Selamat Datang, Tamu
Anda harus mendaftar sebelum Anda dapat melakukan posting pada situs kami.


  

Password
  





Cari Forum

(Pencarian Mahir)

Statistik Forum
» Anggota: 75
» Anggota terakhir: Jackonight
» Thread forum: 2,886
» Posting Forum: 3,508

Statistik Lengkap

Pengguna Yang Online
Sedang ada 39 pengguna online.
» 1 Anggota | 38 Tamu(s)
dronnxxx

Thread Terakhir
AMATEUR ARCHIVE - Teens a...
Bokep Barat
Posting Terakhir Oleh: dronnxxx

» Balasan: 27
» Tampilan: 266
ANIMAL PORN VINTAGE - RET...
Bokep Barat
Posting Terakhir Oleh: dronnxxx

» Balasan: 115
» Tampilan: 1,948
BESTIALITY ACCESS - ALL Z...
Bokep Barat
Posting Terakhir Oleh: dronnxxx

» Balasan: 137
» Tampilan: 2,175
Visitorbet | Situs Taruha...
Video Bokep xXx
Posting Terakhir Oleh: visitorbet

» Balasan: 3
» Tampilan: 69
SKYPE / OMEGLE - Private ...
Bokep Barat
Posting Terakhir Oleh: dronnxxx

» Balasan: 0
» Tampilan: 7
Menang Tiga Kali Beruntun...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: im2bet
Kemarin, 12:48 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 3
Gagalkan Peluang Emas Wat...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: im2bet
Kemarin, 12:40 PM
» Balasan: 0
» Tampilan: 4
BETWIN303 AGEN BOLA PIALA...
Live Casino Online | Baccarat Online | Slots | Roulette Uang Asli
Posting Terakhir Oleh: leopard
Kemarin, 12:35 PM
» Balasan: 108
» Tampilan: 3,825
BETWIN303 AGEN BOLA PIALA...
Betting Bola Online | Betting Togel | Tangkas
Posting Terakhir Oleh: leopard
Kemarin, 12:26 PM
» Balasan: 108
» Tampilan: 3,931
Prediksi Young Boys vs Ma...
Prediksi Bola Terlengkap
Posting Terakhir Oleh: incarqq
Kemarin, 11:05 AM
» Balasan: 0
» Tampilan: 5

 
  Kenangan Indah Dikamar Hotel Dengan Pacarku
Diposting oleh: suryaqq - 10-01-2018, 12:30 PM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: DIvUva0UEAEAjZ-.jpg]

Kenangan Indah Dikamar Hotel Dengan Pacarku - Dimana saat itu aku tetap duduk di kelas satu SMA di salah satu sekolah swasta di kota kecilku, aku sangat bahagia untuk pertama kalinya masuk sekolah, dulunya aku memiliki badan yang gemuk mungkin sebab penyakit liverku aku menjadi kurus serta langsing, aku terus pede saat mengenakan baju putih abu abu, serta pipiki tak setembem kayak dulu kini wajahku menawan.

Pertama masuk, aku telah mengetahui hampir setengah kelas sebab terbukti berasal dari SMP yang sama. Di belakang tempat dudukku ada segerombolan cowok. Diantaranya ada seorang cowok Yang cukup tampan, putih serta luar biasa. Tak jarang kali aku merasa dirinya tak jarang memperhatikanku dengan cara diam-diam.   Agen Domino qq

Setiap hari aku pergi serta pulang sekolah naik angkutan umum. Hingga sebuahhari, seusai pelajaran tiba-tiba Tom mendekatiku. Dirinya memperkenalkan untuk mengantarku pulang. Kupikir dari pada naik kendaraan umum akhirnya aku setuju saja dirinya mengantarku. Nyatanya dirinya juga telah membawakanku helm.

Hari itu sehabis mengantarku pulang tiba-tiba cuaca berubah jadi mendung serta hujan. Aku pun menyuruh dirinya masuk ke rumah sambil menantikan hujan reda. Sejak hari itu kamipun jadi dekat. Setiap hari dirinya mengantar jemput aku mesikipun sebetulnya rumahnya sangat jauh dari tempat tinggalku.

Pada hari Valentine sebab kami sama-sama tak memiliki pasangan, dirinya menawariku untuk keluar kelak malam. Aku pun setuju. Pulang sekolah aku siap-siap, aku cuci rambut serta blow layaknya orang yang mau pergi berkencan, kupilih baju yang kuanggap paling oke. Kira-kira jam 16:00 dirinya datang menjemputku. Lalu kami pergi ke bioskop.

Dan aku sangatlah tak menduga nyatanya di dalam bioskop dirinya menyebutkan perasaannya kepadaku. Bagai di sambar geledek, aku pun mengangguk. Sebab terbukti selagi ini diam-diam aku telah merasa sayang padanya. Hubungan kami berlanjut semakin hingga 2 bulan kemudian kami bertengkar luar biasa sekali. Lalu keesokan harinya dirinya meminta maaf padaku. Sebab sekolah kami libur selagi semingu, kami pun merencanakan untuk menginap di luar kota.

Kemudian aku minta ijin terhadap orang rumah sebab yang ada di rumah hanya nenekku, aku pun bilang padanya bakal ke luar kota selagi 4 hari dengan kawan-kawan. Pastinya itu hanya argumen agar aku dapat pergi. Sesuai waktu yang di janapabilan aku menantikan Tom di rumah sahabatku. Kemudian kami pun pergi ke luar kota di daerah pegunungan.

Sesampainya di sana kami mencari penginapan yang sesuai lalu check in. Ruangan yang kami tempati tak terlalu besar tetapi terkesan sangat enjoy. Disana ada sebuah ranjang berkapasitas king size yang di segi kanan kirinya tersedia meja kecil serta lampu.

Lalu ada satu set sofa serta meja. Disisi yang lain ada televisi lengkap dengan VCD playernya. Sementara di kamar mandinya dibekali dengan bathtub serta shower. Mesikipun tak begitu keren tetapi cukup enak tempat tersebut.

Sebab kurasa seluruh tubuhku tak fresh aku pun pergi mandi. Sementara Tom tetap keluar untuk membelikan majalah serta cemilan. Aku Mandi dengan air hangat serta berendam sesaat. Seusai berakhir aku mengenakan lingerie warna merah menyala yang sengaja kubeli sebelumnya.

Warnanya yang merah sangat kontras dengan kulitku yang kuning tentu bakal membikin siapa saja yang menontonku terangsang. Kemudian kupakai Kimono kamar mandi dari hotel tempat kami menginap. Serta aku berbaring di ranjang sambil nonton TV.

Tak lama kemudian Tom kembali. Seusai meletakkan belanjaan dirinya pun pergi mandi. Sengaja kumatikan lampu kamar kemudian lampu baca di meja kunyalakan remang-remang. Suasana ini sangatlah romantis, kimono pun kubuka serta kulempar begitu saja. Kemudian kutata bantal serta guling di ranjang sedemikian rupa jadi aku dapat bersandar dengan enak. Kuusap-usap tubuhku sambil memperhatikan lingerie yang baru pertama kali kupakai.

Tak lama kemudian Tom keluar dari kamar mandi sambil melilitkan handuk di pinggangnya. Dirinya pun tercengang menontonku, kemudian sambil tersenyum dirinya mengatakan, “Kamu benar benar sexy sayang..” Diapun mendekatiku hingga di bibir ranjang, aku pun berdiri dengan bertumpu pada kedua lututku.

Kubelai rambut Tom yang baru setengah kering, kuciumi wangi rambutnya. Kemudian ciumanku pun turun, hidungnya kukecup, bibirnya kukecup serta kulumat dengan mesra. Dirinya melingkarkan tangannya di pinggangku sambil sesekali mengusap punggungku.

Kurasakan ciuman Tom makin hebat, lidah kita saling berpagutan, kurasakan bibirnya perlahan tetapi pasti turun menjelajahi leherku yang membikin jantungku makin keras berdetak. Sementara tangannya yang lain mengusap-usap buah dadaku yang kelihatan hampir tidak muat di dalam lingerie yang kupakai sebab ukurannya terbukti besar, 36C.

Kurasakan lidah Tom turun dari leher menyusuri dadaku kemudian tangannya menurunkan lingerie-ku di tahap dada yang menyebabkan tersembullah dua bukit indahku. Matanya tidak sempat lepas dari dadaku sambil dirinya mengatakan, “Oh buah dadamu terbukti indah sayang.. aku tidak sempat mampu menahan diriku bila menontonnya..” Aku pun hanya tersenyum sambil mataku mengerling nakal, yang membikinnya makin tidak tahan.

Dia meremas-remas dengan mesra buah dadaku sambil dipilin-pilin putingnya. Kemudian dirinya jilati bergantian sambil dikulumnya. Kulihat sangatlah tidak muat buah dadaku dalam genggamannya. Ya inilah salah satu kebanggaan diriku, keindahan yang kumiliki.

Aku pun mengerang, “Aaacchh.. Tom.. kau pandai sekali menghisapnya.. aacchh..” tanpa kusadari tanganku telah membuka handuk yang digunakan Tom yang kubiarkan jatuh begitu saja. Serta bisa kulihat jelas kejantanannya yang panjang serta besar telah berdiri dengan tegak seakan-akan menantangku. Terbukti kuakui batang kejantanan Tom sangat besar, panjangnya mungkin hampir 15 cm, serta faktor inilah yang mungkin membikinku rutin ketagihan untuk bermain seks dengannya.

Kuusap-usap kepala kemaluannya, kurasakan ada lendir kenikmatan telah membasahi kepala kejantanannya yang membikinku makin terangsang. Kutundukkan kepalaku lalu kujilat-jilat kepala kemaluannya lalu seluruh batangnya kujilat sambil kuusap-usap.

Kemudian kudorong tubuh Tom hingga dirinya terduduk di sofa, lalu aku berjongkok di depannya, kujilati terus batang kejantanannya kemudian kumasukkan seluruhnya ke dalam mulutku sambil lidahku berputar-putar di dalamnya. Kontan saja Tom mengerang, “Aahcchh.. sayaangg.. nikmatt sekalii..” Aku merasakan batang kejantanannya terus tegang, urat-uratnya mulai menonjol keluar pasti saja aku terus bergairah menontonnya.    Bandar Sakong

Aku mulai mengeluar-masukkan batang kejantanan Tom, makin lama gerakanku makin cepat sambil kugenggam serta kuputar-putar. Dirinya mengerang lagi, “Sayaang.. kamuu sangatlah hebat.. aacchh..” Aku tidak menghiraukannya, kukocok batang kejantanannya makin lama makin cepat kemudian kuhisap-hisap, kurasakan tubuh Tom menegang,

“Aku mau keluaarr saayy.. akuu nggaak tahann..” Makin kupercepat kocokan tanganku, kemudian kuhisap kuat-kuat batang kejantanannya serta.., “Creett.. ccrereett..” Kurasakan air mani Tom memenuhi mulutku, langsung kutelan sambil masih kujilat batang kejantanannya kemudian kujilati seluruh permukaan bibirku sambil kuremas-remas buah dadaku, kulihat Tom lemas sesaat.. Saat aku sedang asyik meremas-remas buah dadaku sendiri, sambil kulirik dirinya dengan pandangn sayu serta sexy. Tiba-tiba Tom membawa tubuhku serta membaringkannya di ranjang.

Dia mengulum buah dadaku sambil dihisapnya kemudian perlahan ciumannya turun mencium lingerie di tahap perutku sambil tangannya merambat ke tahap kemaluanku serta mengusap-usap klitorisku yang rasanya telah membesar. Aku menggeliat sambil engerang, “Aacchh.. Tom.. nikmat..”

Kemudian dirinya berdiri dengan berlutut di ranjang, dirinya lepaskan celana dalam merahku yang sangat sexy itu. Dirinya usap-usap klitorisku yang terbukti bersih dari rambut-rambut. Kemudian pelan tetapi tentu dirinya jilat klitorisku sambil jari tengahnya dirinya masukkan ke liang kewanitaanku. Sangatlah nikmat kurasakan, kugigit bibirku sambil tanganku tidak henti-hentinya memilin putingku sambil sesekali kujilati buah dadaku sendiri.

Sebab buah dadaku besar, aku tidak kesusahan untuk menjilatinya. Sementara Tom sedang sibuk di bawah sana, membikinku menggelinjang-gelinjang kenikmatan. Aku pun tidak sabar lagi, aku mengatakan pada Tom, “Ayo.. Tomm.. masukkan pelermu.. aku.. akuu..” rupanya Tom telah paham maksudku, sebelum aku menyelesaikan kalimatku.. tiba-tiba.., “Slepp..” aku memekik,

“Aaacchh.. yeeahh..” sambil menahan nikmat yang menarik kudapat.

Belum hingga berakhir kurasakan nikmat bulan madu ini, Tom telah menggoyangkan batang kejantanannya keluar masuk dari liang senggamaku dengan sangat cepat, rupanya dirinya tetap ingat semacam itulah favoritku. Aku terbukti suka digoyang sangat cepat dari pertama jadi rasanya menarik nikmatnya. Goyangan Tom pun makin cepat. Kurasakan batang kejantanannya sa ngat keras menghujam di dalam liang kewanitaanku. Aku pun hanya dapat memekik,

“Tomm.. aachh.. nikmat sekali sayangg.. pelermu emang nikmat..” Tom pun tidak bereaksi mengurangi goyangannya, makin lama makin cepat dirinya bergoyang hingga aku mengatakan,
“Tomm.. aku mau keluarr sayaangg.. akuu nggak tahann..” dirinya pun mengatakan,
“Kita sama-sama sayaang..” batang kejantanan Tom makin cepat ritmenya. Kemudian kurasakan nikmat yang menarik, tubuhku menegang, melengkung hingga tahap dadaku terbusungkan,
“Aaacchh.. Tomm.. aku keluarr..” Kurasakan liang kewanitaanku sangat hangat. Tiba-tiba Tom menghentikan goyangannya serta tubuhnya menegang juga, “Aachh.. akuu juga sayang..” serta,

“Creett.. crett..” Air mani Tom kurasakan menyemprot dinding rahimku, terasa sangat hangat, mengalir perlahan di dalam liang kewanitaanku. Kemudian kita berdua tergeletak sambil dirinya semakin menciumiku serta membisikkan kata-kata cinta bulan madu, diusap-usapnya rambutku yang membikinku ketiduran sejenak.

Ketika aku terbangun, aku langsung menuju kamar mandi untuk berbilas. Kuisi bed tub dengan air panas hingga penuh kemudian kumasukkan bau parfume kesukaanku dengan sedikit minyak lalu aku berendam di dalamnya, sangatlah nikmat seusai tadi ber-bulan madu.

Aku hampir ketiduran ketika kurasakan ada jari-jari halus membelai serta mengusap rambutku. Kubuka mataku, kulihat Tom sedang berjongkok di sana, tetap dalam keadaan telanjang bulat. Kulihat senyumannya yang mesra. Kemudian dirinya mencium keningku, semakin menyusur hidungku hingga akhirnya kita berciuman lagi.

Tangannya mengusap-usap buah dadaku, membikin birahiku bangkit kembali. Kemudian kuusap-usap batang kejantanannya yang terbukti sejak dirinya berjongkok telah tegak berdiri. Dirinya masuk ke bed tub, aku pun menggeser badanku hingga aku terduduk di tepi bed tub.

Kemudian dirinya naikkan pahaku hingga posisiku mengangkang, kutarik batang kejantanannya hingga menyentuh kemaluanku lalu kuusap-usapkan di klitorisku. Aku menggelinjang kenikmatan. Perlahan aku masukkan kepala kejantanannya di depan liang senggamaku serta Tom mendorong pantatnya yang otomatis menyodokkan batang kejantanannya ke liang kewanitaanku.

“Aaachh.. kalian nakal Tomm..” erangku. Kemudian bibir kita saling berciuman dengan ganasnya, saling lumat serta saling memagut. Sementara itu kurasakan gerakan Tom telah makin cepat serta cepat, dirinya naikkan kaki kiriku ke bahunya sambil setengah melingkar ke lehernya. Dirinya gerakkan memutar pantatnya, kuremas-remas buah dada ku sambil kita semakin berciuman.

Tiba-tiba dirinya melepas ciumannya serta.., “Aaacchh.. sayaang..” dirinya memekik sambil memeluk erat tubuhku. Kurasakan kebali air maninya membasahi dinding rahimku. Kemudian kucium dirinya dengan mesra sambil kubelai-belai. Seusai istirahat sebentar, kita mandi bersama. Aku menyabuni dirinya serta dirinya menyabuniku bergantian. Kemudian kita memesan sate yang biasa mangkal di depan hotel tersebut.   Bandar Q

Berakhir makan kita nonton VCD yang terbukti telah disediakan di sana. Waktu kita nonton blue film, kembali nafsu kita bangkit serta kita pun meperbuat semacam yang ada di film. Seharian kita dapat bermain hingga Tom mencapai 7 kali orgasme serta aku telah tidak terkira lagi berapa kali orgasme. Ini kita perbuat selagi 4 hari 3 malam. Sangatlah semacam orang yang sedang ber-bulan madu. Hingga pada akhirnya kita wajib kembali ke kota kami.

Aku serta Tom begitu tersanjung saat bulan madu itu. Meskipun kita kini telah tidak bersama lagi.

Cetak item ini

  Jenny Mahasiswa UNTAR
Diposting oleh: sponsorqq - 10-01-2018, 12:08 PM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: foto-Memek-Bolong-Mahasiswi-Montok-Minta...ck-5-4.jpg][Gambar: foto-Memek-Bolong-Mahasiswi-Montok-Minta...ck-5-3.jpg][Gambar: foto-Memek-Bolong-Mahasiswi-Montok-Minta...ck-5-5.jpg][Gambar: foto-Memek-Bolong-Mahasiswi-Montok-Minta...ck-5-2.jpg][Gambar: foto-Memek-Bolong-Mahasiswi-Montok-Minta...ck-5-1.jpg]

Cetak item ini

  PAYUDARA BESAR KENYAL CEWEK BINAL SIAP DIKENYOT PRIA NAKAL
Diposting oleh: bandarqq365 - 10-01-2018, 10:00 AM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25282%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25283%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25284%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25286%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25287%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25288%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%25289%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%252810%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%252811%2529.jpg]
 
[Gambar: Payudara%2BBesar%2BCewek%2BBinal%2B%252816%2529.jpg]

Cetak item ini

  Birahi Rintihan kalbu
Diposting oleh: incarqq - 10-01-2018, 09:44 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: VfNjBRN.jpg]
Suara gemuruh dari TV yang telah habis menayangkan programnya membuatku terjaga dari tidur di sofa. ku lirik jam di dinding telah menunjukkan hampir puku l 2 dini hari. ku tarik nafas panjang untuk menghilangkan rasa sesak di dada, 2 bulan sudah berlalu sejak kepergiaan istriku .

 ku padamkan lampu-lampu yang tidak perlu lalu perlahan ku buka pintu kamar anak-anakku tercinta, nampak mereka sudah tertidur dan ku lihat Lily juga tertidur di samping anak-anakku. Perlahan ku bangunkan dia, “Ly.., Ly..,” panggilku perlahan untuk tidak membuatnya terkejut.

“Hghh..,” sahutnya perlahan seraya membuka matanya yang masih mengantuk.
“Pindah ke kamar depan dech, suamimu mungkin tidak menjemput malam ini,” ujarku berbisik.
“Oh..,” sahutnya sejurus kemudian dan keluar dari balik selimut.

Tampak Lily telah mengenakan daster yang cuku p tipis sehingga nampak leku kan tubuhnya yang seksi, belahan buah dadanya juga putingnya oleh karena dia tidak menggunakan bra, dan celana dalamnya berwarna pink dengan gambar doraemon di bagian pantatnya, yang sempat ku lihat sebelum ia menghilang di balik pintu. ku kecup pipi kedua anakku sendiri sebelum ku rapatkan kembali pintunya dan pergi ke kamarku sendiri untuk beristirahat dan kerja kembali esok hari karena cuku p banyak juga pekerjaan yang tertinggal selama ini.

Subuh ku terbangun oleh deringan jam meja yang telah ku persiapkan malam sebelumnya, mandi pagi dengan air dingin membuatku segar dan siap untuk bekerja.

“Bagaimana? Sudah kau pikirkan?” tanya suara lembut itu yang sangat ku kenal.
“Bu..,” sahut Lily putus di tengah jalan
“Yach.. Mas Elmo masih muda, mungkin suatu saat dia akan mencari pengganti Linda almarhum kakakmu itu, kalau sudah begitu apakah Ibu masih diijinkan tinggal di sini?” keluh Ibu sejurus kemudian
“Tapi Bu,” Lily berusaha membantah perkataan Ibu
“Yach.. Ibu pikir daripada kamu di sana di sia-sia lebih baik lepaskan Mas Indramu itu, mungkin Mas Elmo akan ijinkan Ibu tinggal di sini, tapi apakah calonnya akan mengijinkan juga?” masih tetap dengan suara lembut yang membujuk.
“Bagaimana dengan Ricky Bu?” tanya Lily lirih.
“Anakmu itu sudah cacat, kamu ya harus berpikir untuk kebaikannya bukan untuk dirimu sendiri, Ibu rasa mungkin dia akan lebih berbahagia bilamana di tempatkan di panti asuhan oleh karena bisa bermain dengan teman-teman senasibnya. Justru dia akan menderita kalau kamu paksa untuk bergaul dengan anak-anak normal lainnya,” saran Ibu melanjutkan

Hening kemudian hanya denting piring yang beradu dengan sendok yang sedang dipersiapkan oleh Ibu mertuaku dan Lily putri bungsunya.

“Seandainya kau bisa memiliki Mas Elmo, kita masih bisa tinggal di sini bila tidak Ibu tak tahu kita harus kemana lagi?” keluh Ibu.
“Bu..,” hanya itu ucapan Lily terputus ketika tiba-tiba..
“Good morning, Pa,” teriak Shanti anakku yang paling kecil dari atas tangga menyapaku yang sedang terdiam di tangga mendengarkan percakapan tadi yang berasal dari ruang makan.

“Good morning honey,” sapaku pula seraya melanjutkan langkahku menuruni tangga.
“Hi.. Shanti,” sapa Lily seraya menunjukkan wajahnya dari pintu ruang makan.
“Hi.. aku mandinya nanti yach,” ujarnya seraya kembali ke kamarnya terburu-buru.
“Eehh.. kakak mana?” Lily bertanya dengan nada yang cuku p keras.
“Masih bobo..,” terdengar balasan dari balik pintu kamar tidur.
“Pagi Mas,” sapa Lily sambil tersenyum manis.
“Pagi juga,”
“Pagi Bu,” sapaku melanjutkan setelah bertemu dengan Ibu di ruang makan itu.
“Pagi,.. ini nasi goreng buatan Lyly nich,” promosi Ibu melanjutkan.
“Wah.. terima kasih nich sudah merepotkan,” ujarku sedikit berbasa basi.
“Sudah buruan makan.. nanti keburu dingin jadi nggak enak, biar Ibu bangunkan anak-anak dulu,” tukas Ibu.

Dengan cekatan Lily melayaniku dengan mengambilkan nasi goreng tersebut sementara aku sendiri menyeruput secangkir teh manis sebagaimana kebiasaanku sejak dulu. Di kantor pikiranku juga masih berkutat dengan pembicaraan Ibu tadi pagi, sehingga sebenarnya tidak seluruh pikiranku terkonsentrasi untuk pekerjaan. Masih terngiang-ngiang kemungkinan aku untuk memperistri Lily.. mungkinkah?

Sore hari saat pulang kerja..
Sementara Lily berlutut untuk mencapai rak lemari yang paling bawah, sedangkan aku berdiri di samping sambil memperhatikannya. Tanpa sadar pandanganku tertuju pada buah dadanya yang nampak indah dipandang dari atas tersebut. Nampak jelas lekukan buah dadanya oleh karena dia menggunakan kaos yang longgar sehingga bagian depannya agak terbuka saat dia dalam posisi yang sedikit membungkuk tersebut. Melihat pemandangan yang demikian mempesona, penisku terus saja menegang sehingga memperlihatkan tonjolannya di balik handuk yang kukenakan tersebut.

“Nach ini kaos..,” suaranya terputus di tengah jalan ketika dalam posisi berlutut seperti itu menyerahkan kaos yang kuminta padaku oleh karena pandangannya terpaku pada batanganku yang mengeras di balik handuk. Kusadari waktu 2 bulan telah berlalu tanpa hubungan sex tentunya sulit bagiku, namun tertutup oleh kesibukanku. Sedangkan baginya.. dimana Mas Indra, suaminya, yang sejak semalam berjanji untuk menjemputnya, setelah selama ini Lily membantu rumah tanggaku yang porak poranda sejak ditinggal kepergian almarhum Linda, istriku yang juga kakak dari Lily, mengurus anak-anakku, rumah tangga dan sebagainya.

Lily terdiam dan tertunduk malu yang bagiku itu adalah isyarat bahwa dia tidak menolakku, sehingga kuberanikan diriku untuk membuka handuk tersebut sehingga sekarang tersembullah batangku yang telah tegak menantang dengan tubuh telanjang seperti ini, dimana masih ada tetesan air yang masih belum mengering, kuyakin menambah sexy penampilanku malam itu.

Perlahan kubangunkan Lily dan segera kukecup keningnya perlahan turun ke arah pipi dan menelusuri lehernya. Dengusan nafas yang memburu membuat adrenalinku terus meningkat, kuusap lembut pundaknya, telinganya, disertai dengan kecupan hangat yang kulaku kan dengan sepenuh hati.
“Mas El.. jangan,” pintanya sesaat sebelum kucoba untuk melepaskan kaosnya.
“Lily,” gumamku dengan pandangan mata memohon sehingga kuyakin sulit baginya untuk menolakku terlebih deru birahinya juga terus merayap keatas ubun-ubun.
Kukulum putingnya yang masih kecil bak anak gadis, membuatku gemas.
“Mas.. ergh,” rintihnya perlahan.

Belaian hangat jariku terus mengusap seluruh permukaan kulitnya yang putih mulus halus terawat disertai dengan jilatan dan pijatan ringan. Perlahan kudorong Lily sehingga rebah di kasurku.
“Mas janji jangan dimasukkan yach.., aku masih milik Indra,” rintihnya kembali ketika kucoba mencopot celana pendeknya. Ternyata Lily tidak mengenakan celana dalam di balik celana pendeknya tersebut sehingga segera nampak rerumputan hitam dengan panjang yang seragam dan terawat dengan rapih.
“Iya aku janji,” sahutku tanpa berhenti melepaskan celana pendeknya tersebut.

Harum bau tubuhnya terus memompa birahiku namun perlakuanku tetap saja lembut dan tidak terburu -buru untuk membawa Lily menikmati belaian asmara ini. Jilatan mandi kucing yang kulancarkan ini membuat Lily semakin terlena dan pasrah. Jilatan demi jilatan yang menyusuri setiap inci permukaan kulit dadanya, turun ke lembah buah dadanya, terus turun menelurusi garis tengah untuk mencapai kubangan di tengah pusaran perut, membuat otot perutnya tertarik tertahan menahan geli nikmat yang tidak terkira.

Kulewatkan bagian padang ilalang hitam di sana, namun kumulai dari lipatan paha bagian dalam kanan dan kiri yang terus menuruni jenjang kakinya dari bagian dalam hingga mencapai punggung kakinya dan berakhir dengan teriakan tertahan yang disertai hentakan kakinya, “Akhh..”

Kubalikan tubuhnya dan kini jilatannya merayap naik dari bagian tumitnya menelusuri betis indahnya sedikit ke bagian dalam, tidak kupaksa untuk membuka lipatannya namun terus naik hingga ke punggung dan berakhir di sekitar tengkuknya yang mulus, disertai dengan bulu kuduknya yang telah berdiri membuatku semakin gemas, sehingga gigitan sedikit keras kuberikan padanya yang menambah sensasi nikmat, disertai dengan remasan jemari lentiknya pada bantal yang sempat diraihnya untuk berbagi kenikmatan.

Puas bermain di punggungnya kembali kubalikkan tubuhnya, sesaat mata kami sempat beradu pandang, terlihat sayu tertutup perlahan dan menggodaku untuk mengecup lembut bibirnya. Kulumanku mendapat balasan yang malu-malu dan segera kuterobos dengan lidahku untuk mengait lidahnya sehingga pagutan lidahku bagaikan aliran listrik untuk mencetuskan butiran keringat halus bagaikan tetesan embun di dahinya.

Perlahan namun pasti sambil berpagutan tersebut kunaiki tubuh mungilnya dan Lily sempat melirik ke kaca yang ada di lemari pakaian dan jelas nampak tubuh mungilnya sekarang berada dibawah tubuhku yang tinggi besar, sensasi tersendiri melihat tubuhku menindih tubuh mungilnya dimana baru kali ini dialaminya bahwa seorang pria yang bukan suaminya tengah menindihnya dalam keadaan tubuh yang bugil, telanjang bulat.

Batanganku yang telah mengeras tepat berada di atas perutnya dan ketika seluruh berat tubuhku telah menindihnya jelas sekali kurasakan getaran tubuhnya laksana menggigil akibat menahan birahi. Kulumanku belum kulepaskan dan lidahku terus bermain dengan lidahnya dengan respon yang semakin menggila disertai lenguhan birahi.

Ketika kulepaskan pagutan liar itu, segera ku buka lebar pahanya sehingga jelas terlihat ilalang hitam di bagian bawah telah lepek dan tanpa rasa malu-malu lagi Lily jelas membentangkan kakinya lebar-lebar, memberiku jalan untuk menerobos masuk. Namun tak kulakukan itu, sebaliknya perlahan kubuka lipatan bibirnya sehingga nampak celah memanjang bagaikan irisan roti dan diikuti dengan mengalirnya secara perlahan cairan kental mirip lem anak SD.

Setelah kujilat 1-2 kali sapuan, segera kuhisap kuat di antara celah yang terbuka itu dan segera kurasakan beberapa cc cairan kental bening itu bagaikan benang yang ditarik dari sumur paling dalam dibetot keluar, akibatnya..
“Mas..,” lengkingan tinggi Lily disertai dengan hentakan berulang kali dari pinggulnya yang tertarik ke atas dan kemudian berakhir dengan kekakuan pada tungkai kakinya selama beberapa saat dan berakhir dengan selesainya hisapanku pada celah vaginanya.

Kubiarkan Lily yang telah mencapai orgasme pertamanya, matanya masih tertutup rapat tak bergerak menikmati gulungan birahi yang mulai mereda menyisakan kelelahan yang teramat sangat. Sesaat kemudian belaian jari lentiknya yang mengusap wajahku menyadarkanku dari lamunanku.
“Thanks yach.., Mas belum yach?” tanyanya sendu merasa bersalah.
Segera kukembangan senyum manisku yang menusuk kalbu, “Enak..,” tanyaku suatu pertanyaan bodoh yang seharusnya tak perlu kutanyakan.
Anggukan halus dari Lily membenarkan pertanyaanku dan segera kulanjutkan “Pernah diberikan oleh Mas Indra?” selidikku untuk membandingkan kemampuanku.

Lily meraih penisku dan mengocoknya perlahan. “Mas Indra tidak pernah membelai, dia lebih suka tembak langsung dan itu juga nggak lama, sebentar juga keluar setelah itu tertidur tapi..,” sahutnya memutus di tengah jalan.
“Kenapa?” tanyaku penasaran.
“Kalo besar sich lebih besar Mas Indra, jadi tiap kali sakit sesudahnya. Mungkin kurang foreplay kali yach,” sahutnya untuk memberikan alasan.
“Oh..,” sahutku yang yakin bahwa apa yang kuberikan pasti lebih berkesan dibandingkan dengan Indra suaminya.

Buliran keringat halus di keningnya dan sepanjang lehernya menggodaku untuk kembali menjilatnya dan kali ini Lily mengelinjang geli. Namun tak kuperdulikan. Kujilat habis seluruh buliran keringat di dahi dan sepanjang lehernya menelusuri uratnya kanan dan kiri yang berkilau tertimpa sinar lampu dan tanpa terasa tubuhku yang besar kembali menindihnya dan sempat terdiam tatkala kurasakan batanganku terjepit di atas perutnya. Senyum penuh rasa malu berkembang di bibir Lily tatkala kedutan penis kuberikan padanya sehingga jelas terasa di atas perutnya. Pagutan lidahku kembali menghisap bibirnya disertai pilinan jari jemariku yang lincah bermain di antara kedua putingnya.

“Mas.. jangan,” pekiknya terkejut ketika kucoba untuk memasukkan penisku ke vaginanya.
“Iya dach.. aku bermain di depan aja yach,” janjiku menenangkannya.
“Aku kocok saja yach,” pintanya tergetar menahan birahi yang berusaha menerjang masuk oleh karena ujung kepala penisku telah berhasil membuka bibir kemaluannya dan bergesek di muara vaginanya. Aku menggeleng tanda tak setuju.
“Tapi jangan dimasukkan yach.. aku ngga mau merusak perkawinanku dengan Mas Indra, aku masih miliknya,” rintihnya tertahan antara sadar dan nafsu.
“Aku janji dech,” sahutku sekenanya oleh karena gesekan kepala penisku terus memberikan sensasi nikmat yang tiada taranya.

Hisapanku pada kedua putingnya, memaksa puting itu telah membesar sekitar 2 kali lipat dari semula, antara bengkak dan juga rangsangan yang ada aku tak mempedulikan itu, namun permainan lidahku di putingnya membawa kenikmatan tersendiri sehingga tanpa ada penolakan lagi yang kuterima tahu-tahu seluruh batang penisku telah tertanam di rongga vaginanya dan ketika Lily tersadar..
“Mas, kok dimasukkan, tadi janjinya nggak masuk,” protesnya dengan nada pasrah.
“Tanggung Li.., aku bener-bener nggak tahan,” kataku seraya mulai memompa.

Busyet bener dach otot-otot vagina Lily, masih sangat kencang walaupun dia pernah melahirkan, ototnya masih kencang sekali akibatnya tentu nikmat yang kurasakan ini bak bermain dengan anak ABG saja. Hal sama juga dirasakan Lily bahwa dinding vaginanya masih ketat sehingga ketika aku memompa, dia juga mengimbangi dengan goyangan pinggulnya untuk menekan ke atas, saat kutusukan masuk sedalam-dalamnya, dan itu juga dikombinasikan dengan kontraksi otot kegelnya yang sangat baik, sehingga yang kurasakan dan kunikmati adalah empotan vagina yang luar biasa.

Irama genjotanku semakin kuat dan menemukan iramanya dengan goyangan pinggul Lily, yang secara mencuri juga memandang di dinding kaca sehingga saat ini jelas nampak tubuh mungilnya timbul tenggelam di kasur busa mengikuti hentakan tubuhku. Buliran keringat sebesar jagung telah membasahi tubuhku dan tubuh Lily yang menetes ke kasur busa dan bantal, seiring dengan dengus nafasku yang terus berpacu ditimpali oleh lenguhan dan rintihan Lily yang berkejaran.

Semakin lama kurasakan semakin sempit liang vagina Lily, sehingga gesekan yang terjadi semakin mantap dan ketika kulirik jelas terlihat lipatan bibir vagina Lily saat ini mengikuti gerakan penisku, yang jelas menonjolkan urat darahnya berwarna kebiru-biruan keluar masuk laksana mengurut batang penisku.

Secara refleks sekarang Lily telah mengangkat secara maksimal kedua tungkainya ke atas untuk memaksimalkan nikmat dunia yang kuberikan dan kubantu dengan mengangkat kakinya lebih tinggi lagi dan meletakkannya dipundakku.
“Hhh.. hh..,” desisku seraya menghunjam-hunjamkan penisku ke dalam liang vaginanya sedalam mungkin.
“Aak..,” desisan halusnya juga tak kalah gencarnya mengiringi tingkatan birahi yang terus mendaki untuk mencapai kepuasan tertinggi. Tak lama kemudian kurasakan rasa penuh, gatal dan kurasakan adanya desakan dari dalam yang akan segera memuntahkan lahar sperma.
“Ugh.. ahh..,” pekik Lily tak tertahankan disertai dengan kejangnya ke dua tungkai kakinya dan tentu saja jepitan vagina itu menjadi maksimal sehingga akupun tidak tahan.
“Lily.. aku.. sampai,” teriakku tanpa tertahankan disertai dengan hentakan kuat menghantam vaginanya.

Crot.. crot.., bendungan lahar spermaku tak tertahankan lagi menyembur dengan dahsyatnya menghantam dinding mulut rahim Lily. Luluh lantak rasanya tulang belulang di tubuh, sehingga tubuh besarku bagaikan tak bertenaga ambruk menindih tubuh mungil Lily. Campuran keringat kami berdua di atas permukaan kulit memberikan sensasi tersendiri, sementara kesadaran kami juga hilang untuk sesaat.

Antara sadar dan tak sadar sempat kulihat bayangan Ibu diuar pintu kamar sesaat sebelum terdengar pintu yang ditutup, memang tadi pintu itu tidak tertutup rapat sich.
“Ibu yach?” tanya Lily memandangku terkejut.
Aku tersenyum dan mengecup keningnya dan membiarkan penisku untuk tetap berada di vagina Lily, sebaliknya Lilypun membiarkan vaginanya untuk tetap menampung penisku dan kamipun tertidur pulas karena kelelahan.

Cetak item ini

  DI GAULI DENGAN AYAH TIRI
Diposting oleh: gemapoker - 10-01-2018, 09:20 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

http://www.gemarqq.com - Marina gadis muda jelita, usianya baru tujuh belas tahun, hidup bersama ibu dan ayah tirinya. Ayah kandungnya telah meninggal dunia delapan tahun yang lalu. Rupanya ayah tirinya yang baru berusia tiga puluh enam tahun itu, telah lama menaruh rasa penasaran untuk mencicipi perawan yang masih ranum itu. Sang ayah tiri meneguk air liur setiap menyaksikan pinggang, pinggul dan pantat Marina yang indah dan seksi, apalagi bila Marina sedang berjongkok mengepel lantai dengan pakaian seadanya, wah, Daud melotot matanya. Timbullah hasratnya untuk menyaksikan tubuh sang anak tiri yang indah polos tanpa pakaian. Daud mendapat akal, suatu hari ketika Marina dan ibunya sedang keluar rumah, Daud bekerja keras membuat lubang di dinding kamar mandi yang hanya terbuat dari papan. - http://www.gemarqq.com

[Gambar: anak-sedang-tidur-di-gentot-ayah.jpg]

http://www.gemarqq.com - Suatu hari ketika Marina hendak pergi mandi Daud bersiap menunggu sambil mengintip dari lubang kamar mandi yang telah dibuatnya, Marina memasuki kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk melilit di tubuhnya, setelah mengunci pintu kamar mandi dengan tanpa ragu Marina melepaskan handuknya, Daud menelan liurnya menyaksikan pemandangan indah yang terpampang di depan matanya, pemandangan indah yang berasal dari tubuh indah anak tirinya, tubuh yang begitu sekal padat, ramping dan mulus itu membuat gairah Daud bergejolak, apalagi sepasang payudara yang begitu mulus dengan sepasang puting susu berwarna merah jambu menghias indah di puncak payudara yang sekal itu, mata Daud melirik ke arah selangkangan gadis itu tampak bulu-bulu halus indah menghias di sekitar belahan kemaluan perawan itu yang membukit rapat. Semua itu membuat dada Daud bergetar menahan nafsu, membuatnya semakin penasaran ingin menikmati keindahan yang sedang terpampang di depan matanya. Daud tahu Marina sering keluar dari kamarnya pada malam hari untuk pipis. - http://www.gemarqq.com
[/url]
Pada malam berikutnya, Daud dengan sabar menunggu. Begitu Marina memasuki kamar mandi, Daud membarenginya dengan memasuki kamar Marina. Daud menunggu dengan jantung berdebar keras, begitu Marina masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintu Daud muncul dari balik lemari, Marina terbelalak, mulutnya menganga, buru-buru Daud meletakkan telunjuk ke mulutnya, isyarat agar Marina jangan berteriak, Marina mundur beberapa langkah dengan ketakutan. Daud maju dan tiba-tiba menyergapnya Marina siap menjerit, tetapi Daud dengan cepat menutup mulutnya. “Jangan menjerit!”, Daud mengancam. Marina semakin ketakutan, badannya gemetar. Daud memeluk gadis yang masih murni itu, menciumi bibirnya bertubi-tubi. Marina terengah-engah. “Jangan takut, nanti kuberi uang”, kata Daud dengan nafas menggebu-gebu. Bibir Marina terus diciumi, gadis itu memejamkan matanya, merasakan nikmat, dengan mulut terbuka. Tanpa sadar, rontaan Marina mulai melemah, bahkan kedua lengannya memanggut bahu Daud. Sekilas terbayang adegan di buku porno yang pernah dilihatnya.

Alangkah gembiranya Daud ketika Marina mulai membalas ciuman-ciumanya dengan tak kalah gencarnya. “Pak, Pak jangan…!”, Walaupun mulutnya berkata jangan, tetapi Marina tidak mengadakan perlawanan ketika gaunnya di lepas. Dalam sekejap, Marina hanya mengenakan beha dan celana dalam saja, itupun tidak bertahan lama. Daud mencopoti bajunya sendiri. Marina menghambur ke tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut, Marina menghadap tembok, menunggu dengan dada bergetar, di hatinya terjadi pertentangan antara nafsu dan keinginan untuk mempertahankan kehormatannya, namun nafsulah yang menang. Selimut yang menutupi tubuh ditarik, Marina dipeluk dari belakang dan dirasakannya hangatnya pisang ambon Daud mengganjal dan menggesek-gesek di belahan pantatnya, Marina menggigil. - http://www.gemarqq.com

Dengan bernafsu Daud menciumi kuduk Marina, gadis itu menggelinjang-gelinjang, rasa nikmat menyelusup ke pori-porinya. Daud membalikkan tubuh Marina hingga telentang, gadis itu meronta hendak melepaskan diri, Daud menindihnya, tangannya meraba-raba bongkahan buah dada Marina. Dada yang ranum dan sehat, yang selama beberapa hari ini mengisi khayalan Daud. Kembali rontaan-rontaan Marina melemah, dirasakannya kenikmatan pada buah dadanya, yang diciumi Daud dengan berganti-gantian. Dada yang kenyal dan masih segar itu bergetar-getar, Daud membuka mulutnya dan melahap putingnya yang merah jambu. Marina menjerit lirih, tetapi segera tenggelam dalam erangan kenikmatan. “Pak, mm.., mm.., ja..ngan ssshh mmphh…, sshh..”.

Akhirnya Marina tidak lagi memberontak, dibiarkannya payudara kiri dan kanannya dijilati dan dihisap oleh Daud. Aroma harum yang terpancar dari tubuh perawan itu benar-benar menyegarkan, membuat rangsangan birahi Daud semakin naik. Kedua bukit indah Marina semakin mengeras dan membesar, puting yang belum pernah dihisap mulut bayi itu kian indah menawan, Daud terus mengulum dan mengulumnya terus.

“Pak, Saya.., takuut”, Suara Marina mendesah lembut. “Jangan takut, tidak apa-apa nanti kuberi uang..”, dengan napas memburu. “Ibu, pak. Nanti ibu bangun.., sshh.., aah..”. “aakh.., ibumu tidak akan bangun sampai besok pagi, ia sudah kuberi obat tidur”

Marina mulai mendesah lebih bergairah ketika tangan Daud mulai bermain di bukit kemaluannya yang membengkak. Daud menekan-nekan bukit indah itu. “Kue apemmu hebat sekali”, bisik Daud sambil berkali-kali meneguk air liurnya, tangan Daud menguak belahan kue apem itu. Marina yang semula mengatupkan pahanya rapat-rapat kini mulai mengendurkannya, bagaimana tidak? Sentuhan-sentuhan tangan Daud yang romantis mendatangkan rasa nikmat bukan kepalang apalagi batang kemaluan lelaki yang tegak itu, menggesek-gesek hangat di paha Marina dan berdenyut-denyut. Sebenarnya Marina ingin sekali menggenggam batang kemaluan yang besarnya luar biasa itu.

Sementara itu Daud menggosok-gosokkan tangannya ke bukit kemaluan yang ditumbuhi rambut halus yang baru merintis indah menghiasi bukit itu. “Sssssh…, mmh…, sssh…, aakh..”, Mata Marina membeliak-beliak dan pahanyapun membuka. Daud menggesek-gesekkan kepala penisnya di bibir vagina Marina yang masih rapat walau sudah dikangkangkan. Secara naluriah Marina menggenggam batang penis Daud, ia merasa jengah, keduanya saling berpandangan, Marina malu sekali dan akan menarik kembali tangannya tetapi dicegah oleh Daud, sambil tersenyum, lelaki yang cukup ganteng itu berkata, “Tidak apa-apa, Marina! Genggamlah sayang, berbuatlah sesuka hatimu!”. Dan dengan dada berdegup Marina tetap menggenggam batang penis yang keras itu. Daud merem-melek menikmati belaian dan remasan lembut pada batang penisnya. Sementara itu tangan Daud mulai menjelajahi bagian dalam kemaluan Marina, gadis itu menjerit kecil berkali-kali. Bagian dalam kemaluannya telah basah dan licin, ujung jari Daud menyentuh-nyentuh clitoris Marina. Marina menggelinjang-gelinjang. “Bagaimana Mar?”, tanya Daud. “Enaakh…, Paak!”, Jawab Marina. - http://www.gemarqq.com

Daud semangkin gencar menggempur vagina Marina dengan jari tangannya. Lalu Daud menundukkan kepalanya ke arah selangkangan Marina. Dipandanginya belahan vagina yang begitu indahnya, menampakkan bagian dalamnya yang kemerahan dan licin. Daud menguakkan bibir-bibir kemaluan itu, maka kelihatanlah clitorisnya, mengintip dari balik bibir-bibir kemaluan Marina, Daud tidak dapat menahan dirinya lagi, diciumnya clitoris Marina dengan penuh nafsu. Marina menjerit kecil. “Kenapa Marina? Sakit?”, tanya Daud di sela kesibukannya. Mariana menggelengkan kepalanya sambil mengangkat kakinya. Dengan bernafsu Daud menjilati vagina Marina dan lidahnya menerobos menjilati bagian dalam dari kemaluan Marina, melilit dan membelai clitorisnya. Marina semakin tidak tahan menerima gempuran lidah Daud, tiba-tiba dirasakannya dinding bagian dalam kemaluannya berdenyut-denyut serta seluruh tubuhnya terasa menegang dan bersamaan dengan itu ia merasakan sesuatu seperti akan menyembur dari bagian kemaluannya yang paling dalam. - http://www.gemarqq.com

“Paak, oukh.., akh…, aakh…, ooough…, sakit Pak..”, Marina merintih-rintih, pecahlah sudah selaput daranya. Sedangkan Daud tidak menghiraukanya ia terus saja menyodokkan seluruh batang kemaluannya dengan perlahan dan menariknya dengan perlahan pula, ini dilakukannya berulang kali. Sementara Marina mulai merasakan kenikmatan yang tiada duanya yang pernah dirasakannya. “Goyangkan pinggulmu ke kanan dan ke kiri sayang!”, bisik Daud sambil tetap menurun-naikkan pantatnya. “Eeegh…, yaa…, aakkhh…, oough..”, jawab Marina dengan mendesah. Kini Marina menggoyangkan pinggulnya menuruti perintah ayahnya. Dirasakannya kenikmatan yang luar biasa pada dinding-dinding kemaluannya ketika batang penis Daud mengaduk-aduk lubang vaginanya. “Teee…, russ…, Paak…, eeggh…, nikmat…, ooough..!”, erang Marina. Daud semakin gencar menyodok-nyodok vagina Marina, semakin cepat pula goyangan pinggul Marina mengimbanginya hingga, “Ouuuughh…, sa.., saya…, mmaau…, keluar.., Paak..”. “Tahan…, sebentar…, sayang…, ooouggh..”. http://www.gemarqq.com

Daud mulai mengejang, diapun hampir mencapai klimaksmya. “aaGhh…”, jerit Marina sambil menekan pantat Daud dengan kedua kakinya ketika ia mencapai puncak kenikmatannya. Bersamaan dengan tekanan kaki Marina Daud menyodokkan penisnya sedalam-dalamnya sambil menggeram kenikmatan, “Eeegghh…, Ooouugh..”. “Creeeet…, creeet…, creeeeeeeet..”. Mengalirlah air mani Daud membasahi lubang kemaluan Marina yang sudah dibanjiri oleh air mani Marina. Merekapun mencapai puncak kenikmatannya. Keduanya terkulai lemas tak berdaya dalam kenikmatan yang luar biasa dengan posisi tubuh Daud masih menindih Marina dan batang penisnya masih menancap dalam lubang kemaluan Marina. Enam bulan kemudian, Marina dan Ria meninggalkan kota kecilnya. Mereka ikut Om Jalil ke Jakarta. Om Jalil belum lama mereka kenal, tetapi mereka tidak peduli, mereka menginginkan hidup lebih baik ketimbang di kota kecilnya sendiri. Mereka tahu nasib apa yang bakal mereka terima di Jakarta nanti, diserahkan pada seorang germo yang namanya Tante Yeyet. Mereka pergi ikut Om Jalil tanpa sepengetahuan orang tua mereka masing-masing. Om Jalil menunggu mereka di stasion kereta api. Dari sanalah baru mereka bersama-sama menuju Jakarta. Ria berani ikut dengan Om Jalil ke Jakarta karena dia juga sudah tidak perawan lagi. Bukit kemaluannya sudah ditoblos oleh Pandy. Pandy adalah pria yang sangat berpengalaman dengan wanita. Pandy pandai merayu. Dan Marinapun tergelincir dalam rayuannya dan berhasil digagahi Pandy, ia merupakan orang kedua yang pernah merasakan nikmatnya vagina Marina selain ayah tiri Marina. - http://www.gemarqq.com

Sementara kereta berjalan dengan pesatnya. Dalam perjalanan mereka di malam hari yang selama delapan jam dalam kereta api, Om Jalil tidak dapat menahan hawa nafsunya berjalan dengan dua orang gadis cantik yang menggoda. Dengan sedikit memaksa Om Jalil mencoba untuk menggauli mereka. Pada waktu itu keadaan kereta yang mereka tumpangi tidak terlalu banyak penumpangnya sehingga banyaklah kursi yang kosong. Kebetulan deretan bangku di depan mereka kosong. Waktu itu lampu penerang gerbong sudah dipadamkan tinggal lampu remang-remang saja yang masih menyala menerangi keadaan gerbong yang mereka tumpangi. - http://www.gemarqq.com

Kalian tentunya sudah berpengalaman dengan laki-laki?”, tanya Om Jalil memulai pembicaraan. “Belum Om”, jawab Ria dengan malu-malu. “Sudah berapa kali kamu merasakannya, Ria?”, tanyanya sambil memegang paha Ria yang hanya mengenakan rok mini dari bahan yang tipis. “Merasakan apa, Om?”, tanya Ria berpura-pura tak mengerti. “Merasakan hangatnya batang peler pria memasuki lubang kemaluanmu”, jawab Om Jalil dengan terus terang. “Saya, saya baru merasakannya sekali Om”, jawab Ria sambil menunduk. “Tidak usah malu, apakah kamu menikmatinya?”, Om Jalil mulai menebar jaringnya. Ria hanya mengangguk tanpa berkata apapun. http://www.gemarqq.com

“Sedangkan kamu sudah berapakali kecoblos Mar?”, mengalihkan pertanyaanya pada Marina. “Dua kali, Om”, jawabnya singkat. “Syukurlah, jadi kalian sudah punya pengalaman”. Dia berhenti untuk menghisap rokoknya lalu mematikan rokok itu. “Tapi aku perlu untuk mengetahui sampai di mana kemampuan kalian”, sambungnya sambil menghadap ke arah Ria. “Bagaimana caranya Om?”. “Dengan mencobanya langsung”, jawabnya tegas. “Mencoba langsung, di mana Om?”. “Di sini saja, toh semua penumpang sudah tidur”. “Tetapi..”. “Tenang saja biar Om yang mengaturnya”, potong Om Jalil sambil merangkul tubuh Ria yang ada di sebelah kanannya, lalu ia mulai menciumi bibir Ria. Ria terpaksa melayaninya demi lancarnya perjalanan mereka ke Jakarta. Setelah beberapa saat lidah mereka saling berpilin, tangan Om Jalil mulai beraksi menyelinap, meremas payudara Ria melalui bagian bawah kaos ketat yang dikenakan Ria. Ria menggelinjang menikmati sentuhan tangan Om Jalil yang sangat lincah meremas payudaranya, apalagi bibir Om Jalil yang menggerayangi lehernya. - http://www.gemarqq.com

Semakin ganas Om Jalil menikmati bukit indah milik Ria yang putih mulus itu setelah mengangkat kaos, dan melepas beha Ria. Sedangkan Marina hanya menatap mereka dengan kosong. Tiba-tiba tangan Om Jalil yang satu meraih tangan Marina. Tanpa perlawanan tangan itu ditaruh di atas batang penisnya yang masih dalam celana. Marina mengerti maksud Om Jalil, dengan segan-segan dibukanya ikat pinggang Om Jalil lalu diturunkan ritsluitingnya, dikeluarkannya kemaluan yang sudah digenggamnya dari celana dalamnya. “mmhh…”, desah Om Jalil menikmati remasan tangan halus Marina pada batang penisnya. Sementara tangan kanan yang bebas menjelajah ke dalam rok mini Ria, jari tangan kanannya dengan lincahnya mencoba melepaskan celana dalam yang dikenakan Ria.

Ria mengangkat pantatnya untuk memudahkan Om Jalil melepaskan penutup belahan vaginanya, Ria mengangkat satu kakinya untuk melepaskan celana dalamnya yang melorot sampai di mata kaki, bersamaan dengan itu itu jari-jari Om Jalil menerobos bibir vaginanya, lalu mempermainkan clitoris yang ada di dalamnya. Ria gelagapan menahan nikmat yang dirasakannya pada clitorisnya yang dipilin jari-jari Om Jalil, serta gigitan-gigitan lembut pada puting susu kanannya serta belaian-belaian yang diselingi remasan nikmat pada buah dadanya yang kiri. Sementara Marina tidak lagi meremas batang penis Om Jalil, tetapi dia menggocok batang penis itu dengan lembut. Pergumulan segitiga itu berjalan cukup lama hingga Om Jalil tak dapat lagi menahan nafsunya. “Pindahlah kamu ke bangku itu!” perintahnya pada Ria sambil menunjuk tempat duduk di seberang tempat duduk mereka. 

Ria mengikuti perintah Om Jalil, dia duduk menyadar di tempat yang ditunjuk Om Jalil. Lalu Om Jalil berdiri menghadap Ria dengan batang penisnya yang panjang besar dan hitam menunjuk ke arah Ria, ditariknya kaki Ria hingga posisi gadis itu setengah rebah menyandar, lalu dikangkangkannya paha Ria hingga tampak olehnya belahan indah yang dihiasi bulu-bulu lebat dengan bagian dalam yang merah merona, lalu diarahkannya kepala penisnya yang merah mengkilap memasuki lubang vagina Ria. “Ssssshh…, aahh..”, desah gadis itu ketika dengan agak susah kepala penis itu memasuki lubang kemaluannya. Om Jalil sendiri merasakan nikmat luar biasa ketika kepala kemaluannya terjepit oleh bibir-bibir vagina Ria yang sempit, hingga ia tak melanjutkan gerakan mendorongnya untuk menikmati pijitan bibir vagina itu di kepala penisnya. Sedangkan Marina hanya menyaksikan adegan itu dengan dada bergetar menghayalkan hal itu terjadi pada dirinya. - http://www.gemarqq.com

Setelah terhenti beberapa kejap, dengan pasti Om Jalil melanjutkan dorongan pantatnya hingga, “Blueess…”. Seluruh batang kemaluannya amblas memasuki vagina Ria. Sedangkan Ria mengerang tertahan merasakan betapa batang kemaluan Om Jalil yang besar menyumpal di dalam lorong kemaluannya, membuat nafasnya terburu nafsu. Kenikmatan itu bertambah ketika Om Jalil menarik keluar batang kemaluannya hingga menimbulkan gesekan yang mengguncang seluruh tubuh Ria. Om Jalil memepercepat gerakan pantatnya mengeluar-masukkan penisnya hingga tubuh Ria terhentak-hentak kenikmatan, merasakan betapa dahsyatnya penis Om Jalil yang besar itu mengobrak-abrik lubang kemaluannya hingga membuatnya melenguh-lenguh nikmat. “Ouuugh…, eeeghh…, te..ruuus.., ooom…, jaa..ngan…, berhenti.”, desah Ria tertahan menikmati tarian penis Om Jalil dalam lubang vaginanya yang semakin basah dan licin hingga mengelurkan suara decak pelan. Semakin lama gerakan Om Jalil semakin gencar, dan remasannya pada payudara Ria semakin gemas, ditambah dengan gerakan pinggul Ria yang membuat batang penis Om Jalil seret keluar masuk, membuat keduanya tak dapat bertahan lebih lama lagi, hingga.., “Aah…, ahh…, essst…, esssst..”, desah Om Jalil sambil menggerakkan pantatnya dengan cepat. “Ouuugh…, eessstt…, eeengh…, aakh…, aakuu.., ti.., tidak.., taahaan.., laagi…, om..”, erang Ria hampir mencapai puncak orgasmenya. “Tung..guu.., sayang…, aakku…, juuggaa…, mmau.., ngecret..!”, ucap Om Jalil terputus-putus sambil menancapkan batang penisnya sedalam-dalamnya ke dalam vagina Ria. “aakuuu…, kee..keeluar.., Ooom..”. “Akuuu…, juuggaa…, aaghh..”, dan, “Creeet.., creeet.., crettt.”, tersemburlah cairan nikmat dari batang penis Om Jalil ke dalam vagina Ria. www.gemarqq.com

Keduanya saling berangkulan mencapai puncak kenikmatan bersama-sama, cairan kental membanjiri vagina Ria dan membasahi penis Om Jalil. Sementara ketika Om Jalil dan Ria bertarung, Marina begitu terangsang melihat permainan mereka hingga tanpa sadar tangannya meremas buah dadanya dan mengelus-elus bibir kemaluannya dan mendesah-desah seorang diri, karena dibakar hawa nafsunya sendiri. Om Jalil dan Ria sama-sama terkulai setelah keduanya mencapai puncak kenikmatan, sedangkan Marina merasakan denyutan-denyutan dalam liang vaginanya merindukan sentuhan kemaluan lelaki di dinding-dindingnya, semakin ia menahan gejolak nafsu itu semakin menggejolak nafsu itu dalam dadanya, akhirnya ia tak kuasa menahan diri, Marina bangkit dari duduknya lalu berlutut di hadapan selangkangan Om Jalil yang bersandar memejamkan mata di bangku sebelahnya, ditatapnya kemaluan Om Jalil yang menggantung lunglai, dibelainya kemaluan yang besar itu, walaupun belum tegak berdiri. Semakin lama belaiannya semakin menggebu lalu diremasnya penis yang mulai bangun perlahan-lahan karena remasan-remasan jemari lentik Marina. - http://www.gemarqq.com

Om Jalil membuka matanya karena merasakan kegelian yang nikmat pada batang penisnya, dibiarkannya beberapa saat Marina yang belum tahu bahwa Om Jalil sudah terjaga, membelai dan meremas batang kemaluannya, Om Jalil berkata perlahan. “Kau menginginkannya?”. “I.., iya Om aa.., aku menginginkan burungmu”, jawab Marina dikuasai oleh nafsunya. Lalu Om Jalil memegang bahu Marina lalu mengangkatnya berdiri, ia menatap gadis di hadapannya, ia tahu bahwa Marina telah dikuasai oleh nafsunya, mulailah Om Jalil membelai tubuh Marina yang mengenakan gaun terusan tanpa lengan yang begitu minim. Tangannya meraba mulai dari bagian paha yang tak tertutup oleh terusan yang pendek itu, terus merambat menuju pada sepasang paha yang mulus itu sambil terus berdiri hingga pakaian Marina tertarik mengikuti gerakan berdiri Om Jalil, hingga Om Jalil berhasil melepaskan pakaian itu dari tubuh yang kini hanya mengenakan beha dan celana dalam. Kembali Om Jalil membelai tubuh itu dari atas ke bawah sambil bergerak duduk. - http://www.gemarqq.com

Setelah posisinya duduk berhadapan dengan selangkangan Marina yang hanya mengenakan celana dalam, tangannya bergerak melepas celana dalam itu hingga terpampanglah gumpalan bulu-bulu halus terhampar menghiasi sekitar bibir kemaluan yang begitu ranum dan menebarkan aroma yang menggairahkan hingga membuat darah Om Jalil menggelegar dan nafsunya mulai menanjak. Dengan kedua tangannya Om Jalil merengkuh bungkahan pantat Marina yang padat ke arah wajahnya, lalu dengan rakusnya Om Jalil melumat bibir kemaluan Marina dengan penuh nafsu. Marina mendesah kenikmatan sambil membelai rambut Om Jalil yang tengah melumat vaginanya. “Ooouugh…, Ooomm…, lakukanlah.., Oom.., aa.., aku…, dah ti..daak.., taahhan…, lagi..!” http://www.gemarqq.com

Om Jalil hanya tersenyum dan menjawab dengan perlahan, “Baiklah. Sekarang naiklah ke pangkuanku”, suruh Om Jalil pada Marina. Marina mengikuti perintah Om Jalil, dengan cepat ia duduk di pangkuan Om Jalil. Penis Om Jalil yang tegak menghadap ke atas meleset miring diduduki oleh Marina. Om Jalil berkata, “Bukan begitu caranya, sekarang berdirilah dengan lutut di atas bangku mengangkangi burungku!”, ajar Om Jalil pada Marina. Kini Marina mengangkangi Om Jalil yang duduk bersandar dengan penis tegak ke atas mengarah tepat pada bibir kemaluan Marina. Kembali Om Jalil memberikan instruksi kepada Marina, “Kini genggamlah burungku!”. Marina menggenggam penis Om Jalil. “Arahkan ke lubang memekmu!”, Kembali Marina menuruti perintah Om Jalil tanpa berkata apapun. - http://www.gemarqq.com

“Turunkan pantatmu lalu masukkan burungku dalam lubang memekmu perlahan-lahan!”. Marina mengerjakan semua perintah Om Jalil hingga…, “Sleeep….”, Kepala kemaluan Om Jalil yang besar itu menyelinap di antara dua bibir vagina Marina yang langsung menjepit kepala penis itu dengan ketat. Marina mendesah kenikmatan, “Oough…”. Dipegangnya bahu Om Jalil yang sedang merem-melek menikmati jepitan sepasang bibir vagina Marina yang kenyal dan sempit. Dengan suara terputus-putus kenikmatan Om Jalil berkata, “Yaakh…, begitu, sekarang turunkan pantatmu agar burungku dapat masuk lebih dalam!”, Marina menghempaskan tubuhnya ke bawah, dirasakannya betapa penis Om Jalil yang besar dan panjang itu menerobos ke dalam liang vaginanya yang terdalam, yang belum pernah tersentuh oleh benda apapun karena penis Om Jalil adalah penis paling besar dan panjang yang pernah menerobos lubang vaginanya, dan itu memberikan kenikmatan yang belum pernah dirasakan Marina sebelumnya. Om Jalil sendiri mengejang menikmati gesekan seret dari dinding vagina Marina yang seakan mengurut penisnya dengan kenikmatan yang luar biasa. Dirangkulnya tubuh Marina untuk melampiaskan getaran kenikmatan yang dirasakannya. Sejenak keduanya terdiam tidak melakukan gerakan apapun karena tenggelam dalam kenikmatan yang tiada taranya. Hanya getaran-getaran kereta api yang bergelombang membuat mereka melayang dalam arus kenikmatan bercinta. Akhirnya kesunyian itu dipecahkan oleh suara Om Jalil yang lebih mirip desahan. “Sekarang bergeraklah hurun naik agar lebih nikmat sayang!”. “Eest.., baikh.., Om..”, jawab Marina sambil mulai mengangkat tubuhnya, terasa olehnya betap hangatnya gesekan kulit penis Om Jalil di dalam liang vaginanya, lalu dihempaskan lagi tubuhnya ke bawah membenamkan penis Om Jalil kembali dalam pelukan dinding kemaluannya yang berdenyut kenikmatan.

Hal itu dilakukan Marina berulang kali seiring dengan getaran kereta yang menambah nikmatnya persetubuhan mereka, kian lama gerakan Marina semakin gencar menurun-naikan pantatnya. Sedang Om Jalil tidak hanya diam saja, ia mengiringi gerakan pantat Marina dengan menaikkan pantatnya bila Marina menghentakkan pantatnya membenamkan penis Om Jalil. Marina mendesah-desah menikmati permainanan yang hebat itu. “Eeeghh…, niikhmat…, sekhali…, Om..” “Yaakh…, memang.., nikhmat memekmu ini Mar…, oouggh..”. “Ooomm…, hisaplah susuku ini agar lebikh nikhmat Om..” pinta Marina, sambil menarik kepala Om Jalil ke arah dadanya yang dibusungkan menantang itu. Segera saja Om Jalil melepaskan satu-satunya pakaian yang masih melekat di tubuh Marina, menggelembunglah payudara yang kenyal menegang setelah Om Jalil menarik lepas penutup benda indah itu. Mulailah Om Jalil menjilati puting susu Marina yang merah menantang itu, tidak hanya sampai di situ saja, Om Jalil menghisap rakus buah dada yang benar-benar ranum itu kiri dan kanan sedangkan kedua tangannya meremas buah pantat Marina yang padat berisi dan membantunya turun naik menenggelamkan penisnya. Semakin lama gerakan keduanya samakin menggila desahan-desahan tak henti-hentinya keluar dari sepasang insan itu. “Oooooogh…, oough…, akhh…, ahh…”, desahan Marina menikmati tarian penis Om Jalil yang perkasa di dalam lubang vaginanya yang semakin licin dan basah. Cukup lama mereka berpacu dalam mengejar kenikmatan sehingga, “Eeeeest…, Ooough…, lebihh…, ceepat lagi…, Sayaang.., aku maau keeeluaar..!”. “Yaakhh…, aku…, juga..,. sudahh…, tidak.., taahaan.., laagi…, Ooooomm”. Hentakan pantat mereka semakin cepat terbawa nafsu yang seakan meledakkan dada mereka hingga, “Ooough…, Akuu…, keluaar…, sayang..” “Akhuu.., aakhh…”. “Creeet.., creet.., creettt..”, Keduanya saling berangkulan dengan erat menikmati puncak permainan mereka yang sungguh hebat. Marina berdiri mengeluarkan penis yang besar itu dari lubang vaginanya lalu berpakaian dan kembali lunglai di bangkunya menyusul Ria yang sudah terlelap. Sedang Om Jalil menatap kedua gadis bergantian lalu dia berpakaian dan kembali memejamkan matanya. Semuanya sunyi dan tenang. Tak ada lagi erangan-erangan atau desahan, mereka tertidur dengan penuh kepuasan, tanpa memikirkan apa yang menanti mereka di Jakarta nanti. - http://www.gemarqq.com[url=http://ceritapanas2018.blogspot.com/2014/08/digauli-dengan-ayah-tiri.html]

Cetak item ini

  Permainan domino online dengan bonus deposit besar
Diposting oleh: bandarqq365 - 10-01-2018, 09:15 AM - Poker | Domino 99 | Sakong | Adu Q | Capsa Susun | Bandar Q | Bandar Poker - Tidak Ada Balasan


[Gambar: domino%2Bonline.jpg]

Ketika seseorang menginginkan bermain judi online domino online sebaiknya kenali dahulu beberapa fitur ataupun promo terbaiknya. Kuota pemain judi domino kini terus bertambah mengingat banyaknya peminat judi satu ini. domino memang dikenal masyarakat sebagai satu jenis permainan kartu dengan sistem mengkombinasikan angka hingga menentukan waktu terbaik untuk mengeluarkannya. Jenis judi domino memang sering memberi keuntungan bagi pemainnya, akan tetapi bagi pemain pemula judi domino online sudah bisa memperlihatkan banyak aspek salah satunya dari besaran bonus. Tidak sedikit website judi online memberikan bonus cukup besar kepada pemain sehingga minatnya untuk terus bermain dapat meningkat. Oleh sebab itu bagi seorang pemain judi baru wajib mengetahui apa saja manfaat dari pemberian bonus dari agen judi domino.


Seorang pemain judi domino 99 qq online akan mempertimbangkan dari semua aspek terutama bonus dimana sampai sekarang masih terus diupayakan dari pihak agen judi. Jadi dari semua total keuntungan tak bisa lepas dari pemberian bonus pihak agen ataupun website. Biasanya pihak agen dan situs judi memberikan fasilitas terbaik pada permainan domino terutama dari sisi keuntungan. Oleh karena itu mari kita simak mengenai keuntungan apa saja yang bisa didapatkan pemain ketika bermain di satu jenis meja saja.


Pada situs judi tertentu ada sistem dimana seorang pemain akan diberikan bonus deposit serta melakukan beberapa teknik. Proses peningkatan saldo juga lebih mudah bahkan dilakukan secara otomatis ketika Anda sudah mendapatkan kemenangan. Jadi bagi seorang pecinta game judi domino 99 qq online bisa mencoba sensasi mendapatkan bonus saldo ketika melakukan deposit awal menjadi seorang member baru.


Rata-rata dari seorang pemain judi domino memperlhatkan aspek penting salah satunya bisa digunakan untuk mendapatkan pengalaman bermain lebih banyak. Ketika sebuah situs judi mampu memberikan bonus besar maka dari proses bermain lebih semangat karena jumlah saldo bisa bertambah. Begitu juga dengan total deposit awal dimana sampai sekarang mampu memperlihatkan banyak aspek penting. Terutama dalam hal memperlihatkan pengalaman bermain kepada pemain. Sehingga mereka akan lebih tertarik untuk bermain lebih sering.

Berikutnya ada satu keunggulan ataupun keuntungan dari pemberian deposit besar dalam permainan judi domino online. Salah satunya lebih mudah dalam mengatur taruhan. Selama ini taruhan menjadi satu cara terbaik untuk bisa mendapatkan kemenangan. Bahkan seorang pemain bisa rela mematok nilai taruhan lebih besar karena memang ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dan cepat. Akan tetapi perlu berhati-hati karena proses taruhan akan menguntungkan jika Anda memiliki dan memahami strategi di permainan domino.

Berbagai macam fitur dari sebuah situs judi domino online sangat beragam sehingga membuat banyak kalangan ingin masuk sebagai member baru. Maka dari itu mulai sekarang Anda wajib memperhitungkan semua aspek untuk bisa lebih baik dalam memilih situs website judi domino terbaik.

Cetak item ini

  Nikmatnya ML dengan tante yang hot serta menggairahkan
Diposting oleh: suryaqq - 09-01-2018, 12:18 PM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: 4049893_f876a574-dda4-11e3-a971-d59f2523fab8.jpg]

Nikmatnya ML dengan tante yang hot serta menggairahkan - Cerita ini dimulai pada Hari itu jumat 3 desember 2009, Aku diundang untuk ke puncak bareng tante-tante yang hot dan menggairahkan. Awal mula dari cerita dewasa ini merupakan ajakan 3 tante girang bekas peragawati dan gambar model itu.Hanya bersama Tante saya 3 orang yang cantik-cantik.Pukul 07.00 saya telah bangun dan bersiap-siap mandi dan memselesaikan barang bawaan yang bakal dibawa.Cocok pukul jam 08.30 Tante saya yang bernama Dina mengsms saya,”Cris tante jemput jam 09.00 yaaa,jangan terlambat”.Saya pun membalasnya bakal datang cocok waktu.Butuh saya deskripsikan ketiga tante saya ini.Yang pertama bernama tante Dina dirinya berusia 36 tahun,tinggi badannya kurang lebih 170 an (mantan Peragawati),Ukuran dadanya yang membikin saya menelan ludah yaitu 36b dirinya sangat berpengalaman dalam urusan sex.Yang kedua tante Mira umurnya 39 tahun tinggi badannya 175,mesikipun telah agak tua,tp dirinya tetap seksi dengan ukuran dadanya yang tetap kencang yaitu 34b.Yang terbaru tante Lina yang termuda yaitu 34 tahun setinggi 165 dan ukuran dada 36b,Khusus Tante Lina,saya telah tak jarang bermain sex dengan dirinya sewaktu tante Lina berkunjung kerumah.Tante Lina merupakan seorang wanita hypersex sebab dapat bermain berkali-kali.

Cocok Pukul jam 09.00 Mobil tante Dina telah ada diujung gang,langsung saja saya masuk dan duduk didepan ,cocok samping tante Dina.Saat itu saaya hanya dapat terbengong menonton ke3 tante saya itu.Tante Dina hanya memakai kaos ketat Mejiku dengan hot pants,saat itu tante Dina memakai Bra berenda warna biru,kelihatan karan saking tipisnya baju tante Dina.Tante Mira saat itu memakai baju gaun merah dengan potongan v necknya yang sexy.Tante Mira semacamnya tak memakai bra,Untuk Tante Mira dirinya tak lebih suka memakai bra,katanya tak enak.Sementara Tante Lina lah pakaiannya yang menurut saya paling ekstrim.Dia memakai You can see Putih dan hotpants.Dibalik you can see putih itu Tante Lina memakai bra bikini hitam yang menggoda.Seusai basa-basi dengan cipika-cipiki,saya hanya mengobrol dengan Tante Dina karna Tante Mira tertidur pulas,sementara Tante Lina merokok deng Mildnya dan mendengarkan mp3nya dengan asik.  Agen Domino qq

‘mama apa berita Cris’ tanya tante dina… Cerita Dewasa

‘baik tan ‘jawab aku dengan malas.

Selama 1 jam aku tertidur dimobil,sementara tante dina yang menyetir mobil dengan hati-hati.Cocok jam 1 siang kita hingga di vila yang berada dipuncak,cukup besar dengan 3 kamar plus kolam renangnya.Tante Dina,Lina dan Mira langsung masuk kamar dan langsung berenang,semacamnya mereka telah kepanasan dengan udara diJakarta.Aku pun langsung menuju kolam renang menonton mereka yang telah tercebur.Tante Dina memakai bikini warna ungu lengkap dengan G-Stringnya,Tante Mira memakai bikini berenda dengan warna hijau sementara Tante Lini dengan memakai Bikini Kuning lengkap dengan celana dalam satunnya.Aku yang sedang berlangsung dipinggir kolam tiba-tiba didorong Tante Lina,Mereka ber 3 hanya tertawaaketika aku tercebur saja ke kolam.Berbagai menit kita berennag ria hingga Tante Mira,Tanteku yang tertua telah tak tahan nafsu hebat celana dalam ku hingga lepas.Aku pun naik kepinggir kolam renang supaya Tante Mira lepih gampang melepaskan celana dalamku itu.  Bandar Sakong

Sesaat kucari kemana Tante Dina serta Tante Lina,nyatanya mereka sedang asyik bercinta diruang tamu yang kulihat,Tante dina tampak sedang menjilat vagina tante Lina,Butuh diketahui ke3 tante aku ini juga para lesbian.Aku pun kembali berkosentrasi dengan tante Mira yang telah menjilat kontolku ini,Kontolku in lumayan besar dengan panjang 19 cm diameter 4 cm.Tante mira menjilat dengan lahap.Aku pun hanya mengerang dengan nikmat,seusai lumayan lama,kuangkat saja tante mira keruang tamu untuk gabung dengan tante dina serta lina.Segera kubuka bikini yang membungkus tante Mira.kuciumi puting yang telah tegak menantang,tiba-tiba aku pun disuruh tidur telentang oleh tante Mira.Nyatanya Tante Dina bakal menghisap kontolku,sementara tante Lina duduk dihadapan wajahku supaya aku menghisap memeknya.Tante mira sendiri memutuskan untuk merokok dahulu.Kuhisapkan saja memek tante lina yang segar kehisap-hisap hingga tante lina mengerang.Seusai lumayan lama,aku memutuskan untuk mengentot tante dina terlebih dahulu.Dengan posisi doggie style,kutusukan penis ku,tante dina hanya dapat mengerang nikmat .Perlahan-lahan kumaju-mundurkan penis ku itu…bunyi plak-plak menghiasi ruangan tamu itu,Tante dina hanya dapat mengerang nikmat.Kudengar juga desahan tante mira yang sedang menusuk-nusukan dildo gerigi ke memek tante lina.Tante dina yang mengerang kuat akhirnya orgasme untuk pertama kali,Tante dian pun terkulai lemas.Tante Mira yang sedang jongkok kutarik segera naik kepangkuan ku untuk ronde selanjutnya.Tante Mira pun mengoyang-goyangkan pinggulnya sambil meremas-remas payudaranya.Tante Mira lalu luar biasa Tante Lina untuk menghisap pyudara tante lina.Tante Mira serta Tante Lina saling mendesah nikmat.Bosan dengan posisi itu aku berganti posisi dengan women on top.Tant mira pun lalu mengoyang-goyangkan pinggulnya sambil menciumi bibir ku dengan penuh nafshu.Tante mira pun mengerang luar biasa menandakan orgasme yang  pertamanya telah mucul.Bermain dengan tante mira merupakan ronde terlama dengan memakan waktu 1 jam! tane mira terbukti pakar soal ngentot.Aku tetap menahan supaya sperma ku jangan keluar karna tetap ada tante lina.Tante lina yang selama nungging langsung saja kutusukan penis ku ini,kugoyangkan saja penisku sambil meremas payudara tante lina yang sangat ranum itu,Tidak lama kemudia tante Lina pun orgasme,lalu kucabut saja penis ku tampak ketiga tante ku berbaris untuk menyambut sperma ku yg lezat ini.kukocol-kockan saja didepan wajah mereka,dan akhirnya crottt…cortt… 10x menyembur sperma ku,yang langsung kuarahkan ketiga wajah tante ku itu.Mereka dengan rakus serta lahap berebut sperma ku itu.Mereka saling berciuman supaya mendapat sperma ku itu,sungguh sangat hot.Tante mira yang terbaru menjilati penisku hingga habis.The end.Bagi tante-tante alias ibu-ibu muda yang ingin menghabiskan sex dengan saya kirim saja email ke saya. Bandar Q

Cetak item ini

  Malam Setelah Pesta Pernikahanku
Diposting oleh: incarqq - 09-01-2018, 10:43 AM - Cerita Esek-Esek - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Cerita-Dewasa-Malam-Setelah-Pesta-Pernikahanku.jpg]
Aku ingat ketika pesta berlangsung, undangan begitu banyak yang hadir, suasana begitu meriah. Suatu ketika tanpa sengaja mataku menangkap sesosok wanita yang sangat menarik. Wajahnya cantik, rambut disemir sedikit warna pirang sehingga kulitnya yang putih semakin kelihatan mencolok di antara undangan yang lain. Ditunjang dengan bentuk badan yang padat serta proposional dan dibalut pakaian yang seksi, mataku seakan tak bisa lepas darinya. Tentu saja aku memperhatikannya secara diam-diam. Belakangan aku sadar bahwa dia datang bersama suaminya. Sesudah pesta berakhir aku mendapatkan kesempatan untuk melihatnya dari dekat ketika para undangan bersalaman dengan kami. Wajahnya memang cantik dengan senyum menawan dan tatapan matanya sangat menggoda. Daya tariknya yang dipancarkan dari wajahnya sangat kuat sehingga pikiranku melantur seketika.

Pukul 21.30 semua undangan sudah pulang, kami bersantai dengan saudara-saudara di kamar hotel sambil menceritakan pengalaman-pengalaman lucu di hari yang istimewa ini. Pukul 23.00 semua saudara-saudara pamit ke kamar masing-masing dan memberikan kami kesempatan untuk beristirahat. Sambil menunggu Anita membersihkan diri, aku membuka amplop sumbangan satu-persatu sampai suatu ketika aku memperhatikan ada sebuah kartu nama dengan catatan samar-samar di belakangnya, “Call me: 081-xx-xx”. Tentu saja kartu nama tersebut kusimpan secara khusus agar tidak terlihat oleh Anita. Setelah semua amplop sumbangan kukumpulkan, aku menyusul Anita yang sedang mandi dan kami pun mandi bersama.

Malam itu dan beberapa malam berikutnya kami habiskan dengan penuh gelora asmara. Kami bercinta dengan berbagai macam variasi, dengan tempat yang berbeda-beda, di sofa, kamar mandi, ruang tamu, dapur dan semua tempat yang memungkinkan di kamar hotel tersebut. Kami memang menginap di Honeymoon Suite yang menyediakan kamar tidur, ruang tamu, dapur dan ruang santai.

Dua minggu setelah pesta penikahan kami, aku baru teringat dengan kartu nama yang kuselipkan di dompetku. Dengan rasa penuh penasaran aku pun menghubungi nomor di balik kartu nama tersebut. Setelah beberapa kali nada panggil, panggilanku diterima. Aku mulai bicara,
“Hallo, apakah saya berbicara dengan nona Sandra?”.
Suara wanita di seberang sana menjawab dengan lembut,
“Ya, saya sendiri. Siapa ini?”
“Saya Iwan, saya yang menikah 2 minggu lalu dan saya mendapatkan kartu nama anda dengan catatan khusus di belakangnya,” godaku.
Sandra tertawa renyah dan tanpa terasa obrolan pun mengalir dengan lancar seolah kami sudah berteman lama. Dari obrolan di telepon selama hampir 30 menit aku pun mengetahui bahwa Sandra adalah wanita yang selalu kuperhatikan secara khusus waktu pesta dulu. Sandra merupakan seorang eksekutif yang bekerja di sebuah perusahaan asing di kota “S” dan dia baru berusia 25 tahun. Perusahaan tempatnya bekerja sering mengadakan promosi di kotaku, dan Sandralah yang ditugaskan untuk hal itu. Kami pun berjanji untuk saling menelepon dan bertemu jika Sandra ditugaskan di kotaku.

Seminggu setelah telepon pertamaku handphone-ku berbunyi. Sandra menelepon dan mengabarkan bahwa dia sedang berada di kotaku untuk 3 hari promosi. Sandra baru tiba di sebuah hotel dan akan mulai bekerja pukul 14.00 siang ini juga. Aku memberanikan diri untuk bertanya apakah aku bisa menemuinya sebelum jam 14.00. Sandra berkata bahwa dia tidak keberatan dan ingin segera bertemu. Aku pun segera berangkat ke hotel tersebut dan menemui Sandra yang sudah menungguku di coffe shop hotel. Sandra mengenakan rok mini hitam dipadu dengan blazer sewarna serta kemeja warna putih tipis sehingga menampakkan bayang-bayang BH-nya yang berwarna hitam. Kami berbincang dengan akrab dan Sandra menawarkan untuk mengunjungi kamarnya di lantai 2 hotel tersebut.

Sampai di kamar Sandra melepaskan blazernya sehingga yang terlihat olehku adalah sosok tubuh wanita yang sangat menggiurkan. Sebagai gambaran Sandra tingginya 165 cm dengan berat seimbang. Badannya padat, dengan payudara 36B. Tanpa sadar hal itu membuat batang kemaluanku berdiri seketika. Kami duduk berdampingan di ranjang yang berukuran king size. Aku memberanikan diri untuk memegang tangannya dan mengambil kesempatan pertama untuk mencium pipinya untuk melihat reaksinya. Ternyata Sandra tidak menunjukkan reaksi menolak dan aku pun mulai berani. Kami berciuman bibir dan aku terkejut karena secara agresif dia mengeluarkan kemampuannya dengan French Kiss. Kami saling memasukkan lidah kami ke mulut masing-masing dan tanganku mulai menjalar ke bagian tubuhnya yang menonjol. Aku meraba payudaranya perlahan-lahan. Diawali satu tangan dan disusul tangan satunya lagi. Sandra mulai mendesah, apalagi setelah tanganku menaikkan rok mininya dan meraba bagian luar kemaluannya. Aku mulai melepaskan pakaiannya dan dengan perlahan mencopot BH hitamnya disusul dengan rok mininya sehingga yang telihat olehku sekarang adalah pemandangan yang sangat luar biasa. Kemolekan seorang wanita yang dianugerahi kulit putih bersih, payudara yang kencang dan montok dengan puting kemerahan.

Celana dalamnya warna hitam dengan bahan transparan sehingga terlihat samar bulu kemaluannya yang tipis rapi. Aku segera menjulurkan lidahku ke puting payudaranya, bergantian kanan dan kiri, bermain di seputar aerola-nya, membasahi putingnya yang kemerahan itu. Putingnya mengeras sehingga membuatku semakin bernafsu. Tanganku perlahan menurunkan celana dalamnya dan aku mengusap bibir kemaluannya yang sudah basah secara hati-hati karena takut menyakitinya. Jari tengahku kutekan di tengah-tengah antara bibir kemaluannya sehingga sewaktu bergerak naik turun menyentuh klitorisnya. Dia menggelinjang nikmat dengan desahan panjang dan tangannya menarik dan mengacak-acak rambutku. Aku menurunkan lidahku dari puting payudaranya, perlahan menyusuri bagian perutnya, bermain sebentar di sekitar pusarnya sehingga membentuk garis basah seperti aliran sungai. Kedua tanganku bermain di payudaranya, memilin halus puting yang sudah sangat keras tersebut. Sekarang wajahku sudah menghadap kemaluannya yang ternyata bulunya sudah dicukur habis dengan hanya menyisakan sedikit saja di atas klitoris dan itupun dicukur halus. Bibirku menjelajahi bagian luar kemaluannya dan dengan lidahku aku berusaha menerobos di antara bibir kemaluannya. Sandra menggelinjang merasakan kenikmatan. Dengan jari-jari tanganku, aku membuka bibir kemaluannya dan aku pun membenamkan wajahku di sana.

Lidahku menjelajahi setiap milimeter bagian kemaluannya yang sudah basah. Aku memainkan bagian klitorisnya dengan lembut dengan ujung lidahku yang bergerak membentuk lingkaran. Jari tangan kananku kubasahi dengan air liurku dan kubiarkan bermain di lubang anusnya. Ketika Sandra merasakan orgasme menghampirinya, ia menarik-narik rambutku, mendesah nikmat “Aaahh..” aku pun memasukkan lidahku ke liang kemaluannya, membenamkan ke dalamnya, maju mundur teratur dan ujung hidungku menggosok klitorisnya setiap kali aku memaju mundurkan lidahku. Jari tanganku kumasukkan sedikit ke lubang anusnya. Sampai suatu saat Sandra tidak mampu menahan arus orgasmenya, ia menjerit keras sambil menarik rambutku dan membenamkan wajahku lebih dalam lagi ke liang kemaluannya. “Aaahh, Iwann.. enakk, ahh..”

Setelah arus orgasmenya mereda Sandra berbalik menindih tubuhku (tinggiku 177 cm dengan berat 75 kg), ia menciumi bibirku, memainkan lidahnya dalam mulutku sambil tangannya melucuti semua yang kukenakan. Lidahnya menyusuri bagian leherku, bermain di telingaku, turun ke puting susuku dan bergerak melingkar di bagian tersebut. Aku merasakan geli yang luar biasa yang membuat perutku serasa kejang. Tangannya memainkan batang kemaluanku yang berukuran 16 cm dengan kepala batang kemaluan berbentuk seperti jamur. Dengan gerak yang sangat cepat ia menurunkan wajahnya dan memasukkan kepala kemaluanku ke dalam mulutnya. Ia membuat gerakan naik turun dan tetap menggunakan lidahnya untuk memainkan batang kemaluanku. Kadang-kadang Sandra menghisap dengan keras kepala batang kemaluanku sambil melirikku untuk melihat reaksiku. Tatapan matanya sungguh seksi saat itu. Beberapa kali ia memasukkan semua kemaluanku ke dalam mulutnya sehingga aku bisa merasakan ujung kemaluanku seperti menekan tenggorokannya sementara lidahnya berputar-putar.

Aku hanya bisa mendesah nikmat dan tanganku menekan kepalanya untuk memainkan irama. Sandra mengeluarkan kemaluanku dari mulutnya dan digantikan tangannya yang membuat gerakan naik turun di batang kemaluanku yang basah karena air liurnya sementara kedua kakiku diangkatnya sehingga membentuk huruf V dan ia pun memainkan lidahnya di sekitar lubang anusku. “Aaahh..” aku mendesah keras ketika lidahnya pertama kali menyentuh lubang anusku. Aku belum pernah merasakan rasa nikmat dan geli seperti ini. Setelah itu ia kembali memainkan kemaluanku, lidahnya menjulur mengikuti batang kemaluanku, naik turun berirama, dan turun ke “telur”-ku yang dihisap pelan olehnya. Setelah beberapa saat kami pun berganti posisi, kali ini kami mencoba posisi 69 dengan Sandra di bagian bawahku. Aku membuka bibir kemaluannya dengan jari-jariku dan memainkan lidahku di klitorisnya. Sandra memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya dan membuat gerakan naik turun dengan cepat. Sampai suatu ketika ia mendadak menekan pinggulnya ke wajahku dengan kuat karena orgasmenya kembali. Basah wajahku karena cairan yang keluar dari kemaluannya tak kuhiraukan.

Aku pun mempercepat gerakanku karena kurasa spermaku sudah mendesak untuk dikeluarkan. “Aku hampir keluar.. ahh..” Sandra seperti tidak mendengarkanku dan tetap memaju-mundurkan mulutnya tambah cepat dan ketika aku mencapai puncaknya dia tetap tidak melepaskan kemaluanku dari mulutnya. “Aaahh, ahh, ahh..” aku mendesah panjang ketika spermaku keluar dan melesat ke dinding tenggorokannya. Sandra memundurkan mulutnya sampai batas kepala batang kemaluanku dan kepala kemaluanku dihisap kuat olehnya sehingga pipinya terlihat kempot, tangannya membuat gerakan mengocok batang kemaluanku. Aku menggelinjang merasakan geli dan nikmat yang sangat dahsyat. Batang kemaluanku dihisap dan lidahnya membersihkan sisa-sisa sperma yang tertinggal di batang kemaluanku. Tak ada sedikitpun yang tersisa. Batang kemaluanku bersih mengkilat. Aku melihatnya tersenyum dan membuka mulutnya, memamerkan spermaku yang ada di mulutnya dan ia menelannya sambil menatapku lekat-lekat. Suatu pengalaman yang sangat hebat buatku karena aku belum mengalami pengalaman seperti ini dengan Anita istriku.

Kami berbaring berpelukan di ranjang hotel tersebut sambil menyalakan rokok. Sandra pun bercerita bahwa ia memang maniak dengan apa yang namanya SEKS. Hubungannya dengan suaminya baik-baik saja. Mereka sudah menikah 5 tahun tetapi belum mempunyai anak karena Sandra masih ingin mengejar karirnya, sedangkan suaminya selalu memaksanya untuk mempunyai anak. Ia bercerita bahwa ia selalu merasa puas berhubungan seks dengan suaminya, hanya saja ia malu untuk berterus terang kepada suaminya bahwa ia sebenarnya ingin frekuensi berhubungan lebih banyak lagi karena takut kalau suaminya menganggapnya maniak. Ia juga bercerita bahwa ia sudah mengetahuiku sejak lama dan menyukaiku karena wajahku seperti mantan pacarnya ketika SMA dulu.

Dua batang rokok sudah habis, aku menggendongnya ke kamar mandi dan menyalakan shower. Kami saling menyabuni tubuh dan memainkan bagian vital masing-masing. Setelah tubuh kami bersih kami tidak segera mengeringkan badan tetapi Sandra berjongkok di depanku dan memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya. Ia memaju mundurkan kepalanya sambil tangannya mengocok batang kemaluanku. Aku hanya bisa bersandar ke dinding kamar mandi sambil menikmati hisapannya. Karena batang kemaluanku sudah keras sekali, aku pun mengangkat tubuhnya dan mendudukkannya ke meja wastafel di kamar mandi. Aku memainkan kepala kemaluanku di bibir kemaluannya, membuat gerakan melingkar perlahan sampai kurasakan kemaluannya basah. Aku memasukkan batang kemaluanku sampai bagian kepala kemaluanku dan memaju-mundurkan pantatku. Sandra yang sudah bernafsu mendesah-desah menyuruhku memasukkan semuanya. Aku mendorong kemaluanku perlahan sampai kurasa sudah masuk seluruhnya dan aku menggerakan pantat maju-mundur makin lama makin cepat. Ketika kurasakan Sandra sudah mendekati puncaknya aku melambatkan gerakan pantatku dan membuat gerakan memutar sehingga batang kemaluanku tertanam lebih dalam di kemaluannya. Sandra menghisap puting susuku dengan kencang, aku memutar-mutar pinggulku lebih cepat sambil kulihat pantulan badan kami yang basah dari kaca di depanku.

Sandra mendesah keras, “Wann.. aku orgasmee.. ohh.. ahh.. ahh,” suaranya seperti tertahan karena ia menggigit bibirnya sendiri. Aku menurunkannya dari meja wastafel, membalikkan tubuhnya dan dengan cepat memasukkan batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya. Dengan posisi seperti ini, doggie style, aku menarik rambutnya, mengangkat kepalanya sehingga ia bisa melihat gerakan-gerakan kami melalui kaca di depannya. Jariku kumasukkan ke mulutnya, dihisap dan dibasahi dengan liurnya dan kemudian kumasukkan jari telunjukku ke lubang anusnya sambil tetap menggerakkan pantatku maju mundur. Ketika orgasmenya datang lagi, jari telunjukku serasa diremas kencang oleh otot anusnya dan hal itu membuatku tidak tahan lagi. Orgasme kami datang bersamaan, ia menjerit kencang bersamaan dengan semprotan spermaku ke dalam rahimnya. Setelah kurasa batang kemaluanku mengecil dalam kemaluannya aku pun menarik keluar perlahan dan aku membalikkan badannya. Kami berciuman, bertukar liur melalui lidah kami yang liar dan ia berlulut di depanku dan memasukkan kemaluanku ke dalam mulutnya. “Cleaning service,” kata Sandra sambil tertawa.

Kami mandi sekali lagi dan kali ini benar-benar sampai badan kami kering kembali. Aku pamit untuk pulang ke rumah karena ia harus mempersiapkan acaranya dan kami berjanji untuk bertemu lagi malam sehabis acaranya selesai. Sebenarnya lanjutan cerita ini masih panjang dan berliku. Apakah hubungan kami masih berlanjut? Apakah dari hubungan seks yang panas membara itu Sandra mengalami perubahan dalam tubuhnya? Aku akan meneruskan cerita ini jika para pembaca sekalian menyukainya. Saya tunggu komentar anda sekalian.

Saya mohon maaf apabila tulisan saya kurang teratur karena saya belum pernah menulis sama sekali. Saya menulis ini karena ingin menceritakan pengalaman saya kepada para pembaca sekalian. Terima kasih.

Cetak item ini

  TANTE EVA OBSESI MODEL MANADO
Diposting oleh: sponsorqq - 09-01-2018, 10:27 AM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: tante-girang-jadi-model-foto-bugil.jpg][Gambar: tante-nakal-pose-bugil-menggoda.jpg][Gambar: tante-narsis-pose-telanjang.jpg][Gambar: tante-remas-toketnya-sendiri.jpg][Gambar: aksi-nakal-tante-yang-belajar-jadi-model.jpg][Gambar: tante-bugil-pamer-toket.jpg][Gambar: tante-bugil-pose-ngangkang-pamer-memek.jpg][Gambar: tante-buka-celana-pamer-bokong.jpg][Gambar: tante-girang-jadi-model-bugil.jpg]

Cetak item ini

  MEMEK BERSIH DAN SEMPIT, JEMBUT PIRANG
Diposting oleh: bandarqq365 - 09-01-2018, 10:22 AM - Foto Bokep xXx - Tidak Ada Balasan

[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00003.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00004.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00005.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00006.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00007.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00008.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00009.jpg]
 
[Gambar: Gambar-Memek-ABG-Telanjang00010.jpg]
 
[Gambar: gambar-memek-cewek-lagi-dientot-cowok.jpg]

Cetak item ini