.
Kuarahkan kepala penisku ke lubang meqi Ririn yg masih super sempit tersebut. Begitu menyentuh lubang nikmatnya, aku merasa seperti ada yg menggigit dan menyedot kepala penisku, memang sangat sulit untuk memasukkannya. Sebenarnya bisa saja kupaksakan, tetapi aku tdk ingin Ririn merasakan kesakitan. Kutekan sedikit demi sedikit, kepala penisku bisa masuk, Ririn mengaduh dan menjerit karena merasa perih. Aku menyuruhnya menahan. Efek dari obat dopping itu tadi adalah untuk sedikit meredam rasa perih, selanjutnya kutekan kuat-kuat.
“Blusss…”
Ririn menjerit cukup keras, “Ooommm… Burungnya sudaaahhh masuk… kkaahhh?”
“Udah sayang… tahan ya…” kataku sambil mengelus-ngelus rambut Ririn.
Aku mundurkan batang penisku. Karena sangat sempitnya, ternyata bibir meqi Ririn ikut menggembung karena tertarik. Kumajukan lagi, kemudian mundur lagi perlahan tetapi pasti. Beberapa waktu, Ririn pun sepertinya sudah merasakan nikmat. Setelah cairan mani Ririn yg ada di lubang perawannya semakin membanjir, maka lubang kenikmatan itu sudah sedikit merekah. Aku menggenjot maju mundur dengan cepat. Ahhh.. inikah kemaluan perawan gadis imut. Nikmat sekali ternyata. Hisapannya memang tiada duanya. Aku merasa keringat telah membasahi tubuhku, kulihat juga keringat Ririn pun sudah sedemikian banyaknya.
Sambil kuterus berpacu, puting susu Ririn kumainkan, kupelintir-pelintir dengan gemas, bibir Ririn aku pagut, kumainkan lidahku dengan lidahnya. Aku merasakan Ririn sudah keluar beberapa kali, sebab aku merasa kepala batang penisku seperti tersiram oleh cairan hangat beberapa kali dari dalam lubang surga Ririn. Aku ganti posisi. Jika tadi aku yg di atas dan Ririn yg di bawah, sekarang berbalik, aku yg di bawah dan Ririn yg di atas. Ririn seperti kesetanan, bagaikan cowboy menunggang kuda, oh nikmat sekali rasanya di batang penisku. Naik turun di dalam lubang surga Ririn.
Sekian lama waktu berlalu, aku merasa puncak orgasmeku sudah dekat. Kubalik lagi posisinya, aku di atas dan Ririn di bawah, kupercepat gerakan maju mundurku. Lalu aku peluk erat sekali tubuh kecil dalam dekapanku, kubenamkan seluruh batang penisku. Aku menegang hebat.
“Crroottt… crrooottt…”
Cairan maniku keluar banyak sekali di dalam lubang meqi Ririn, sedangkan Ririn sudah merasakan kelelahan yg amat sangat. Aku cabut batang penisku yg masih tegang dari lubang meqi Ririn. Ririn kubiarkan terbaring di sofa. Tanpa terasa, Ririn langsung tertidur, aku bersihkan lubang kelaminnya dari cairan mani yg perlahan merembes keluar, kukenakan kembali semua pakaiannya, lalu kubopong gadis kecilku itu ke kamarnya. Aku rebahkan tubuh mungil yg terkulai lelah dan sedang tertidur di tempat tidurnya sendiri, kemudian kucium keningnya. Terima kasih Ririn atas kenikmatannya tadi. Malam pun tiba.
Keesokan harinya, Ririn mengeluh karena masih merasa perih di vaginanya, untungnya Tante Linda tdk tahu. Hari berlalu terus. Sering kali aku melakukan olahraga senggama dengan Ririn, tentunya tanpa sepengetahuan Oom Joko dan Tante Linda.

Cetak item ini

  Melawat Ke Markas Liverpool, Mourinho Pastikan MU Tidak Parkir Bus
Diposting oleh: im2bet - 14-10-2017, 11:41 AM - Prediksi Bola Terlengkap - Tidak Ada Balasan

[Gambar: pizap.com15079521116371-768x391.jpg]
[url=www.gemarbola.com]BOLAHARIAN - Manajer Manchester United Jose Mourinho memastikan timnya tak akan bermain bertahan lagi di Anfield seperti musim lalu.

Musim lalu adalah musim perdana Mourinho menangani Setan Merah. Ia mendapat tuntutan untuk bisa mengembalikan prestasi MU secepatnya dengan skuat yang bukan 100 persen pilihannya.

Oleh karena itulah, manajer asal Portugal tersebut memilih bermain dengan pragmatis. Tak perlu main cantik asalkan bisa meraih poin maksimal dan target terpenuhi.

Musim lalu, saat main di kandang Liverpool, skuat MU pun diperintahkannya untuk menjalankan taktik parkir bus. Alhasil pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0.

Kini, MU dan Liverpool akan kembali bertemu untuk pertama kalinya di musim ini, di Anfield. Jelang laga yang akan digelar pada hari Sabtu, 14 Oktober tersebut, Mourinho menegaskan timnya tak akan bermain bertahan lagi seperti musim lalu.

“Ya, (kami akan memainkan) satu defender dan sembilan striker,” canda Mourinho seperti dilansir Soccerway.

“Jangan khawatir, pastinya kami akan bermain dalam sebuah sistem baru dengan satu orang saja di lini belakang dan kami bermain dengan sembilan striker. Jangan khawatir soal itu,” kelakarnya lagi.

Mourinho lantas memberikan sedikit update terkait kondisi para pemainnya jelang laga tersebut. Diungkapkannya, Michael Carrick masih harus absen di laga tersebut, namun Romelu Lukaku, yang sempat mengalami masalah pada engkelnya di jeda internasional kemarin, bisa dimainkan.

“Carrick saya tahu tidak bisa bermain. Saya tahu itu. Lukaku tampaknya baik-baik saja dan itu saja,” tutupnya.

Cetak item ini

  Isi Serat Chentini, Kitab Seksualitas Jawa Kuno yang Tidak Kalah Hot dari Kamasutra
Diposting oleh: suryaqq - 14-10-2017, 11:07 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: images.jpg]

Isi Serat Chentini, Kitab Seksualitas Jawa Kuno yang Tidak Kalah Hot dari Kamasutra - TAK tak sedikit yang kenal dengan Chentini. Orang-orang lebih familiar dengan Kamasutra. Padahal, kitab seksualitas Jawa kuno itu lebih spektakuler akibatnya, lho!

Kitab Serat Chentini diketahui berisikan 722 lagu jawa yang menjabarkan dengan cara detail perihal ranjang. Pembuatnya merupakan tiga pujangga asal Jawa, yaitu tiga pujangga keraton Surakarta, yaitu Yasadipura 11, Ranggasutrasna, serta R. Ng. Sastradipura. Sebenarnya, ketiga pujangga ini pun mencipta Chentini atas perintah K. G. P. A. A . Amengkunegara II.  Agen Domino qq

Nah, yang menjadi persoalan berikutnya adalah, apa sih isi sesungguhnya dari Chentini ini?

coba mencari tahu tentang faktor ini. Diketahui dari beberapa sumber, diketahuilah fakta berikut ini yang coba membahas apa saja isi dari Serat Chentini.

Dalam Serat Centhini, umpama, persoalan seksual nyatanya menjadi tema sentral yang diungkap dengan cara verbal dan terbuka tanpa pandang bulu. Padahal, konsep semacam itu dikualitas menyimpang dari etika sosial Jawa yang bersifat puritan dan ortodoks.

Persoalan seksual dalam Chentini diungkapkan dalam beberapa versi dan permasalahan.

Umpama menyangkut persoalan pengertian, sifat, kedudukan dan manfaatnya, etika dan tata tutorial bermain seks, alias gaya persetubuhan. Bahkan seks juga dibicarakan dalam kaitannya dengan penikmatan nasib alias pelampiasan hasrat hedonisme (sebuah doktrin filsafat yang menyebutkan bahwa kenikmatan adalah kebaikan paling atas alias satu-satunya kebaikan dalam kenasiban).

Jadi, bisa dikatakan, Chentini tidak hanya menyaapabilan poin-poin penting persoalan ranjang, tetapi juga faktor lain yang ada di luarnya. Yang mana, itu pun berkaitan langsung dengan persoalan seksual yang terbukti menjadi pokok pembahasan Chentini.

Lebih lanjut lagi, dalam Centhini II (Pupuh Asmaradana) diuraikan dengan gamblang soal “ulah asmara” yang berhubungan dengan lokasi genital yang sensitif dalam kaitannya dengan permainan seks. Umpama, tutorial membuka alias mempercepat orgasme bagi perempuan, dan mencegah alias mempercepat supaya lelaki tidak cepat ejakulasi.

Lalu dalam Centhini IV (Pupuh Balabak) diuraikan dengan cara blak-blakan bagaimana pratingkahing cumbana (gaya persetubuhan), dan sifat-sifat perempuan dan bagaimana tutorial membangkitkan nafsu asmaranya.  Bandar Sakong

Dalam Chentini juga terungkap bahwa perempuan itu tidak selamanya bersikap lugu alias pasif dalam persoalan seks, sebagaimana stereotipe pandangan Jawa yang selagi ini mungin Kamu terima. Mereka juga mempunyai keleluasaan yang sama dalam mengungkapkan pengalaman seksualnya. Padahal perempuan Jawa rutin difotokan sebagai sosok yang pasrah alias nerimo terhadap lelaki.

Hal itu tampak dalam Centhini V (Dhandhanggula). Dalam salah satu permasalahannya, diceritakan, di ruang belakang di rumah pengantin perempuan pada malam menjelang hari H perkawinan antara Syekh Amongraga dan Nike Tembangraras, para perempuan tua dan muda sedang duduk-duduk sambil ngobrol. Ada yang menuturkan pengalamannya dinikahi lelaki berkali-kali, pengalaman malam pertama, dan persoalan-persoalan seksual lainnya yang membikin mereka tertawa cekikikan.

Salah satu perbincangan itu sperti, “Nyai Tengah menjawab sambil bertanya, ‘Benar dugaanku, Ni Daya, dirinya terbukti sangat kesusahan, napasnya tersengal. Saya batuk saja, eh lepas … Mak Bul mudah sekali lepasnya. Tidak sempat kukuh di tempatnya. Susahnya sangat terasa, sebab walau besar seakan mati.” Disambut dengan tawa cekikikan”.

Sementara itu, diungkap Franz Magnis Suseno dalam Etika Jawa, yang dikutip Sukatno, adalah fakta bahwa hubungan seksual dalam masyarakat Jawa hanya diizinkan dalam rangka perkawinan. Masyarakat Jawa tidak mengenal persoalan seksual sebagai wahana pelampiasan nafsu hedonistik, penikmatan terhadap nasib.

Tetapi, pada kenyataannya tidaklah demikian. “Adanya sistem adat katuranggan jelas adalah penyangkalan terhadap faktor tersebut,” ungkap Sukatno. Dalam sejumlah karya sastra Jawa maupun karya tulis lainnya, semacam primbon, soal katuranggan tidak sedikit diungkapkan. Tergolong dalam Serat Centhini.

Dalam kaitannya dengan perempuan, katuranggan bisa diartikan sebagai watak, sifat, alias tanda-tanda berdasarkan penampakan lahiriahnya.

Dalam adat katuranggan, tersedia beberapa ciri perempuan yang menjadi idealitas lelaki untuk dijadikan istri, sebab performanya dalam meperbuat aktivitas seksual. Tipe-tipe perempuan demikian, di antaranya disebut guntur madu, merica pecah, tasik madu, sri tumurun, puspa megar, surya surup, menjangan ketawan, amurwa tarung, alias mutyara.

Sebagai fotoan, perempuan bertipe surya sumurup itu perempuan yang mempunyai dua lapis bibir yang berwarna merah jambu. Sorot matanya kebiru-biruan. Ada sinom (rambut yang tumbuh di atas dahi) yang menggumpal. Kedua alisnya nanggal sepisan (laksana bulan sabit). Perempuan semacam ini menjadi idaman kaum lelaki, sebab mempunyai loyalitas yang tidak diragukan lagi. Lebih dari itu, ungkap Sukatno, ia jenis perempuan yang serasi dalam bermain asmara, jadi bisa mencapai derajat marlupa (orgasme) bersama-sama.

Ekspresi adat katuranggan ini juga terungkap, umpama dalam Kitab Primbon Lumanakim Adammakna. Disebutkan, semacam dikutip Sukatno, ciri perempuan yang menggairahkan dengan cara seksual antara lain, pertama, bertubuh kecil, wajahnya merah bersemu biru manis, rambut hitam panjang, sinom menggumpal. Kedua, bertubuh kecil, pandangan dan wajahnya nguwung (agak melengkung), kulit kuning bersemu hijau, sinom menggumpal. Ketiga, bertubuh tinggi langsing, badan mbambang (padat berisi), roman mukanya galak, dan rambutnya panjang. Tetap tidak sedikit lagi ciri perempuan menggairahkan lainnya. 

Semacam diungkap Sukatno, pasti saja tidak semua jenis perempuan tepat dengan jenis ideal semacam itu. Tetap ada tipe-tipe lain yang adalah jenis campuran dari sebagian alias keseluruhan bacaan ketubuhan tiap-tiap tipenya. Terbukti kompleks dan kompleks, sebab seks tidak bisa dikualitas hanya dari sisi penampilan lahiriahnya semata.

Ritualisasi seksual juga diungkapkan dalam Serat Centhini, tergolong soal tata krama dalam meperbuat hubungan seksual antarsuami-istri. Dalam berhubungan, umpama, wajib empan papan. Maksudnya, mengenal situasi, tempat, dan kondisi, tidak tergesa-gesa, dan juga adalah keinginan bersama.  Bandar Q

Selain mendasarkan diri pada tata krama menurut adat Jawa, tata krama ini juga mendasarkan diri pada hadis Nabi Muhammad SAW. Umpama, sebelum meperbuat hubungan seksual, seyogianya mandi terlebih dahulu. Seusai itu berdandan dan menggunakan wewangian. Sebelum mulai, berdoa lebih dahulu dengan mengucapkan syahadat.

Masayarakat Jawa juga mengenal kalender seksual. “Ini berkaitan dengan persoalan rasa perempuan, yang berhubungan dengan organ genital seksualnya. Satu anggapan bahwa setiap hari organ genital seksual yang sensitif pada perempuan rutin berpindah-pindah tempat, sesuai setinggi rendahnya Bulan – ini berdasar pada kalender Jawa. Dengan mendasarkan pada kalender seksual, pasangan bisa mencapai puncak kepuasan dengan cara bersama-sama,” tulis Sukatno.

Dalam Serat Centhini (Pupuh Salisir) terungkap pula dengan jelas bahwa suami wajib memperhatikan istrinya berdasarkan ciri-ciri alias penampakan tubuhnya, sebelum meperbuat hubungan badan. Tidak hanya diungkap tentang tata cara, etika, dan ritualisasi, dalam Serat Centhini II (Pupuh Asmaradana) diulas pula bentuk-bentuk dan pose hubungan seksual yang sewajibnya diperbuat. Semua itu dimaksudkan supaya pasangan bisa mencapai kepuasan bersama-sama.

“Hubungan seksual tidak hanya sekadar pemuasan nafsu lelaki maupun perempuan, tetapi juga sebagai bentuk ungkapan perasaan cinta kasih, proses prokreasi, dan seks sekaligus sebagai wahana ibadah,” ungkap Sukatno.

Dalam Serat Centhini IV (Pupuh Balabak) dijelaskan dengan gamblang bagaimana seyogianya posisi berhubungan seksual sebagaimana aliran Jawa. Dalam meperbuat penetrasi, umpama, wajib tetap pula menonton jenis perempuan pasangannya. Maka kemudian ada gaya kadya galak sawer (patukannya laksana ular galak); lir ngaras gandane sekar (semacam meraba baunya bunga); lir bremana ngisep sekar (laksana kumbang mengisap madu); lir lumaksana pinggire jurang (ibarat berada di tepi jurang); baita layar anjog rumambaka (semacam kapal layar turun ke tengah lautan), dan sebagainya.

Dalam masyarakat Jawa masa lalu dikenal pula beberapa resep jalu usada (pengobatan seksual) supaya lelaki jadi perkasa. Umpama, untuk mencegah supaya air mani tidak encer jadi bisa mendapatkan keturunan, semacam dijumpai dalam Serat Centhini VII (Pupuh Dhandhanggula). Resepnya berupa merica sunti dan cabe wungkuk tujuh buah, garam lanang, arang kayu jati, gula aren seperempat. Semua bahan itu dipipis sampai lembut di tengah halaman pada saat siang hari. Setelah itu dibentuk semacam kapsul.

Jamu berbentuk mirip kapsul itu ditelan sambil membaca mantra, “Sang dewa senjata akas-akas, tidak lebih baga luwih akase, tidak lebih baga akukuh, ora ana patine.”

Cetak item ini

  Cerita Ngentot Janda BahenoL
Diposting oleh: incarqq - 14-10-2017, 11:04 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Cerita%2BNgentot%2BJanda%2BBahenoL.jpg]

Incarqq.com  Cerita Ngentot Janda BahenoL - Telah belasan tahun berpraktek aku di kawasan kumuh ibu kota, tepatnya di kawasan Pelabuhan Rakyat di Jakarta Barat. Pasienku lumayan banyak, namun rata-rata dari kelas menengah ke bawah. Jadi sekalipun telah belasan tahun aku berpraktek dengan jumlah pasien lumayan, aku tetap saja tidak berani membina rumah tangga, sebab aku benar-benar ingin membahagiakan isteriku, bila aku memilikinya kelak, dan kebahagiaan dapat dengan mudah dicapai bila kantongku tebal, simpananku  banyak di bank dan rumahku besar. Namun aku tidak pernah mengeluh akan keadaanku ini.

Aku tidak ingin membanding-bandingkan diriku pada Dr. Susilo yang ahli bedah, atau Dr. Hartoyo yang spesialis kandungan, sekalipun mereka dulu waktu masih sama-sama kuliah di fakultas kedokteran sering aku bantu dalam menghadapi ujian.

Mereka adalah bintang kedokteran yang sangat cemerlang di bumi pertiwi, bukan hanya ketenaran nama, juga kekayaan yang tampak dari Baby Benz, Toyota Land Cruiser, Pondok Indah, Permata Hijau, Bukit Sentul dll. Dengan pekerjaanku yang melayani masyarakat kelas bawah, yang sangat memerlukan pelayanan kesehatan yang terjangkau, aku memperoleh kepuasan secara batiniah, karena aku dapat melayani sesama dengan baik.

Baca Juga  Cerita Sex Hot Bosku Maniak Seks 

Namun, dibalik itu, aku pun memperoleh kepuasan yang amat sangat di bidang non materi lainnya. Suatu malam hari, aku diminta mengunjungi pasien yang katanya sedang sakit parah di rumahnya. Seperti biasa, aku mengunjunginya setelah aku menutup praktek pada sekitar setengah sepuluh malam. Ternyata sakitnya sebenarnya tidaklah parah bila ditinjau dari kacamata kedokteran, hanya flu berat disertai kurang darah, jadi dengan suntikan dan obat yang biasa aku sediakan bagi mereka yang kesusahan memperoleh obat malam malam, si ibu dapat di ringankan penyakitnya. Saat aku mau meninggalkan rumah si ibu, ternyata tanggul di tepi sungai jebol, dan air bah menerjang, hingga mobil kijang bututku serta merta terbenam sampai setinggi kurang lebih 50 senti dan mematikan mesin yang sempat hidup sebentar.

Air di mana-mana, dan aku pun membantu keluarga si ibu untuk mengungsi ke atas, karena kebetulan rumah petaknya terdiri dari 2 lantai dan di lantai atas ada kamar kecil satu-satunya tempat anak gadis si ibu tinggal. Karena tidak ada kemungkinan untuk pulang, maka si Ibu menawarkan aku untuk menginap sampai air surut. Di kamar yang sempit itu, si ibu segera tertidur dengan pulasnya, dan tinggallah aku berduaan dengan anak si ibu, yang ternyata dalam sinar remang-remang, tampak manis sekali, maklum, umurnya aku perkirakan baru sekitar awal dua puluhan. “Pak dokter, maaf ya, kami tidak dapat menyuguhkan apa apa, agaknya semua perabotan dapur terendam di bawah”, katanya dengan suara yang begitu merdu, sekalipun di luar terdengar hamparan hujan masih mendayu dayu.

“Oh, enggak apa-apa kok Dik”, sahutku.

Dan untuk melewati waktu, aku banyak bertanya padanya, yang ternyata bernama Sri. Ternyata Sri adalah janda tanpa anak, yang suaminya meninggal karena kecelakaan di laut 2 tahun yang lalu. Karena hanya berdua saja dengan ibunya yang sakit-sakitan, maka Sri tetap menjanda. Sri sekarang bekerja pada pabrik konveksi pakaian anak-anak, namun perusahaan tempatnya bekerja pun terkena dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Saat aku melirik ke jam tanganku, ternyata jam telah menunjukkan setengah dua dini hari, dan aku lihat Sri mulai terkantuk-kantuk, maka aku sarankan dia untuk tidur saja, dan karena sempitnya kamar ini, aku terpaksa duduk di samping Sri yang mulai merebahkan diri. Tampak rambut Sri yang panjang terburai di atas bantal. Dadanya yang membusung tampak bergerak naik turun dengan teraturnya mengiringi nafasnya. Ketika Sri berbalik badan dalam tidurnya, belahan bajunya agak tersingkap, sehingga dapat kulihat buah dadanya yang montok dengan belahan yang sangat dalam. Pinggangnya yang ramping lebih menonjolkan busungan buah dadanya yang tampak sangat menantang.

Aku coba merebahkan diri di sampingnya dan ternyata Sri tetap lelap dalam tidurnya. Pikiranku menerawang, teringat aku akan Wati, yang juga mempunyai buah dada montok, yang pernah aku tiduri malam minggu yang lalu, saat aku melepaskan lelah di panti pijat tradisional yang terdapat banyak di kawasan aku berpraktek. Tapi Wati ternyata hanya nikmat di pandang, karena permainan seksnya jauh di bawah harapanku. Waktu itu aku hampir-hampir tidak dapat pulang berjalan tegak, karena burungku masih tetap keras dan mengacung setelah ’selesai’ bergumul dengan Wati.

Maklum, aku tidak terpuaskan secara seksual, dan kini, telah seminggu berlalu, dan aku masih memendam berahi di antara selangkanganku. Aku mencoba meraba buah dada Sri yang begitu menantang, ternyata dia tidak memakai beha di bawah bajunya. Teraba puting susunya yang mungil. dan ketika aku mencoba melepaskan bajunya, ternyata dengan mudah dapat kulakukan tanpa membuat Sri terbangun. Aku dekatkan bibirku ke putingnya yang sebelah kanan, ternyata Sri tetap tertidur.

Aku mulai merasakan kemaluanku mulai membesar dan agak menegang, jadi aku teruskan permainan bibirku ke puting susu Sri yang sebelah kiri, dan aku mulai meremas buah dada Sri yang montok itu. Terasa Sri bergerak di bawah himpitanku, dan tampak dia terbangun, namun aku segera menyambar bibirnya, agar dia tidak menjerit. Aku lumatkan bibirku ke bibirnya, sambil menjulurkan lidahku ke dalam mulutnya. Terasa sekali Sri yang semula agak tegang, mulai rileks, dan agaknya dia menikmati juga permainan bibir dan lidahku, yang disertai dengan remasan gemas pada ke dua buah dadanya.

Setalah aku yakin Sri tidak akan berteriak, aku alihkan bibirku ke arah bawah, sambil tanganku mencoba menyibakkan roknya agar tanganku dapat meraba kulit pahanya. Ternyata Sri sangat bekerja sama, dia gerakkan bokongnya sehingga dengan mudah malah aku dapat menurunkan roknya sekaligus dengan celana dalamnya, dan saat itu kilat di luar membuat sekilas tampak pangkal paha Sri yang mulus, dengan bulu kemaluan yang tumbuh lebat di antara pangkal pahanya itu. Kujulurkan lidahku,

kususupi rambut lebat yang tumbuh sampai di tepi bibir besar kemaluannya. Di tengah atas, ternyata clitoris Sri sudah mulai mengeras, dan aku jilati sepuas hatiku sampai terasa Sri agak menggerakkan bokongnya, pasti dia menahan gejolak berahinya yang mulai terusik oleh jilatan lidahku itu. Sri membiarkan aku bermain dengan bibirnya, dan terasa tangannya mulai membuka kancing kemejaku, lalu melepaskan ikat pinggangku dan mencoba melepaskan celanaku.

Agaknya Sri mendapat sedikit kesulitan karena celanaku terasa sempit karena kemaluanku yang makin membesar dan makin menegang. Sambil tetap menjilati kemaluannya, aku membantu Sri melepaskan celana panjang dan celana dalamku sekaligus, sehingga kini kami telah bertelanjang bulat, berbaring bersama di lantai kamar, sedangkan ibunya masih nyenyak di atas tempat tidur. Mata Sri tampak agak terbelalak saat dia memandang ke arah bawah perutku, yang penuh ditumbuhi oleh rambut kemaluanku yang subur, dan batang kemaluanku yang telah membesar penuh dan dalam keadaan tegang, menjulang dengan kepala kemaluanku yang membesar pada ujungnya dan tampak merah berkilat. Kutarik kepala Sri agar mendekat ke kemaluanku, dan kusodorkan kepala kemaluanku ke arah bibirnya yang mungil. Ternyata Sri tidak canggung membuka mulutnya dan mengulum kepala kemaluanku dengan lembutnya. Tangan kanannya mengelus batang kemaluanku sedangkan tangan kirinya meremas buah kemaluanku.

Aku memajukan bokongku dan batang kemaluanku makin dalam memasuki mulut Sri. Kedua tanganku sibuk meremas buah dadanya, lalu bokongnya dan juga kemaluannya. Aku mainkan jariku di clitoris Sri, yang membuatnya menggelinjang, saat aku rasakan kemaluan Sri mulai membasah, aku tahu, saatnya sudah dekat. Kulepaskan kemaluanku dari kuluman bibir Sri, dan kudorong Sri hingga telentang. Rambut panjangnya kembali terburai di atas bantal.

Sri mulai sedikit merenggangkan kedua pahanya, sehingga aku mudah menempatkan diri di atas badannya, dengan dada menekan kedua buah dadanya yang montok, dengan bibir yang melumat bibirnya, dan bagian bawah tubuhku berada di antara kedua pahanya yang makin dilebarkan. Aku turunkan bokongku, dan terasa kepala kemaluanku menyentuh bulu kemaluan Sri, lalu aku geserkan agak ke bawah dan kini terasa kepala kemaluanku berada diantara kedua bibir besarnya dan mulai menyentuh mulut kemaluannya. Kemudian aku dorongkan batang kemaluanku perlahan-lahan menyusuri liang sanggama Sri.

Terasa agak seret majunya, karena Sri telah menjanda dua tahun, dan agaknya belum merasakan batang kemaluan laki-laki sejak itu. Dengan sabar aku majukan terus batang kemaluanku sampai akhirnya tertahan oleh dasar kemaluan Sri. Ternyata kemaluanku cukup besar dan panjang bagi Sri, namun ini hanya sebentar saja, karena segera terasa Sri mulai sedikit menggerakkan bokongnya sehingga aku dapat mendorong batang kemaluanku sampai habis, menghunjam ke dalam liang kemaluan Sri. Aku membiarkan batang kemaluanku di dalam liang kemaluan Sri sekitar 20 detik, baru setelah itu aku mulai menariknya perlahan-lahan, sampai kira-kira setengahnya, lalu aku dorongkan dengan lebih cepat sampai habis.

Gerakan bokongku ternyata membangkitkan berahi Sri yang juga menimpali dengan gerakan bokongnya maju dan mundur, kadangkala ke arah kiri dan kanan dan sesekali bergerak memutar, yang membuat kepala dan batang kemaluanku terasa di remas-remas oleh liang kemaluan Sri yang makin membasah. Tidak terasa, Sri terdengar mendasah dasah, terbaur dengan dengusan nafasku yang ditimpali dengan hawa nafsu yang makin membubung. Untuk kali pertama aku menyetubuhi Sri, aku belum ingin melakukan gaya yang barangkali akan membuatnya kaget, jadi aku teruskan gerakan bokongku mengikuti irama bersetubuh yang tradisional, namun ini juga membuahkan hasil kenikmatan yang amat sangat.

Sekitar 40 menit kemudian, disertai dengan jeritan kecil Sri, aku hunjamkan seluruh batang kemaluanku dalam dalam, kutekan dasar kemaluan Sri dan seketika kemudian, terasa kepala kemaluanku menggangguk-angguk di dalam kesempitan liang kemaluan Sri dan memancarkan air maniku yang telah tertahan lebih dari satu minggu. Terasa badan Sri melamas, dan aku biarkan berat badanku tergolek di atas buah dadanya yang montok. Batang kemaluanku mulai melemas, namun masih cukup besar, dan kubiarkan tergoler dalam jepitan liang kemaluannya. Terasa ada cairan hangat mengalir membasahi pangkal pahaku. Sambil memeluk tubuh Sri yang berkeringat, aku bisikan ke telinganya, “Sri, terima kasih, terima kasih.

Cetak item ini

  Skandal menikmati Tubuh Fitri Gratis
Diposting oleh: marina365 - 14-10-2017, 10:09 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Skandal-Menikmati-Tubuh-Fitri-Gratis.jpg]
Cerita Sex - Seorang Mahasiswi yang berada di Jakarta saat ini berumur 23 tahun namanya Fitri tubuhnya dia terawatt dengan tinggi 167 cm berat badan 56 kg, rambutnya hitam lurus payudaranya bundar montok berkisar 34 B, dengan kulitnya yang putih dia sungguh cantik sekali, tidak heran dosen dan teman cowonya tertarik padanya.

Pada suatu hari Fitri terpaksa harus pulang sendiri agak malam dari kampusnya, karena ia harusmenyelesaikan tugasnya di laboratorium. Ketika dia sedang menunggu lift dari lantai 8, tiba-tiba Anto temannya datang.

“Hai, Fitri.. mau pulang nih..?”
“Iya..”
“Bareng yuk turunnya..!” ajak Anto.
“Boleh..” tanpa rasa curiga Fitri mengiyakan.
Nampaknya malam itu benar-benar sepi di kampusnya, hanya tinggal beberapa orang saja terlihat di tempat parkir di bawah. Ketika pintu lift terbuka, mereka berdua pun masuk. Saat berada di dalam lift, tiba-tiba sebuah benda keras menghantam tengkuk Fitri dari belakang, membuatnya langsung tidak sadarkan diri.

“Dukk..,” Fitri terbangun ketika kepalanya terantuk meja.
Dengan mata masih berkunang-kunang, dia melihat bahwa dia sedang berada di ruang kuliah di lantai 4 kampusnya. Tidak ada orang di situ. Dan ketika dia melihat jam di dinding, ternyata sudah pukul 10 malam.

Ketika Fitri mencoba bergerak, dia baru menyadari bahwa tangan dan kakinya terikat. Dia mencoba melepaskan diri namun tidak berhasil. Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan muncullah tiga orang dari pintu itu. Dua pria dan satu wanita. Mereka semua temannya, Anto, Angga dan Shanty.
“Shanty.. tolong gue Shan.., lepasin gue.. apa-apaan sih ini..? Kalian kalo bercanda jangan keterlaluan dong..!” dengan sedikit kesal Fitri bicara dengan Shanty.
“Elo mau apa sih Nov..? Ini bukan bercanda tau..!” teriak Shanty.
“Apa maksud elo..?” Fitri mulai panik.

“Kita mau buat perhitungan sama elo, Nov..! Selama ini elo selalu jadi pusat perhatian, tapi elo terlalu sombong untuk memperhatikan temen elo sendiri. Elo tau nggak kalo temen-temen tuh banyak yang nggak suka sama elo..! Sekarang saatnya elo untuk ngasih sesuatu sama mereka..!” Shanty mendekati dan kemudian menampar pipi kiri Fitri.
“Elo mau apa sih..!” jerit Fitri.
“Gue mau liat elo menderita malam ini, Nov. Karena selama ini elo selalu mendapat segala yang elo inginkan..” kata Shanty.

Selesai Shanty berbicara, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka kembali dan masuklah 15 orang lagi, 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka semua temannya. Tetapi kelihatannya mereka semua senang melihat Fitri terikat tidak berdaya seperti itu.
Tiba-tiba Shanty berteriak, “Teman-teman, inilah saatnya yang kita tunggu-tunggu. Malam ini kita boleh ngerjain si Fitri sepuas kita.”

Semua berteriak kegirangan mendengar perkataan Shanty, kecuali Fitri. Bulu kuduk Fitri merinding mendengar itu, dia tidak dapat membayangkan apa yang akan mereka lakukan terhadap dirinya, ketika Anto mendekati dirinya dan melepaskan ikatannya. Walaupun ikatannya sudah dilepas, namun Fitri tidak dapat berdiri, karena kakinya lemas semua. Dia hanya dapat berlutut.

Shanty mendekati dirinya dan kemudian berteriak di telinga Fitri, “Sekarang elo harus buka baju elo satu persatu sampai telanjang di depan kita semua..! Awas kalo berani melawan..! Gue tusuk perut elo..!” ancam Shanty sambil memegang gunting di tangannya.
Tidak percaya rasanya Fitri mendengar itu, namun dia tidak berani menolak perintah Shanty, apalagi diancam dengan gunting tajam seperti itu. Akhirnya dengan tubuh gemetar, Fitri mulai membuka kancing bajunya satu persatu dan melepaskannya ke lantai.

Selanjutnya dia mulai membuka kancing celana jeansnya dan menariknya ke bawah hingga sekarang Fitri hanya mengenakan BH dan celana dalam yang berwarna hitam. Rupanya hari itu Fitri memakai BH dan celana dalam yang sangat seksi.

Fitri memakai BH tanpa tali yang bagian depannya hanya menutupi setengah dari payudaranya. Dan celana dalam yang dipakai Fitri lebih mirip dengan sebuah tali yang hanya menutupi belahan vaginanya, sedangkan pantatnya sama sekali tidak tertutup.

Semua laki-laki yang berada di ruangan itu benar-benar terpesona melihat pemandangan indah di depan mereka itu. Fitri gadis tercantik di kampus itu hampir telanjang bulat, sehingga penis mereka langsung menegang semua.

Melihat itu Shanty merasa senang dan kembali memerintahkan Fitri untuk membuka BH dan celanadalamnya. Dengan tangan gemetar, Fitri meraih kait BH di belakang punggungnya dan melepaskannya, sehingga BH Fitri dengan sendirinya terjatuh ke lantai.
Ketika BH-ya sudah terlepas, payudara Fitri yang bulat langsung mengacung tegak, mengundang decak kagum semua pria di ruangan itu. Puting payudara Fitri berwarna coklat dengan lingkaran di sekitar putingnya berwarna coklat muda.

Dan saat celana dalamnya juga sudah dilepas, terlihatlah bulu-bulu kemaluan tipis yang tumbuh rapih di sekitar vagina Fitri. Fitri memang selalu mencukur bulu-bulu kemaluannya dan merawat vaginanya sendiri. Baru pertama kali ini Fitri telanjang bulat di depan orang lain dan saat ini dia berdiri dengan tubuh yang gemetar.
Shanty mendekatinya sambil mengacungkan gunting ke arahnya, dan mendorong Fitri hingga jatuh terduduk.
“Sekarang elo harus buat seneng kita semua. Elo sekarang harus masturbasi disini. Cepat, kalo nolak gue potong nanti pentil susu elo..! Sekalian olesin nih badan elo pake minyak ini..!” kata Shanty sambil memberikan baby oil kepada Fitri untuk dioleskan ke seluruh tubuhnya.

Dengan ketakutan Fitri menerima botol tersebut dan menuangkannya ke atas payudara, perut dan juga ke atas vaginanya. Kemudian Fitri mulai meraba-raba tubuhnya sendiri dan meratakan baby oil tersebut ke seluruh tubuhnya sambil tidur telentang di lantai.

Sambil menangis karena takut dan malu, tangan kirinya memijat-mijat payudaranya sendiri dan memilin-milin puting susunya, sedangkan tangan kanannya meraba-raba vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut tipis.

Lama kelamaan Fitri mulai terangsang dan mengeluarkan suara erangan halus yang tidak dapat diatahan. Sementara itu, semua laki-laki di ruangan itu membuka bajunya hingga bugil dan mulai mengocok penis mereka sendiri sampai tegang.

Sedangkan yang perempuan, kecuali Shanty meninggalkan ruangan itu. Shanty malah membawa kamera video untuk merekam kejadian itu dan dia mengancam Fitri kalau dia berani melapor, Shanty akan menyebarkan rekaman itu ke seluruh kampus, dan bahkan ke luar kampusnya.
Tubuh Fitri kini mengkilat karena minyak yang dioleskan ke tubuhnya tadi, membuat Fitri kelihatan sangat seksi, dan ini menjadi pemandangan yang sangat menggairahkan untuk semua laki-laki di ruangan itu.

Saat Fitri semakin terangsang, Angga mendekatinya. Dengan dibantu empat orang lainnya yang memegang dan menarik kedua tangan dan kaki Fitri sehingga tubuh Fitri menyerupai huruf X, Angga berlutut di selangkangan Fitri, dan mulai mengelus-elus vagina Fitri dengan tangannya.
Sesekali jari tangan Angga mencoba menusuk masuk ke dalam vagina Fitri, membuat Fitri merinding karena rasa geli yang timbul.

Kemudian Angga mulai menjilati vagina Fitri dengan lidahnya. Aroma khas dari vagina Fitri membuat Angga semakin bernafsu menjilati vagina Fitri. Sementara itu kedua orang pria yang memegangi tangan Fitri juga ikut menikmati sebagian tubuh Fitri.

Laki-laki yang memegang tangan kanan Fitri menjilati dan mengisap puting susu Fitri yang sebelah kanan, sementara laki-laki yang memegang tangan Fitri yang sebelah kiri melakukan hal yang sama dengan payudara Fitri yang satunya.

Sambil meremas payudara Fitri dengan keras, sesekali mereka juga menggigit dan menarik puting susu Fitri dengan giginya, sehingga Fitri merasa kesakitan. Kedua orang itu juga bergantian menciumi bibir Fitri dengan kasar dan memainkan lidahnya di dalam mulut Fitri.
Setelah puas menjilati vagina Fitri, Angga kembali berlutut di selangkangan Fitri dan mulaimenggosok-gosokkan penisnya di bibir vagina Fitri. Sadar bahwa dirinya akan segera kehilangan keperawanannya, Fitri berusaha melepaskan diri sekuat tenaga, namun dia tidak dapat melawan tenaga keempat orang yang memeganginya.

Melihat Fitri yang meronta-ronta, Angga semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Fitri yang masih perawan. Walaupun vagina Fitri sudah basah oleh air liur Angga dan cairan vagina Fitri yang keluar

Namun Angga masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Fitri yang perawan masih sangat sempit. Fitri hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini direnggut dengan paksa seperti itu oleh temannya sendiri.

Sementara itu Angga terus memompa vagina Fitri dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Fitri yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Fitri.

Fitri hanya dapat diam telentang tidak berdaya di lantai, walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Fitri dan sebagian sperma Angga mengalir keluar dari vaginanya.

Setelah itu Anto maju untuk mengambil giliran. Kali ini Anto mengangkat kedua kaki Fitri ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Fitri.

Anto tidak mengalami kesulitan lagi saat memasukkan penisnya, karena vagina Fitri kini sudah licin oleh sperma Angga dan juga cairan vagina Fitri, walaupun vagina Fitri masih sangat sempit. Kembali vagina Fitri diperkosa secara brutal oleh Anto, dan Fitri lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.
Namun kali ini Fitri tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat teman-temannya semakin bernafsu saja.

Tiba-tiba Anto mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Fitri. Anto mendempetkan kedua buah payudara Fitri dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Fitri, sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Fitri.

Fitri gelagapan karena sperma Anto mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Anto masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Fitri. Kemudian Anto menampar payudara Fitri yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Fitri berwarna kemerahan dan membuat Fitri merasa kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Leo dan Reza maju. Mereka kini menyuruh Fitri untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Leo berlutut di belakang pantat Fitri dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Fitri yang sangat sempit. Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya,

Fitri mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Reza yang segera mendorong wajah Fitri ke arah penisnya. Kini Fitri dipaksa mengulum dan menjilat penis Reza. Penis Reza yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Fitri.

Sementara itu, Leo masih berusaha membesarkan lubang anus Fitri dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Fitri. Sesekali Leo menampar pantat Fitri dengan keras, sehingga Fitri merasakan pantatnya panas.

Kemudian Leo juga berusaha melicinkan lubang anus Fitri dengan cara menjilatinya. Fitri merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Leo menjilati lubang anusnya. Tidak lama kemudian Fitri kembali menjerit kesakitan. Rupanya pertahanan anusnya sudah jebol oleh penis Leo yang berhasil masuk dengan paksa.

Kini Leo memperkosa anus Fitri perlahan-lahan, karena lubang anus Fitri masih sangat sempit dan kering. Leo merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Fitri.

Saat Fitri berteriak, kembali Reza mendorong penisnya ke dalam mulut Fitri, sehingga kini Fitri hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Reza. Tubuh Fitri terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.
Kedua payudara Fitri yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Leo dan Reza mencapai klimaks hampir secara bersamaan.

Leo menyemburkan spermanya di dalam anus Fitri, dan Reza menyemburkan spermanya di dalam mulut Fitri. Fitri terpaksa menelan semua sperma Reza agar dia dapat tetap bernafas. Fitri hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Reza masih berada di dalam mulutnya.
Fitri membiarkan saja penis Reza berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Reza menarik keluar penisnya dari mulut Fitri.

Kemudian Reza memaksa Fitri untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Leo juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Fitri dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Fitri, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak.
Fitri dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya.

Setelah Leo mencabut penisnya dari anus Fitri, temannya yang lain, Irvan, mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Fitri mendekat dan menyuruh Fitri untuk mengangkangi penisnya menghadap dirinya.

Irvan kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Fitri, dan kemudian memaksa Fitri untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Irvan langsung masuk ke dalam vagina Fitri. Setelah itu, Fitri dipaksa bergerak naik turun, sementara Irvan meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Fitri.

Sesekali Irvan menyuruh Fitri untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Irvan dapat merasakan vagina Fitri berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Fitri yang sudah basah. Irvan tidak dapat bertahan lama,

Karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Fitri diperkosa oleh teman-temannya yang lain, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Fitri. Fitri kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya.

Kemudian Iwan menjepit kedua puting susu Fitri dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Fitri berhimpit dengan dada Iwan. Iwan benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Fitri yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya.

Melihat posisi seperti itu, Shanty melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung Fitri beberapa kali. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Fitri tetap merasakan perih di punggungnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya.

Merasakan bahwa gerakan Fitri terhenti, Iwan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Fitri dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Fitri menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks.

Ketika Iwan hampir mencapai klimaks, dia memeluk Fitri dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Fitri tidur di bawah dan Iwan di atasnya. Sambil mencium bibir Fitri dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Fitri, Iwan terus menggenjot vagina Fitri.

Tidak lama kemudian gerakan Iwan terhenti. Iwan mencabut penisnya keluar dari vagina Fitri dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Fitri. Kemudian dia menarik tangan kanan Fitri dan memaksa Fitriuntuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.
Setelah itu, seorang temannya yang lain, Eka, kembali maju mengambil giliran memperkosa vagina Fitri. Hampir sepuluh menit Eka memompa vagina Fitri dengan kasar, membuat vagina Fitri semakin terasa licin dan longgar.

Sebelum mencapai puncaknya, Eka mencabut penisnya dari vagina Fitri dan memaksa Fitri untuk menadahkan kedua telapak tangannya untuk menampung spermanya. Setelahitu, Eka memaksa Fitri untuk mengusap sperma yang ada di telapak tangannya ke wajahnya dan meratakannya seperti orang mencuci muka. Semua temannya tertawa senang melihat itu, sementara Fitri menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Fitri sudah rata oleh sperma milik Eka.

Kemudian lima orang lainnya secara bergantian memperkosa Fitri di vagina, anus maupun mulut Fitri. Mereka juga meremas-remas payudara Fitri dan mencubit serta menggigit puting susu Fitri keras-keras. Kini wajah, payudara, perut, punggung, vagina dan pantat Fitri sudah penuh oleh sperma.

Bahkan kedua buah payudara Fitri kini berwarna kemerahan karena digigit dan diremas secara kasar oleh teman-temannya. Di punggung Fitri juga tercetak jalur-jalur merah akibat dicambuk Shanty tadi.
Walaupun telah diperkosa berkali-kali, namun rupanya Fitri tidak mencapai orgasme sama sekali, karena dia berusaha menahannya. Melihat itu Shanty merasa kesal dan memaksa Fitri untuk mencapai orgasme dengan cara bermasturbasi sendiri.

“Gila elo.., lagi diperkosa aja masih sombong nggak mau orgasme. Sekarang elo harus orgasme.., cepat masturbasi lagi sambil nyukur bulu elo tuh sampai bersih..!” perintah Shanty.
Shanty memberikan pisau cukur kepada Fitri dan menyuruhnya untuk mencukur bulu kemaluannya sendiri sambil bermasturbasi. Fitri tidak berani berbuat apa-apa kecuali menurut. Sambil menutup matanya, tangan kiri Fitri mulai meremas-remas payudaranya sendiri sambil meratakan sperma yang ada di payudara dan perutnya.

Sementara tangan kanannya mulai mencukur bulu kemaluannya pelan-pelan sampai habis. Fitri tidak memerlukan shaving cream lagi, karena vaginanya sudah licin oleh sperma dan juga cairan vaginanya.
Setelah selesai mencukur bulu kemaluannya sampai habis, Fitri mulai memasukkan gagang pisau cukur itu ke dalam vaginanya dan menggerak-gerakkannya keluar masuk perlahan-lahan. Vagina Fitri terasa panas dan perih saat Fitri menyentuhnya.

Rupanya dengan bermasturbasi sendiri, Fitri lebih terangsang, dan akhirnya lima menit kemudian tubuhnya tiba-tiba mengejang, kakinya menekuk dan dadanya membusung memperlihatkan kedua payudaranya mengacung tegak dengan puting susu yang mencuat keluar, menandakan bahwa Fitri sudah sangat terangsang.

Fitri mengeluarkan erangan yang tertahan sambil tangan kanannya terus menggosok vaginannya, dan tangan kirinya menjepit puting susunya sendiri. Akhirnya Fitri mengalami orgasme yang luar biasa. Tubuh Fitri kaku merasakan kenikmatan luar biasa yang menjalar di seluruh tubuhnya, dan cairan vagina Fitri mengalir keluar dengan derasnya.

Fitri tidak dapat menutupi kenikmatan yang dirasakannya saat itu, sehingga dia pun mengeluarkan suara mendesah yang keras. Bahkan dia lupa bahwa dia kini sedang diperhatikan oleh banyak orang dan untuk saat itu dia juga lupa akan kesakitan yang diderita tubuhnya.

Belum pernah sebelumnya Fitri mengalami orgasme sehebat itu, walaupun dia sering bermasturbasi di rumahnya. Ini karena sebelumnya dia belum pernah berhubungan badan, dan saat ini dia baru diperkosa beramai-ramai. Dan selama diperkosa itu, walaupun sebenarnya Fitri merasa terangsang, Fitri menahan orgasmenya sekuat tenaga dan akhirnya semua ditumpahkan saat dia bermasturbasi.

Setelah mengalami orgasme, Fitri hanya terdiam kecapaian. Kesadarannya perlahan mulai kembali lagi dan rasa sakit kembali terasa di seluruh tubuhnya. Kedua kakinya tertekuk dan mengangkang lebar memperlihatkan vaginanya yang sudah licin mengkilat tanpa ada bulu kemaluannya sehelai pun sehabis dicukur.

Di sekitar vagina Fitri terlihat bercak-bercak merah darah perawan Fitri dan juga sperma. Tangan kanannya menjulur ke samping dan tangan kirinya terlipat menutupi sebagian payudaranya. Tubuhnya licin dan mengkilat karena keringat yang membanjiri dan juga karena sperma yang diratakan ke seluruh tubuhnya.

Fitri masih menangis pelan karena sakit dan juga karena rasa malu yang menyerang dirinya. Namun Fitri juga tidak dapat menutupi kenikmatan luar biasa yang baru saja dirasakannya. Fitri tidak mampu bergerak lagi.

Namun melihat itu, nafsu teman-temannya kembali muncul dan mereka kembali maju bersamaan untuk memperkosa Fitri lagi. Kali ini Fitri tidak mampu berontak sama sekali, karena dia sudah tidak mempunyai tenaga lagi.

Dia hanya terdiam dan tubuhnya mengikuti saja gerakan pemerkosanya. Fitri seperti boneka yang sedang dipermainkan beramai-ramai. Kedua belas temannya kembali memperkosa vagina dan anus Fitri yang sudah terasa lebih longgar setelah dimasuki banyak penis berkali-kali.
Mereka juga memaksa Fitri untuk mengulum dan menjilati penis mereka, dan menelan semua sperma yang disemburkan ke dalam mulutnya. Bahkan Fitri diperkosa oleh tiga orang sekaligus yang memasukkan penisnya ke mulut, vagina dan anus Fitri secara bersamaan, sementara dua orang lainnya mempermainkan payudara Fitri.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh teman-teman Fitri terhadap tubuh Fitri. Kali ini Fitri tidak kuat lagi menahan orgasmenya, dan dia mengalami orgasme beberapa kali, namun tidak sehebat yang pertama.

Setelah kedua belas orang temannya selesai memperkosa dirinya untuk kedua kalinya, Fitri akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Fitri telah diperkosa secara habis-habisan selama tiga jam lebih oleh dua belas orang temannya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Shanty.
Ketika Fitri terbangun, dia menyadari bahwa dirinya terikat ke tiang listrik dalam keadaan berdiri di tempat parkir kampusnya yang terbuka. Saat itu keadaan masih gelap dan masih belum ada satupun orang maupun mobil yang datang.

Kedua tangan Fitri terikat ke belakang dan kedua kakinya juga terikat ke tiang listrik. Tubuhnya masih telanjang bulat tanpa selembar benang pun dan dia tidak dapat bergerak sama sekali. Ketika Fitri mencoba berteriak, dia baru sadar bahwa mulutnya ditutupi oleh lakban, sehingga dia tidak dapat mengeluarkan suara sama sekali.

Vagina dan kedua puting susu Fitri juga ditempeli oleh lakban. Di dadanya tergantung kertas yang bertuliskan Silakan Nikmati Tubuh Saya. GRATIS. Ttd: FITRI.
Fitri membayangkan bagaimana malunya dirinya kalau nanti orang-orang datang dan melihat keadaan dirinya yang telanjang bulat dan belepotan darah serta sperma kering.

Dia bahkan tidak dapat membayangkan bagaimana kalau nanti orang yang datang membaca dan menuruti tulisan di kertas itu, kemudian memperkosa dirinya.
Tidak lama kemudian, dia melihat tujuh orang datang. Rupanya mereka satpam dan tukang parkir kampusnya. Fitri berusaha minta tolong dan mereka akhirnya datang menghampirinya. Fitri sedikit merasa lega, karena dia berpikir pasti mereka akan menolongnya.

Namun ketakutan Fitri menjadi kenyataan, karena bukannya bantuan yang diberikan, ketujuh orang itu malah ingin menikmati tubuh Fitri di tempat parkir itu. Sebelumnya seorang satpam menarik lepas dengan paksa lakban di vagina, puting susu dan mulut Fitri, membuat Fitri kembali merasakan kesakitan. Kini vagina dan puting susu Fitri kembali terbuka dan dapat dilihat oleh orang.
“Wah, inikan si Fitri, cewek paling cantik di kampus. Ngapain dia telanjang-telanjang begini di tempat parkir..?” kata salah satu dari mereka.

Dan orang lainnya menyahut, “Gile.., bodinya seksi banget. Gimana kalo kita cicipin aja bodinya sekalian. Liat tuh.., memeknya bersih nggak ada bulunya.”
“Iya nih, kita perkosa aja yuk sekalian.. lagian dia yang minta diperkosa, liat aja tulisan di kertas itu.”
“Ayo cepet kita perkosa aja.. Gue belum pernah ngerasain punyanya cewek kuliahan nih..!”
Fitri hanya dapat menangis dan memohon, “Tolong Pak, lepaskan saya.. jangan perkosa saya lagi, sudah cukup penderitaan saya..”

Namun mereka tidak peduli dengan rintihan Fitri dan tetap melancarkan aksinya.
Mereka tertawa bahagia dan mulai membuka baju dan celananya masing-masing. Melihat itu Fitri hanya dapat pasrah dan berharap mereka tidak menyakiti dirinya lagi. Tidak mungkin baginya untuk berteriak minta tolong, karena tidak ada orang sama sekali di sekitar situ. Kemudian mereka mengambil selang air dan menyemprot tubuh Fitri dengan air dingin sambil menggosok-gosoknya untuk membersihkan tubuh dan wajah Fitri dari darah dan sperma kering yang menempel di tubuhnya.

Disemprot air dingin seperti itu, Fitri terkejut dan menggigil kedinginan. Namun itu tidak lama, karena kemudian dua orang laki-laki segera melepaskan ikatan Fitri, mengangkat tubuh Fitri dan mendekapnya dari depan dan belakang. Fitri kini terjepit di antara tubuh dua orang laki-laki.
Mereka mulai memasukkan penis mereka ke dalam vagina dan anus Fitri secara bersamaan. Fitri diperkosa di vagina dan anusnya dalam posisi berdiri.

Sementara itu orang yang berada di depan Fitri menciumi bibir Fitri dengan paksa, dan orang yang berada di belakang Fitri meremas-remas kedua payudara Fitri dari belakang. Beberapa menit kemudian kedua orang itu mencapai klimaks dan menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Fitri.
Orang yang memperkosa vagina Fitri menyemburkan spermanya berkali-kali di dalam vagina Fitri, sehingga Fitri dapat merasakan bahwa kini vaginanya dibanjiri oleh sperma orang itu yang sangat banyak dan tidak dapat tertampung lagi di dalam vaginanya.

Setelah itu, Fitri dipaksa berlutut dan harus berkeliling menjilati semua penis laki-laki yang berdiri mengelilinginya secara bergantian. Fitri juga terpaksa menelan sperma semua laki-laki itu satu-persatu. Setelah menjilati semua penis laki-laki yang ada di situ, Fitri kemudian diperkosa lagi di vagina dan juga anusnya.

Salah seorang diantaranya memiliki penis yang sangat besar dan panjang, sehingga ketika dia memperkosa anus Fitri, penisnya hanya dapat masuk setengahnya. Namun orang itu terus mendorong penisnya masuk ke dalam lubang anus Fitri dengan paksa, membuat Fitri meronta-ronta kesakitan.
Selain menyemburkan spermanya di dalam vagina dan anus Fitri, mereka juga menyemburkan spermanya di tubuh Fitri dan memaksa Fitri untuk meratakannya dengan tangannya sendiri. Fitri tidak pernah membayangkan bahkan dalam mimpi terburuknya, bahwa dirinya benar-benar dinikmati oleh banyak orang dalam semalam. Dan kali ini Fitri tidak dapat lagi menahan orgasmenya.
Dia mencapai orgasme sampai berkali-kali, mungkin karena satpam-satpam ini lebih berpengalaman dibandingkan teman-temannya yang memperkosanya sebelumnya.

Setelah ketujuh orang itu kebagian mencicipi vagina, anus dan juga mulut Fitri, Fitri kembali diikat di tiang listrik dalam posisi semula, dan kembali ditinggalkan seorang diri dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh Fitri kembali belepotan oleh sperma dan kulit tubuhnya mengkilat oleh keringatnya sendiri.
Sperma dan cairan vagina Fitri yang tercampur menjadi satu menetes keluar perlahan-lahan dari vagina dan lubang anus Fitri. Dari mulut Fitri juga mengalir keluar sperma yang tidak dapat ditelan lagi oleh Fitri.

Fitri hanya dapat menggigil kedinginan. Namun penderitaannya belum berakhir sampai di situ. Fitrikembali diperkosa secara bergantian oleh orang-orang yang lewat, satpam, tukang parkir, temannya, dan bahkan dua orang dosennya ikut memperkosanya.

Vagina, anus dan mulutnya dimasuki oleh penis-penis lain, dan dia dipaksa menelan sperma mereka semua. Sebagian meratakan spermanya di seluruh tubuh Fitri. Ada yang iseng mencoret-coret tubuh Fitri dengan spidol permanen dengan gambar-gambar dan kata-kata jorok.
Bahkan orang terakhir yang memperkosa Fitri memasukkan ranting pohon sepanjang 25 cm ke dalam vagina dan anus Fitri sampai berdarah-darah dan meninggalkannya di situ.

Fitri tergeletak di tanah dengan tubuh dan wajah yang kembali berlumuran oleh darah serta sperma, dan ranting pohon yang menancap di anus dan vaginanya. Payudara dan vagina Fitri terlihat memar dan berwarna kemerahan. Bulatan pantatnya juga terlihat memar dan kemerahan.
Fitri sudah tidak dapat merasakan lagi vagina dan lubang anusnya. Akhirnya Fitri kembali pingsan karena kesakitan dan kecapaian.

Total Fitri telah diperkosa oleh lebih dari 30 orang dalam semalam, sampai akhirnya dia ditolong pada jam 05:30 pagi oleh seorang dosen wanita yang melihat keadaan Fitri yang menyedihkan. Saat ditanya siapa yang memperkosa dirinya,

Fitri tidak berani menjawab, karena teringat ancaman Shanty yang akan menyebarluaskan rekaman video Fitri yang telanjang bulat sedang bermasturbasi dan diperkosa oleh banyak orang. Fitri lebih memilih bungkam. Dan setelah kejadian itu, Fitri tidak dapat bergerak sama sekali sampai berhari-hari, dan dia merasa bahwa penderitaannya masih akan terulang lagi di kemudian hari.

Cetak item ini

  Valverde Tak Akan Istirahatkan Messi
Diposting oleh: klikbets - 14-10-2017, 09:47 AM - Prediksi Bola Terlengkap - Tidak Ada Balasan

[Gambar: hl-messi_4c7cee7-690x377.jpg]

TopPrediksi – Manajer Barcelona, Ernesto Valverde mengaku tidak akan mengistirahatkan Lionel Messi dalam pertandingan melawan Atletico Madrid. Barca memang akan bertandang ke Wanda Metropolitano untuk menantang Atletico dalam jornada delapan La Liga 2017-18.

Ada sedikit kekhawatiran bahwa Messi mengalami kelelahan karena ia barusan membela Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2018. Messi bertanding dua kali dan dikhawatirkan mengalami kelelahan untuk menjalani laga nanti.

Namun Valverde menegaskan bahwa ia tidak akan mengistirahatkan Messi. Ia merasa jadwal yang dijalani Messi seperti sekarang ini sudah normal untuk pemain sekelasnya. Lagipula, Messi sudah memiliki persiapan yang bagus untuk menjalaninya musim ini.

“Persiapan pramusim Messi sudah normal. Kadang seorang pemain memang harus datang terlambat karena membela negaranya di Piala Dunia atau turnamen lainnya. Tapi itu juga normal,” terang Valverde kepada ESPN.

Valverde menambahkan bahwa Messi secara alami adalah sosok yang kuat dan mampu bermain dalam banyak pertandingan. Valverde memang punya rencana untuk mengistirahatkan Messi, tapi tidak untuk saat ini.

“Saya rasa Messi adalah pemain yang kuat. Sangat penting bagi kami untuk membantunya pada awal musim ini. Sepanjang musim ini berjalan, kami pasti akan mempertimbangkan untuk mengistirahatkan Messi. Tapi untuk saat ini, dia baik-baik saja.”

Cetak item ini